Tampilkan postingan dengan label KPA Rohil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPA Rohil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

H.Suyatno: Lindungi diri dan keluarga dari penyalahgunaan narkoba dan penularan IMS,HIV dan AIDS



BAGANSIAPIAPI, KABARROHIL-Lindungi diri dan keluarga kita dari penularan IMS,HIV dan AIDS.  Demikian hal ini ditegaskan oleh ketua Komisi Penanggulangan Aids Daerah Rokan Hilir (KPA Rohil) H.Suyatno kepada KABARROHIL, beberapa waktu lalu..

"Kita harus melindungi keluarga dari penularan HIV/AIDs,"katanya.

Orang nomor dua di pemerintahan Rokan Hilir ini menjelaskan agar tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda saling menjaga dan melindungi anak bangsa dari penularan penyakit HIV/AIDS. Dia juga mengharapkan agar anak-anak bangsa sebagai generasi penerus tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, H.Suyatno yang juga ketua BNK Rohil ini mengharapkan masyarakat ikut serta menjaga siswa sekolah agar tidak terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba. Karena itu lanjutnya mengatakan agar generasi penerus dibimbing dan diberikan pendidikan akhlaq yang baik dan bagus sehingga memiliki karakter jiwa yang baik.

Ditambahkannya, generasi muda adalah harapan daerah kedepan untuk  melanjutkan pembangunan daerah yang semakin lebih baik dan maju lagi. Meskinpun dikatakannya saat ini tingkatan kemiskinan sudah semakin kecil dibandingkan pada tahun lalu. Namun semangat kesatuan dan persatuan serta kebersamaan harus dipupuk sejak saat ini.

“Mari kita bimbing generasi kita agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan kita lindungi diri dan keluarga kita dari penularan IMS, HIV dan AIDS,”tandasnya. (krc 02)

Kamis, 11 Oktober 2012

Wabup memberikan penyuluhan tentang narkoba dan HIV/AIDS di Panipahan



PANIPAHAN,KABARROHIL-Ketua BNK Rokan Hilir H.Suyatno memberi penyuluhan tentang HIV/AIDS dan Narkoba yang di gelar di aula SMA 1 Panipahan, Kamis (11/10). Hadir saat itu para pelajar, dan masyarakat Panipahan. Dalam arahannya H.Suyatno yang juga wakil bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menegaskan bahwa narkoba ibarat “gunung es” bagi bandar narkoba.

Karena, walaupun bandarnya ditangkap namun takkan jera. Meskinpun ancaman narkoba tersebut dihukum mati namun ancaman tersebut  tidak menyurutkan peredaran narkoba saat ini. Menurut wacana pelbagai factor menyebabkan para pengedar maupun pengguna narkoba dewasa ini, terutama disebabkan faktor ekonomi yang mengiurkan karena untung yang luar biasa. Disebut H.Suyatno tidak tertutup kemungkinan masuknya narkoba juga dari Panipahan. Khusus remaja diharapkan dan diingatkan agar jangan memasuki dan terpengaruh terhadap narkoba karena masa remaja merupakan usia yang rentan terpengaruh oleh “benda haram” tersebut.

Selain itu, maraknya para gank motor dipemberitaan harus juga diantisipasi oleh para  remaja. Diharapkan jangan ada remaja yang berkelompok-kelompok yang dapat merugikan dan melanggar ketertiban masyarakat Panipahan. Gang motor bisa disalah gunakan sehingga dapat mempengaruhi pergaulan bebas yang akhirnya terjerumus kedalam penyalahgunaan narkoba.

"Di Bagansiapiapi saat ini gang motor maupun balap (rider,red) liar di jalan raya selalu ditertibkan,"kata H.Suyatno yang juga wabup Rokan Hilir ini.

Selanjutnya peredaran lem cap kambing dewasa ini yang disalah gunakan oleh sekelompok orang juga sangat dikuatirkan. Karena  menghirup lem cap kambing sangat berpengaruh terhadap jaringan otak manusia. Ketua BNK Rokan Hilir, H.Suyatno menegaskan agar generasi muda mengarah belajar untuk memperdalam ilmu pendidikan sekolah dimana anak Panipahan sudah ada yang sekolah ke Kairo.

"Adanya anak Panipahan belajar ke Kairo patut di contoh. Sebagai anak bangsa kita harus berfikir masa depan dimana susahnya orang tua menyekolahkan kita agar menjadi anak yang baik,"katanya.

Disebut H.Suyatno Panipahan sebagai wilayah pesisir yang dekat dengan negara tetangga, provinsi Sumatera Utara dan Dumai merupakan letak wilayah strategis terhadap peredaran narkoba. Dia juga bahkan menyayangkan beberapa waktu lalu ada juga peran wanita yang aktif menyebarkan narkoba yang akhirnya ditangkap.

