Sabtu, 13 Desember 2014

Warga Rohil “marah” jika IPDN di Pindah



BAGANSIAPIAPI,Kabarrohil-Adanya statment untuk memindahkan kampus IPDN Riau di Rokan Hilir (Rohil,red) ke Pekanbaru membuat sejumlah elemen masyarakat Rohil “marah”. Wacana yang dilontarkan oleh Setdaprov Riau Zaini Ismail di media dinilai mencederai hati masyarakat Rokan Hilir (Rohil,red). Tampak sejumlah tulisan di kertas karton ditempatkan di pagar gedung wakil rakyat Rohil jalan Merdeka Bagansiapiapi. Salah satu kertas karton putih itu bertuliskan ‘Pertahankan IPDN, wacana Pemprov Riau Pindahkan IPDN Kurang Kerjaan’.

Bahkan sejumlah warga masyarakat pelbagai kalangan yang peduli terhadap IPDN tersebut berkumpul untuk membentuk forum masyarakat peduli IPDN Rohil. Tampak dari kalangan LSM, tokoh masyarakat, Pers dan mahasiswa berkumpul melakukan pertemuan di Mesjid Agung Al-Ikhlas, jalan Utama Bagansiapiapi, Kamis (11/12/2014). Dalam waktu dekat mereka akan melakukan audiensi dengan pelbagai pihak untuk meminta petunjuk dan masukan dari LAM, DPRD Rohil dan Bupati Rohil. 

“Pernyataan-pernyataan tersebut telah mencederai hati masyarakat Rohil yang selama ini bangga dengan berdirinya IPDN di Rohil,”ujar Darwin Murin salah satu penggagas forum tersebut kepada Kabarrohil ketika ditemui, Kamis (11/12/2014).

Dia menjelaskan bahwa berdirinya kampus IPDN di daerah Rokan Hilir berkat dukungan warga masyarakat dan perjuangan bupati Annas Maamun yang perduli terhadap warga masyarakat Rohil khususnya yang berada di lingkungan kampus IPDN. Karena dengan berdirinya kampus IPDN membuat perekonomian warga tempatan disekitar kampus bertambah meningkat.

“Keberadaan kampus IPDN di Rohil merupakan berkah bagi masyarakat. Oleh sebab itu keberadaan kampus IPDN di Rohil tetap dipertahankan selamanya. Selama ini pemdakab Rohil komit berupaya melengkapi segala kebutuhan sarana, prasarana, fasilitas dan infrastruktur. Bukan sedikit anggaran yang di keluarkan untuk membangun kampus IPDN tersebut,”tuturnya Darwin Murin.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh juru bicara forum ini, Jaka Abdillah. Dia menegaskan akan melakukan koordinasi kesejumlah elemen masyarakat untuk mempertahankan kampus IPDN tetap berada di daerah Rokan Hilir.

“Secepatnya kita akan roadshow ke stakeholder untuk mendapatkan masukan-masukan dan bersatu mempertahankan kampus IPDN tetap di Rohil,”ujar Jaka Abdillah.

Sementara itu, ketua LSM Tikor, Hermanto mengatakan bahwa statment yang dilontarkan (kampus IPDN dipindahkan ke Pekanbaru,red) dapat memancing kemarahan warga masyarakat Rokan Hilir yang selama ini bangga terhadap keberadaan kampus IPDN di wilayah Rohil. Dia menegaskan masih banyak program pusat yang lain untuk dibawa ke provinsi Riau. Bukan program pusat yang telah ada di daerah “diobok-obok” memindahkan kedaerah lain dalam satu wilayah provinsi Riau.

“Seharusnya kita bersatu padu memikirkan bagaimana program yang ada di Pusat harus dibawa ke daerah Riau. Bukan malah program pusat yang sudah ada di daerah Riau di pindahkan kedaerah lain dalam satu wilayah provinsi Riau ini,”tutur Hermanto.

Dia menjelaskan bahwa statment Zaini Ismail setdakab Provinsi Riau dapat menimbulkan polemik yang memicu konflik antar daerah di wilayah provinsi Riau. Seharusnya pembangunan pelbagai bidang diutamakan di wilayah pesisir provinsi Riau. Apalagi masalah pendidikan, agar terjadi pemerataan jenjang pendidikan tentunya harus tersebar kampus akademi, universitas ataupun institut di seluruh wilayah di provinsi Riau. Dengan demikian dapat meningkatkan SDM  warga Riau.

