Senin, 12 Maret 2012

Diharapkan ukur tanah bersama-sama sesuai fakta dilapangan, untuk menyelesaikan persoalan ganti rugi


RIMBA MELINTANG,KABARROHIL-Pertemuan dua belah pihak antara pihak chevron, masyarakat Rimba Melintang,dimediasi oleh anggota legislative (aleg) atau DPRD Rokan Hilir  dan pihak camat Rimba Melintang berlangsung lancar, meskinpun  pertemuan itu tanpa dihadiri oleh Syamzurizal alias edo dari Chevron.  Namun pertemuan itu dihadiri oleh pihak Chevron lainnya yaitu Syafrum jabatan PGPA dari PT CPI, Gara Suyoko jabatan security PT ABB, Lukman jabatan land skep PT CPI Duri, dan Mukyono security PT CPI Duri. Hadir juga dalam pertemuan itu Penghulu pematang Botam Sukiman dan  Masyarakat Rimba Melintang pemilik waris lahan Tengku Agung bernama T.A Zainal. Sedangkan pihak kecamatan Rimba Melintang hadir Camat H.Syamzami, sekcam Amrizal,SE dan  anggota legislatif (aleg) Oulliya, aleg H.Rasmali,SH,dan  aleg Dedi Humadi. Pertemuan di laksanakan di ruang camat Rimba Melintang jalan lintas ke Bagansiapiapi, Senin (12/3).

Dalam pertemuan itu, disebut camat Rimba Melintang bahwa pertemuan  bertujuan untuk mengambil solusi atau jalan keluar dengan tidak ego sehingga tidak terjadi miskomunukasi. Disebut camat hal ini diharapkan cepat selesai sehingga masalah ini tidak sampai berlarut. Diharapkan camat pertemuan ini dapat mengambil kesimpulan yang diambil atas kesepakatan bersama.

"Kami sebagai mediasi sehingga ada kesepakatan untuk turun ukur lahan secara bersama sama,"kata camat.

Disebut nya agar peta yang ada di sesuaikan dengan fakta lapangan yang ada. Oleh sebab itu, disebut camat H.Syamzami, persoalan ini diharapkan dapat selesai dengan baik.

"Diharapkan dapat menghasilkan keputusan secara bersama. Sementara pembayaran ganti rugi di tahun 1973 seluas 4,3 hektar sudah selesai, namun karena menurut masyarakat setelah mereka terjun dan mengukur kelapangan ternyata lahan tersebut mencapai seluas 5,,5 hektar maka perlu pengukuran kelapangan secara bersama-sama di masing-masing pihak agar persoalan selesai ,"katanya.

Camat menegaskan adanya pengukuran secara bersama sama kelapangan dengan melibatkan semua pihak agar dapat diselesaikan dengan baik. Karena dari pihak CPI mengatakan tidak ada kelebihan areal sedangkan pihak T.A Zainal mengatakan ada kelebihan lahan. Untuk itu, disebut camat mereka saat ini dikonfrontir agar dapat diselesaikan kata sepakat untuk mengukur secara bersama.

Sementara itu, Syafrum (Humas CPI,red) menegaskan bahwa mereka juga memiliki keinginan yang sama dalam masalah ini. Hal ini dikatakan Syafrum mengucapkan banyak terima kasih atas mediasi ini. Dijelaskannya bahwa beberapa hari lalu PT CPI sudah melakukan mediasi kepada ketua DPRD  Rohil untuk melakukan survey dan terjun kelapangan untuk membuktikan titik koordinat batasan bersama pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Rokan Hilir. Ditambahkan Syafrum, untuk permasalahan ini  akan dibicarakan di internal PT CPI terlebih dahulu. Nantinya bersama sama terjun untuk mengukur fakta dilapangan sambil pihak PT CPI menunggu hasil ukur BPN.

"Kita menunggu jawaban hasil pengukuran dari pihak BPN,"kata Syafrun.


