Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

Hutan di jarah, mantan Panglima Lasykar Hulu Balang Rohil gerah



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL- Akibat banyaknya oknum meluluh-lantakkan hutan di Rokan Hilir membuat mantan Panglima Lasykar Hulu Balang Rokan Hilir (PLHB-Rohil,red) merasa gerah. Oleh sebab itu, dia mendesak agar DPRD Rokan Hilir segera membentuk Panitia Khusus (Pansus,red) guna menindak-lanjuti para penjarah hutan di pelbagai wilayah di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Dia menilai tindakan oknum penjarah hutan dikampung halamannya itu tidak bias ditoleransi lagi. Karena, sebutnya sudah keterlaluan dan dinilai mengnjak harga diri daerah.

“Rohil ini masih ada tuanya, jangan semena-mena. Saya siap diturunkan beserta anak kemanakan untuk menghalau. Namun kita masih menunggu aksen pihak terkait,”ujar H.Azhar Syakban kepada wartawan, Rabu (5/12/2012).

Biasa akrab dipanggil wak Atan ini juga meminta ketegasan Pemerintah Rokan Hilir dan aparat penegak hokum untuk menindak tegas para oknum penjarah hutan yang dinilaiunya sudah diambang batas. Dia mengingatkan akibat tindakan oknum perambah hutan ini hutan menjadi gundul dan menyangsikan terjadinya banjir.

“Saya mendesak DPRD membentuk pansus untuk menyelesaikan kasus perambah hutan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang serakah. Begitu juga aparat kepolisian supaya menindak tegas para pelaku. Pemerintah daerah kita minta bergerak cepat sebelum berdampak fatal terhadap lingkungan,”katanya.

Dijelaskan H.Azhar Syakban,yang juga ketua KPUD Rokan Hilir ini, bahwa  hutan telah dijarah oleh oknum seperti  terjadi di wilayah Kecamatan Pasir limau Kapas tidak kurang 14 ribu hektar. Kemudian di wilayah Sei Daun seluas 7 ribu hektar.  Hal serupa, lanjutnya menegaskan juga terjadi di wilayah Kecamatan Pujud ,di wilayah Tanjung Medan dan wilayah kecamatan Pekaitan. Dia menyebut tidak layak kepala Desa mengeluarkan surat izin atas lahan hutan negara. Oleh sebab itu, dia ingin agar DPRD bersama Pemerintah daerah dapat merumuskan agar kepala desa tidak boleh menerbitkan surat atas lahan selain camat dan petugas yang terkait dari pemerintah daerah.

"Selama ini ternyata lahan diberikan atau dijual kepada orang lain oleh oknum kepala desa atau masyarakat. Saya minta mereka ini harus ditindak secara hukum. Sebab anak cucu kita kelak perlu tanah untuk bertani dan berkebun. Jjangan sampai terjadi kesenjangan sosial,"ujarnya.

Azhar mensinyalir kebanyakan kepala kepenghuluan (Kades) mengeluarkan izin mengatas-namakan masyarakat. Disebutnya, sepanjang konpensasinya jelas ia tidak mempermasalahkan. Akan tetapi lanjutnya,  ini dijual bahkan kepada pengusaha luar, Oleh sebab itu dengan tegas ia mengatakan bahwa anak cucunya tidak mau menjadi penontonb di kampung halamannya sendiri.

"Saya pernah mendatangi DPRD khususnya komisi I , agar masalah ini diselesaikan secepatnya. Jangan hanya menunggu bupati, sebab bupati tentu banyak hal yang ia lakukan untuk melayani masyarakat,"tandasnya (krc 01)

Kamis, 21 Juni 2012

Data diperoleh Bapedal, Satelit NOAA 18 ASMC Pantau 45 Hot Spot di Rohil


BAGANSIAPIAPI ,KABARROHIL- Kabut asab tebal akibat Kebakaran hutan dan lahan diwilayah Kabupaten Rohil kembali meluas. Jarak pandang oleh kabut asap tersebut mencapai seratus meter di daerah Bagansiapiapi dan sekitarnya. Bahkan akibat kabut asap tersebut membuat mata perih jika mengendarai sepeda motor tanpa berkacamata pengaman.

