Tampilkan postingan dengan label perayaan agama/dampak lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perayaan agama/dampak lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012

Tujuh ekor sapi di jagal di jalan Satria Tangko, Tiga ekor sapi di sembelih di halaman Mesjid Al-Huda dan empat ekor sapi di halaman mushalla Al-Amin



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Mesjid Al-Huda jalan Satria Tangko Kepenghuluan Bagan Jawa Bagansiapiapi menyembelih sebanyak 3 (tiga) ekor sapi. Sedangkan Mushalla Al-Amin jalan Satria Tangko kepenghuluan Bagan Jawa Bagansiapiapi menyembelih sebanyak 4 (empat) ekor sapi kurban pada hari Idul Adha 1433 H, Sabtu (27/10). Pelaksanaan penyembelihan sapi sebagai kurban di Mushalla Al-Amin dilaksanakan di depan mushalla tersebut.

“Dari penyembelihan, pengelupasan daging dari kulit hingga penimbangan dan pembagian kepada masyarakat dilaksanakan di depan mushalla ini,”ujar ketua pelaksana Idul Adha Mushalla Al-Amin Suwadji kepada KABARROHIL ketika ditemui Sabtu (27/10).

Dia menjelaskan pada tahun sebelumnya (tahun lalu 2011,red) di mushalla Al-Amin tidak melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Hal ini disebabkan pada tahun lalu, dikatakannya tidak membentuk panitia pelaksana.

“Pada tahun 2012 ini saja pembentukan panitia kecil atas inisiatif sendiri,”ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa sejak usai Idul adha tahun lalu (2011,red) mereka bersepakat membentuk panitia kecil pelaksana pemotongan hewan kurban tahun 2012. Setelah dibentuk panitia maka mereka mensosialisasikan kepada masyarakat sekaligus mendata siapa saja yang berkeinginan melaksanakan kurban hewan di tahun ini (2012,red). Maka panitia tersebut setiap bulan mendatangi rumah masyarakat yang ikut kurban hewan itu. Hal ini , disebutnya agar tidak memberatkan mereka yang berkurban.

“Setiap bulan kita menarik iuran sebesar 150 ribu rupiah hingga mencapai per orang yang berkurban sebesar sejuta tuga ratus ribu rupiah,”katanya.

Suwadji mengatakan sapi untuk kurban ini sebelumnya mereka modali terlebih dahulu sehingga harga sapi tersebut per ekor dibelinya dengan harga Rp 8,5 juta. Sedangkan harga saat ini sudah naik dengan harga berkisar tiga kategori yakni sebesar Rp 9 juta, Rp 9,2 juta dan Rp 9,5 juta. Namun karena telah diberikan mereka uang panjarnya maka harga sapi tersebut dapat dibelinya per ekor seharga Rp 8,5 juta. Lanjutnya mengatakan pada tahun ini di Mushalla Al-Amin menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban sebanyak empat ekor sapi. Sedangkan yang melakukan kurban ini 60 persen masyarakat jalan Satria tangko dan 40 persen masyarakat luar jalan satria Tangko.

Namun melihat keadaannya sekarang, dia menjelaskan untuk tahun mendatang mungkin harga sapi sudah meningkat. Oleh sebab itu kedepan, disebutnya setiap orang yang berkurban bias mencapai sebesar Rp 1,5 juta per orang. Dimana, dikatakannya setiap ekor sapi sebanyak tujuh orang yang berkurban.

“Tahun ini Mushalla Al-Amin melakukan penyembelihan hewan kurban sebanyak 4 (empat) ekor Sapi. Pembagian daging kurban diberikan langsung dengan empunya kupon pada siang ini. Mudah-mudahan tahun depan lebih meningkat lagi yang ikut berkurban di mushalla Al-Amin,”pungkasnya. (krc 01)      

Selasa, 23 Oktober 2012

Ribuan warga Tionghoa ikuti Puncak acara sembahyang “sayur”



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Ribuan umat tionghoa merayakan puncak acara ulang tahun Kui Ong Tai Tei, Selasa malam (23/10). Perayaan tersebut telah di mulai dari tanggal 15 Oktober 2012 kemaren. Acara puncaknya di mulai dari Vihara Budha Kirti ( Phe Kong Sayur,red)  jalan pahlawan Bagansiapiapi. Lo Ya melakukan sembahyang yang selanjutnya masyarakat tionghoa berarakan keliling kota Bagansiapiapi.

“Kita melakukan sembahyang penutup setelah selama kurang lebih sepuluh hari makan sayur karena puasa makan daging dalam arti tidak boleh makan daging apa saja,”terang A wie kepada KABARROHIL ketika ditemui.