Sedangkan Lukman juga menegaskan bahwa pengukuran sudah dilakukan sehingga pihak nya (Chevron,red) menunggu hasil dari BPN. Kemudian itu, dikatakan Lukman seandainya ada terpakai atau berlebih maka akan dipertanggung jawabkan oleh pihak PT CPI.


Sementara itu, T.A Zainal menyayangkan pemberitahuan pengukuran kemaren hanya pemberitahuan dengan mulut saja. Seharusnya, kata Zainal pihak Chevron dapat memberitahukan pihak pemilik lahan, pemerintah kecamatan dengan disaksikan oleh anggota DPRD Rohil dengan menyurati mereka. Disebutnya kesepakatan hasil pertemuan yang pernah dilakukan dengan disaksikan oleh Kapolres Rokan Hilir (2009 lalu,red) diharapkan dapat dilakukan pengukuran ulang. Namun kenyataannya telah mencapai tahun 2012 ini tidak juga dilaksanakan. Oleh sebab itu, disebut T.A Zainal masyarakat  mengukur ulang sesuai fakta dilapangan. Zainal juga mengatakan jika pihak Chevron terutama Edo dapat melakukan hal yang baik dan komunikasi yang baik tentunya hal ini tidak akan mencuat. Karena jika dilakukan ukur fakta dilapangan secara bersama-sama maka persoalan tersebut dapat diselesaikan.

Dia menegaskan jika setelah pengukuran bersama ternyata masih kurang dari lahan seluas 4,3 hektar yang telah diganti rugi oleh pihak PT Chevron maka Dia akan memenuhi hingga tercapai 4,3 hektar tersebut. Tetapi jika lahan yang dipakai oleh PT CPI ternyata lebih dari 4,3 hektar tentunya konsekwensinya harus mengganti kerugian tanah yang telah dipakai tersebut. Jika telah terpakai dengan waktu yang lalu tentunya membayar ganti sewa pakai dan jika mau di bebaskan tentunya harus menganti rugi lahan tersebut.


"Kalau pelaksanaan awal baik maka hal ini akan berjalan dengan baik,"kata T.A Zainal.

Sedangkan H.Rasmali,SH menyarankan agar pihak Chevron melakukan komunikasi yang baik dengan tidak melakukan trik-trik untuk memecahkan permasalahan baru. Oleh sebab itu dirinya mengharapkan persoalan ini sampai selesai dengan baik. Karena menurutnya jika hal ini tidak dapat diselesaikan maka anggota DPRD Rokan Hilir akan  menyurati Departemen Migas agar dapat mengetahui persoalan rakyat mereka. 

“Bagaimanapun juga persoalan ini harus diselesaikan dengan baik,”ujarnya.

Anggota DPRD Rokan Hilir,  Dedi Humadi mengatakan sebenarnya persoalan ini hanya sampai ditingkat penghulu atau hingga tingkat kecamatan saja. Namun karena adanya mis komunikation kedua belah pihak maka  persoalan ini tidak selesai yang akhirnya sampai ke wakil rakyat Rokan Hilir karena  masyarakat tersebut mengadu ke anggota DPRD Rohil.

"Jika tidak ada terjadi mis komonukasi tentunya tidak sampai persoalan ini kepermukaan bahkan ke anggota DPRD Rohil,"kata Dedi Humadi.

Atas kejadian sudah waktu lama yang belum selesai juga, disebut Dedi Humadi  tentunya dianggap orang bahwa pihak Chevron yang banyak orang pintar bisa melakukan hal yang bodoh. Oleh sebab itu disarankan oleh aleg ini agar duduk bersama sama sehingga jangan sampai terjadi otak-atik dengan melakukan permainan lain lagi.

"Harapan saya marilah kita dudukan persoalan ini secara bersama sehingga cepat selesai,"pungkas Dedi Humadi. (andi krc)





Mengancam warga, Buaya katak ditangkap




PEKAITAN,KABARROHIL-Crocodylus porosus atau buaya muara yang disebut warga desa Pedamaran buaya katak sering mengancam kehidupan para nelayan di perairan Sungai Rokan. Buaya ini sering muncul di sungai Rokan bahkan dipinggir sungai Rokan ketika warga beraktifitas. Karena sudah acap kali mengancam jiwa manusia bahkan sudah pernah memangsa manusia, akhirnya buaya  ini di tangkap warga diperairan sungai rokan tepatnya desa Pedamaran kecamatan Pekaitan, Minggu (11/3) sekitar waktu menunjukkan jam 16.30 wib.

