Tampilkan postingan dengan label dagang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dagang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Menjual buah semangka, mengais Rezeki di Hikmah Ramadhan



keterangan fhoto:
Tampak alek sedang menunggu dagangannya sementara itu buruh membongkar buah semangka dagangannya di pasar tangko, Minggu (7/8).




BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sedikitnya 12 ton semangka dibutuhkan oleh masyarakat kota Bagansiapiapi dan sekitarnya dalam seminggu bulan ramadhan ini. Hal ini terungkap ketika KABARROHIL berbincang dengan salah satu pedagang buah semangka dari enam pedagang buah di pasar darurat jalan Satria Tangko, Minggu (7/8).

Dengan wajah sedikit lusuh pria sumatera utara yang berumur sekira tigapuluhan ini duduk didepan jualannya. Namanya Alek adalah kebiasaan dipanggil pada dirinya. Kepada KABARROHIL, Dia mengatakan sudah selama sepuluh tahun berdagang di kota negeri seribu kubah ini. Dikatakannya dirinya merantau untuk pertama sekali di kota Bagansiapiapi ini membantu untuk menjualkan dagangan orang. Namun sedikit demi sedikit modalpun terkumpulkan yang akhirnya membuka usaha sendiri. Dia menerangkan naik turunnya gejolak untung rugipun pernah dialaminya. Namun dengan kegigihan, sebutnya akhirnya gejolak tersebut dapat diatasi olehnya.

“Pertama sekali datang kesini membantu untuk menjualkan dagangan orang, macam-macam yang dijual ada sayur-mayur, durian, jeruk dan apasajalah. Namun sedikit demi sedikit berusaha patungan untuk membuka usaha sendiri,”tuturnya.

Dia juga menjelaskan pada bulan puasa tahun ini dirinya beralih menjual buah semangka namun tidak meninggalkan dagangannya semula. Dikatakannya seminggu ini gejolak kebutuhan terhadap buah semangka melonjak. Alek mengatakan seminggu ini sudah dua kali mendatangkan buah semangka dimana setiap datang berkisar seberat enam ton per truk angkutan.

“Lumayan , Ini untuk ketiga kalinya mendatangkan buah semangka dari lampung seberat 6 ton. Sudah 12 ton buah semangka laku terjual habis,”terangnya kepada KABARROHIL.

Dia mengatakan dibandingkan bulan ramadhan tahun lalu maka untuk bulan ramadhan tahun ini kebutuhan terhadap buah semangka semakin meningkat. Dikatakannya, sekali mendatangkan buah semangka keuntungan bersih didapatnya berkisar dua juta hingga tiga juta rupiah. Dia menjelaskan bahwa buah semangka dari Lampung lebih manis dan buahnya besar makanya dirinya mendatangkan buah semangka dari lampung meskinpun ongkosnya lebih besar daripada mendatangkan buah semangka dari medan.
“Kita pedagang ingin menjual barang yang bagus dan disukai oleh pembeli,”pungkasnya.

Sedangkan ditempat yang sama, Iwan mengaku sebagai pedagang musiman ini menegaskan kepada KABARROHIL bahwa dirinya berjualan semangka ini hanya pada bulan ramadhan. Dia menerangkan berjualan buah semangka di bulan ramadhan juga dapat menambah pendapatan untuk jelang lebaran. Dia mengatakan setiap sore jelang berbuka puasa dirinya berjualan buah semangka di pinggir jalan. Sedangkan buah semangka diambilnya dari pedagang Alek. Dikatakannya memilih buah semangka yang bagus tentunya mempunyai keahlian tersendiri.

“Yah....rata-rata sehari pendapatan seratus ribu ditangan. Hal ini tergantung daya pembeli dan kenalan kita terhadap seseorang. Karena kita menjual buah semangka memang buah semangka pilihan,”tandasnya. (andi wrc)

Rabu, 19 Agustus 2009

JELANG RAMADHAN HARGA DI PASAR MELONJAK

HENDRIK FASHA,SE : Disperindag jangan hanya duduk manis di kantor, harus terjun kelapangan.

BAGANSIAPIAPI, KABARROHIL-Warga banyak mengeluh atas kenaikan harga-harga di pasar yang melonjok bahkan hingga 100%. Hal ini diminta agar disperindag terjun kelapangan untuk dapat mengontrol kenaikan harga dalam memasuki bulan ramadhan dan lebaran tahun ini.

"Harga cabe naik, harga bawang juga naik, apalagi bawang merah,"ujarnya Rosmiaty kepada KABARROHIL di pasar Tangko jalan Satria, Selasa (18/8) kemaren.

Ia mengatakan kenaikan harga tersebut membuat gerah karena naiknya harga tersebut bahkan hingga seratus persen. Ia memperkirakan harga tersebut menaik karena para penjual tersebut kebanyakan para pendatang sehingga harga bisa sekuka hatinya untuk menaikkan dan menurunkan harga. Ia menambahkan agar pihak yang berkompeten dapat terjun kelapangan untuk melihat langsung harga di pasar tersebut.

Sementara itu ketua LSM Sekoci Indoratu DPC Rohil ketika ditemui mengatakan bahwa naik dan turunnya harga tersebut harus ada pengawasan dari Disperindag sehingga tidak menyusahkan masyarakat.

"Disperindag jangan hanya duduk manis dikantor, harus terjun kelapangan,"tegasnya Hendrik.

Ia mengatakan bahwa para pedagang tidak bisa untuk menaikkan harga pasar dengan semaunya saja. Untuk itu tambahnya Disperindag Rohil harus tahu setiap harinya harga-harga tersebut. Hendrik kuatir jika harga tidak dikontrol maka akan melambung terus hingga saat hari raya idul fitri.

"Jelas kalau tidak dikontrol maka akan menaikkan harga semaunya saja,"terangnya. (Andi WRC)