Selasa, 17 April 2012

Main Game berpakaian Sekolah, 10 siswa terjaring Razia Rutin Satpol PP


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sedikitnya 10 siswa di giring ke kantor Satpol PP jalan Bintang Bagansiapiapi. Mereka tersebut terjaring operasi razia rutin yang digelar Satpol PP Rohil disaat asik bermain game di warnet, Senin (16/4). Penggerebekan yang dilakukan secara mendadak disaat awal pelaksanaan UN tersebut menghasilkan 10 siswa yang terjaring masih berpakaian seragam dari tingkat SD,SMP,MTs bahkan tingkat SMA. Meskinpun pelaksanaan razia mendadak tersebut akhirnya juga mendapat bocoran namun razia tetap dilaksanakan.

“Kita rutin melakukan razia terhadap PNS dan siswa yang masih berpakaian seragam bermain di warnet. Bahkan kita lakukan razia dadakan untuk antisipasi bocoran,”sebut Kakant Satpol PP Rohil Suryadi.SH kepada KABARROHIL, Senin (16/4) ketika ditemui.

Dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ini, Razia  dilakukan untuk menertibkan para PNS, honorer dan siswa bermain warnet dengan menggunakan pakaian dinas atau pakaian sekolah. Operasi razia rutin  ini dilakukan disaat jam kerja. Alhasil, lanjutnya 10 siswa terjaring disaat bermain di warnet  masih dengan menggunakan seragam sekolah.

Dia mengatakan kepada 10 siswa yang terjaring tersebut di beri arahan dengan tindakan persuasive. Mereka didata siswa sekolah mana dan diberi arahan agar jangan menggunakan seragam sekolah jika bermain di warnet meskinpun sudah pulang sekolah.  Setelah didata 10 siswa tersebut merupakan siswa bersekolah di sekolah swasta di jalan pahlawan Bagansiapiapi, dan sekolah di jalan Tugu bagansiapiapi. Setelah didata kesepuluh siswa tersebut diingatkan jangan mengulangi perbuatannya lagi dan langsung di bolehkan pulang kerumahnya masing-masing.

Dengan kejadian ini diharapkan oleh kepala Satpol PP Rohil agar pihak sekolah dan orang tua dapat memberikan peringatan agar anak didik atau putra putrinya tidak bermain warnet disaat masih menggunakan seragam sekolah walaupun sudah pulang sekolah. Begitu juga kepada pengusaha warnet agar melarang siswa berpakaian seragam dan PNS atau honorer berseragam bermain warnet.

"Setelah sepuluh siswa tersebut didata dan diingatkan jangan mengulangi perbuatannya lagi maka diperbolehkan pulang kerumahnya masing-masing,"pungkasnya, (andi krc)

Senin, 16 April 2012

Bupati Annas Maamun Tinjau UN SMA di tiga sekolah, 6958 siswa ikuti ujian di Rohil berjalan Lancar,aman dan tertib


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Bupati kabupaten Rokan Hilir  (Rohil) melakukan sidak ke sekolah-sekolah SMA/MA/sederajat yang melaksanakan Ujian Nasional (UN), Senin (16/4). Dalam kunjungan  orang nomor satu di Rohil ini ikut juga ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, kepala Disdik Rohil Drs Surya Arfan,Msi, Camat Bangko Nur Hidayat,SH, dan kabag kurikulum Disdik Rohil Khairul Azam. Tiga lokasi sekolah yang dikunjungi Bupati H.Annas Maamun yakni mengunjungi SMA Negeri 1 Bangko jalan Utama Bagansiapiapi selanjutnya ke sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) jalan Pelabuhan Baru Bagansiapiapi dan kemudian ke sekolah SMA Bintang Laut jalan Bintang Bagan Jawa Bagansiapiapi.

Dalam kunjungannya ke SMA Negeri Satu, Bupati Rohil di sambut oleh kepala sekolah Mulyawansyah,Spd, ketua Komite Sekolah H.Syahrin Yunan, dan majelis guru. Orang nomor satu di Rohil ini hanya melihat pelaksanaan ujian siswa dari luar ruangan, bahkan langsung ke kantor dewan guru.

