Tampilkan postingan dengan label distanak rohil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label distanak rohil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Desember mendatang, Distannak lakukan vaksinasi rabies dan eliminasi di sejumlah kecamatan



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pada bulan Desember mendatang dinas pertanian dan peternakan melakukan gerakan vaksinasi rabies dan eliminasi di sejumlah wilayah kecamatan di kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Hal ini ditegaskan oleh Kadisdtannak Rokan Hilir Ir Muslim kepada KABARROHIL ketika ditemui di jalan Merdeka Bagansiapiapi, Rabu 928/11/2012). Sebelumnya dilakukan sosialisasi pada tanggal 3 Desember 2012 di wisma Rohil dengan ibu-ibu TP-PKK Rokan Hilir

“Pada tanggal 4 Desember mendatang digelar vaksinasi dan tanggal 6 dan 7 desember digelar eliminasi di sejumlah kecamatan,”ujarnya.

Dijelaskannya, pada tanggal 4 Desember 2012 digelar vaksinasi dan digelar eliminasi pada tanggal 6 dan 7 Desember. Disebutnya, vaksinasi rabies dilakukan di kecamatan Bangko, Bagan sinembah dan bangko pusako. Sedangkan  eliminasi masih dibicarakan untuk dilakukan di kecamatan Bagan sinembah.

Menurut Ir Muslim, Eliminasi pada tahun lalu sebanyak 40 ekor hewan Harapannya kepada masyarakat agar dapat menvaksin hewan peliharaannya seperti anjing, kera dan kucing. Disebutnya, vaksin tanpa biaya dalam arti gratis yang bias dilakukan di posko lurah Bagan Kota, Lurah Bagan Barat dan Puskesewan di Bagan Punak.

"Vaksinasi setiap saat boleh dilakukan karena menggunakan kartu vaksinasi,"tandasnya. (krc 01/krc 03)

Selasa, 13 November 2012

Hewan ternak kurban di tahun 2012 meningkat



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Menurut data yang diperoleh oleh Distannak Rokan Hilir, ternak kurban di tahun 2012 ini mengalami peningkatan daripada tahun 2011. Demikian dikatakan kadistannak Rohil Ir Muslim kepada KABARROHIL ketika ditemui di ruang kerjanya jalan kecamatan komplek perkantoran batu enam Bagansiapiapi,Selasa (13/11)

"Dari data yang masuk saat ini kurban  ternak sapi mencapai 1559 ekor, ternak kerbau 31 ekor dan ternak kambing 283 ekor. Tetapi data ini masih belum final karena masih mencocokkannya dengan data kemenag Rohil,"katanya.

Disebutnya ternak kurban  kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dari tahun 2008 mengalami peningkatan dan penurunan. Hal ini dituturkannya seperti ternak kurban sapi ditahun 2001 sebanyak 954 ekor mengalami penurunan ditahun 2009 sebanyak 759 ekor. Kemudian sedikit meningkat ditahun 2010 sebesar 796 ekor. Lanjutnya mengatakan melonjak naik drastis ditahun 2011 sebanyak 1413 ekor yang mana tahun 2012 sebanyak 1559 ekor. Ditambahkannya begitu juga halnya dengan ternak kurban kambing juga mengalami peningkatan dan penurunan.

"Menurut data yang ada ternak kurban sapi dan kambing mengalami penurunan ditahun 2009,"jelasnya. 

Penurunan maupun peningkatan ternak kurban pada setiap tahun menurutnya bukan karena meningkatnya ataupun menurunnya perekonomian masyarakat. Karena, disebutnya ada juga yang hidupnya mampu berkurban namun tidak berkurban.

"Mereka berkurban ternak bukan hanya karena faktor ekonomi tetapi atas kesadaran mereka untuk menjalankan syariat agama. Karena ada juga yang mampu tidak berkurban dan bahkan ada juga yang tidak mampu mau berkurban,"tandasnya.