Kemudian dampak pengaruh prostitusi, disebutnya sangat  berpengaruh terhadap penyakit HIV/AIDS. Dalam penyuluhan ini diharapkan bersama-sama mendukung untuk menghentikan jalan peredaran Narkoba di wilayah lingkungan masing-masing.

“Diharapkan kepada semua pihak memerangi peredaran narkoba,”tandasnya. (krc 02).

Minggu, 18 Desember 2011

Wabup Suyatno Tinjau “Walet” Baganbatu


BAGANBATU,KABARROHIL-Wakil bupati kabupaten Rokan Hilir (Rohil) langsung terjun kelapangan dalam mensosialisasikan penanggulangan Aids/HIV dan narkoba. Hal ini dilaksanakan dalam peninjauan sekaligus temu wicara dan penyuluhan terhadap penghuni lokalisasi di jalan Lintas Timur berdekatan perbatasan Rokan Hilir dengan provinsi Sumatera Utara. Dalam acara tersebut wabup juga membagikan sejumlah alat kontasepsi laki-laki agar tidak terjadi hubungan langsung dalam melakukan hubungan sex. Hal ini agar menjaga tidak tersebarnya virus HIV/AIDS melalui hubungan sex.  Penyuluhan berikut sosialisasi penanggulangan aids/HIV dan Narkoba di gelar di salah satu rumah mucikari “Walet” jalan Jenderal Sudirman baganbatu, Sabtu (17/12).

Dalam kesempatan itu orang nomor dua di Rohil  menegaskan sangat merasa prihatin dan peduli terhadap keberadaan masyarakat dikomplek walet ini. Oleh sebab itu dikatakannya KPA Rohil dan BNK Rohil sudah melakukan pembinaan kontinyu terhadap para pelaku sex (PSK,red). Diharapkannya dengan selalu memberikan pembinaan, penyuluhan dan sosialisasi di komplek ini dapat membangkitkan motivasi mencari kehidupan dan mata pencaharian di bidang lain. Wabup juga menegaskan agar saudara penghuni “wallet” selalu menjaga diri dalam pengertian jika melakukan hubungan seksual selalu   memakai alat kontrasepsi (kondom,red).

"Jika komplek ini digusur saya rasa sangat berat dipandang dari segi efek kedepan karena jika mereka di gusur dan  berkeliaran di luar malah tidak dapat terkontrol oleh kita. Untuk itu diharapkan menjaga kesehatan diri mereka sendiri saja. Selain itu kita juga menggunakan pamlet, brosur bahkan spanduk penanggulangan aids/Hiv dan narkoba dilokasi untuk mengingatkan mereka,"kata H.Suyatno.

Ditegaskan wabup dilokasi  saat melihatt kondisi saudara “wallet” bahwa diperbolehkan untuk buka pada malam hari hingga jam 20.00 wib saja. Tempat lokalisasi “wallet” ini dilakukan pembinaan dan penyuluhan.

“Kepada saudara Aria yang mengatakan bahwa orang tua sudah mengetahui dirinya disini saya sarankan masih banyak jalan menuju roma bukan karena nasi sudah menjadi bubur,”lugas Suyatno.


Wabup menekankan agar melakukan hubungan sejenis dihindari sedangkan jika melakukan hubungan dengan lawan jenis agar memakai alat kontrasepsi “kondom”.

 "Kita takut diantara saudara nantinya ada yang terjangkit penyakit aids atau hiv. Oleh sebab itu usahakan untuk di prioritas menjaga kesehatan dan diri terhadap penyakit yang tidak ada obatnya itu. Sebulan sekali kita datang kesini untuk melakukan pembinaan kesehatan dan medis,”pungkas Suyatno.

Sedangkan Pengabean ketua keamanan lokalisasi  “wallet” itu ketika ditemui KABARROHIL menegaskan bahwa penghuni di lokalisasi “wallet” saat ini hanya sebanyak 40 orang pada 10 rumah sedangkan rumah yang ada di lokalisasi ini sebanyak 15 rumah.

“Penghuni disini sekitar 40 orang pada sepuluh rumah, sedangkan rumah disini ada 15 rumah,”tandasnya. (andi krc)

Suyatno : Jauhi dan Katakan Tidak Pada Narkoba. Belajar Yes, narkoba no !!!


