Tampilkan postingan dengan label pendidikan agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Oktober 2012

Annas : Generasi muda diharapkan memperdalam pendidikan agama



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Acara Syukuran HUT Rokan Hilir yang ke-13 mengambil tema kita galang kebersamaan demi mewujudkan pembangunan daerah menuju Rokan Hilir yang sejahtera di gelar di depan rumah dinas bupati jalan Perwira Bagansiapiapi, Rabu malam (3/10). Acara tersebut melakukan zikir dengan ratib berdiri (atib togak,red) sekaligus mendengarkan ceramah agama. Hadir saat itu masyarakat, rombongan dari Babussalam (Basilam,red) Langkat pimpinan H.Tajjudin Munawar, sejumlah kepala dinas dan badan serta kantor dilingkungan pemdakab Rokan Hilir Hal ini agar warga masyarakat taat menjalankan ibadah agama.

“Kita yakin dan percaya jika taat beribadah maka Rokan Hilir akan menjadi baik,”tutur H.Annas Maamun.

Disebut Annas, Generasi saat ini masih kurang didalam menjalankan ibadah agama. Oleh sebab itu generasi sekarang harus di dalami untuk menjalankan ibadah sehingga menambah akhlaq manusia. Dirinya tidak ingin generasi mendatang setelah tamat SMA tidak bisa membaca Al-Quran. Oleh sebab itu diharapkan pendidikan tempo dulu di aktifkan kembali. Pendidikan kutab juga diharapkan di munculkan lagi, pemerintah daerah akan siap mendukung.

“Dipentingkan pertama sekali agar akhlaq para generasi muda ditingkatkan dengan memperbanyak pendidikan agama. Sehingga generasi mendatang tidak ada yang tidak bias membaca Alquran bagi yang beragama Islam,”pungkasnya. (andi krc)

Jumat, 10 Agustus 2012

Membangun lima mesjid, Pemkab Rohil rancang kampong muslim percontohan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Untuk membentuk masyarakat yang taat melakukan ibadah sholat dan menjadikan daerah yang agamis maka Pemdakab Rokan Hilir berencana membangun sebanyak lima mesjid lagi di daerah-daerah kantong kemiskinan. Hal ini setelah meninjau langsung didaerah-daerah di kecamatan Bangko beberapa waktu lalu. Demikian ditegaskan oleh bupati Rokan Hilir, H.Annas Maamun kepada KABARROHIL ketika ditemui seusai menghadiri Nuzul Qur’an di Mesjid Al-Kautsar jalan Kecamatan Bagansiapiapi, Rabu Malam (8/8) kemaren. Hadir saat acara tersebut ketua PGRI Rohil Syahdan, sejumlah kepala dinas , tokoh agama, dan warga masyarakat. Selaku penceramah Buya Hamka Riau pengasuh pondok pesantran di Duri yang asalnya dai Bagan Punak.

“Pemdakab Rokan Hilir membuat program membangun lima mesjid lagi di daerah kecamatan Bangko,”ujarnya.

Lima mesjid tersebut dibangun di Bagan Punak Meranti, di jalan Sungai Sialang, di Bagan Punak Pesisir, di Bagan Punak dan di Bagan Barat. Hal ini disebut oleh orang nomor satu di Rokan Hilir ini agar mengulangi kembali sejarah lalu dimana di daerah yang sekarang menjadi kantong kemiskinan tersebut merupakan daerah asalnya para tokoh agama, dan fokih yang selalu menyiarkan agama islam. Dimana masyarakatnya selalu beribadah, berpuasa dan berdoa serta tidak meninggalkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Disebutnya tempo dulu fokih tersebut di hormati dan di panuti sehingga masyarakatnya selalu rajin melaksanakan ibadah sholat.

Dikatakan oleh Politisi Golkar Rohil ini, untuk membentuk dan mewujudkan hal tersebut merupakan tanggung-jawab bersama yakni para tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua RT, lurah dan penghulu, warga masyarakat dan pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah membuat program membangun Mesjid dan sekaligus sekolah kutab (mengaji,red). Ditambahkannya, pada tahun ini pemdakab Rohil juga melakukan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan para da’i.