Menurut Pantauan Satelit NOAA 18 ASMC Singapura per tanggal 20 Juni 2012 yang diperoleh Bapedal Rokan Hilir (Rohil) menunjukkan sebanyak 45 titik api (Hot Spot) yang tersebar hampir diseluruh kecamatan wilayah kabupaten Rohil. Upaya pemadaman yang dilakukan belum maksimal, mengingat kondisi daerah dan medan yang dilalui cukup sulit.

"Tanggal 20 Juni terpantau oleh Satelit NOAA 18 ASMC Singapura sebanyak 45 titik api, luasnya areal terbakar hampir diseluruh kecamatan," kata Kepala Bapedal Rohil, Hj Murniawaty.SKM, ketika dikonfirmasi seusai serah terima praja IPDN Rohil untuk melakukan praktek lapangan di kantor Bupati rokan Hilir jalan Merdeka Bagansiapiapi, Kamis (21/6).


Dijelaskannya, wilayah titik hot spot tersebut diantaranya, di wilayah Kecamatan Bangko terpantau 4 titik api berlokasi di Kepenghuluan Bagan Jawa, Bagan Punak dan Sungai Besar. Di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas terpantau 2 titik api berada di Kepenghuluan Sungai Daun. Selanjutnya di Kecamatan Kubu terpantau 6 titik api berada di Kepenghuluan Teluk Piyai 2 titik, Tanjung Leban 3 titik, dan Sungai Segajah.

Sedangkan di Kecamatan Kubu Babussalam terpantau 3 titik hot spot berlokasi di Rantau Panjang Kiri, Teluk Nilap, sungai Majo. Wilayah Kecamatan Simpang Kanan 1 titik hot spot berada di Kepenghuluan Simpang Kanan. Ditambahkannya, di wilayah Kecamatan Rimba Melintang terpantau 3 titik hot spot dilokasi kepenghuluan Teluk Pulau Hilir 2 titik api dan di Rimba Melintang. Untuk wilayah Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan terpantau 6 titik hot spot berlokasi di Kepenghuluan Melayu Besar.

Lebih lanjut, Ka. Bapedal ini mengatakan di wilayah Kecamatan Tanah Putih terpantau 6 titik hot spot yang berada di Kepenghuluan Ujung Tanjung, Rantau Bais, Putat dan Sekeladi 3 titik api. Disebutnya, untuk wilayah Kecamatan Pujud terpantau 6 titik hot spot yang berada di Kepenghuluan Teluk Mayang, Tanjung Medan, Siarang-arang sebanyak 2 titik api dan Air Hitam juga 2 titik api.  Sedangkan di wilayah Kecamatan Bangko Pusako terpantau 3 titik api yang berada di Kepenghuluan Teluk Bano I, Bangko Kanan dan Bangko Pusaka.

Disebut Murniwaty luasnya areal kebakaran  karena kondisi cuaca musim kemarau ditambah angin kencang dan sulitnya mendapatkan pasokan air dilokasi kebakaran. Ditambahkannya, kabut asap tebal telah membuat kualitas udara kurang bagus.