Menjawab KABARROHIL, Kepala sekolah SMA Negeri 1 Mulyawansyah,Spd melalui waka bagian kesiswaan P.Siahaan mengatakan bahwa pelaksanaan UN di sekolah SMA N 1 berjalan seperti biasa dan lancar dalam arti tanpa kendala apapun. Disebutnya dalam UN ini siswa SMA Negeri 1 yang mengikuti Ujian sebanyak 243 siswa, satu diantaranya tidak mengikuti UN.

Setelah melihat foto-foto peserta ujian di SMA Negeri Satu Bangko kemudian orang nomor satu di Rohil mengunjungi sekolah MAN jalan Pelabuhan Baru Bagansiapiapi.

Setibanya di MAN orang nomor satu di Rohil melihat bangunan MAN. Bupati Rohil H.Annas Maamun, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, Camat Bangko Nur Hidayat, Kadisdik Rohil Drs Surya Arfan,Msi dan kabag Kurikulum Disdik Rohil Khairul Azam diterima oleh kepala sekolah MAN, Muhammad Fuad,Mpd, Kakankemenag Rohil Agustiar,Sag dan majelis guru.

Menjawab KABARROHIL, kepsek MAN Muhammad Fuad,M.pd, menegaskan siswa yang mengikuti UN di MAN sebanyak 111 siswa termasuk yang ikut bergabung dari sekolah MA Al Azhar simpang poros sebanyak 5 orang siswa.

“Peserta menumpang ujian disini sebanyak 5 siswa dari MA Al Azhar. Mereka bergabung karena jumlah siswa di sekolah mereka belum memenuhi syarat dan belum di akreditasi. Peserta UN seluruhnya di MAN  jurusan IPA sebanyak 38 siswa dan jurusan IPS sebanyak 73 siswa,”ujarnya.

Kepada KABARROHIL ketika ditemui, Kepsek MAN ini menjelaskan bahwa dalam pendistribusian soal tadi pagi diambil di Polsek Bangko dengan didampingi oleh pengawas UN Rohil  dan pengawasn Al Azhar.  Disebutnya, kemaren sempat kekurangan satu paket soal ekonomi dan sekarang sudah tidak ada masalah karena sudah dikirim dari Pekanbaru. Hingga saat ini, lanjutnya mengatakan belum ada kendala masalah kekurangan soal. Dia mengatakan pada saat ini UN mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Tahun ini optimis mencapai 100 persen lulus karena selama dua tahun kebelakang MAN mencapai raihan 100 persen lulus. Tentunya tahun ini juga target harus mencapai 100 persen lulus,”tandasnya.

Selanjutnya orang nomor satu di Rohil mengunjungi SMA Bintang Laut di jalan Bintang Bagan Jawa Bagansiapiapi. Sekolah swasta ini baru di kunjungi oleh orang nomor satu di Rohil Menurut bagian kesiswaan SMA Bintang Laut M.Silitonga mengatakan di SMA Bintang Laut yang mengikuti UN sebanyak 33 siswa IPA dan 35 siswa IPS. Mereka ikut UN dalam dua local.

“Sekolah ini bagus dan bersih dengan penataan ruangan dan taman yang asri sehingga nyaman dan enak di lihat,”puji Bupati Annas Maamun melihat kondisi SMA Bintang Laut.

Menjawab KABARROHIL seusai kunjungan itu, Kadisdik Rohil Drs Surya Arfan,Msi menjelaskan peserta UN SMA/MA dan SMK se kabupaten Rokan Hilir tahun pelajaran 2011/2012 diikuti oleh 99 sekolah dengan jumlah peserta UN keseluruhan sebanyak 6958 siswa diantaranya di jenjang SMA sebanyak 52 sekolah dengan peserta 4569 siswa, dijenjang MA sebanyak 24 sekolah dengan peserta sebanyak 733 siswa dan di jenjang SMK sebanyak 23 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 1656 siswa.

Dikatakan Kadisdik Rohil ini, untuk saat ini tidak ada masalah didalam pendistribusian maupun tentang kebutuhan soal UN. Dihimbau olehnya agar pelaksanaan UN berjalan lancer, aman dan tentunya berprestasi.

Sedangkan Koordinator UN Rohil, Usman Syaufi,SpdI mengatakan  bahwa sesuai hasil pantauannya yakni sebanyak 101 pengawas diturunkan tidak ada masalah karena terjadi koordinasi dan kerjasama yang baik. Sedangkan jikalau ada soal UN kelebihan, disebutnya akan dikembalikan.

