Tampilkan postingan dengan label disdukcapil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label disdukcapil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Bupati H.Annas Maamun dan ketua DPRD Nasrudin Hasan menerima e-KTP dari disdukcapil Rohil


BAGANBATU,KABARROHIL-Bupati Rokan Hilir H.Annas Maamun, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, wakil bupati H.Suyatno, kepala dinas, camat dan lainnya menerima perdana e-KTP yang diserahkan langsung oleh kepala Dinas pendudukan dan catatan sipil Rokan Hilir Ir Amiruddin,MM kepada pemilik e KTP tersebut. Acara tersebut dilaksanakan di aula pertemuan Hotel Suzuya jalan Sudirman Baganbatu, Sabtu (15/12/2012).

Setelah menerima e-KTP kemudian bupati H.Annas Maamun dicek kebenaran pemilik e-KTP tersebut dengan melakukan cek sidik jari di computer online. Dalam sekejab saja data kemudian tertayang di layar computer tersebut. Tampak data dan fhoto sipemilik e-KTP.

“ini merupakan launching penyerahan e-KTP perdana yang diterima oleh bupati Rokan Hilir H.Annas Maamun, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan dan kepala dinas, badan dan kantor dilingkungan pemdakab Rohil,”ujar Ir Amiruddin,MM.

Dia mengatakan untuk daerah yang masih dalam pendataan seperti daerah kecamatan Rantau Kopar dan kecamatan batu hampar, ditambahkannya untuk pembagian e-KTP ditunggu dalam seminggu kedepan.

“Sedangkan yang kecamatan sudah menerima e-KTP dari pusat sudah bisa dibagikan kepada pemiliknya,”tandas Amiruddin. (krc 01) 

Senin, 26 November 2012

Perekaman e-KTP di daerah Rohil diperpanjang hingga 31 Desember 2012



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIl-Dari 450 ribu data e-KTP di daerah Rokan Hilir yang ada saat ini, baru sebesar 350 ribu data yang terekam. Hal ini karena camat merasa kesulitan untuk mencari orangnya tersebut di lokasi dan alamat yang tertera. Demikian diungkap oleh Kadisdik Rokan Hilir Ir Amiruddin kepada KABARROHIL ketika ditemui disela memperingati Hari guru nasional dan HUT PGRI ke 67 di Aula Perguruan Wahidin jalan Pahlawan Bagansiapiapi, Senin (26/11/2012).

“Sebenarnya ngak jadi masalah jikalau orang yang bersangkutan ada di tempat,”ujarnya.

Oleh sebab itu dilanjutkan perekaman hingga 31 Desember 2012. Disebutnya memang idealnya sudah mencapai 80 persen namun sekarang baru mencapai 65 persen. Dijelaskannya daerah yang menurutnya sudah tidak ada masyarakat yang datang untuk melakukan perekaman diantaranya didaerah kecamatan Rimba Melintang, kecamatan Batu Hampar, kecamatan Tanah Putih Tg Melawan, dan kecamatan Sinaboi. Sedangkan daerah yang masih ada melakukan perekaman karena belum memuaskan seperti didaerah kecamatan Bagan Sinembah, kecamatan bangko Pusako, dan kecamatan Simpang Kanan, padahal sebutnya sudah ada diberikan kelonggaran dapat melakukan pendataan e KTP dengan melakukan surat pernyataan maupun rekomendasi ketua RT. Namun kenyataannya hanya dapat terdata sebanyak 5000 orang saja. Kadisdukcapil ini optimis jika warga mau datang melakukan perekaman maka akan kelar.

“Kita akan melakukan pemberitahuan kepada ketua paguyuban jikalau ada kematian maka ketua paguyuban yang melaporkan jika ada kematian warganya,”tandasnya. (krc 01)

Selasa, 30 Oktober 2012

Enam kecamatan data perekaman e KTP di Rokan Hilir belum tersedot oleh pusat



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Daerah Rokan Hilir diposisi kedua terendah di Provinsi Riau dalam pencapaian perekaman e KTP. Oleh sebab itu perekaman e KTP harus digesa sebelum Mendagri Gamawan Fauzi membacakan hasilnya pada tanggal 8 November 2012 mendatang. Demikian ditegaskan oleh Direktur Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan, ketua Korwil V e KTP, Amien Bhakti Pulungan,SH,MH disaat memberikan pengarahan kepada seluruh camat Rokan Hilir di lantai IV kantor bupati Rohil jalan Merdeka Bagansiapiapi, Selasa(30/10). Direncanakan seusai memberikan pengarahan tentang e KTP, Amien Bhakti Pulungan melakukan pengecekan peralatan perekaman e KTP di tiga kecamatan diantaranya kecamatan Bangko, kecamatan Batu Hampar dan kecamatan Bagansinembah.

"Untuk korwil V salah satunya adalah Provinsi Riau agar segera menggesa perekaman. Kemendagri telah membuat ketetapan baru untuk mempercepat perekaman e KTP,"tuturnya.