Dia menjelaskan bahwa warga tionghoa melakukan sembahyang dengan membawa hiu yang telah di bakar mengikuti Lo Ya. Warga juga membawa replica pagoda untuk diarak menuju ketempat pembakaran di depan kelenteng tua.

Disebutnya setelah sampai di bundaran tempat pembakaran di depan kelenteng tua jalan Kelenteng Bagansiapiapi maka replica pagoda di bakar setelah terlebih dahulu di lakukan pemujaan oleh Lo ya.

“Replika Pagoda setelah diarak lalu dibakar ditempat pembakaran,”jelasnya.

Hasil pantauan di lapangan ribuan masyarakat warga tionghoa dengan berpakaian baju putih merayakan ritual sembahyang tersebut. Jalan kelenteng Bagansiapiapi dari mulai depan kelenteng tua hingga simpang jalan Utama dan jalan perdagangan penuh sesak oleh warga tionghoa dengan membawa hiu sembahyang.

Mereka kemudian menghadap replica pagoda yang dibakar. Tampak warga menempelkan lututnya ditanah  sambil mengangkat hiu yang telah dibakar. Kendati Asap hiu memerihkan mata namun warga tionghoa tetap bertahan di depan kelenteng tua itu. Ketika replica pagoda dibakar warga tionghoa menuju tempat pembakaran sambil melempar hiu ditangan ke tempat pembakaran. Kemudian warga tionghoa tersebut membubarkan diri setelah api pembakaran mereda. (krc 01).  

Senin, 23 Januari 2012

Kembang api, tarian naga dan barongsai mengiringi rombongan Bupati H.Annas Maamun, Menyambut Tahun Naga 2563 di Bagansiapiapi,


Tarian naga, barongsai, genderang kecil, drumband dan kembang api sambut hari raya imlek 2563 di kota negeri seribu kubah Bagansiapiapi. Sedikitnya seribuan warga tionghoa ikut dalam pawai mengarak orang nomor satu di Rohil menuju tiga lokasi kelenteng. Pihak keamanan dari polisi, satpol PP dan Dishub dikerahkan pada malam Imlek ini.

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Perayaan malam imlek 2563/2012 kali ini di kota Bagansiapiapi  lebih meriah. Bupati Kabupaten Rokan Hilir, H.Annas Maamun di sambut dari rumah dinasnya jalan Perwira Bagansiapiapi. Selanjutnya rombongan bupati di arak menuju multy marga disebelah kelenteng tertua King Ing Hok di jalan kelenteng. Tarian Barongsai dan tarian naga serta drumband mengiringi orang nomor satu di Rohil ini, Minggu Malam jam 23.36 wib (22/1). Hadir saat itu juga Kapolres Rokan Hilir AKBP Auliansyah Lubis,Sik,MH.

Tepat jam menunjukkan 24.00 wib di perhimpunan multy marga Bupati H.Annas Maamun kemudian di daulat untuk memukul gong. Kembang api mengudara menghiasi kota Bagansiapiapi.  Setelah itu orang nomor satu di Rohil ini diarak menuju kelenteng Kwan The Toa di jalan Perniagaan. Dikelenteng ini bupati H.Annas Maamun dan Kapolres Rohil, AKBP Auliansyah Lubis,Sik,MH di daulat untuk menekan bel. Ketika bel ditekan maka di kelenteng itu beserta lampu patung naga menyala bertanda menyambut tahun baru Imlek 2563/2012.

Tidak hanya sampai disitu, orang nomor wahid ini diarak juga menuju jalan Perdagangan RT XVIII melihat miniature Naga. Bupati Rohil H.Annas Maamun dan kapolres Rohil AKBP Auliansyah,Sik,MH dan warga tionghoa mengabadikan moment ini di miniature naga tersebut.

Kepada KABARROHIL ketika ditemui, bupati H.Annas Maamun menegaskan dalam menyambut  tahun baru Imlek 2653 ini diharapkan semua pihak dapat menjaga keamanan dan ketertiban. Dirinya mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat di daerah Rokan Hilir dapat menjaga keadaan kondusif.  Kemudian itu, disebutnya patung naga akan di bangun di pesisir sungai Rokan didekat patung Dewi Kwan Im menghadap kelaut.

“Kita akan bangun sepanjang sungai Rokan batu enam untuk objek wisata di daerah Rokan Hilir,”katanya.

Sementara itu, di tempat yang berlainan panitia pelaksana malam Imlek 2653/2012, Rusdi Badawi melalui sekretaris panitia pelaksana Hasanto mengatakan bahwa malam Imlek kali ini lebih meriah dari sebelumnya. Hal ini disebutnya Bupati Rohil H.Annas Maamun diarak menuju tiga titik untuk melihat kreasi miniature patung naga dengan disambut kembang api.