Informasi yang dirangkum dan dihimpun KABARROHIL, larangan bagi pelaku pembuka lahan dengan cara membakar hutan dan lahan  tertuang dalam pasal 69 ayat (1) huruf (h) UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dimana sanksi ancaman bagi pelaku tersebut tertuang dalam pasal 108 yang berbunyi setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimasuksud dalam pasal 60 ayt 1 huruf h, dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit 3 miliar, atau paling banyak 10 miliar rupiah. (andi krc)

Rabu, 13 Juli 2011

Pantauan NOAA : Kecamatan Kubu Terbanyak titik hot spot, sedangkan Empat Titik Hot Spot di Desa Tanjung Medan kec. Pujud




BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kabut asap kembali dialami kota bagansiapiapi dan sekitarnya bahkan kabupaten Rokan Hilir pada umumnya. Jarak pandang objek sekitar 150 meter, namun kabut tersebut sepertinya tidak mengganggu aktifitas karena aktifitas warga dan sekolah di kota Bagansiapiapi masih berlangsung seperti biasa. Menurut pantauan satelit NOAA 18 titik hot spot terbanyak di kecamatan Kubu dan titik hot spot yang terbanyak di desa tanjung medan kecamatan Pujud. Informasi yang didapat dan dihimpun bahwa hasil satelit NOAA 18 tersebut terpantau jika luas area titik api itu seluas 1 km persegi keatas.

Menjawab KABARROHIL, kepala dinas Bapedalda Rohil Drs Surya Arfan,Msi ketika ditemui di jalan Merdeka bagansiapiapi, Rabu (13/7) membeberkan bahwa berdasarkan pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 pada tanggal 12 Juli 2011 kmaren terdapat 29 titik hot spot di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Paling banyak masih di kecamatan Kubu yakni sebanyak 15 titik, antara lain di desa sungai sigajah sebanyak 2 (dua) titik api, Sungai Kubu sebanyak 1(satu) titik api, rantau panjang kanan sebanyak 1(satu) titik api, rantau panjang kiri sebanyak 3(tiga) titik api, tanjung leban sebanyak 2(dua) titik api, sungai pinang sebanyak 1(satu) titik api, sungai majo sebanyak 3(tiga) titik api, dab teluk nilap sebanyak 2(dua) titik api.

Sedangkan kecamatan Pujud terdapat sebanyak 5 (lima) titik hot spot, yakni di desa tanjung medan sebanyak 4(empat) titik api dan teluk mayang sebanyak 1(satu) titik. Kecamatan Bagansinembah sebanyak 3 (tiga) titik hot spot yakni di desa balam sempurna. Kecamatan Pasir limau kapas (palika) sebanyak 2 (dua) titik hot spot yakni di desa sungai daun. Kecamatan tanah putih dua titik hot spot yakni di desa banjar XII dan Sekeladi. Kecamatan tanah putih tanjung melawan hanya satu titik hot spot yakni di desa melayu tengah. Sementara di kecamatan rantau kopar hanya satu titik hot spot yakni di desa rantau kopar.

“Kebakaran hutan ini memang hamper setiap tahun rutin berlangsung. Kita sudah jauh hari berupaya untuk mencegahnya dengan memberikan surat edaran kepada camat, lurah bahkan kepada masyarakat untuk mengantisipasi menghadapi musim kemarau terhadap kejadian kebakaran hutan yang pada akhirnya timbulnya asap banyak. Karena pada prinsipnya mencegah lebih baik daripada mengatasinya,”papar Drs Suyra Arfan,Msi.

Dia menjelaskan pada saat kondisi kemarau panjang ini jauhnya sumber air merupakan suatu kendala untuk pemadaman. Sebut Surya Arfan, Hanya kekuasaan Allah yang menurunkan hujan dapat mengatasi untuk mengurangi titik hot spot tersebut. Dikatakannya dalam beberapa hari ini titik hot spot atas pantauan NOAA 18 di daerah kubu, bagan sinembah, palika, tanah putih tg melawan, tanah putih, rantau kopar dan Pujud. Sementara ini untuk menindak lanjuti asal muasal kejadian belum dapat dibuktikan. Sementara UU 32 tentang sanksi terhadap membakar hutan sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

Tokoh masyarakat H.Hasan Basri Adam (64) mengharapkan agar masyarakat dengan kesadarannya sendiri dapat menahan diri dengan tidak membakar hutan ataupun membuka lahan dengan membakarnya. Karena menurut tokoh agama ini mengatakan timbulnya kabut asap akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat sendiri, terutama yang kita pikirkan terhadap kesehatan anak-anak sekolah. Dia menganjurkan kepada masyarakat jangan membuka lahan dengan cara tradisi tempo dulu karena hal tersebut merupakan suatu kebiasaan buruk di tempo dulu.

