Tampilkan postingan dengan label pemdes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemdes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Penghulu Sutarno : Teluk Pulai telah sampaikan usulan pembangunan desa



Palika,KABARROHIL-Kepenghuluan teluk pulai kecamatan pasir limau kapas Rohil telah menyampaikan sejumlah usulan pada musrenbang tingkat kecamatan. Hal ini dalam  meningkatkan pembangunan di desa teluk pulai itu. Berbagai upaya di lakukan oleh pihak desa semata-mata untuk memajukan daerahnya .


Pengusulan beberapa program sekala prioritas ke pemerintah daerah Rokan Hilir sebagai upaya pemerintah desa teluk pulai dalam meningkatkan pembangunan, usulan itu seperti sarana prasarana dan infrastruktur,pembangunan semenisasi jalan poros teluk pulai berukuran lebar delapan 8 meter panjang delapan ribu meter, pembangunan jembatan di sepanjang jalan poros desa teluk pulai,pembangunan perumahan retslement 30 unit,pembangunan rumah ibadah,sarana olahraga.hampir semua sektor sudah di usulkan,termasuk sektor pusat keamanan pos kamling.


Di jelaskan Datuk Penghulu  Sutarno, kepada kabarrohil pekan kemarin bahwa desa teluk pulai  masih banyak yang harus di tingkatkan sehingga menuju desa tuluk pulai sebagai desa percontohan.


Hal yang harus dibenahi, sebutnya meningkatkan pembangunan. Dikatakannya pihak desa khususnya desa teluk pulai sudah mengajukan sejumlah usulan melalui musrenbang kemarin. Semua usulan tersebut sangat di harapkan oleh masyarakat,



“Usulan-usulan Yang sudah kita sampaikan tersebut semoga bisa terealisasi pada tahun 2014 nanti. Alhamdulillah untuk pembangunan yang dilaksanakan oleh pemdakab rohil  tahun 2013 ini,di desa teluk pulai bisa di bilang pembangunan yang terbanyak dari desa lainnya. Kita mengucapakan puji dan bersyukur kepada tuhan yang maha esa dan kita serta seluruh masyarakat desa teluk pulai mengucapkan ribuan terima kasih banyak kepada pemdakab rohil yang telah memprogramkan pembangunan di darap desa kita ini,"pungkas Sutarno. (Ags)

Selasa, 20 November 2012

Enam puluh BPK Rohil ikuti pelatihan yang ditaja provinsi Riau



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas badan permusyawaratan desa di kabupaten Rokan Hilir ditaja oleh pihak provinsi Riau. Acara tersebut di buka oleh bupati H.Annas Maamun. Acara tersebut di gelar di aula lantai II kantor Bappeda Rokan Hilir jalan Perniagaan Bagansiapiapi, Selasa (20/11/2012). Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Rusli Syarief, camat sekabupaten Rohil, dan 60 Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPK,red).

Penanggung-jawab pelaksana kegiatan yang adalah  kabid pemerintahan desa dan kelurahan BPM Bangdes Provinsi Riau, Hasrizal dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini bermaksud untuk penyelenggara pemerintahan desa bersama kepala desa. Selanjutnya untuk meningkatkan penyelenggara pemerintahan desa agar meningkatkan sdm BPK dalam menyusun pembangunan desa.

Disebutnya  nara sumber dari direktorat pemdes, anggota DPRD Riau, BPM bandes Riau dan Bapemas Rohil. Dikatakannya kali ini sebanyak 60 peserta. Kegiatan ini merupakan [rogram kegiatan di pelbagai kabupaten. Karena lanjutnya mengatakan setelah Rokan Hilir dilanjutkan di Kabupaten Meranti,  Kabupaten Bengkalis dan kabupaten Siak.

