Tampilkan postingan dengan label disperindag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label disperindag. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

Sejumlah produksi home industri dan hasil Rohil dipamerkan di stand



BENGKALIS,KABARROHIL-Sejumlah produksi hme industri dan sejumlah hasil kerajinan tangan, hasil bumi dan pertanian serta kuliner daerah ditampilkan di stand bazar Rokan Hilir. Demikian ditegaskan oleh koordinator pameran dan bazar Rohil, Murniwaty kepada KABARROHIL ketika ditemui di stand bazar Rohil,Rabu (12/12/2012).

"Pelbagai produksi dan hasil dari kabupaten Rohil serta fhoto pembangunan daerah Rohil ditampilkan di stand Rohil yang dipoles berbentuk miniatur IPDN Riau kampus Rohil,"kata Murniwaty yang juga Kadisperindag Rohil ini.

Dijelaskannya, produksi dan hasil daerah Rokan Hilir tersebut diantaranya seperti produk home industri Tepak sirih, Kacang pukul, ikan salai selais pujud, mie kering, mie sua, gula enau, kerupuk udang, bon bon kelapa, arwana pujud, parcel, tikar pandan, kecap, taucho, telor asin, telor puyuh dan kerajinan tangan serta fhoto fhoto pembangunan daerah ROHIL.


"Dipamerkan sedikitnya ada  50 item makanan dan minuman," disebut murniwaty koor dinator pameran dan bazar.

Makanan dan minuman kuliner daerah ROHIL diantaranya  kue kepang, asam klubi, beras prodak rohil yakni beras sigudang dan beras sikuning. Telor Angsa asin, tas dari home industri ibu pkk Rohil, eby, ikan asin, terasi dan lain lainnya.

"Kita tampilkan adalah produk handal dari daerah Rohil dan banyak peminat seperti kacang pukul,"katanya.

Selanjutnya dia mengatakan dalam pameran stan bazar ini juga ditampilkan kuliner seperti minuman laksamana mengamuk yang tempo dulu memiliki cerita tersendiri sehingga dinamakan minuman  laksamana mengamuk. Kemudian makanan Tunjang bombang (pulut ada inti), anyang kerang, anyang ayam.

"Anyang dari daerah Rokan Hilir memiliki khas sendiri karena khasnya dicampur dengan daun pucuk bebueh yang tidak ada di daerah lain,"katanya.


Pameran ditampilkan di stand bazar ini tentunya  lebih lengkap lagi karena merupakan hasil pilihan dari setiap kecamatan untuk ditampilkan stand bazar di MTQ ke XXXI di Bengkalis.

"Sulaman tekad kerajinan dari baldu dan tenun untuk industri. bahkan bentuk pelaminan juga ditampilkan. pelaminan ini dari dekranasda,"tandasnya. (krc 01)

Kamis, 12 April 2012

Warga menjerit harga minah melejit, Kadis perindag Rohil sebut konversi minyak ke gas sebabkan mitan subsidi ditarik 100 persen




BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pasca ditundanya harga BBM naik membuat warga masyarakat menjerit karena harga minyak tanah (minah) di kota Bagansiapiapi melambung tinggi.  Harga perliter minah di kota negeri seribu kubah saat ini beredar dari harga  11 ribu rupiah hingga 19 ribu rupiah. Bahkan minah tersebut menjadi langka didapat padahal warga masyarakat kecil masih sangat membutuhkan minyak tanah. Demikian dikatakan Hendri Suryanto kepada KABARROHIL, Kamis (12/4).



“Isteri saya masih takut untuk memasak dengan menggunakan gas elpiji karena takut meledak. Akhirnya masih menggunakan minyak tanah,”bebernya.



Menjawab KABARROHIL, Kamis (12/4) ketika dihubungi melalui telepon selullernya, Kadis Perindag Rokan Hilir, Ahmad Kurnia menegaskan bahwa program konversi mitan (minyak tanah,red) ke LPG 3 kilogram yang telah selesai di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sehingga menyebabkan 100 persen mitan (minah,red) bersubsidi di tarik oleh Pertamina.



Dikatakannya saat ini di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang beredar mitan non bersubsidi. Lebih lanjut dikatakannya mitan non pso (non bersubsidi,red) tersebut ditebus agen di depot Pertamina dengan harga 9.150 rupiah perliter. Oleh sebab itu disebut Ahmad Kurnia, Disperindag Rohil akan melakukan langkah berkoordinasi dengan Disperindag Prov Riau dan Pertamina untuk duduk satu meja agar dapat menambah kuota mitan yang di alokasikan ke daerah Rokan Hilir.