BAGANBATU,KABARROHIL-Seminar dan talk show "sex bebas dan narkoba dikalangan remaja dari sudut pandang kesehatan dan agama digelar oleh akademi kebidanan UMI jalan jenderal sudirman no 642/99  baganbatu Rohil., sabtu (17/12). Dalam seminar tersebut dihadiri sekaligus dibuka oleh wabup H.Suyatno. Hadir juga saat itu sekretaris KPA Rohil dr Tribuana Tunggal Dewi, kepala perberdayaan perempuan provinsi riau Hj Rosmawati, kapolsek baganbatu dan siswa sma se kecamatan bagan sinembah serta siswa akademi UMI Baganbatu.

Pada kesempatan ini, ketua panitia Tarmizi Nasution mengatakan dirinya mewakili ketua yayasan  H.Mahmud Nasution. Dikatakan dalam sambutannya bahwa angka aborsi di Indonesia kurang lebih 3 juta pertahun oleh sebab sex bebas yang mengakibatkan banyak terindikasi penyakit aids/hiv. Dia menegaskan kegiatan ini dapat menambah wawasan luas kepada peserta yang dapat menyampaikannya kepada teman-teman.  Diharapkan juga para peserta seminar dapat menjadi bangsa yang berakhlag mulia dan berbudi pekerti yang luhur.

“Jadilah bangsa yang berakhlaq mulia dan berbudi pekerti luhur,”ujarnya.

Sedangkan wabup H.Suyatno mengatakan dalam sambutan membuka seminar ini bahwa mesinpun diterpa hujan rintik namun antusias para siswa tidak memudarkan untuk mengikuti seminar ini. Diungkap oleh wabup bahwa di provinsi Riau kasus aids/HIV di Rohil merupakan rangking keempat terbanyak kasus. Disebutnya kasus aids/Hiv dan Narkoba di kecamatan Bagan sinembah merupakan nomor satu kasus aids/Hiv dan narkoba di Kabupaten  Rohil. Dijelaskannya dari 58 kasus aids/Hiv di Rohil 38 kasus diantaranya merupakan kasus hiv/aids dari kecamatan Bagansinembah.

"Hal ini jika kita biarkan sangat membahayakan bagi daerah kita sendiri,"ujar wabup.

Dikatakan wabup H.Suyatno, siapa lagi yang menjaga daerah kalau bukan kita sendiri. Begitu juga, disebut orang nomor dua di pemerintahan Rohil ini masalah narkoba di Bagan sinembah. Wabup menjelaskan dirinya baru saja memberikan penyuluhan dan pembinaan di “wallet” baganbatu.

"Tadi saya menuju kunjungan saudara kita di lokasi “wallet” perbatasan. Walet masih dari pantauan KPA Rohil agar tidak terjangkit penyebaran virus aids/Hiv maupun Narkoba. Mereka di kunjungi petugas kesehatan sebulan sekali.  Namun hal yang kita khawatirkan di sepanjang jalan lintas timur yang masih berkeliaran. Hal ini yang tidak dapat terjangkau oleh pantauan KPA Rohil dan BNK Rohil. Oleh sebab itu diharapkan masyarakat dapat memberikan informasi kepada kita,”tutur H.Suyatno yang juga ketua KPA dan BNK Rohil ini.

Sedangkan kepada peserta seminar merupakan generasi penerus bangsa, diharap wabup Suyatno dapat belajar dengan baus, baik dan berlomba untuk mencapai nilai tertinggi. Karena disebut wabup orang tua sangat mengharapkan sukses anaknya dalam meraih cita-cita.

"Belajar adalah prioritas pertama. Saya minta para peserta giat belajar. Karena anda adalah harapan orang tua. Karena orangtua ingin mensukseskan anaknya dalam mengembangkan ilmu apalagi di akademi ini yang selalu membantu masyarakat,"katanya.

Wabup mengatakan bahwa dirinya sudah lama tidak ke Baganbatu. Diakui wabup perkembangan Baganbatu cukup pesat. Hal ini disebut wabup jelas karena perkembangan ekonomi masyarakat Bagan batu.  Dalam kesempatan ini wabup mengharapkan masyarakat selalu kompak menjaga kesatuan, persatuan dan kebersamaan diantara masyarakat dengan  pemkab Rohil didalam menjalankan roda pembangunan daerah Rokan Hilir.

Diharapkan kepada anak  remaja jangan terlibat di dalam pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Karena disebut wabup seperti diketahui sendiri bahwa di Kecamatan Bagan Sinembah ini merupakan kasus terbanyak pada kasus HIV/AIDS dan Narkoba di wilayah Rohil.

"Mari kita perangi penyalahgunaan narkoba. Belajar yes narkoba no. Hari ini juga jika siswa tahu cukong dan bandar narkoba saya akan beri uang lima juta rupiah. Coba informasikan kesaya,"tantang wabup H.Suyatno kepada siswa.