Disisi lain, kadistannak Rohil ini mengemukakan bahwa populasi hewan ternak di Rokan Hilir sangat bagus. Namun demikian diharapkannya agar para petani ternak lebih bagus lagi didalam mengembangkan populasi hewan ternak tersebut. Disebutnya para petani ternak hewan di Rokan Hilir sudah banyak yang belajar tentang pakan ternak dan bahan organik.

"Kita harapkan petani ternak khususnya hewan ternak sapi dan kambing lebih bagus lagi didalam mengembangkan populasi hewan ternak,"tandasnya. (krc 01)


Senin, 12 November 2012

Petugas distannak pantau wilayah pertanian Rokan Hilir



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Akibat curah hujan yang tinggi sejumlah wilayah pertanian digenangi air. Hal ini menyebabkan sejumlah lahan pertanian saat ini kebanjiran. Oleh sebab itu dinas pertanian dan perkebunan kabupaten Rokan Hilir menurunkan petugas ke lapangan untuk mengecek kondisi dan keadaan tersebut. Demikian hal ini ditegaskan oleh kadistannak Rohil Ir Muslim kepada KABARROHIL ketika ditemui di ruang kerjanya di kantor Distannak Rohil jalan Kecamatan batu enam Bagansiapiapi, Senin (12/11).

"Saat ini anggota diturunkan untuk mengecek kelapangan,"kata muslim.

Dijelaskannya,di daerah sinaboi mulai menanam atau persemaian, begitu juga di daerah Pekaitan. Namun demikian, disebutnya Dinas pertanian dan peternakan Rokan Hilir  sedang melakukan pemantauan dimana-mana saja daerah kebanjiran dalam masa bulan ini dan kedepan.

"Para petugas sudah dikerahkan di titik-titik pertanian di wilayah Rokan Hilir,"ujarnya.

Dikatakannya, tingginya curah hujan di Rokan Hilir (Rohil) dari beberapa bulan lalu hingga bulan ini  membuat kekwatiran ada lahan pertanian yang banjir di masa tanam. Oleh sebab itu, lanjutnya mengatakan dikerahkan petugas  kelapangan untuk mengecek kondisi dan keadaan yang sebenarnya.

Menurut informasi sementara ini, dikatakannya daerah sinaboi masa persemaian yang banjir untuk lahan pertanaman sekitar 20 hektar yakni setara dengan 600 kg lahan persemaian, kemudian di sungai bakar juga mengalami banjir untuk pertanaman seluas 10 hektar yakni setara dengan 300 kg lahan persemaian.

Daerah yang dipantau saat ini oleh Distannak yaitu di daerah Sinaboi, daerah Raja Bejamu dan daerah Sungai Bakau. Menurut laporan, disebutnya keadaan banjir sudah berkurang di daerah tersebut. Dijelaskannya di daerah Rimba Melintang dan Kubu masih aman karena kondisi belum menanam. Sedangkan untuk daerah lain belum diketahui karena tim saat ini sedang menuju kelapangan.

“Mudah-mudahan curah hujan dapat mereda pada bulan kedepan. Karena masa tanam tahun lalu cukup bagus,"tandasnya. (krc 01/krc 03)

Kamis, 18 Oktober 2012

Mengawasi kesehatan hewan kurban sangat penting, Kadistannak sebut sebelum membeli hewan kurban pembeli harus cermat



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dinas pertanian dan perternakan kabupaten Rokan Hilir akan selalu mengawasi kesehatan hewan ternak untuk kurban. Karena masalah kesehatan hewan kurban sangat penting agar tidak terjangkit penyakit seperti penyakit anthrak. Demikian ditegaskan oleh Kadistannak ir Muslim kepada KABARROHIL didampingi oleh Kabid Kesehatan hewan ir Muhammad Amin,MSi beberapa waktu lalu ketika ditemui di kantor Kadistannak Rokan Hilir (Rohil) jalan Kecamatan komplek perkantoran batu enam Bagansiapiapi.

“Masalah kesehatan hewan kurban sangat penting,”tuturnya.