“Kebiasaan buruk membuka lahan dengan membakarnya jangan diulangi lagi karena kebiasaan tersebut adalah kebiasaan buruk tempo dulu yang harus ditinggalkan,”tuturnya.

Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H.Suyatno ketika dikonfirmasi KABARROHIL tentang masalah kabut asap melanda kota Bagansiapiapi ini, Dia juga merasa sangat prihatin. Hal ini ditegaskannya ketika ditemui di kantor Bupati jalan Merdeka Bagansiapiapi, Rabu (13/7).

“Kondisi saat ini sangat memprihatinkan, hal ini karena kota bagansiapiapi mengalami kabut. Titik hot spot menurut pantauan satelit NOAA 18 kemaren paling banyak di kecamatan Kubu dan lima titik di desa tanjung medan kecamatan Pujud. Segala daya sudah kita upayakan dengan turun kelapangan bersama Manggala Agni,dan kepala desa agar titik api tidak menjalar. Diharapkan masyarakat dapat menjaga kelestarian hutan dengan kerjasama dan saling berkoordinasi. Begitu juga terhadap masyarakat yang membuka lahan diharapkan dapat menahan diri dengan tidak membakar hutan. Karena tidak lama lagi Provinsi Riau akan mengadakan ivent Nasional yakni PON. Oleh sebab itu jangan iven tersebut dicemari oleh banyaknya kabut asap. Kemaren kelurahan Bagan punak telah terjun kelapangan untuk berupaya memadampan api, namun sumber air yang jauh merupakan suatu kendala. Pada hari jumat ini (15/7,red) kita akan lakukan koordinasi antara jajaran terkait dengan para camat serta tokoh-tokoh masyarakat. Kita akan memberikan pengertian lagi tentang akibat terjadinya pembakaran hutan. Tentang sanksi terhadap pelanggaran UU tentunya sudah jelas siapapun yang melanggar tetap kita akan proses,”pungkasnya.(andi wrc)

Sabtu, 12 Februari 2011

Tim langsung terjun kelokasi


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Keadaan kabut beberapa hari lalu di kota Bagansiapiapi menurut Kepala Bapedalda Rohil Drs Surya Arfan,Msi tidak terlalu besar karena hal tersebut tidak terpantau oleh satelit. Demikian diungkap olehnya ketika ditemui KABARROHIL di jalan Perwira bagansiapiapi,Sabtu (12/2) akhir pekan ini.

“Sembilan titik tak terpantau oleh satlit,”tuturnya.

Ia menjelaskan jika satelit tidak dapat memantau titik hot spot karena luas wilayah titik api tersebut tidak mencapai 1 km persegi. Dia mengatakan pada tanggal 10 lalu terdapat 10 titik hot spot. Ia mengatakan juga pada tanggal 11 pebruari kemaren terpantau oleh satelit NOOA yakni di wilayah kecamatan Kubu dua titik hot spot, 2 titik di Teluk Nilam, 3 titik di Bagansinembah, 3 di Balam Sempurna, dan 2 di rantau panjang kiri.

Dikatakan kepala Bapedalda Rohil ini sebagai tindakannya maka tiga badan terjun langsung kelapangan yakni Bapedalda, Kehutanan dan relawan dari kecamatan. Dijelaskannya tim tersebut terjun langsung melihat lokasi titik hot spot yang terpantau oleh satelit NOOA.