Dibeberkan oleh H.Annas Maamun bahwa daerah Bagan Punak tempo dulu dikenal dengan fokih Naim, fokih Dahaman, fokih Bakir, dan Fokih Salih yang selalu rutin mengajarkan syariat agama kepada masyarakat. Mereka tersebut, disebut Annas Maamun senantiasa menuntun dan mengajar mengaji, mengajar sholat jenasah dan mengajar lafaz Al-Qur’an yang benar di sekolah kutab.

“Hal inilah dibangkitkan kembali dengan menanamkan semangat agama pada diri warga masyarakat sehingga selalu melaksanakan sholat dan doa. Wilayah Bagan Punak sebagai asal para Fokih di tempo dulu di bangkitkan kembali agar daerah tersebut menjadi daerah kampong muslim percontohan,”tandasnya. (andi krc)

   

Selasa, 31 Juli 2012

Safari Ramadhan ketiga, Bupati Annas ditodong siswa kampong pasir untuk tanda-tangani buku amaliyah ramadhan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Mengunjungi daerah-daerah miskin yang perlu dibantu disegala bidang. Sekaligus melihat langsung kehidupan masyarakat di bidang agama khususnya ibadah sholat berjemaah. Demikian dikatakan H.Annas Maamun kepada KABARROHIL ketika usai melakukan safari ramadhan hari ketiga di mesjid Nurul Huda desa Kampong Pasir Bagansiapiapi, kepenghuluan Bagan Punak Pesisir kecamatan Bangko, Senin (30/7).  

Dalam acara safari ramadhan di mesjid Nurul Huda ini pemerintah kabupaten Rokan Hilir sekaligus menyerahkan bantuan uang tunai sebesar 30 juta rupiah yang diserahkan langsung oleh bupati H.Annas Maamun kepada ketua mesjid Nurul Huda Abdul Kohar yang lebih akrab dipanggil Epa. Bantuan tersebut untuk memperbaiki kondisi mesjid yang masih kurang. Orang nomor satu di Rohil ini ikut berbaur dengan masyarakat untuk melakukan sholat berjemaah. Bahkan seusai sholat taraweh bupati H.Annas Maamun di todong oleh siswa semua jenjang pendidikn warga kampong pasir untuk menanda-tangani buku Amaliyah ramadhan siswa.

Hadir dalam acara ini Setdakab Rohil Drs Wan Amir Firdaus,Msi, Asisten III bidang Kesra Setdakab Jon Syafrindow, Kadis cipta karya dan tata ruang Syafruddin,Amp, kabag kesra Rahmatul Zamri, kabag humas Jasmudin.S.Sos, camat Bangko H.Muhammad Nurhidayat,SH serta para jemaah kaum muslimin dan muslimat.

Menjawab KABARROHIL, bupati H.Annas Maamun menghimbau kepada masyarakat agar memperbanyak ilmu agama dan memperdalam akhlaq serta membaca Al-Quran. Dia menghimbau juga supaya masyarakat jangan tinggalkan sholat. Disebutnya jikalau dapat melakukannya secara berjemaah. Dengan demikian, lanjutnya mengatakan maka masyarakat setempat mendapat ridho Allah SWT.

 “Sholat itu adalah wajib dan juga kebutuhan. Oleh sebab itu jangan sampai ditinggalkan. Saya bersaksi kepada Tuhan di Mesjid ini bahwa saya akam membangun daerah Rohil dengan sebaik-baiknya. Diharapkan masyarakat mendukung program pembangunan pemerintah daerah jikalau kampong atau daerahnya ingin lebih maju dan berkembang,”ujarnya.

Namun dikatakannya bahwa dirinya merasa sedih ketika beberapa hari lalu dilakukan razia terdapat tiga orang diataranya merupakan perempuan Rokan Hilir. Oleh sebab itu, pemerintah kabupaten Rokan Hilir berkomitmen untuk memajukan pendidikan umum dan juga pendidikan agama masyarakatnya sejak dini. Lanjutnya mengatakan bahwa pendidikan agama diutamakan karena untuk meningkatkan aklaq.