Didampingi wakil sekretarisnya Megawati dan ketua Pelaksana Rusdi Badawi, Hasanto mengucapkan terima kasih atas kerjasama dari pihak keamanan terutama pihak kepolisian, pihak Satpol PP, dan juga pihak Dinas perhubungan yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban pengaturan jalan arak-arakan di jalan.

Disebutnya pada Cap Go Meh nanti miniature patung berupa lampion tersebut akan diarak keliling kota. Dikatakannya sangat berterima kasih kepada pelbagai pihak dan juga warga masyarakat selain warga tionghoa yang juga ikut memeriahkan malam Imlek 2653 ini.  Kemudian itu dijelaskannya setelah melakukan arakan ini maka warga masyarakat tionghoa melakukan sembahyang menurut jam keberuntungannya. Dikatakannya, bahwa setiap orang memiliki shio kelahiran dan di ramal menurut ramalan keberuntungan. Oleh sebab itu, ditambahkannya setiap orang lain jam keberuntungannya sehingga melakukan sembahyang berlainan jam. Karena jam keberuntungan masing-masing orang tersebut itulah jam sembahyang mereka.  

“Mari kita menjaga keamanan dan sama-sama menikmati malam Imlek 2653 ini,”pungkasnya. (andi krc)
















Akibat tergenang limbah, ratusan hektar sawit warga terancam punah.



Ratusan Hektar Lahan sawit Warga masyaraat Dusun Pendekar Bahan terancam mati. Hal ini karena genangan air di lahan mereka sudah tercemari oleh limbah pabrik. Oleh sebab itu diharapkan agar pihak terkait dapat segera mengatasi permasalahan tersebut. Lahan ini sempat ditinjau dari anggota DPRD Riau secara langsung.

BANGKOPUSAKO,KABARROHIL-Sejumlah warga dusun pendekar bahan kepenghuluan Batang Ibul, Kecamatan Bangko Pusako mengeluh karena ratusan hektar tanaman sawit milik mereka terancam punah akibat genangan air yang tak kunjung surut di areal sawit mereka bercampur limbah pabrik kelapa sawit yang beroperasi di hulu sungai Bangko dari daerah mereka. Hal ini ditegaskan wakijo salah satu warga tersebut kepada wartawan, Minggu (22/1) akhir pekan kemaren.

Dia menjelaskan jauh hari sebelum ini keadaan lahan mereka banjir namun airnya jernih kemerah-merahan.  Namun dua bulan terakhir air di lahan mereka sudah berwarna kebiruan seperti minyak diatas permukaan air. Disebutnya,  hal ini akibat pembuangan limbah pabrik. Sehingga ratusan hektar tanaman sawit mereka rusak terancam mati.

"Diharapkan instansi terkait segera dapat mengatasi pencemaran lingkungan ini karena ikan saja banyak yang mati akibat air limbah ini,"tuturnya.

Sementara itu, ditempat berlainan dalam waktu yang sama ketua RW 09 Dusun Pendekar Bahan,  Nasyid Suhardjo mengatakan bahwa sebelumnya telah ada upaya pembersihan oleh pihak perusahaan sehingga alur sungai menjadi  lancar mengalir. Tetapi saat ini tergenang lagi.  Dikatakannya kondisi sekarang  sudah semakin parah karena air sungai tidak mengalir lagi bahkan terhambat karena alurnya yang berliku-liku.

"Bila musim hujan maka limbah yang dibuang kesungai tumpah ruah sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan sawit sekitar pesisir sungai Bangko,"sebutnya.

H. A. Kirjuhari,  Anggota DPRD provinsi Riau dari Partai PAN  meninjau langsung ke lokasi dan melihat kondisi lahan tersebut. .Kepada KABARROHIL, Anggota komisi C DPRD  Riau ini menegaskan agar pihak dan instansi terkait dapat sigap dan cepat untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran lingkungan yang terjadi di Dusun Pendekar Bahan ini.  Dia menegaskan agar pihak terkait dapat menindak tegas perusahaan yang tidak taat terhadap pengendalian lingkungan dengan membuang limbah kesungai tanpa melalui proses penyaringan terlebih dahulu.

Dijelaskan anggota DPRD Riau dapil Rohil-Rohul ini,  pembuangan limbah seharusnya dibuang terlebih dahulu dikolam pembuangan kemudian disaring  dengan memisahkan limbah dan air kemudian barulah di buang,

"Membuang limbah ke sungai langsung dapat berdampak terhadap pencemaran air dan akhirnya banyak sawit milik warga mati akibat air tersebut tergenang di lahan mereka. Oleh sebab itu pihak terkait diharapkan segera dapat mengatasi masalah ini,"pungkasnya. (andi krc)