Dia juga menjelaskan pasca ditundanya kenaikan harga BBM, Disperindag Rohil terus terjun kelapangan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap harga jual mitan non pso (non bersubsidi,red) di pangkalan-pangkalan minyak di wilayah kabupaten Rokan Hilir.



“Mungkin koordinasi dengan disperindag provinsi Riau dan Pertamina terhadap penetapan harga mitan non pso. Tidak saja mengenai harga tetapi juga kuota yang dialokasikan ke Rohil pasca setelah ditundanya kenaikan harga BBM,”pungkas Ahmad Kurnia. (andi krc).

Rabu, 11 April 2012

Warga masyarakat resah, Minah melambung


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Meskinpun ada penundaan naiknya BBM (Bahan Bakar Minyak,red) dari pemerintah namun harga minyak tanah (minah) di kota Bagansiapiapi sudah melambung tinggi. Harga minyak di kota negeri seribu kubah saat ini sudah tidak ada ketetapan sehingga harga minyak tanah tidak beraturan. Demikian ditegaskan oleh salah satu warga kelurahan bagan Punak Hendri Suryanto ketika menemui KABARROHIL di jalan Perniagaan Bagansiapiapi, Rabu (11/4).

“Harga minyak tanah saat ini sudah tidak beraturan, namun seakan dinas terkait (Disperindag Rohil,red) tidak ada upaya untuk meninjau pasar sehingga harga dapat stabil sesuai harga eceran tetapan,”ujar Hendri Suryanto.

Dirinya mengeluh atas harga minah yang telah membumbung tinggi. Bahkan disebutnya minah tersebut sudah menjadi langka di Bagansiapiapi. “Ditempat saya saja harga minyak tanah sudah mencapai 13 ribu rupiah seliter. Itupun sangat susah mencari minyak tanah tersebut,”tuturnya.

Sementara itu, pada hari yang sama Samsul warga masyarakat kepenghuluan Bagan Jawa juga mengatakan hal yang sama. Dia menjelaskan harga minyak tanah di daerahnya yang adalah agen minyak tanah sudah melonjak.

“Saya membeli minyak tanah di agen jalan Bintang seliter 11 ribu rupiah,”terangnya.

Warga masyarakat lain juga mengeluhkan tingginya harga minyak tanah di negeri seribu kubah ini. Kepada KABARROHIL, Ramli warga di jalan Pahlawan menegaskan harga minyak tanah saat ini di dekat wilayahnya sudah mencapai 14 ribu rupiah. Padahal, sebutnya jarak jalan Bintang dengan jalan pahlawan hanya kurang lebih 1 km saja. Sedangkan dengan wilayah Bagan Punak hanya 500 meter saja.

Sementara itu, warga jalan pahlawan tengah Bagansiapiapi, Idrus juga mengatakan hal yang sama. Dia menyebut di daerah tempat tinggalnya harga minyak tanah sudah mencapai 12 ribu rupiah seliter. Dia mengharapkan pihak terkait (Disperindag Rohil,red) dapat mengatasi bervariasinya harga minyak tanah di kota Bagansiapiapi ini.

Ketika KABARROHIL menghubungi  kadis perindag Rohil Ahmad Kurnia melalui telepon sellulernya untuk menanyakan HET  harga minyak tanah di kecamatan Bangko tidak ada jawaban.  Bahkan ketika berita ini diturunkan sms ditujukan kepada kadisperindag Rohil itu tidak ada jawaban. (andi krc)

Sabtu, 14 Januari 2012

Barang naik karena keadaan alam dan cuaca


Naiknya harga barang merupakan kewajaran. Hal ini disebabkan pelbagai factor diantaranya karena kondisi alam dan cuaca. Bukan karena menjelang Imlek karena anggota Disperindag sudah melakukan pengecekan gudang.



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kenaikan harga barang saat ini merupakan suatu kewajaran.Hal ini disebabkan beberapa factor diantaranya karena factor alam. Demikian dikatakan oleh Kadisperindag Rohil Drs H.Ahmad Kurnia ketika dihubungi,KABARROHIL Sabtu (14/1).

“Kenaikan harga barang bukan karena jelang Imlek melainkan karena factor alam,”katanya.

Dia mengatakan bahwa kenaikan tersebut wajar-wajar saja disebabkan lokasi pertanian sebagai daerah produksi mengalami banjir sehingga jumlah produksi menurun sedangkan kebutuhan meningkat. Disebutnya, karena keadaan alam itu akhirnya hasil panen tidak maksimal sehingga berdampak terhadap pendistribusian hasil ke daerah-daerah.