Pada awalnya buaya ini sering timbul kepermukaan di pinggir sungai Rokan tepatnya di desa Pedamaran. Hal ini sering mengganggu aktifitas nelayan untuk mencari ikan sungai tersebut. Akhirnya warga berusaha memancingnya dengan umpan seekor itik. Alhasil buaya muara berbobot 600 kilogram dengan panjang berkisar 5 meter tersebut dapat ditangkap.

"Kita menerima laporan ada buaya muara ditangkap warga karena sering mencoba memangsa manusia. Ketika tim datang buaya sudah ditarik kedarat. Waktu buaya ditangkap masih hidup , namun senin (12/3) sekitar pukul 05.00 wib diketahui buaya sudah mati kemungkinan akibat kelaparan. Buaya itu rencananya dibawa ke bukit jin kantor KSDA Dumai untuk dimusnahkan,"kata staff bidang KSDA wilayah II Dumai Subono ketika di konfirmasi Senin (12/3).

Menurut analisa Subono,  populasi buaya jenis bekatak ini  sudah semakin sedikit karena faktor makanan di daerah habitatnya sudah berkurang dan juga faktor alam banyaknya kanal sehingga terkadang mencari makanan di kanal-kanal tersebut bahkan memangsa manusia yang berada disekitarnya. Disebutnya upaya pelestarian terhadap jenis buaya ini tetap dilakukan terutama daerah khusus di perairan Sungai Rokan.

 "Kita menghimbau kepada warga masyarakat tidak membunuh  buaya ini. Jika ditemukan buaya tersebut diharapkan melaporkannya ke KSDA. Hal ini sebagai upaya pelestarian habitat  hewan ini,"pungkasnya. (andi krc)










Minggu, 11 Maret 2012

Ditemukan sesosok mayat disampan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pagi minggu warga bagansiapiapi dihebohkan dengan ditemukan sosok mayat dalam kondisi tidak bernyawa disampan sekitar keramba udang dan ikan jalur empat kepenghuluan Parit Aman kecamatan Bangko, Minggu (11/3) sekira jam 08,30 wib.

Sosok mayat tersebut diketahui bernama Hasibuan (67) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa oleh iparnya Udin dalam kondisi tergelungkup. Disebut Udin, saat ditemukan posisi mayat kepala di sampan dan kaki diair.  Dikatakan Udin,  semasa hidupnya Hasibuan sudah selama tiga tahun bekerja di penambakan ikan tersebut.  Sedangkan penyebab kematiannya belum diketahui karena hingga kini pihak kepolisian masih melakukan identifikasi penyebab kematian itu.

"Waktu saya berangkat ketambak sekitar pukul 08.00 wib sampai disana saya terkejut mendapati sesosok mayat dalam kondisi sudah tidak bernyawa,"kata Salahudin yang dipanggil udin.

Dikatakannya mayat dalam keadaan tergelungkup disampan yang biasa digunakannya sebagai alat transportasi ketambak. Karena beliau kesehariannya bekerja sebagai pekerja tambak udang dilokasi keramba udang dan ikan jalur empat kepenghuluan Parit Aman kecamatan Bangko milik Darno.

"Saya langsung laporkan kepada RT 05 jalan karya kelurahan Bagan Barat dan menghubungi pihak aparat kepolisian,"ujar saksi mata ini.

Ketika dikonfirmasi, kepala pos polisi pelabuhan Bagansiapiapi, Aipda Rahmad mengatakan pihaknya mendapat laporan perihal temuan mayat itu berdasarkan informasi yang disampaikan ketua RT.