“Makanya kami protes, menilai wacana pemindahan kampus IPDN yang telah berada di Rohil sebagai pemicu polemik menimbulkan konflik. Kami berharap anggota DPRD Provinsi Riau dari Rohil tidak tinggal diam,”pungkasnya.

Warga masyarakat Rohil lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Syamsul Bahri menjelaskan kepada Kabarrohil bahwa warga Rohil tidak setuju jika kampus IPDN yang sudah dibangun dengan bagus tersebut dipindahkan ke Pekanbaru. Dia menilai statment yang dilontarkan dapat memecah belah provinsi Riau. Jikalau ada kekurangan tentunya dipecahkan solusi bagaimana melengkapi kekurangan tersebut. Bukan dengan wacana memindahkan kampus kebanggaan warga Rohil tersebut ke daerah lain.

“Wacana yang dilontarkan memicu agar warga Rohil khususnya warga daerah pesisir ingin cepat memisahkan diri dari provinsi Riau untuk membentuk provinsi sendiri. Seharusnya kampus yang telah dibangun didukung untuk dikembangkan, bukan dengan memindahkannya. Akibatnya, tentu perekonomian warga yang sudah lebih maju menjadi terkebelakang lagi,”tuturnya.

Hal ini juga mendapat sorotan serius dari anggota DPRD Rohil. Afrizal yang akrab disapa Epi Sintong ini menjelaskan bahwa memindahkan Kampus IPDN yang telah berada di Rohil kedaerah lain tidak semudah diwacanakan, hanya karena dengan alasan-alasan disebabkan oleh kepentingan pribadi. Karena pembangunan kampus IPDN telah menelan dana APBD dan APBN. Selain itu, tentunya pembangunan kampus IPDN di daerah Rohil telah melalui kajian dan telaah perkembangan pembangunan kedepan.

“APBD Rohil sudah tersedot banyak untuk menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana kampus IPDN. Tidak semudah itu untuk dipindahkan dari Rokan Hilir,”ujar anggota DPRD Rohil daerah pemilihan Tanah Putih Sedinginan ini, Rabu (10/12/2014) kemaren.

Dia menjelaskan, pembangunan kampus IPDN telah menggelontorkan dana tidak sedikit.

“Kalau tidak salah nilainya sudah melebihi 150 milyar. Kalau IPDN dipindahkan tentunya bangunan yang ada menjadi sia-sia? Sedangkan bangunan di Pekanbaru belum ada. Tentunya perlu anggaran lagi untuk membangun kampus baru. Wacana pemindahan Kampus IPDN dari Rohil adalah pemikiran tidak etis,”ketusnya.

Adanya wacana pemindahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari Ujung Tanjung Rokan Hilir ke Pekanbaru, juga didengar oleh orang nomor satu di Rokan Hilir. Bupati Rohil H.Suyatno menilai wacana itu merupakan kebijakan yang keliru. Sebagaimana dikutib dari riau terkini.com, Ia mengharapkan berbagai pihak untuk tidak berkomentar macam-macam.

“Jangan komentar-komentarlah. Itukan aset Nasional. Kebetulan berada di Rokan Hilir, ya sama-sama kita awasi. Yang belum terpenuhi, kita benahi lagi. Jangan seenaknya membawa kampus itu pindah dari Rokan Hilir ke Pekanbaru,”pungkasnya. (sup/and/rtc/rls)

Minggu, 05 Oktober 2014

Lima Belas Tahun Rokan Hilir Membangun



>>Mewujudkan Rokan Hilir Maju dan Sejahtera


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Segala pembangunan telah dilaksanakan untuk perkembangan daerah Rokan Hilir. Bahkan menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa. Perkembangan yang sangat membanggakan dalam perspektif pembangunan kedepan. Hal ini tampak dari masa kepemimpinan Bupati H.Wan Thamrin Hasyim dengan wabup H.Ellyas RB, kemudian masa kepemimpinan Bupati H.Annas Maamun dan wakil bupati H.Suyatno periode pertama (2006-2011) dan masa periode kedua (2011-2014) hingga saat ini kepemimpinan Bupati H.Suyatno yang melanjutkan kepemimpinan H.Annas Maamun (karena telah menjabat Gubernur Riau,red) bersama dengan wabup Erianda,SE (yang telah dipilih oleh DPRD Rohil menggantikan posisi Suyatno sebagai wabup 2014- sekarang,red).
 