"Kelebihan soal akan dikembalikan,"pungkasnya. (andi krc)

Minggu, 15 April 2012

Nelayan Kerang Tradisional resah Solome Asal Sumut berkeliaran, Kadiskanlut sebut rutin patroli di perairan Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL:-Nelayan pencari kerang atau pengarut kerang kecil Bagansiapiapi merasa miris. Penghasilan tangkapan kerang saat ini sudah semakin berkurang. Hal ini karena masih berkeliarannya penangkap kerang dengan peralatan solome berasal dari daerah Sumatera Utara berkeliaran menggarut kerang di perairan Rokan Hilir. Demikian disampaikan salah satu nelayan Junaidi kepada KABARROHIL ketika ditemui di pelabuhan sungai di kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Sabtu (14/4) kemaren.

Disebut Junaidi, keberadaan nelayan asal Sumatera Utara dengan menggunakan peralatan tangkap pukat Solome yang beroperasi menangkap kerang di perairan Rohil membuat rekan-rekannya resah bahkan kewalahan mencari kerang di perairan Rohil. Disebutnya, hal ini mengakibatkan penghasilan tangkap mereka drastis berkurang dari biasanya.

Dijelaskan Junaidi, sebelumnya mereka menggaruk kerang tradisional menghasilkan tangkap kerang sehari bisa mencapai delapan karung yang dapat menghidupi sanak-keluarga mereka. Namun saat ini disebutnya sangat miris sekali, setelah keberadaan nelayan Solome di perairan Rohil mereka hanya menghasilkan kerang sebanyak tiga karung sehari. Bahkan pernah dirasakannya mendapat kerang sehari dengan membawa 60 kilogram kerang saja. Oleh sebab itu diharapkannya Dinas Perikanan dan Kelautan Rokan Hilir dapat mengatasi hal ini dengan selalu melakukan patroli d laut untuk menangkap nelayan yang menggunakan peralatan pukat solome yang dilarang itu.

”Kami ado masalah sedikit dalam penghasilan kerang karena adonyo nelayan Solome dari Sumut menangkok korang di perairan Rohil. Akibatnyo, biasonyo kami dapek korang 8 goni kiniko hanyo dapek korang 3 goni, bahkan ponah dapek korang 60 kilo sajo. Diharapkan agar kami dapek hidup bertahan untuk makan sanak pamili. Oleh sebab itu diminta agar Dinas Perikanan dan kelautan dapek patroli untuk menangkok kapal dengan peralatan Solome yang dilarang itu,”ujarnya.

Sementara itu, kepala  Dinas Perikanan dan Kelautan Ir Amrizal ketika dihubungi melalui telepon sellulernya, Minggu (15/4) menegaskan bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan Rokan Hilir secara rutin melakukan patroli di perairan Rokan Hilir. Dikatakannya selama patroli belum menemukan nelayan Solome. Lebih lanjut dikatakannya apalagi saat ini masih belum musimnya kerang. Bahkan Dinas Perikanan dan Kelautan disebutnya patroli kelaut perairan Rohil dengan menggunakan kapal nelayan. Hal ini agar tidak diketahui adanya patroli dari Dinas Perikanan dan kelautan oleh nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan peralatan yang dilarang.

”Saya ini baru saja pulang dari patroli laut. Kita secara rutin melakukan patroli di perairan Rohil. Sampai saat ini belum ditemukan nelayan menggunakan peralatan Solome. Apalagi sekarang ini belum musimnya kerang,’pungkasnya. (andi krc) 

Sabtu, 14 April 2012

Kadisdik harap siswa peroleh hasil maksimal pada UN


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Persiapan dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) telah dilakukan,  baik dalam mengatur ruangan maupun tempat peserta UN. Diharapkan kepada siswa dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) dapat menyelesaikan soal UN dengan baik, bagus dan menjawab soal secara maksimal sehingga memperoleh hasil memuaskan. Demikian diungkap oleh Kadisdik Rohil Drs Surya Arfan,Msi ketika ditemui KABARROHIL, Sabtu (14/4).

Dirinya optimis mendapatkan hasil memuaskan dalam pencapaian keberhasilan Ujian Nasional yang dimulai pada Senin (16/4,red) mendatang. Karena disebutnya upaya dan usaha agar mendapatkan hasil tersebut diiringi dengan proses belajar tambahan “Try Out” dan doa bersama. Dia juga mengharapkan doa bersama dari masing-masing sekolah di Rokan Hilir sebelum menghadapi UN tersebut.