“Bapedalda bersama Dinas Kehutanan dan relawan kecamatan langsung terjun kelokasi,”tandasnya. (andi wrc/gun)

Minggu, 07 November 2010

ADIPURA : Pemkab dan masyarakat lakukan Goro massal, LSM PERMIS Serah tong sampah


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Para pegawai dilingkungan Pemdakab Rokan Hilir seusai melakukan olahraga senam menggelar gotong royong (goro) di sepanjang kota Bagansiapiapi, Sabtu (6/11) kemaren. Tampak dalam goro tersebut Sekdakab Rohil Ir.H.Asmirin Usman, Ka.Bapedalda Rohil Drs Surya Arfan,Msi, sekretaris Bapedalda Jasrianto dan jajarannya melakukan goro di halaman gedung Dekranasda Rohil jalan Merdeka Bagansiapiapi. Secara serentak Goro tersebut dilakukan di semua kepenghuluan dan kelurahan kecamatan Bangko.

“Kita melakukan goro untuk kebersihan lingkungan,”ujar Syarifuddin kepada KABARROHIL ketika ditemui di jalan Satria Tangko Bagansiapiapi.

Sementara itu Ketua LSM PERMIS Kabupaten Rokan Hilir Muhammad Karim yang disampaikan Bendaharanya Jumlan ketika ditemui KABARROHIL di Kantor LSM Peduli Rakyat Miskin (PERMIS) jalan Pusara Hilir kepenghuluan Bagan Jawa Bagansiapiapi mengatakan bahwa Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Rakyat Miskin (LSM PERMIS) dalam menjalankan program kerja organisasi sekaligus menindak lanjuti surat edaran camat Bangko untuk menjaga kebersihan lingkungan kota maka LSM PERMIS membagikan sebanyak delapan tong sampah dari drum kepada kedai-kedai yang berjualan serabutan di lingkungan kepenghuluan Baganjawa.

Dikatakan Jumlan, Bendahara LSM PERMIS itu bahwa LSM PERMIS mendukung dan menindak lanjuti surat edaran camat Bangko nomor 100/KCB/PKK/2010/378 tgl 05 Nopember 2010 yang menganjurkan setiap masyarakat, tokoh-tokoh dan pemuda agar melakukan gotong royong (goro) dalam rangka penilaian ADIPURA tahun 2010 dan menjaga keindahan, kebersihan lingkungan kota Bagansiapiapi yang dijadikan penilaian Team Adipura.

"Tahap pertama delapan tong diberikan kepada kedai-kedai yang berjualan serabutan,"kata Jumlan.

Dijelaskannya bahwa dalam menjalankan program kerjanya LSM PERMIS mendukung program pemerintah daerah dalam kebersihan lingkungan kota untuk pencapaian ADIPURA tahun 2010 ini. Dikatakannya pembagian tong sampah dari drum tersebut merupakan tahapan pertama yang juga sebagai motivasi untuk dilanjutkan lagi tahap demi tahap sehingga tong sampah ada disetiap rumah tangga.

Dijelaskan oleh Jumlan LSM PERMIS merupakan suatu organisasi lembaga swadaya masyarakat yang independen tanpa memasuki ranah politik. Karena dijelaskannya hal ini agar jangan ada pandangan masyarakat dan warga mengasosiasikan hal tersebut. Ia juga menjelaskan sebelumnya LSM Permis dalam menjalankan program kerjanya telah membagikan becak honda kepada masyarakat miskin untuk dapat menunjang inkam pendapatan keluarganya.