Sementara itu salah seorang siswa M.ibrahim Rahman pada kesempatan seminar ini mengharapkan agar wabup H.Suyatno memajukan pendidikan di Rohil salah-satunya mengharapkan uang sekolah gratis.

“Kami harap wabup H.Suyatno dapat memajukan pendidikan di Rohil salah satunya kami inginkan beaya sekolah gratis,”pungkasnya.

Dalam hal ini wabup H.Suyatno mengatakan akan menyampaikan hal ini kepada Bupati kabupaten Rokan Hilir H.Annas Maamun agar bersama-sama anggota DPRD Rohil merumuskan  hal tersebut. Dalam kesempatan itu juga wabup dinobatkan untuk menyumbangkan sebuah lagu untuk kaula remaja. Orang nomor dua di Rohil ini pun mendendangkan lagu kelompok Naff.

“Jauhi dan katakan tidak pada narkoba. Belajar Yes, Narkoba no,”pungkasnya diakhir lagu. (andi krc)

Tujuh kesepakatan ditanda-tangani peserta dalam upaya tindak lanjut pencegahan dan penanggulangan aids/HIV dan narkoba di Rohil


BAGANBATU,KABARROHIL-Dalam pertemuan yang digelar di lantai II Hotel Bintang Mulia  diantara peserta telah menyimpulkan tujuh kesepakatan ditanda-tangani dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba. Demikian ditegaskan wabup H.Suyatno kepada KABARROHIL ketika ditemui seusai melakukan pertemuan di Hotel Bintang Mulia jalan Jenderal Sudirman Baganbatu kecamatan bagan Sinembah, Sabtu (17/12).

“Pertemuan telah menghasilkan tujuh poin yang akan kita tindak lanjuti bersama,”ujar orang nomor dua di Rohil ini.

Dijelaskannya bahwa kasus Aids/HIV maupun narkoba ada di 14 kecamatan di kabupaten Rohil yang terindikasi kasus tersebut namun yang terutama paling banyak di kecamatan Bagan sinembah, kecamatan Bangko Pusako, kecamatan Bangko, kecamatan pasir limau kapas dan disusul di kecamatan lainnya.

Harapan orang nomor satu di komisi penanggulangan aids/HIV dan Narkoba ini, mudah-mudahan tujuh kesepakatan yang ditanda-tangani bersama itu dapat ditindak lanjuti dan berjalan dengan lancer. Hal ini tentunya atas kerjasama dengan masyarakat sehingga kedepan kasus masalah aids/HIV maupun narkoba sudah tidak banyak lagi. Minimal disebut wabup posisi kasus tidak lagi pada rangking empat yang disandang saat ini se Riau. Dikatakannya pemkab Rohil, KPA dan BNK Rohil akan terus bahkan sering dalam upaya menanggulangi aids/HIV dan narkoba bersama-sama masyarakat.

Wabup mengatakan upaya tersebut seperti memberikan penyuluhan-penyuluhan diutamakan kepada remaja di sekolah-sekolah tentang bahaya ketergantungan penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Diharapkannya juga para juru tinta dapat juga berperan serta dengan memberikan informasi-informasi yang jelas, akurat dan terpercaya.

“Kita ada pelayanan masalah ini di kantor camat, kantor polsek dan kantor penghulu atau kelurahan. Mungkin jika diperlukan kita fikirkan juga kedepan dengan mendirikan pos terpadu,” Pungkasnya.

Sedangkan camat bagan Sinembah Drs Jasmuddin Rauf ketika ditemui pada waktu yang sama menegaskan akan langsung turun kelapangan dalam melakukan penyuluhan-penyuluhan. Ditambahnya terutama sekali di sekolah-sekolah. Dirinya juga akan menyampaikan materi-materi tentang penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba serta pergaulan bebas. Dikatakannya bahwa akibat dari pergaulan sex bebas dan dampak dari segi kesehatan maupun agama juga harus dipaparkan kepada para anak didik sebagai penerus bangsa. Selain itu juga dimotivasi para majelis taklim dan PKK agar bergerak dan berdialog tentang penyuluhan penanggulangan aids/HIV dan pencegahan terhadap ketergantungan narkoba.

“Kita juga akan sosialisasikan dengan cara penyebaran brosur dan pamplet. Meningkatnya kasus aids/HIV dan Narkoba di Bagansinembah barangkali karena kondisi perekonomian masyarakat disini yang sudah semakin meningkat dan juga Baganbatu merupakan kota dilalui oleh jalan lintas timur sumatera,”tandasnya. (andi krc)