Dikatakannya bimbingan dan belajar tambahan di luar jam belajar sekolah sudah di lalui siswa bersama guru dalam  proses belajar dan mengajar pada waktu yang panjang. Oleh sebab itu diharapkan selama mendapatkan waktu bimbingan dan belajar tambahan tersebut akhirnya siswa mampu menjawab soal yang di berikan dalam UN.

“Dalam mengikuti UN dimulai besok (Senin 16/4,red) siswa harus memiliki kualitas dan kuantitas.  Dengan persiapan yang matang dan berdoa, diharapkan mendapatkan perolehan hasil yang akan lebih baik,”pungkasnya.

Sementara itu ditempat yang terpisah, kepala sekolah SMKN 1 Bangko, Aldy menegaskan bahwa pada tahun 2012 ini peserta UN dari SMKN 1 Bangko sebanyak 117 siswa. Dikatakannya setiap ruangan ditempati oleh 20 peserta UN. Lebih lanjut mengatakan pelaksanaan UN tepat pada waktu menunjukkan pukul 08.00 wib dimana siswa harus hadir di sekolah pada jam 07.15 wib.

Peserta UN disebutnya, tidak boleh membawa tas, HP selain peralatan yang digunakan untuk pelaksanaan UN.

“Dalam pelaksanaan Ujian nasional nantinya selain petugas daerah juga ada pengawas dari provinsi yang terjun langsung melakukan petinjauan di setiap sekolah,”pungkasnya.

Hasil pantauan di SMKN 1 Bangko, Persiapan dalam melaksanakan ujian dilaksanakan. Pada setiap ruang ujian ditempati sebanyak 20 siswa dengan nomor dan pas fhoto siswa yang ikut UN terpampang di dinding pintu masuk lokal. Dengan adanya foto siswa ikut UN itu sejogjanya dapat mengantisipasi joki pada pelaksanaan UN.(andi krc)  


Ikut Orientasi Calon Mahasiswa UT, 225 Tenaga pendidik menuju S1


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sedikitnya 225 tenaga pendidik tamatan SMA dan Diploma II se Kabupaten Rokan Hilir mengikuti orientasi calon mahasiswa Universitas terbuka (UT). Program ini merupakan program pemerintah daerah Rokan Hilir dalam hal ini Dinas Pendidikan Rohil dalam memantapkan tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan Rohil. Dalam hal ini Disdik rohil bekerjasama dengan Universitas Terbuka dan Universitas Riau melaksanakan program pemerintah yang berbasis Strata Satu. Acara orientasi mahasiswa tersebut di gelar di gedung paguyuban jalan pelabuhan baru bagansiapiapi, Sabtu (14/4). Hadir dalam acara tersebut Kadisdik Rohil drs Surya Arfan,Msi, Kepala Sub Bagian tata Usaha UT Pekanbaru Bambang Harianto, dan ketua PGRI Rohil H.Syahdan.

Kadisdik Rohil, Drs Surya Arfan,Msi ditemui KABARROHIL mengatakan pihaknya bertekad hingga tahun 2015 guru di wilayah Kabupaten Rokan Hilir sudah memiliki pendidikan lulusan S1. Oleh sebab itu, lanjutnya mengatakan dinas pendidikan Rohil bekerjasama dengan Universitas Terbuka dan Universitas Riau untuk melanjutkan pendidikan guru di Rohil hingga memiliki ijasah Starata Satu. Hal ini disebutnya sebagai langkah mengoptimalkan pelayanan pendidikan terhadap peserta didik sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan baik disegi kualitas maupun segi kuantitasnya.

”Harapan kita di tahun 2015 para pendidik Rohil sudah S1 semua. Hal ini untuk meningkatkan mutu pendidikan Rohil. Oleh sebab itu diharapkan guru tamatan SMA segera mengejar ijasah S1 yang jelas keberadaannya. Jangan mengejar ijasah S1 tetapi ijasahnya tidak jelas keabsahannya,’ujar Surya Arfan.

Sedangkan ketua PGRI Rohil H.Syahdan sangat menyambut baik atas antusias para guru tamatan SMA dan Diploma dalam mengejar ijasah S1 nya. Dalam hal ini disebutnya, merupakan langkah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Rohil. Dia juga menegaskan meningkatkan sertifikasi guru menjadi S1 merupakan satu program pemerintah dalam meningkatkan  pendidik sehingga menghasilkan anak didik yang berkualitas dan berkuantitas.