Pelaksanaan kegiatan ini selama tiga hari dari dana APBD-P provinsi Riau. Dalam meningkatkan pemberdayaan penyelenggaraan pemerintahan desa disebutnya dilakukan pencerahan stakeholder pemerintahan. Disebutnya difokuskan perencanaan pembangunan desa dengan bagaimana membuat peraturan dan kerjasama didesa.
Setiap membuat peraturan desa bersama-sama dengan perangkat desa. Sed angkan waktu hanya selama tiga hari maka disebutnya materinya diperpadat. Diharapkan BPK dapat menjadi perwujudan demokrasi desa yang merupakan hasil musyawarah desa.

Dalam sambutannya, bupati Rohil menegaskan agar pelatihan ini lain kali dilakukan selama sepuluh hari. Hal ini berdasarkan pengalaman dirinya dulu pernah menjabat sebagai kepala PMD.  Disebutnya, dengan lamanya pelatihan ini dapat membina bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan bagus. Hal tersebut karena dalam pelatihan memberikan motivasi kepada peserta, juga memberikan contoh hubungan komunikasi yang baik sehingga setelah lepas pelatihan menambah ilmu untuk menjadi kader komunikasi dan pemimpin yang bagus.

Dalam kesempatan ini,  bupati juga mengharapkan kepada nara sumber untuk memberikan ilmu komunikasi yang bagus.

Disebut bupati bahwa BPK ini harus dilatih dengan baik. Karena BPK adalah badan yang menampung aspirasi masyarakat desa. Kemudian itu, BPK juga sebagai motivasi agar masyarakat desa hidup rukun  bermasyarakat. Karena disaat usai pemilihan kepala desa memiliki efek yang paling buruk. Hal ini karena pendukung saling salah menyalahkan. Inilah, lanjut orang nomor satu di Rohil ini yang harus dimotivasi agar yang menang didukung oleh yang kalah untuk perkembangan pembangunan daerahnya. Oleh sebab itu diharapkan BPK dapat memberikan kesejukan dan kedamaian setelah ajang pemilihan.

“Kita boleh berpolitik namun setelah pemilihan kembali bersatu, bersama membangun daerah,”tutur H.Annas Maamun..

Diharapkan Politisi Golkar ini dalam pelatihan diberikan motivasi, ilmu kepemimpinan, ilmu komunikasi, dan ilmu perencanaaan yang baik. Bahkan bupati mencanangkan kedepan agar ada program terhadap wartawan di daerah Rokan Hilir dengan memberikan pengetahuan ilmu jurnalis yang baik sehingga dapat memberitakan yang bagus memang sebenarnya bagus dan memberitakan yang tidak bagus karena memang tidak bagus.

“Kedepan kita canangkan program kepada wartawan untuk mendalami ilmu jurnalistik,”pungkasnya. (krc 01).

Jumat, 05 Oktober 2012

Jalan H.Annas Maamun Desa Bukit Mas di Portal oleh KUD



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Warga masyarakat Bukit Mas kecamatan Simpang kanan meminta agar palang-palang (portal,red) di jalan poros H. Annas Maamun Rt 07/ RW 03 Desa Bukit Mas Kecamatan Simpang kanan segera di buka. Hal tersebut karena merupakan jalan lintas pemerintah yang menuju ke Jayantri, dan Bagan batu. Keadaan jalan Lintas di bangun portal memang diakui oleh penghulu Muhammad Rosib ketika ditemui di jalan Perniagaan Bagansiapiapi, Jumat (5/10).

Disebut penghulu Bukit Mas ini bahwa masyarakat sangat kecewa atas adanya portal tersebut pasalnya jalan itu merupakan jalan poros pemerintah. Lagi pula, lanjutnya mengatakan dengan adanya portal tersebut sehingga masyarakat tidak bisa melewatinya dengan aman.

"Karena jika lewat harus minta kunci gembok ke pengurus atau sekretaris KUD Maya yang berjarak sekitar 600 meter dari portal,"kata penghulu.