Wakil Bupati Rohil Erianda SE (kiri) dan Bupati Rohil H.Suyatno (kanan)
“Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir meletakkan tonggak dasar pembangunan melalui visi pembangunan yaitu terwujudnya Rokan Hilir yang maju dan sejahtera dan berdaya saing pada tahun 2016,”tutur Bupati Rokan Hilir H.Suyatno dalam acara HUT Rohil yang ke-15 di halaman kantor bupati jalan Merdeka Bagansiapiapi, Sabtu (4/10/2014) akhir pekan kemaren.



Program Mewujudkan Visi Pembangunan Kedepan
Tepat pada tanggal 4 Oktober 2014 Kabupaten Rokan Hilir saat ini telah menginjak 15 (limabelas)  tahun. Struktur pemerintahannya saat ini sudah 16 (enam belas) kecamatan dengan 168 kepenghuluan dan kelurahan dengan jumlah kepadatan melebihi 700 ribu jiwa lebih penduduk.
Berbagai upaya dilakukan dalam mewujudkan visi pembangunan kedepan diantaranya ;
a).Melaksanakan program pengentasan kemiskinan,
b).Pembangunan Infrastruktur,
c). Pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan,
d).Peningkatan pelayanan bidang kesehatan dan
e).Peningkatan program pelayanan aparatur.

“Untuk tercapainya program mewujudkan visi diperlukan dukungan dan kerjasama dari segenap lapisan masyarakat dan aparatur pemerintahan sehingga visi kabupaten Rokan Hilir bukan sekedar wacana belaka, akan tetapi benar-benar bisa terealisasi dengan sebaik mungkin guna mewujudkan masyarakat yang madani adil dan berkemakmuran,”tutur orang nomor satu di Rohil ini pada saat upacara peringatan HUT Rohil yang ke-15 di halaman kantor bupati Rohil.


Tantangan Pembangunan Kedepan.
Kabupaten Rokan Hilir dihadapkan berbagai permasalahan pokok yang menjadi tantangan dalam pembangunan kedepan, diantaranya ;

Pertama, masih tingginya angka penduduk miskin.
Data yang diperoleh menurut Rohil dalam angka tahun 2013, penduduk miskin di kabupaten Rokan Hilir sebesar 7,37 persen. Kalau dibandingkan dengan angka dari BPS berdasarkan SUSENAS tahun 2008 telah terjadi penurunan sebesar 3,22 persen. Kantong-kantong kemiskinan tersebut pada umumnya bermukim disepanjang pinggir Selat Malaka dan Pinggir Sungai Rokan.

Kedua, terbatasnya infrastruktur  terutama sarana transportasi, merupakan salah satu sektor penting dan strategis dalam konteks pembangunan dan perekonomian daerah.
Saat ini sarana transportasi di Kabupaten rokan Hilir belum sepenuhnya menjangkau ke pelbagai wilayah, terutama pada koridor pesisir dan daerah terisolir lainnya. Untuk menjangkau ke wilayah-wilayah itu masih menggunakan sarana transportasi laut dan sungai. Itu pun tergantung kondisi alam. Infrastruktur listrik juga belum merata dinikmati oleh masyarakat. Kemudian juga prasarana pengairan dan irigasi yang belum baik serta prasarana air bersih yang belum memadai.

Ketiga, Masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Hal ini dapat dilihat dari sektor pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan meskinpun saat ini hampir memadai. Namun mutu pendidikan masih rendah, jumlah tenaga guru masih kurang, penyebaran guru tidak merata serta terbatasnya sarana dan fasilitas pendukung lainnya.


Kegiatan Pembangunan Yang Dilaksanakan
Seiring dengan pelaksanaan Desentralisasi yang memberikan peluang lebih luas bagi daerah dalam melakukan peran dan fungsi Otonomi untuk menggerakkan akselerasi pembangunan daerah, Baik aspek strategi kebijakan maupun aspek finansial maka berbagai upaya telah dilaksanakan. Dalam mengatasi permasalahan tantangan pembangunan kedepan maka kegiatan pembangunan dilaksanakan seiring dengan misi pembangunan Kabupaten Rokan Hilir diantaranya ;
Kantor bupati Rohil di batu enam


1.    Meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan dalam rangka pengentasan kemiskinan;.

Kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti
-pembangunan dan perbaikan perumahan layak huni dan ressetlement desa. Sampai saat ini telah dibangun sebanyak 11.680 unit rumah layak huni (RLH) dan 936 unit ressetlement yang tersebar di wilayah kabupaten Rokan Hilir. Kemudian dalam APBD Perubahan Provinsi Riau Tahun 2014 menganggarkan 180 unit RLH di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang diperuntukkan bagi warga masyarakat yang kurang mampu serta pemindahan masyarakat kedaerah yang lebih baik.
-Pembangunan perkebunan rakyat.
-Memberikan bantuan peralatan pertanian,penyuluhan pertanian dan pencetakan sawah baru.
-pelatihan keterampilan industri dan kewirausahaan.
 