"Berdasarkan informasi ketua RT, kita langsung ke TKP dan membawa mayat ke Bagansiapiapi untuk diarahkan ke RSUD agar dilakukan visum untuk mengetahui akibat kematian. Kita masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut, hal ini telah kami laporkan ke polsek Bangko,"ujarnya.

Mayat berhasil di evakuasi ke pelabuhan nelayan Bagansiapiapi sekira pukul 11.00 wib. Evakuasi terpaksa dilakukan melalui jalur laut karena akses jalan darat ke tempat sangat sulit dengan medan berat. Dijelaskannya, penyebab kematian masih belum bisa diketahui tetapi berdasarkan keterangan yang disampaikan warga korban kemungkinan memiliki penyakit karena tidak bisa bekerja terlalu berat.

"Mayat sementara ke RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi untuk dilakukan visum. proses penyelidikan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian,"pungkasnya. (andi krc).

Gerindra Rohil Peduli IPTEK, fasilitas wifi gratis untuk umum


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pada saat ini zaman dipenuhi oleh ilmu pengetahuan dan tekhnologi oleh sebab itu Partai Gerindra Rokan Hilir (Rohil) mengusung tema “DPC Partai GERINDRA Kabupaten Rokan Hilir Peduli IPTEK" dengan menyediakan fasilitas berinternetan secara gratis di lingkungan kantor PC Gerindra Rokan Hilir. Demikian diungkap oleh ketua DPC Gerindra Rokan Hilir, Tarsim melalui sekretarisnya Abdul Kosim yang akrab dipanggi akos ketika ditemui KABARROHIL di kantor Gerindra jalan Pahlawan Bagansiapiapi, Minggu (11/3). 

“Deru derapnya kemajuan zaman, IPTEK sudah menjadi "kebutuhan", untuk menopang anak bangsa serta ikut memajukan IPTEK khusus nya di Kota Bagansiapiapi. Oleh sebab itu DPC GERINDRA Rokan Hilir menyediakan Internet Gratis...Silahkan kunjungi......!!! salam Indonesia Raya,”ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa  Dpc Gerindra Rohil membuka jaringan wifi untuk umum. Ditambahkannya jarak dan radius jangkauan mendapatkan jaringan wifi  berjarak sekitar  seratus meter dari kantor DPC Gerindra Rokan Hilir jalan Pahlawan bagansiapiapi.

Sekretaris DPC Gerindra Rohil ini menjelaskan fasilitas wifi oleh DPC Gerindra Rohil ini sudah berlangsung dua hari ini. Namun, disebutnya fasilitas wifi ini baru di peruntukkan untuk umum mulai hari minggu (hari ini 11/3, red). Dikatakannya kepada KABARROHIL fasilitas wifi dibuka dalam hal  sekaligus ikut mencerdaskan bangsa dalam bidang dunia iptek di daerah Rohil. Ditambahkannya, kebetulan berdekatan dengan gedung sekolah sehingga dengan jaringan wifi ini dapat membantu anak didik berinternetan. Akos mengungkapkan untuk perdana ini fasilitas jaringan wifi hanya beberapa unit untuk download namun jika daya peminat banyak maka DPC Gerindra Rohil akan menambah dayanya lagi.

"Untuk kapasitas perdana ini untuk daya download masih sepuluh unit computer. Namun jikalau banyak pengguna bakal ditambah dayanya lagi,"pungkasnya. (andi krc)

Sabtu, 10 Maret 2012

Bagansiapiapi Kota sejarah, kota negeri seribu kubah


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kota Bagansiapiapi merupakan kota tua yang dikenal sejak tempo dulu sebagai kota penghasil ikan terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Di kota Bagansiapiapi banyak bangunan bersejarah seperti asrama polisi, rumah kapitan, kantor BRI, gereja katolik, dan bangunan bersejarah lainnya. Oleh sebab, untuk  pengembangan daerah maka kota Bagansiapiapi  dipertahankan sebagai kota yang memiliki bangunan bernilai sejarah. Perkembangan daerah diarahkan di batu enam sebagai "new city" kota baru yang merupakan komplek perkantoran dan pusat pemerintahan dengan bangunan menggunakan ikon kubah. Demikian dikatakan oleh bupati kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H. Annas Maamun kepada KABARROHIL, Sabtu (10/3).