Dia menjelaskan agar masyarakat kampong pasir ini kompak dan menggalang persatuan dan kesatuan serta menjalin kebersamaan sehingga daerahnya akan lebih berkembang dan maju. Seiring perkembangan zaman masyarakat juga dihimbau memperdalam ilmu agama. Oleh sebab itu, dirinya membantu mesjid Nurul huda dengan membangun delapan local untuk MDA Safari Al-Hasma. Lebih lanjut dikatakan oleh orang nomor satu di Rohil ini untuk tenaga guru pengajar jakalau masih kurang maka pemerintah daerah Rohil membantu untuk penempatan guru agama di MDA.

“Tahun ini juga kita bangun local untuk MDA sebanyak delapan ruang. Namun yang penting yayasan jangan ikut-ikutan berpolitik dan guru bersungguh-sungguh ikut memajukan pendidikan agama masyarakat dilingkungannya. Itulah harapan pemerintah kabupaten Rokan Hilir. Saya sudah canangkan kampong pasir untuk ditata dengan rapi dan baik. Untuk itu masyarakat diharapkan mendukung program pemerintah daerah. Jangan mudah dihasut oleh orang luar Rokan Hilir. Jikalau masyarakatnya kompak maka saya yakin bagan Punak Pesisir nanti menjadi kampong terbagus,”pungkasnya. (andi krc)

 

Senin, 23 Juli 2012

Bupati Ajak Warga menjadikan mesjid,mushalla, rumah suluk sebagai pusat pelaksanaan Tarawih, witir,Tadarus Qu’ran, ceramah rohani ramadhan dan kegiatan agama lainnya.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dihimbau kepada masyarakat Rokan Hilir (Rohil) untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh rasa keindahan dan keikhlasan demi mengharapkan Ridho Allah SWT. Demikian ditegaskan Bupati  Rokan Hilir H.Annas Maamun dalam menghimbau dan mengajak warga masyarakatnya didalam menghadapi bulan Ramadhan 1433 H/2012 ini di Bagansiapiapi, Senin (23/7).

“Jadikanlah mesjid, mushalla, rumah suluk sebagai pusat pelaksanaan Tarawih, Witir, Tadarus Quran, santapan ceramah rohani ramadhan dan kegiatan keagamaan lainnya,”ujarnya.

Kemudian itu, disebutnya khusus kepada mubaliqh, mubalighat untuk menyampaikan isi ceramah dengan Bil Hikmah dan tidak mengedepankan masalah Khifiyah atau sara yang dapat meresahkan Jama’ah. Selain itu’ keluarga muslim muslimah untuk dapat menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan mentarbiyah bagi kelangsungan kehidupan anggota keluarga dengan cara melatih anak berpuasa dan Tadarus Quran dirumah tangga masing-masing. Lanjutnya menegaskan supaya melarang anak-anaknya bermain petasan, kembang api dan lain sebagainya yang dapat merusak kekhusukan orang yang sedang menunaikan ibadah. Orang nomor satu di Rohil ini juga menghimbau agar menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Bagi saudara-saudara Non Muslim untuk dapat menghargai dan menghormati saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan,”tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga, kepada pengelola rumah makan atau warung dan saudara Non Muslim untuk dapat menghargai serta menghormati yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

“Bagi kita yang mempunyai kelebihan rezeki untuk menyimpan sebahagian rezekinya dengan cara memperbanyak infaq, shodaqoh pada BAZ yang telah dibentuk,”tutupnya. (andi krc)

Minggu, 22 Juli 2012

Kadisdik Rohil sebut dibulan ramadhan siswa harus dibekali pengalaman agama


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Di intruksikan kepada para guru agama islam melalui kepala sekolah untuk semua jenjang pendidikan agar para peserta didik (murid/siswa,red) diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan sholat tarawih maupun tausiyah di rumah ibadah baik mesjid maupun musholla terdekat. Demikian ditegaskan oleh Kadisdik Rokan Hilr (Rohil) Drs Surya Arfan,Msi ketika dihubungi KABARROHIL melalui ponselnya di Bagansiapiapi, Minggu (22/7).