Jembatan Pedamaran Satu
2.    Membangun infrastruktur untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat, memajukan sektor pertanian, industri dan jasa;
Program pembangunan jalan dan jembatan ditujukan untuk membuka daerah    yang selama ini terisolir dan sulit dijangkau, seperti pembukaan akses jalan dan ruas jalan.

Kegiatan yang telah dilaksanakan, diantaranya :
      -Akses ruas jalan Baganbatu – Simpang kanan.
      -Akses ruas Jalan Bagan Batu – Sungai daun – Panipahan.
            -Seikeladi menuju Rantau Kopar dan pembangunan Jembatan Sekapas yang      saat ini sudah bisa dimanfaatkan.
-Panipahan – Teluk Piyai – Pedamaran – Bagansiapiapi.
-Bagansiapiapi ke Sinaboi terus ke Dumai (terkendala HPH PT Diamond Timber)
-Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II (telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat)


“Sementara pembangunan prasarana listrik dan air bersih bagi daerah-daerah yang belum terjangkau pelayanannya diupayakan secara bertahap,”tutur Bupati H.Suyatno dalam sidang paripurna istimewa DPRD Rohil dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Rohil ke-15 yang digelar di gedung LAM Riau – Rohil di jalan Kecamatan komplek perkantoran Batu enam bagansiapiapi, Sabtu (4/10/2014) kemaren.

Menurutnya, listrik di Bagansiapiapi telah terhubung dengan interkoneksi jaringan sumatera. Untuk kedaerah kecamatan juga secara bertahap diupayakan penyambungan jaringan listrik interkoneksi. Sebagai ibukota kabupaten Rokan Hilir dan pengembangannya, maka di seputaran Bagansiapiapi dibangun pembangkit listrik tenaga batubara. Disebutnya saat ini dalam tahap pembangunan.

“Mudah-mudahan kedepan masalah listrik seluruh wilayah Kabupaten Rokan Hilir dapat ditangani,”katanya.

Sedangkan masalah air bersih, menurut orang nomor satu di Rohil, telah disusun DED penyediaan air bersih untuk kabupaten Rokan Hilir dan diperkirakan pada tahun 2015 sudah dimulai pembangunan kontruksi.

“Sumber air bersih diambil dari air sungai Rokan tepatnya di Jumrah. Sedangkan tentang sarana pengairan pemdakab Rohil sudah membangun pengairan dengan sistem pompanisasi di Jumrah. Untuk bandara kabupaten Rokan Hilir telah mendapat persetujuan lokasi melalui kementerian perhubungan RI yang saat ini sedang disusun DED pembangunan bandar udara Rokan Hilir,”tuturnya. 

Kemudian kegiatan pembangunan dilaksanakan seiring dengan misi pembangunan Kabupaten Rokan Hilir lainnya,

3.    Mewujudkan SDM yang berkualitas dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat;
Untuk kegiatan di sektor pendidikan pemerintah kabupaten Rokan Hilir telah memprogramkan kebijakan antara lain :
-Pembangunan dan perbaikan sarana belajar bagi sekolah-sekolah, baik ruang kelas belajar(RKB), meubeler, perpustakaan dan laboratorium.
-Membantu pelajar dan mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu melalui bantuan beasiswa pendidikan. Saat ini telah dikirim belajar putrra-putri terbaik Rohil ke perguruan tinggi ternama di Indonesia dan luar negeri seperti di ITB bandung, IPB Bogor, UGM Jogyakarta, Kedokteran UNRI dan AL Azhar di Kairo Mesir.
-Mengatasi kekurangan guru dengan mengangkat guru honor. Sedangkan dalam peningkatan kualitas guru dilakukan kerja sama dengan UNRI membuka kampus UNRI di Bagansiapiapi. Hal ini untuk penyetaraan pendidikan bagi guru se Kbupaten Rohil.
-Berdirinya kampus IPDN wilayah Riau di rohil dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan SDM Kabupaten Rokan Hilir.
-Bantuan pembangunan fisik dan tenaga pendidik bagi sekolah-sekolah swasta di Rohil.
-Tahun 2014 ini dmulai pembangunan SMU Unggulan di bagansiapiapi yang diharapkan nantinya mampu mencetak SDM yang berkualitas.
 