Oleh sebab itu diharapkannya petugas puskeswan ikut selalu meninjau kelapangan terhadap kesehatan hewan kurban. Hal ini disebutnya sebagai langkah antisipasi penyakit pada hewan selain antisipasi terhadap penyakit antraks pada hewan.

Namun karena keterbatasan dokter hewan maka dihimbau kepada pembeli hewan kurban agar dapat menempatkan di satu tempat didalam pemeriksaan hewan kurban. Hal ini agar para petugas dapat memeriksa hewan kurban tersebut sekaligus, sebutnya..

Dijelaskannya, selain antraks sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai pada hewan kurban salah satunya penyakit mata merah. Karena penyakit ini bisa saja terjadi pada hewan kambing maupun hewan sapi. Disebutnya penyakit mata merah ini dapat dilihat secara klinis seperti mata pada hewan merah bengkak, berair dan keluar cairan bernanah serta mengalami iritasi.

“Untuk itu pembeli harus cermat sebelum membeli hewan kurban,”tandasnya.(krc 01)


Sabtu, 29 September 2012

Distannak Rohil : Puskeswan siap lakukan vaksinasi rabies



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Vaksinasi rabies dilakukan pada bulan November 2012 mendatang. Karena kemaren pada bulan Juni 2012 sudah dilakukan vaksinasi. Hal ini ditegaskan oleh Kadis Pertanian dan peternakan Rokan Hilir (Kadistannak Rohil) kepada KABARROHIL ketika ditemui di ruang kerjanya kantor Distannak Rohil di batu enam “New City” komplek perkantoran pemerintah Rohil jalan Kecamatan Bagansiapiapi, Sabtu (29/9).

Namun demikian, dia sangat menyambut baik atas partisipasi masyarakat yang dengan sukarela mengantarkan hewan ternaknya untuk di lakukan vaksin rabies. Karena disebutnya, jika menyayangi binatang maka hewan peliharaannya harus di jaga dan dilakukan vaksin rabies.

"Sekarang menghimbau kepada pemilik hewan agar melakukan vaksin binatangnya ke puskeswan terdekat,”katanya.

Dijelaskannya sebagai pengetahuan awal kepada masyarakat dan pemilik hewan peliharaan bahwa tanda-tanda binatang atau hewan terjangkit rabies yakni binatang yang biasanya menyerang mengigit manusia. Kemudian binatang hewan yang kebiasaan menggigit-gigit benda. Selanjutnya disebutnya binatang hewan yang memiliki air liur terlalu banyak di mulutnya. Kemudian itu lanjutnya mengatakan bahwa Binatang hewan yang terjangkit penyakit rabies biasanya hanya berumur selama 14 hari dan langsung mati. Sebelum terjangkit dan menjalar ke manusia maka hendaknya hewan peliharaan di vaksin rabies. Karena ditambahkannya penyakit rabies bisa terjangkit ke manusia bila manusia digigit oleh binatang yang terkena penyakit rabies. Dijelaskannya obat vaksin rabies di wilayah Rokan Hilir sudah tersedia sebanyak 2000 doziz. Obat tersebut berada di puskeswan (pusat kesehatan hewan,red).

"Kebutuhan dan stok kesediaan vaksin tidak ragu. Hanya tinggal kesadaran masyarakat saja terhadap terjangkitnya penyakit rabies terhadap binatang hewan peliharaannya,"ujarnya.

Sedangkan untuk melakukan vaksin massal di gelar pada bulan 11 mendatang. Saat ini di lakukan sosialisasi dengan himbauan spanduk dan plakat. Untuk melakukan vaksin, ditambahkannya jika perlu petugas nanti melakukan sistem door to door.

Disebutnya dibeberapa tempat telah dilakukan himbauan kepada masyarakat agar membawa hewannya ke Puskeswan untuk di vaksinasi. Dijelaskannya, puskeswan di Rokan Hilir berada di kecamatan Bangko Pusako, kecamatan Bagansinembah dan di kecamatan Bangko.

“Dokter hewan saat ini ada tiga orang dokter. Kedepan kita mengharap disetiap puskeswan ada 2 (dua) orang dokter hewan,”pungkasnya. (andi krc).