”Diharapkan guru memang benar serius dalam mendidik anak didik,’ujarnya. (andi krc)

Bapemas Himbau warga masyarakat memanfaatkan halaman dengan tanaman hidup


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Diharapkan kepada warga masyarakat kabupaten Rokan Hilir dapat mendaya gunakan halaman atau perkarangan rumahnya. Karena hal ini merupakan aktifitas yang bernilai ekonomis yang sekaligus bermanfaat dalam menjaga lingkungannya. Demikian disebut Kepala Badan Pemberdayaan masyarakat (Bapemas) Rohil ketika ditemui KABARROHIL, Sabtu (14/4).

Dikatakan Ferry H.Parya bahwa Bapemas Rohil melakukan pendekatan kerakyatan berdasarkan pada potensi yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Program tersebut, lanjutnya mengatakan seperti menanami pekarangan dengan berbagai tumbuhan berupa sayur-mayur, buah-buahan, dan tanaman apotik hidup.

Disebutnya lingkungan halaman rumah jika dimanfaatkan dengan baik dengan menanami tumbuhan yang bermanfaat maka secara tidak langsung meningkatkan ekonomi warga juga menjaga lingkungan warga itu. Karena menurutnya lingkungan jika ditanami akan terlihat asri dan sirkulasi udara menjadi bersih.

“Dari segi ekonomi mampu meringankan pembiayaan keluarga yang harus dikeluarkan untuk membeli kebutuhan dapur rumah tangga,”tandasnya. (andi krc)

BAP dan Disdik Rohil gelar Sosialisasi Pelaksanaan Akreditasi, 90 sekolah bakal di akreditasi


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Badan Akreditasi Provinsi (BAP) bersama Dinas Pendidikan (disdik) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar sosialisasi pelaksanaan akreditasi sekolah di wilayah Rokan Hilir (Rohil). Hadir dalam sosialisasi akreditasi  ini sebanyak 90 kepala sekolah tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Tampak dalam acara tersebut  Kadisdik Rohil Drs Surya Arfan,Msi, BAP Provinsi Riau Afrisyah Lubis , ketua PGRI Rohil H.Syahdan. Acara tersebut di laksanakan di gedung serbaguna SMP N 1 Bangko jalan Sumatera Bagansiapiapi, (Sabtu 15/4).

Menjawab KABARROHIL seusai membuka acara sosialisasi pelaksanaan akreditasi, Kadisdik Rohil Drs Surya Arfan,Msi menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para sekolah berdasarkan UU  nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan  PP nomor 19 tahun 2005 tentang standart nasional pendidikan. Disebutnya standart nasional pendidikan menurut UU nomor 20 tahun 2003 adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum NKRI. Hal ini, disebutnya menilai sejauh mana kenerja guru, sejauh mana kinerja sekolah dan sejauh mana kinerja siswa.

Dikatakannya, lingkup standart nasional pendidikan meliputi standart isi, standart proses, standart kompetensi lulusan, standart pendidik dan tenaga kependidikan, standart sarana dan prasarana, standart pengelolaan, standart pembiayaan dan standart penilaian pendidikan. Lanjutnya mengatakan dari 8 standart itu, lima diantaranya berada di sekolah sedangkan tiga dari pihak kabupaten.

Dipaparkannya,  standart kompetensi kelulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan, standart isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu, standart proses adalah standart nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standart kompetensi lulusan, standart pendidik dan tenaga pendidik adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.

Lebih lanjut diterangkannya, standart sarana dan prasarana adalah standart nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi, dan berekreasi serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Kemudian disebutnya, Standart pengelolaan adalah standart nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standart pembiayaan adalah standart yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Serta ditambahkannya, standart penilaian pendidikan adalah standart nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Kadisdik Rohil ini menjelaskan bahwa semua itu menjadi penilaian dalam akreditasi sekolah yang ada di wilayah Rokan Hilir. Dimana ditambahkannya akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dan atau satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang ditetapkan.

"Sosialisasi akreditasi memberi pemahaman standart akreditasi sekolah. Apabila ada kepala sekolah menandatangani ijasah yang sekolahnya belum di akreditasi atau akreditasi “D” dan “E” bisa dipidana,"pungkas Drs Surya Arfan,Msi mengakhirinya. (andi krc)