IPDN
Dibidang kesehatan, sampai tahun 2014 telah berdiri sebanyak 16 Puskesmas dan 76 Puskesmas pembantu. Hal ini untuk untuk memperpendek rentang kendali dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Bagi masyarakat miskin memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis.

4.    Mewujudkan pemerintah yang handal, bersih dan berwibawa :
Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan seperti;
-Membangun pusat pemerintahan kabupaten Rokan Hilir di kawasan batu enam.
-Membangun pusat pemerintahan kecamatan yang lebih representatif sehingga kemudahan pelayanan.
-membangun jalan dua jalur pada pusat-pusat pemerintahan kecamatan dan kawasan=kawasan strategis.

5.    Mewujudkan masyarakat berbudaya melayu berlandaskan iman dan taqwa ;
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, seperti :
Mesjid

-dibidang agama dan budaya telah membangun prasarana rumah ibadah, baik itu mesjid kabupaten maupun mesjid kecamatan serta membangun mesjid pada setiap kepenghuluan. Realisasinya sudah dibangun mesjid di setiap kecamatan dan juga balai adat.
-segera membangun prasarana bidang olahraga seperti stadion disetiap kecamatan
-telah membangun balai adat kabupaten Rohil, museum sejarah, museum perikanan, museum tionghoa, museum islam dam museum saint.


 
Museum ikan
Perolehan yang dicapai Rohil.
Beberapa hal telah memperoleh keberhasilan diantaranya :
1.    Turunnya angka kemiskinan, menurut data Balitbang Provinsi Riau angka kemiskinan di Kabupaten Rohil turun dari 21,76 persen pada tahun 2004 menjadi 13,55 persen di tahun 2008. Sedangkan menurut data BPS angka kemiskinan di kabupaten Rohil pada tahun 2008 sebesar 10,59 persen dan ditahun 2012 sebesar 7,37 persen.
2.    Terbukanya isolasi wilayah terisolir seperti pada koridor pesisir Kabupaten Rokan Hilir.
3.    Sarana dan prasarana pendidikan yang semakin baik.
4.    Sarana dan prasarana kesehatan serta jangkauan layanan kesehatan yang semakin baik.
 
Museum Muslim
“Tanpa dukungan dari semua kalangan, terutama masyarakat Rokan Hilir maka semua keberhasilan dan prestasi tidak mungkin dapat diperoleh. Untuk itu, sekali lagi kami mengajak semua untuk bersama-sama berperan serta dalam aktifitas pembangunan yang sedang giat-giatnya dilaksanakan. Sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat Rokan Hilir yang maju dan sejahtera dapat terwujud,”pungkasnya. (berbagai sumber/hms/and/adv)


KUBANGTAPU, Wilayah Kwedanaan Bagansiapiapi Menjadi Kabupaten Rokan Hilir



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kalau kita menilik sejarah tempo dulu kota Bagansiapiapi merupakan daerah swatantra tingkat II Kabupaten Bengkalis dimana kewedanaannya meliputi Kubu, Bangko dan Tanah Putih yang kerap disebut “KUBANGTAPU”. Pada perkembangannya, saat pemilu tahun 1955, penghulu Bagan Punak Husin Rambah (almarhum,red) duduk sebagai anggota DPRD gotong royong daerah swatantra tingkat II Kabupaten Bengkalis.

Setahun kemudian pada Tahun 1956 Husin Rambah bekerjasama dengan para penghulu se kwedanaan menyusun kertas kerja. Dalam menghimpun data, Husin Rambah bergerak menyusuri sungai Rokan menuju Pujud. Dalam perjalanannya, Ia singgah di kampung-kampung sepanjang pesisir sungai Rokan, kemudian balik kembali ke Bagansiapiapi. Perjalanannya kemudian dilanjutkan menuju ke Sinaboi dengan singgah juga di pelbagai daerah seperti Raja Bejamu, dan Sungai Bakau. Kemudian ke arah Kubu, Panipahan dan Pulau Halang.


Perjalanan mereka memakan tempo waktu 2,5 tahun untuk menyusun kertas kerja yang selanjutnya disusun dengan berisikan diantaranya ; pertama, menuntut agar kwedanaan Bagansiapiapi dijadikan 6 (enam) kecamatan yakni kecamatan Kubu agar dipecah menjadi dua yakni 1. kecamatan Kubu dan 2. kecamatan Panipahan dengan alasan bahwa Panipahan kaya dengan hasil lautnya yang menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari tanjung Balai asahan menuju Bagansiapiapi dan sebaliknya.