“Untuk jenjang Sekolah Dasar atau MI khusus siswa kelas IV hingga kelas VI,”ujarnya.

Dikatakannya, sebagai bukti kehadiran siswa mengikuti kegiatan tersebut di musholla atau di mesjid maka peserta didik dibekali dengan buku Amaliyah Ramadhan. Lanjutnya buku tersebut untuk diisi dengan pelbagai kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan.

“Buku tersebut ditanda-tangani oleh orang tua murid/siswa dan pengurus mesjid/mushalla,”tuturnya.

Disebut kadisdik ini, agar tidak membebani para siswa/murid atau peserta didik maka tidak diharuskan dengan menggunakan buku cetak namun buku tulis biasa juga bias dengan membuat format sesuai kebutuhan. Lanjutnya menegaskan aktifitas tersebut juga berlaku jikalau dilakukan kegiatan tadarus dengan keluarga dirumah.

“Oleh sebab itu kami mengharapkan kerjasama untuk pengurus mesjid atau mushalla,”terangnya.

Kemudian itu, kepada pengurus mesjid atau musholla agar dapat memberikan pengertian kepada anak-anak jikalau dalam mendengarkan isi ceramah agak sedikit ribut. Oleh sebab itu diharapkan kadisdik ini agar anak-anak tersebut janganlah disuruh pulang atau diusir karena tingkah lakunya itu.

“Namanya saja masih taraf anak-anak yang masih mencari jati diri. Oleh sebab itu tinggal bagaimana kita saja untuk mengendalikan melalui pengawasan masing-masing orang tua dan guru agama,”katanya.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk wujud nyata pendidikan karakter bangsa terhadap pengamalan agama atau sila pertama dari Pancasila. Karena pendidikan , disebutnya merupakan karakter bangsa yang tidak harus diberikan di bidang study khusus saja. Lanjutnya mengatakan tingkah laku dan karakter keseharian siswa sudah merupakan pembinaan karakter bangsa untuk menangkal dan membentengi akibat pengaruh globalisasi baik itu IT, narkoba, miras maupun penyakit masyarakat lainnya.

“Para peserta didik harus dibekali dengan  pengalaman agama,”pungkasnya. (andi krc)

Senin, 02 Juli 2012

Tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 104 Siswa di terima di MAN Bagansiapiapi


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Ratusan siswa dan murid berbondong-bondong melihat pengumuman seleksi di Madrasah Aliyah Negeri jalan Pelabuhan Baru Bagansiapiapi, Senin (2/7). Bagi siswa yang lulus seleksi penerimaan siswa baru (PSB) yakni pemeriksaan fisik bagi calon siswa pria maupun wanita, terhadap tato dan tindik telinga untuk calon siswa pria serta seleksi administrasi maka pada hari yang sama orang tua calon siswa harus melakukan pendaftaran ulang. Sebelumnya orang tua calon siswa melakukan pertemuan dengan majelis guru dan kepala sekolah MAN.

Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah MAN Baganispiapi M. Fuad memaparkan eksistensi sekolah. Dia menyebut bahwa MAN ini diresmikan pada tahun 2009 yang merupakan salah satunya Madrasah Aliyah Negeri di Rokan Hilir. Dalam perjalanan pendidikan dan proses belajar dan mengajar selama 2,5 tahun ini, dikatakannya MAN Bagansiapiapi merupakan MAN termuda se Provinsi Riau. Disebutnya, meskinpun bungsu namun prestasi siswa MAN Bagansiapiapi sangat membanggakan. Hal ini dijelaskannya pada tahun 2010 salah siswanya mewakili Provinsi Riau dalam ajang MTQ Nasional. Ditambahkannya, siswa MAN Bagansiapiapi juga pernah juara 3 pada olimpiade UNRI se Riau. Selanjutnya Dia mengatakan pada bulan lalu MAN dipromosikan di Ekspo.