Menurut penghulu atas keterangan warganya, portal tersebut di dirikan oleh pengurus KUD Maya yang anggotanya memiliki lahan di seputaran jalan tersebut. Namun disayangkan oleh penghulu karena mendirikan portal tersebut tanpa memberitahukan dirinya sebagai penghulu maupun melalui bermusyawarah dengan masyarakt terlebih dahulu.

"Memasang portal tidak pernah mengasihtahu saya,"ujar penghulu bukitmas Muhmmad Rosib.

Untuk lebih lanjut kenapa jalan poros H. Annas Maamun di portal oleh KUD Maya. Namun disaat berita ini diturunkan pemegang kunci gembok yakni pengurus KUD Maya tidak dapat ditemui dan dihubungi untuk mencari kejelasan dan keterangannya. (andi krc)

Selasa, 10 April 2012

Penghulu Bagan Jawa Pesisir beserta Satpol PP dan aparat Kepolisian lakukan penertiban bodi jalan lingkar yang dipagari oleh warga


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Mendapat informasi dari warga  masyarakat  bodi Jalan lingkar  dua jalur telah dipagari oleh seseorang maka dengan inisiatif  menyurati warga itu. Namun tidak diindahkan maka di lakukan pembongkaran bersama pihak kepolisian dan Satpol PP. Hal ini setelah terlebih dahulu melaporkannya kepada camat Bangko Nur Hidayat.SH. Demikian di katakan oleh penghulu Bagan Jawa Pesisir, Taufik Basiroen kepada KABARROHIL, Selasa, (10/4).

Dia mengatakan bahwa bodi jalan dua jalur tersebut merupakan bodi jalan perencanaan pemerintah daerah kabupaten Rokan Hilir sebagai akses jalan dua jalur kedaerah pesisir yang tembus kejalan nelayan.

“Ada bodi jalan lingkar dua jalur direncanakan oleh bupati H.Annas Maamun telah dipagari oleh seseorang lebih kurang sepanjang 200 meter dengan lebar 20 meter,”kata Taufik menjelaskannya.

Setelah diketahui orang yang memagari tersebut adalah ibu Agian maka di sebut penghulu Taufik, dirinya menyurati ibu Agian agar datang ke kantor penghulu Bagan Jawa Pesisir di jalan Jambu Bagansiapiapi. Dikatakannya tujuannya memanggil warganya tersebut  untuk menanyakan apa tujuan memagari bodi jalan lingkar  tersebut.  Namun panggilan itu tidak diindahkan. Selanjutnya disebut penghulu taufik dirinya kemudian melayangkan lagi surat kedua  dengan  peringatan warganya itu agar segera membongkar pagar tersebut sendiri. Namun dikata Penghulu Taufik tidak juga diindahkan.

Akhirnya  karena tidak  diindahkan, penghulu Taufik menjelaskan  dirinya kemudian menghadap Camat Bangko, Selasa pagi (10/4). Disebut Taufik,  oleh pak camat Bangko menegaskan kepada dirinya jikalau memang jalan tersebut merupakan jalan pemerintah maka diperintahkan untuk di bongkar pagar itu. Oleh sebab itu, dikatakan penghulu Bagan Jawa Pesisir ini, dirinya langsung menghubungi Babinsa Rusli, kemudian menghadap ke Kantor Satpol PP dan pihak aparat kepolisian. Penghulu Taufik mengatakan dirinya  meminta agar segera melakukan penertiban dan pembongkaran pagar di bodi jalan lingkar di wilayahnya.

Penghulu Taufik menjelaskan dalam melakukan pembongkaran pagar itu juga melibatkan ketua Dusun Padi, Rozali, ketua RW 1 Misno dan beberapa ketua kelompok tani yang dipimpin oleh Muhammad Panut.