Kemudian kecamatan Tanah Putih di pecah menjadi dua juga yakni 1.kecamatan Tanah Putih dan 2.kecamatan Pujud dengan alasan Pujud sebagai penghasil karet terbesar di wilayah kwedanaan Bagansiapiapi dan tempat persinggahan para pedagang dari Pasir Pengairan ke Bagansiapiapi.

Selanjutnya kecamatan Bangko di pecah juga menjadi dua yakni 1.kecamatan Bangko dan 2.kecamatan Sinaboi dengan alasan bahwa Sinaboi adalah tempat persinggahan dari Bagansiapiapi menuju Rupat, Bengkalis, Siak sampai ke Pekanbaru.

Kedua, menuntut agar kwedanaan Bagansiapiapi ditetapkan sebagai kabupaten daerah Swatantra tingkat II Bagansiapiapi dan terpisah dari kabupaten swatantra tingkat II Bengkalis. Kala itu Bupati Bengkalis dijabat oleh Muhammad Syafei.

Hasil kertas kerja tersebut disampaikan kepada Bupati kepala daerah swatantra II Bengkalis yang kemudian diteruskan ke Gubernur daerah Swatantra tingkat I Sumatera tengah di Padang.  Lima orang utusan menyampaikan kertas kerja tersebut diantaranya 1. Husin Rambah adalah anggota DPRD Gotong Royong daerah swatantra tingkat II Bengkalis. 2. Penghulu Budin adalah penghulu Bagan Kota, 3. Penghulu Maamun mewakili penghulu kecamatan Bangko, 4. Penghulu Wan Muhammad Noor  adalah penghulu Bagansinembah yang mewakili kecamatan Kubu dan 5 penghulu Haji Husin adalah penghulu Sedinginan yang mewakili kecamatan Tanah Putih.

Kemudian itu, perjuangan pemekaran dilanjutkan pada tahun 1962 dengan membentuk panitia perjuangan pembentukan Kabupaten Rokan Hilir yang meliputi pelbagai unsur diantaranya tokoh masyarakat, pengusaha, cerdik pandai, alim ulama, dan partai politik. Tokoh tersebut seperti A. Manando, Wan Saleh Tamim, Yunus Noor, S.Rahman, H.Ahmad Royan, Muchtar Maaruf, Kadir Gama Bakti, Hasnan Impam, Toguh Hanafi, Misran Rais dan Husin Rambah. Para tokoh-tokoh inilah yang kemudian selanjutnya merubah nama tuntutan dari swantantra tingkat II Bagansiapiapi menjadi tuntutan Kabupaten Daerah Tingkat II Rokan Hilir.
Pemkab beri penghargaan kepada tokoh pembentukan Rohil

Saat awal pemerintahan reformasi tahun 1998 perjuangan pemekaran dilanjutkan dengan memperbaharui kepanitiaan diantaranya Amran Rambah (anak Husin Rambah,red) sebagai ketua, Ramli Harrofie (alm) sebagai sekretaris dan H.Marzuki AR mewakili Bangko, Tohar Wahidi mewakili Tanah Putih, Samuel mewakili Kubu, H.Darwis mewakili Bagansinembah dan Halim Wijaya sebagai Bendahara. Kemudian itu juga dibentuk kelompok kerja wilayah Bengkalis dan Pekanbaru yang selanjutnya dilakukan Mubes. Hasil Mubes diserahkan ke DPRD Bengkalis untuk mendapatkan persetujuan melalui sidang paripurna.

Panitia Mubes saat itu mendaulat H.Annas Maamun untuk melakukan lobi-lobi dan meyakinkan anggota DPRD Bengkalis. Karena saat itu H.Annas Maamun merupakan ketua fraksi Golkar DPRD. Akhirnya DPRD Kabupaten Bengkalis menyetujui dan selanjutnya persetujuan tersebut diserahkan kepada bupati Bengkalis kemudian di berikan rekomendasi untuk diteruskan kepada gubernur Riau. Berkat perjuangan panjang akhirnya DPR RI menyetujui pembentukan Kabupaten Rokan Hilir yang tertuang kedalam UU nomor 53 tahun 1999 yang menetapkan Rokan Hilir sebagai Kabupaten. Berdasarkan UU tersebut ditetapkan pada tanggal 4 Oktober adalah hari jadi Kabupaten Rokan Hilir. (hms/and)