Dijelaskannya ketetapan itu diantaranya server harus aktif selama 24 jam. Hal ini agar mempermudah tim pusat menarik data dari setiap kecamatan. Lebih lanjut dikatakannya agar hati-hati dalam melakukan perekaman e KTP diharapkan sebelum melakukan perekaman dicek terlebih dahulu peralatannya apa sudah stanby dan bisa melakukan perekaman. Karena jika kondisi off line data tidak akan tersimpan diserver pusat. Kemudian didalam melakukan pelayanan jangan pernah menolak masyarakat yang ingin melakukan perekaman meskinpun tidak memiliki undangan asalkan KK dan KTP ada.

"Meskinpun KK dan KTP lama jika ada silahkan lanjutkan lakukan perekaman,"katanya.

Disebutnya, dari 14 kecamatan yang ada di Rokan Hilir ada sejumlah kecamatan yang data perekamannya tidak terdata (tersedot,red) di pusat sama sekali diantaranya kecamatan Rantau Kopar, Kecamatan Bangko Pusako, kecamatan Tanah Putih, kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kecamatan Pekaitan dan kecamatan Batu Hampar. Oleh sebab itu diharapkan kepada petugas e KTP kecamatan tersebut agar mengaktifkan servernya selama 24 jam.  

"Kepada operator teknis merekam e KTP kabupaten untuk melakukan perekaman bagi masyarakat yang tidak memiliki NIK akan belajar ke provinsi selanjutnya mengajarkannya ke operator kecamatan,"tandasnya. (krc 01)

Pihak kemendagri memberikan Pengarahan Tentang e-KTP, dihadiri camat se Rokan Hilir



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Acara pertemuan dan pengarahan tentang e KTP oleh Direktur penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan Kementerian dalam negeri, ketua Korwil V e KTP, Amien Bhakti Pulungan,SH,MH yang ditaja dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Rokan Hilir (Rohil) dibuka langsung oleh kadisdukcapil Rohil H.Amiruddin. Acara digelar di ruang pertemuan lantai IV kantor Bupati jalan Merdeka Bagansiapiapi, Selasa(30/10).  Hadir dan mengikuti acara tersebut Asisten I bidang Pemerintahan  Wan Rusli Syarief, kabid kependudukan Wakit Nugraha,SPd, camat se-Kabupaten Rokan Hilir dan pegawai disdukcapil.

Kadisdukcapil Amiruddin mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menerima pengarahan berkaitan dengan perekaman e ktp. Karena, lanjutnya mengatakan perekaman e ktp di Rokan Hilir harus mencapai target yang telah ditentukan pemerintah pusat untuk masyarakat yang telah terdata, dimana batas akhir 7 November 2012 mendatang.

Dijelaskannya, wajib e KTP di Rokan Hilir terdata 453.946 orang dan sudah terekam hingga 30 Oktober 2012 sebanyak 276.627 yakni berkisar 61 persen. Hal ini disebutnya menjadi tantangan agar bisa mencapai target minimal 80 persen dalam sisa waktu akhir perekaman.

"Berkisar 90.000 orang target perekaman yang harus diraih agar mencapai 80 persen ,"tuturnya.

Jika tidak maka Dia menegaskan opsi kedua yakni setiap camat membuat surat pernyataan berapa data penduduk yang ada dan  diajukan langsung ke bupati Rokan Hilir untuk melakukan pengajuan pernyataan ke tingkat pusat.

Sedangkan Asisten I Bidang Pemerintahan Wan Rusli Syarief menjelaskan bahwa Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari 15 Kecamatan yang terdiri dari 186 desa dan kelurahan. Sedangkan masalah perekaman e KTP disetiap daerah berbeda beda, ada data ganda, tidak terdata, tidak memiliki NIK, sudah pindah dan ada juga yang sudah meninggal dunia masih ada datanya. 

"Hal ini disebabkan minimnya kesadaran masyarakat tentang perekaman e KTP,"tandasnya. (krc 01)

Rabu, 10 Oktober 2012

Optimis akhir Oktober e KTP capai 80 persen



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Perekaman e KTP sekarang sudah mencapai 65 persen di wilayah se-Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Diperkirakan pada akhir Oktober sudah mencapai 80 persen keatas. Demikian ditegaskan oleh kadisdukcapil Rohil Ir Amiruddin kepada KABARROHIL ketika ditemui sebelum sidang Paripurna berlangsung di gedung DPRD Rohil jalan Merdeka Bagansiapiapi,Rabu (10/10).

"Kita optimis perekaman e KTP berjalan lancer hingga akhir Oktober bisa mencapat delapan puluh persen keatas,"katanya.

Dijelaskan oleh Amiruddin bahwa hamper rata-rata sudah dikirim data-data perekaman dari pusat  kepada setiap kecamatan. Hal ini, ditambahkannya seperti di kecamatan Rimba Melintang yang sudah dikirim oleh pusat mencapai 18.000 data e KTP. Tetapi, dijelaskannya e KTP tersebut belum bisa dibagikan karena harus di cocokkan terlebih dahulu dengan “card reider” yang ada langsung di setiap kecamatan.

"Disdukcapil hanya memantau dan  monitor saja," tandas kadisdukcapil mengakhirinya. (krc 01)