"Pusat pemerintahan didaerah batu empat batu enam hingga ke jembatan pedamaran  merupakan kota baru dimana bangunannya berkubah. Dipesisir sungai rokan dijadikan daerah objek wisata daerah. Sedangkan kota Bagansiapiapi dipertahankan sebagai kota sejarah yang banyak memiliki bangunan-bangunan bernilai sejarah,"katanya.

Oleh sebab banyak bangunan bangunan bersejarah, disebut orang nomor satu di Rohil ini,  maka kota Bagansiapiapi dipertahankan sebagai kota sejarah dan juga sebagai  pusat perdagangan dan perniagaan. Disebutnya, bangunan-bangunan tua tersebut dipertahankan karena merupakan bukti sejarah untuk diketahui oleh generasi mendatang.  

Sedangkan Jembatan pedamaran, dikatakannya  dengan infrastruktur jalan yang dapat menghubungkan ke daerah daerah terisolir di sepanjang pesisir pantai timur sumatera hingga tanjung balai asahan sangat membantu perhubungan darat bagi daerah daerah yang selama ini masih di taraf kemiskinan. Ditambahkannya,  jika selesai jembatan pedamaran hingga ke pulau pedamaran merupakan objek wisata baru di daerah Rokan Hilir.

"Dengan selesainya pembangunan jembatan pedamaran nantinya tercipta perekonomian baru di ibukota kabupaten Rokan Hilir khususnya Bagansiapiapi,"pungkasnya. (andi krc)

Jumat, 09 Maret 2012

Dewan Rohil menyusun rencana pengajuan perda inisiatif CSR


BAGANSIAPIAPi,KABARROHIL- Perusahaan diharapkan membantu masyarakat dan pemerintah daerah, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, pertanian serta pemuda dan olahraga. Untuk itu anggota Dewan lintas komisi DPRD Rokan Hilir (Rohil) menyusun rencana pengajuan perda inisiatif Corporated Social Responsibility (CSR). Pengajuan usulan ini untuk mengikat perusahaan-perusahaan agar lebih bertanggung-jawab didaerah operasional kerjanya. Hal ini karena saat ini dianggap minimnya peran serta dan distribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah kerjanya, Demikian ditegaskan oleh Ibnu Hajar, Jumat (9/3).

"Kita sudah sepakat untuk mengajukan perda inisiatif CSR. Selanjutnya, akan dibentuk pansus untuk membahas usulan tersebut.  Karena selama ini kita menilai kontribusi perusahaan-perusahaan sangat minim terhadap masyarakat, yang berada diwilayah operasional kerja perusahaan,"jelas anggota komisi III DPRD Rokan Hilir ini.

Ibnu yakin dengan ada perda inisiatif, perusahaan  diberi tanggung jawab dalam mensejahterakan masyarakat disekitar wilayah kerja perusahaannya. Dia mencontohkan, daerah luar sumatera  sudah menerapkan perda inisiatif CSR, seperti di Serang Banten. Dimana  perusahaan-perusahan  bergerak dibidang pengelolaan industri, jasa dan lain sebagainya telah banyak memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Hasilnya, banyak masyarakat hidup lebih layak dan lebih sejahtera.

"Kami rasa ini penting diwacanakan, mengingat banyaknya perusahaan-perusahaan PKS baik besar dan kecil yang berdiri di kabupaten Rokan Hilir. Perusahaan selama ini terkesan sesuka hati bahkan terkadang tidak perduli dengan kondisi masyarakatnya. Harapan kita usulan pengajuan perda inisiatif mendapat tanggapan dari pelbagai pihak dan dukungan dari masyarakat sehingga perda dapat diterapkan dan perusahaan lebih memiliki rasa tanggung-jawab,”pungkasnya. (andi krc)

Rabu, 07 Maret 2012

Kecamatan Bangko bakal dimekarkan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Salah satu masyarakat kepenghuluan Bagan Jawa, Hendra menginginkan daerahnya lebih berkembang. Oleh sebab itu dirinya menegaskan sudah pantas beberapa kepenghuluan diwilayah bagian Utara kota kecamatan Bangkoi memisahkan diri dari kecamatan induk untuk dijadikan satu kecamatan baru.