"Harapan kita semua siswa berkualitas, berbobot, kreatif dan bisa mandiri,"katanya.

Dikatakan kepsek MAN ini, bahwa MAN  juga ikut meningkatkan dan menyalurkan minat bakat siswa dibidang olahraga dengan mengikut-sertakan di dalam iven pertandingan olahraga sehingga siswa memiliki prestasi. Oleh sebab itu disebutnya,  sekolah MAN Bagansiapiapi bukan hanya semata dibidang agama saja namun apa yang diajarkan di SMU juga diajarkan di MAN Bagansiapiapi. Namun ditegaskannya, hanya saja jam agama di MAN Bagansiapiapi ini lebih ditekankan hingga 10 jam sedangkan di SMU negeri hanya 2 jam saja.

"Di MAN Bagansiapiapi siswa disamping mendapatkan ilmu pengetahuan umum dapat juga ilmu agama. Disekolah MAN Bagansiapiapi setiap Jumat rutin diadakan pembacaan surat yasin dan ceramah agama. Mudah mudahan kegiatan tersebut tetap eksis,"katanya.

Selain itu, Muh. Fuad ini menjelaskan bahwa  pada setiap hari sabtu siswa MAN Bagansiapiapi dibekali untuk komunikasi menggunakan bahasa ingris dengan baik yakni melalui program conversation "Ingris Days". Hal ini, lanjutnya hingga sekarang program ini dipertahankan di MAN Bagansiapiapi.

Kemudian tentang kedisiplinan para siswa harus hadir sebelum jam  7.00 wib karena bell masuk sekolah sudah berbunyi. Selanjutnya diterangkannya,  jam 7.15 wib pintu pagar MAN Bagansiapiapi sudah ditutup. Dia juga mengemukakan bagi siswa yang melanggar kedisiplinan akan dinilai dengan point. Sebagai contoh disebutnya, siswa tidak hadir tanpa ijin dan pemberitahuan dinilai dengan poin 50. Sedangkan bagi siswa yang terlambat masuk sekolah dinilai dengan point 30. Bagi siswa yang bertato dan bertindik dinilai dengan point 500 serta siswa yang melakukan tindak pidana dinilai dengan point 1000. Dijelaskannya jika siswa mendapat nilai point mencapai angka 250 point maka orang tua dan siswa tersebut mendapat arahan dan sanksi dari wali kelas. Sedangkan jika siswa mendapat angka point mencapai 500 maka orang tua dan siswa mendapat arahan dan sanksi dari wakil kepsek bagian kesiswaan. Bagi siswa yang mendapat point nilai mencapai 750 point maka orang tua dipanggil oleh kepala sekolah. Sedangkan jika siswa mencapai nilai point mencapai angka 1000 point maka siswa tersebut mendapat sanksi hingga diberhentikan tidak hormat dari sekolah MAN. Oleh sebab itu bagi orang tua dan siswa harus mengetahui hal ini. Dijelaskannya pemberitahuan ini akan disampaikan kepada siswa disaat MOS nanti yang dilangsungkan pada Senin mendatang (9/7,red). Dikatakannya karena keterbatasan lokal maka Man Bagansiapiapi pada tahun ajaran 2012/2013 ini hanya menerima sebanyak 104 siswa yang terbagi dalam tiga kelas. Disebutnya pada tahun ini bakal dibangun labor computer, fisika dan kimia.