Disebut Penghulu Taufik, sesampai dilokasi sebelumnya dirinya melakukan koordinasi dengan ibu Agian terlebih dahulu. Hal ini bertujuan  agar ibu Agian dapat melakukan pembongkaran sendiri pagar itu  dengan baik-baik. Namun disebut Penghulu Bagan Jawa Pesisir ini, malah ibu Agian meninggalkan mereka entah kemana. Karena dianggap tidak kooperatif dengan meninggalkan dirinya sebagai penghulu Bagan Jawa Pesisir, selanjutnya dirinya mengambil keputusan untuk membongkar pagar tersebut. Dikatakan penghulu Taufik bahwa pembongkaran pagar tersebut berjalan lancer tanpa hambatan apapun juga.

“Karena memagar bodi jalan lingkar dua jalur tanpa sepengetahuan pihak kepenghuluan atau pemerintah dan diajak agar melakukan pembongkaran pagar itu sendiri malah meninggalkan aparat pemerintah maka kita melakukan pembongkaran pagar tersebut. Diperkirakan melakukan pembongkaran itu sekira jam 14.00 wib dan selesai sekira jam 15.00 wib,”jelas Taufik. (andi krc)

Selasa, 06 September 2011

Annas harapkan data-data profile desa terperinci


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Bupati kabupaten Rokan Hilir membuka latihan penyusunan dan pendayagunaan data profil desa/ kelurahan kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang digelar oleh Badan pemberdayaan masyarakat (Bapemas) rohil di lantai 6 hotel Kusuma jalan Riau Bagansiapiapi, Selasa (6/9). Puluhan peserta  hadir yang merupakan perangkat desa/kelurahan kecamatan bangko. Dalam kesempatan itu juga bupati kabupaten Rokan Hilir menyerahkan trophy pemenang lomba desa terbaik sekabupaten Rokan Hilir beberapa waktu lalu yakni juara satu diperoleh oleh kepenghuluan Sapta Permai kecamatan bagan Sinembah, juara dua diperoleh oleh kepenghuluan Jojol kecamatan kubu dan juara ketiga diperoleh oleh kepenghuluan Bangko Sempurna kecamatan Bangko Pusako.

 
“Diharapkan data-data dan profile desa secara terperinci ada dan tersimpan dengan baik di setiap kantor desa dan kelurahan, jika perlu dibuatkan sebuah bukunya . Karena sebagai bupati  sangat membutuhkan data tersebut untuk mengikuti perkembangan pembangunan desa. Kita akan tahu apa yang perlu didahulukan untuk dibangun disuatu desa,”ujarnya.

Ditambahkan bupati data-data tersebut berupa luas wilayah desa, perbatasannya, hasil masyarakatnya, berapa jumlah penduduk miskin dan apa mata pencaharian masyarakatnya, juga  data penghulu berikut perangkat desanya. Karena sebut orang nomor satu di Rokan Hilir ini menegaskan ada didengarnya disuatu desa dimana perangkat desanya adalah anak penghulu yang masih kuliah di jawa.

“Bagaimana bisa bekerja jika perangkat desanya tidak ada di tempat bahkan masih kuliah di jawa sana,”ujarnya.

 
Orang nomor satu di Rohil ini juga menegaskan agar pelaksanaan pelatihan ini sesuai jadwal dan diperbanyak harinya sehingga dapat betul-betul diserap oleh  peserta pelatihan. Seperti pelatihan saat ini agar para peserta dapat diberikan contoh mengisi blangko profile desa yang bagus dan baik.

“Ada kadangkala dalam laporan pembukaan acara pelaksanaan pelatihan selama seminggu namun dalam pelaksanaannya hanya dua hari. Bagaimana bisa bagus jikalau hanya pelatihan selama dua hari. Hal ini tidak boleh terjadi. Coba kita rencanakan pelatihan seminggu dan sesuai jadwal sehingga dapat diserap oleh para peserta dengan baik dan bagus untuk menerapkannya di lapangan. Kita ingin dengan adanya pelatihan dapat dimengerti untuk diterapkan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada  masyarakat,”pungkasnya. (andi wrc)