“Untuk pencapaian ADIPURA kita dukung program pemerintah daerah itu berupa kegiatan pembagian tong sampah oleh LSM PERMIS ,”tandas jumlan. (gun)

Rabu, 16 Desember 2009

PT SKB Rohil Investasi Rp 8 milyar

Investasi Rp 8 Milyar PT SKB Rohil : Limbah Pelepah Sawit Terbuang Menjadi Papan Partikel

BAGANSIAPIAPI,KR-Niat Komisaris PT Sumber Karya Bangko (PT SKB) Rohil menginvestasikan sebesar Rp 8 Milyar untuk mendirikan pabrik papan partikel (particle board) dari bahan-bahan limbah pelepah kelapa sawit yang dibuang mendapat tanggapan positif dari Bupati Rohil H.Annas Maamun. Demikian dikatakan Jaka Abdillah humas PT SKB Rohil kepada KABARROHIL,Selasa (14/12) kemaren disaat mengikuti sosialisasi gelar kesadaran pengawasan dan good governance 2009 di gedung serbaguna jalan utama Bagansiapiapi.

Dikatakannya bahwa orang nomor satu di Rohil sangat mendukung pendirian pabrik tersebut oleh perusahaan PT SKB Rohil. Oleh sebab itu perusahaan mempersiapkan segala persyaratan untuk mendirikan pabrik menurut aturan yang berlaku sehingga eksistensi pabrik itu secepatnya terealisasi.

"Karena potensi bahan baku yang ada di Rohil bahkan melimpah, menyelamatkan lingkungan dari limbah pelepah sawit yang terbuang tidak digunakan menjadi berdayaguna, membuka kesempatan lapangan pekerjaan dan semangat ekonomi kerakyatan dapat meningkatkan PAD Rohil,"terangnya Jaka Abdillah.

Lanjutnya mengatakan PT SKB Rohil telah mengundang beberapa kepala dinas, camat dan penghulu untuk survey langsung melihat proses pengolahan batang dan pelepah kelapa sawit dalam sekala laboratorium di laboratorium penelitian kayu Dephut RI di Bogor sejak tanggal 7-11/12 lalu.

Terangnya menjelaskan bahwa yang ikut dalam kunjungan singkat tersebut antara lain Kadisperindag Rohil Drs H.Wan Achmad Syaiful,Msi, Kadisbun Rohil H.M.Rusli Syarief,S.sos, KaBapedal Rohil Drs.H.Sukma Alfalah,Msi, Ka Badan Penanaman Modal Drs H.Syafruddin Masri,Msi, camat Bangko Pusako H.Samzami dan Penghulu Desa Pematang Ibul Sudirman.

"Selain mengunjungi laboratorium juga melihat langsung proses papan partikel yang dirakit menjadi furniture di pabrik milik anak perusahaan furniture Olympic,"tutur Jaka Abdillah.

Dikatakan Humas PT SKB Rohil ini bahwa PT SKB Rohil menanamkan investasinya sebesar Rp 8 Milyar untuk mendirikan pabrik papan partikel itu yang berlokasi di desa pematang ibul kecamatan Bangko Pusako.

"Selain kekuatan papan partikel terjamin pabrik papan partikel ini tidak memiliki limbah karena sisa pengolahan batang dan pelepah kelapa sawit dapat digunakan lagi untuk menjadi papan partikel. Juga tidak menggunakan bahan kimia formalin sehingga benar-benar ramah lingkungan. Hasil uji laboratorium Puslit Pengembangan pemukiman Dep PU RI Bandung dengan standarisasi ASTM telah mengeluarkan rekomendasi atas ketahanan dan kekuatan papan partikel yang akan dihasilkan oleh pabrik papan partikel PT SKB Rohil,"tuturnya Jaka.

Diharapkan oleh Humas PT SKB Rohil ini dengan hasil kunjungan kelapangan lalu Pemdakab Rohil dapat memberikan kemudahan dalam perizinan mendirikan pabrik tersebut.

"Diharapkan Pemdakab Rohil mendukung pendirian pabrik papan partikel dengan mempermudah perizinan dan pengurusannya,"tuturnya.

Informasi yang dihimpun, bahan baku untuk menjadi papan partikel mudah didapat di Kabupaten Rohil karena lahan perkebunan sawit yang luas milik masyarakat dan perusahaan yang mencapai 80.399 hektar yang tersebar di 13 kecamatan di kabupaten Rohil. (Gun).