Sedangkan harga daging ayam meningkat, disebutnya karena para peternak ayam banyak ternaknya terserang penyakit. Hal ini, lanjutnya menambahkan seperti didaerah sumbar.begitu juga  tentang harga ikan melonjak akibat cuaca laut jelek saat ini sehingga para nelayan banyak yang enggan melaut. Hasil tersebut menurut Kadisperindag setelah melakukan pengecekan kelapangan.


“Anggota kita sudah melakukan pengecekan gudang,”pungkasnya. (andi krc) 

Jumat, 13 Januari 2012

Konversi minyak tanah ke bahan bakar gas di Rohil belum mencapai 80 persen


Penyaluran tabung gas beserta kelengkapannya masih belum seratus persen kelar di daerah Rokan Hilir. Oleh sebab itu diharapkan Disperindag Rohil agar pertamina jangan menarik bantuan minyak tanah (mitan) Rokan Hilir.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-konversi miyak tanah ke LPG di daerah Rokan Hilir (Rohil) masih belum kelar 100 persen. Hal ini disebabkan masih ada kurang kelengkapan pendistribusian alat-alat yang disalurkan kemasyarakat, seperti di daerah kecamatan Bangko, kecamatan Sinaboi dan kecamatan Pasir Limau Kapas.. Penegasan ini diungkap oleh Kadis Perindag Rokan Hilir, H.Ahmad Kurnia ketika dihubungi KABARROHIL, Jumat (13/1).


“Konversi minyak tanah ke LPG masih belum selesai,”tuturnya.


Dijelaskannya, penyaluran gas ke masyarakat belum selesai karena dalam penyaluran tersebut masih ada terdapat masyarakat memiliki tabung gas tetapi kompornya belum ada. Ada juga masyarakat sudah memiliki tabung dan kompornya namun regulatornya belum dimiliki. Bahkan disebut kadis perindag ini ada juga yang menerima dalam keadaan rusak yang masih menunggu penggantinya.


Dia mengatakan sudah melakukan rapat dengan Pertamina Pekanbaru beberapa waktu lalu untuk mempertimbangkan agar jangan menarik dahulu bantuan minyak tanah (mitan) keseluruhan ke daerah Rokan Hilir.


“Untuk menentukan kuota provinsi, daerah Rokan Hilir 75 persen di tarik. Makanya di tahun 2011 lalu kita mengusulkan ditambahkan untuk penerangan. Namun sampai saat ini masih belum ada jawaban dari pihak pertamina,”katanya.


Oleh sebab itu, disebutnya hasil apakah ada penambahan dan berapa peambahannya dan juga apakah ada penurunan dan berapa penurunannya belum bisa diketahui. Dijelaskannya dengan adanya penyaluran gas LPG sebesar 79 persen tentunya ada mitan yang ditarik. Namun disebutnya kuota tersebut belum diketahui olehnya. Dikatakannya konversi di daerah Rokan Hilir tidak sampai 100 persen karena masih banyak warga masyarakat masih takut menggunakan gas.


“konversi mitan ke bahan bakar gas di daerah Rokan Hilir tidak sampai 80 persen. Karena masih banyak warga masyarakat masih takut menggunakan gas,”pungkasnya.(andi krc)

   

Kamis, 12 Januari 2012

Agen maupun Pengecer harus punya surat ijin penjualan gas elpiji


Banyaknya agent dan pengecer belum memiliki ijin menjual barang berbahaya dan banyak beredarnya elpiji untuk daerah lain ke daerah Rokan Hilir dengan harga dibawah harga elpiji untuk daerah Rokan Hilir membuat Disperindag pusing. Oleh sebab itu masyarakat dan pihak berwenang diharapkan dapat ikut serta dalam pengawasan.

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Para agent dan pengecer penjual tabung gas elpiji beserta isinya harus mengajukan untuk membuat surat ijin penjual barang berbahaya. Hal ini ditegaskan oleh kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rokan Hilir (Rohil) Ahmad Kurnia ketika ditemui KABARROHIL di gedung DPRD Rohil jalan Merdeka Bagansiapiapi, kamis (12/1). 

Diharapkan kepada pengecer  membuat ijin menjual barang berbahaya. Disebutnya untuk mengurus ijin itu  diberikan dengan sangat mudah dengan memenuhi persyarakat yakni ada persediaan air dalam drum, memiliki ruangan steril, lokasi jauh dari pemukiman, dan tabung pemadam kebakaran.