“Tanpa terkecuali, baik siswa, guru maupun kepala sekolahpun jika hadir terlambat maka pagar pintu masuk ditutup,”tandasnya. (andi krc)

Rabu, 20 Juni 2012

Pendidikan satu Atap Yayasan Al-Ittidiyah Pasir Limau Kapas mewisuda 98 siswa, Bakal menjadi Pesantren Teknologi Terpadu


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sebanyak 98 orang siswa TK islam, PDT,SD Islam dan SMP Islam di wisuda pada saat resepsi Haflatul Wada’ dan Milad ke-XX yayasan Pendidikan Al-Ittihadiyah yang di gelar di gedung pertemuan Teluk pulai Kecamatan Pasir Limau kapas pada Senin (18/6) kemaren. Hadir saat itu Kepala UPTD Bina pengelolaan Sekolah Kecamatan Pasir Limau kapas Syahrum,Spd, Sekretaris camat Pasir Limau Kapas M.Sidik,Sag, Penghulu Teluk Pulai Sutarno, Pembina Yayasan Pendidikan Al-Ittihadiyah H.Abdul Muhaimin, ketua Yayasan Pendidikan Al-Ittidiyah Murkan Muhammad,Spdl, kepala sekolah, majelis guru, wali murid dan undangan.

Kepada KABARROHIL ketika ditemui di kantor AMPG jalan kelenteng Bagansiapiapi, ketua Yayasan pendidikan Al-Ittidiyah Pasir Limau Kapas yang juga sekretaris AMPG Rokan Hilir, Murkan Muhammad,Spdl berpesan kepada siswa yang telah berhasil menyelesaikan proses belajar agar dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki. Hal ini tentunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kalaupun tidak bisa melanjutkan, lanjutnya menegaskan belajar dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja asal ada kemauan untuk belajar.

“Hal ini menyongsong berdirinya pesantren teknologi Terpadu Al-Ittihadiyah dalam rangka mewujudkan Pendidikan Berbasis Akhlaqul karimah di Kecamatan Pasir Limau Kapas,”tutur Murkan Muhammad,Spdl ketika ditemui  di ruang kerjanya di jalan Kelenteng Bagansiapiapi, Rabu (20/6).

Sekretaris AMPG Rokan Hilir ini juga menyatakankan sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayai yayasan pendidikan Al-Ittidiyah sebagai tempat menimba ilmu bagi anak-anaknya. Karena disebutnya diusia 20 tahun ini telah banyak meluluskan siswa-siswa. Bahkan disebutnya pada tahun lalu salah siswa SMP Islam Al-Ittidiyah lulus mencapai nilai tertinggi di daerah Rokan Hilir.

Lebih lanjut Dia menegaskan persoalan akhlaqul karimah, persoalan moral dan kepribadian yang perlu ditingkatkan pada saat ini agar jangan ditinggalkan akibat kemajuan zaman. Oleh sebab itu Pendidikan pesantren teknologi terpadu yayasan Al-Ittidiyah bertujuan untuk memupuk dan mewujudkannya didalam wadah pendidikan pesantren. Ditambahkannya bupati H.Annas Maamun mendukung hal tersebut. Oleh sebab itu pada tahun ini dibangun tiga RKB untuk pondok pesantren ini. Selanjutnya dikatakannya pada tahun mendatang diharap juga untuk pembangunan asrama para santri.

“Saya percaya pancasila adalah benteng Negara Kesatuan republic Indonesia. Tapi saya lebih percaya bahwa akhlaqul karimah, moral dan kepribadian para pengawal Pancasila adalah yang utama,”ujarnya.

Dijelaskannya, dunia telah dilanda dekadensi moral. Menurutnya Moral generasi muda khususnya daerah telah lama kronis. Disebutnya, moral generasi muda saat ini mudah rapuh mulai dari atap langit sampai akar bumi negeri ini.

“Pendidikan dan pelajaran di pesantren tidak hanya sebatas memperdalam ritual atau ibadah semata. Pandangan pendidikan Islam di pesantren hanya mempelajari sebatas sholat, zakat, puasa dan haji adalah sangat keliru besar. Karena Islam mengatur seluruh dimensi kehidupan umat manusia. Seperti dituturkan oleh guru saya, Islam adalah Aqidah, ibadah, negeri, kebangsaan, organisasi politik, perkumpulan olahraga, serikat perekonomian, kitab suci, cinta dan pemerintahan,”pungkasnya. (andi krc)