“Empat kepenghuluan bagian utara kecamatan Bangko diusulkan kepada pemerintah daerah untuk  memisahkan diri dari kecamatan induk menjadi satu kecamatan. Hal ini agar mempersingkat rentan jarak tempuh administrasi warga masyarakat,”ujar Hendra.

Hal senada juga di utarakan oleh salah satu warga masyarakat kelurahan Bagan Punak Hendri Suryanto , dia juga menginginkan wilayah di bagian selatan kecamatan Bangko untuk dimekarkan menjadi sebuah kecamatan. Hal ini menurutnya wilayah bagian selatan kecamatan Bangko  dari batasan sungai pabrik hingga ke labuhan tangga baru sudah sepantasnya menjadi satu kecamatan.

“Kami warga  ingin wilayah dari sungai pabrik hingga ke labuhan tangga baru untuk dapat dimekarkan menjadi satu kecamatan,”ujar Hendri Suryanto.

Sementara itu J. Abdillah, salah satu pengurus teras LSM Bono  Rokan Hilir mengatakan bahwa melihat kondisi luas wilayah alam dan kepadatan penduduk maka kecamatan Bangko sudah pantas dimekarkan menjadi tiga bagian wilayah,  yakni batas sungai pabrik kepenghuluan bagan punak, kepenghuluan bagan punak pesisir, kepenghuluan labuhan tangga kecil dan kepenghuluan labuhan tangga baru sudah pantas membentuk satu kecamatan.

Sedangkan wilayah kepenghuluan bagan jawa, kepenghuluan bagan jawa pesisir, kepenghuluan parit aman dan kepenghuluan serusa juga sudah pantas untuk membentuk satu kecamatan. Dikatakannya hal ini untuk memperpendek rentan jarak dan juga dengan pemekaran tersebut wilayah itu akan bertambah lebih maju lagi.

“Sedangkan Kecamatan Bangko atau kecamatan induk wilayahnya kelurahan bagan kota, kelurahan bagan timur, kelurahan bagan barat dan kelurahan bagan hulu,”pungkas Direktur Eksekutif LSM Bono Rohil ini..

Menjawab KABARROHIL,  Bupati Kabupaten Rokan Hilir H.Annas Maamun menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tersebut perlu ditindak lanjuti bersama anggota DPRD Rokan Hilir untuk dilakukan peninjauan kelapangan. Dikatakannya setelah melakukan kajian kelapangan oleh anggota DPRD Rokan Hilir untuk menentukan batas wilayah maka pemerintah daerah bersama DPRD Rokan Hilir  merumuskan ranperda untuk disahkan menjadi perda.

Dirinya mengatakan dilihat perkembangan wilayah dan kepadatan penduduk kecamatan Bangko saat ini bisa dimekarkan.  Aspirasi dari masyarakat tersebut perlu dikaji untuk ditindak lanjuti.  Karena Dia menegaskan pemekaran dapat memperpendek rentan jarak  warga dalam mengurus administrasi.

“Aspirasi keinginan masyarakat tersebut menginginkan daerahnya bertambah maju,”ujar Annas Maamun.

Sementara anggota DPRD Rokan Hilir, H.Rasmali.SH ketika dihubungi menegaskan mendukung aspirasi masyarakat itu untuk ditindak lanjuti . Dia mengatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada ketua DPRD Rokan Hilir dan Pemerintah Daerah.

“Sesuai prosedural maka aspirasi masyarakat kita tampung dan simpulkan. Oleh sebab itu kita akan menyampaikan kepada ketua DPRD dan pemdakab untuk mengkaji aspirasi masyarakat tersebut dengan meninjau kelapangan,”pungkas Rasmali. (andi krc)