Kemudian diharapkan  ada fungsi pengawasan masyarakat maupun pihak yang berwenang terhadap agen agen nakal di daerah Rohil. "Memang ada aturan yang mengatakan daerah lain untuk memasukkan tabung tersebut dengan warna tersendiri yakni untuk Rohil dengan kepala elpiji berwarna biru,"kata Ahmad Kurnia menjelaskannya.

Disebut kepala dinas Perindustrian dan perdagangan ini bahwa pihaknya masih merumuskan harga HET standart barang elpiji pertabung. Karena adanya barang elpiji untuk daerah lain yang masuk kedaerah Rohil oleh pengusaha nakal maka disebut  Disperindag Rohil pihaknya menjadi pusing untuk merumuskan harga standart barang tersebut.  Dijelaskannya karena elpiji untuk daerah lain di edarkan di Rohil masih dengan harga murah.

Dikatakan  Ahmad Kurnia, untuk itu menyerahkan hal pengawasan ini kepada camat setempat terhadap masuknya barang utuk  daerah lain di distribusikan ke Rohil baik menggunakan agen maupun tidak menggunakan agen. Kemudian itu, diharapkannya agar pihak pertamina ikut juga melakukan pengawasan dengan ketat. Hal ini disebutnya terutama sekali didaerah Baganbatu, Rantau Kopar,dan  Penipahan.

"Kita sudah nasehati para pemasuk barang agar masih menggunakan barang yang diperuntukan untuk daerah Rohil yakni tutup kepala elpiji berwarna biru. Kemudian diharapkan juga jangan juga melakukan tindakan dilarang dengan menukar warna tutup tabung tersebut,"pungkas Ahmad Kurnia. (andi krc)

Senin, 27 Desember 2010

Premium Langka, SPBU Tak Pernah Beri Laporan ke Disperindag

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pihak SPBU Bagansiapiapi tidak pernah memberikan laporan mengenai berapa banyak pemasukan premium setiap harinya kepada mereka. Padahal pihaknya sudah berulang kali melayangkan surat kepada pihak SPBU. Akibatnya, mereka tidak dapat memantau terjadinya kelangkaan premium yang terjadi sekarang ini. Demikian dikatakan kepala dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H.Hasrial.SE pada saat pembukaan Raker di gedung serbaguna jalan Utama Bagansiapiapi, Senin (27/12) ketika dikonfirmasi masalah kelangkaan minyak premium di kota Bagansiapiapi beberapa hari ini.

"Saya tau bahwa sekarang ini sedang terjadi kelangkaan premium didaerah Bagansiapiapi. Tapi kita tidak bisa berbuat banyak karena kita tidak memiliki data berapa pemasukan premium pada setiap harinya di SPBU Bagansiapiapi. Untuk mengecek tersebut sudah diupayakan. Kita sudah sering melayangkan surat kepada mereka namun hingga sekarang ini mereka tidak pernah sekalipun memberikan data berapa banyak pemasukan dan pengeluarannya dalam seminggu atau sebulan sehingga kita sulit melakukan pemantauan," terang Hasrial menjawab KABARROHIL.

Menurutnya, kelangkaan premium ini bukan hanya terjadi di kota Bagansiapiapi saja akan tetapi juga terjadi di beberapa daerah lainya. Namun dirinya tidak mengetahui secara riel apa permasalahanya sehingga terjadinya kelangkaan premium saat ini yang mana masyarakat selaku penguna menjadi kesulitan mendapatkan premium dan harus rela merogoh kantong dengan harga Rp 10 ribu ditingkat pengecer pinggir jalan.

Sementara itu ditempat yang berlainan, Ria Putra ketika ditemui KABARROHIL menjelaskan bahwa saat ini minyak premium sangat sulit dicari. Ia mengatakan bahwa ditingkat pengecer pinggir jalan telah melonjak harga dari yang biasa Rp 5 ribu menjadi 7 ribu rupiah bahkan ada yang mencekik dengan mematok harga hingga Rp 10 ribu. Ia mengharapkan pihak yang berkompeten dapat terjun kelapangan untuk cross cek harga premium tersebut sehingga lonjakan harga premium di akhir tahun ini tidak terlalu melonjak.

“Kita harapkan pihak berkompeten dapat mengecek untuk mengendalikan harga premium sehingga tidak melonjak terlampau tinggi,”tandasnya. (gun)