Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

Solar Langka, Antrian Panjang di SPBU



Ujung Tanjung,KABARROHIL-Sejumlah Truk dan mobil bahkan Bus parker di SPBU Ujung Tanjung. Mereka rata-rata menunggu datangnya solar di SPBU tersebut. Namun antrian yang dilakukan kadangkala tidak membuahkan hasil. Bahkan mereka harus menunggu hingga sehari penuh.

“Kami menunggu solar dengan mengantri di SPBU sini. Diperkirakan solar masuk ini hari namun kami sudah mengantri setengah hari menunggu solar yang kami butuhkan belum ada juga. Minyak solar saat ini sudah langka,”ujar Norman salah satu supir menegaskan kepada KABARROHIL,Senin (29/4/2013).

Dia menjelaskan solar langka ini sudah berlangsung lama. Dikatakannya sebenarnya solar di SPBU ini bisa mencukupi untuk kebutuhan mereka dimana biasanya satu mobil tangki setiap hari. Namun karena kebutuhan solar juga dibutuhkan oleh mobil bus, truk melewati jalan lintas ini maka kebutuhan tersebut menjadi berkurang.

“Jika solar payah dicari maka tentunya di SPBU ini anti panjang seperti ini,”tandasnya. (USM)


Selasa, 16 April 2013

WooWW… ,Fairuz Makan POP MIE dapat Mobil Nissan Juke



>>Hadiah undian POP MIE Get Lucky 2013

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL- “Syukur Alhamdullilah”, itulah kata pertama yang diucapkan oleh pemenang hadiah undian POP MIE Get Lucky, Muhammad Fairuz Fadzilah (12) yang akrab dipanggil Fairuz. Murid sekolah di SDs Perguruan Wahidin jalan Pahlawan Bagansiapiapi ini menerima hadiah undian di showroom NISSAN Arengka PT. Wahana Meta Riau Pekanbaru, Senin (8/4/2013) kemaren. Penyerahan hadiah mobil ini langsung diserahkan oleh Bapak Devie Permana selaku Branch Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk cabang Pekanbaru. Hadiah mobil itu diberikan kepada Fairuz yang didampingi kedua orangtuanya  Julianda S.Sos dan Heni Zubaidah Sanusi, S.Sos.


Menjawab Wartawan KABARROHIL, Julianda.S.Sos mengatakan bahwa awalnya Ia tidak menyangka dapat hadiah mobil Nissan Juke dari POP MIE Get lucky yang disampaikan anaknya, Dia menceritakan pertama kali anaknya membeli 3 cup POP MIE di warung dekat rumahnya. Setelah dibuka ternyata didalam Cup POP Mie  ada kupon undian.

“Pak, saya dapat mobil,” teriak Fairuz seperti dituturkan Juliandi.

Dijelaskan Juliandi , Fairuz girang sambil  menyodorkan kuponnya kepada dirinya. Namun dirinya tidak percaya akan hal tersebut. Lalu dia memberitahukan kepada Fairuz banyaknya penipuan dengan berkedok undian hadiah.

Diapun sempat mengatakan, “Ahh…sekarang banyak penipuan dengan modus hadiah mobil nak…!!!, gak mungkin begitu gampang dapat mobil”.


Disebutnya, karena Fairuz terus mendesak akhirnya dirinya iseng-iseng ikut membantu mengajari cara-cara mengirim nomor unik yang ada di kupon itu.

“Alhamdulillah….rupanya benar dapat hadiah mobil,”tandasnya.

Sementara itu, Distributor Indomie cabang Rokan Hilir, A Wi didampingi oleh anaknya Hengky mengatakan kepada KABARROHIL bahwa selama puluhan tahun konsumen indomie yang berada di Rokan Hilir belum pernah mendapat hadiah mobil dari POP MIE Get Lucky.

“Baru kali ini salah satu konsumen indomie Bagansiapiapi-Rokan Hilir yang beruntung dapat hadiah undian mobil Nissan Juke dari POP MIE.”tuturnya.

Dia menjelaskan, adapun program POP MIE tahun ini berbagi-bagi hadiah sebanyak 32 unit mobil Nissan Juke untuk seluruh konsumen di Nusantara. Dilanjutkannya, program POP MIE Get Lucky adalah program untuk lebih dekat dan berbagi keberuntungan dengan konsumen.

“Kami Distributor Indomie cabang Rokan Hilir mengucapkan selamat kepada Fairuz sebagai pemenang hadiah undian POP MIE  berupa satu unit mobil Nissan Juke. Begitu juga kepada seluruh konsumen yang telah berpartisipasi dalam program ini,”pungkasnya. (has)
   

Senin, 15 April 2013

Beri Bantuan : Sejumlah Wartawan kunjungi Keysyah, Si penderita Hidrosefhalus



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Tampak Rumah berdinding papan tanpa cat berukuran enam meter kali sepuluh meter di jalan Pelabuhan Baru ujung Kepenghuluan Bagan Hulu Bagansiapiapi. Disebelahnya bangunan dinding batu dengan kontruksi bangunan bertingkat juga tanpa bercat. Dimana penangkaran sarang wallet dengan suara bergema diatas lantai empat. Bangunan berdinding papan tanpa cat itulah sosok usia lebih dari setengah abad Afrida menemani cucunya Nikeysyah Mawaddah Saika yang senantiasa terbaring di lantai, Senin (15/4/2013). Balita yang berusia 2,5 tahun itu hanya bisa berbaring karena penyakit yang dideranya, Hidrosefhalus (pembesaran di kepala,red). Para kuli tinta yang bertugas di Kabupaten Rokan Hilir bersama-sama meninjau ke rumah tersebut yang disambut oleh Afrida didampingi ibu dari Keysyah.


Kepada Wartawan, Afrida menjelaskan selama 1,5 tahun belakangan ini Keysyah (si penderita Hidrosefhalus,red), begitu dia biasa dipanggil, tidak pernah dikontrol, sedangkan seharusnya dilakukan control satu bulan sekali di Pekanbaru. Namun bagi Afrida, apalah daya karena dirinya tidak memiliki biaya untuk melakukan hal tersebut. Jangankan untuk berobat, sebutnya untuk biaya perjalanan ke Pekanbaru saja tidak dimilikinya.

“Belum lagi dikontrol. Udah lama, udah setahun setengah lah,” tutur Afrida.

Sementara itu, Keysyah tidak memiliki ayah lagi, yang diandalkan dalam keluarga hanya kakeknya bernama Joni yang berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan ibunya Keysyah, Rini hanya bekerja disalah satu pusat permainan anak-anak di Bagansiapiapi.


“Untuk makan hari-hari bisalah,”ujar Afrida.

Dalam kesempatan itu, Nopriosandi Wartawan Riau terkini memberikan bantuan kepada Keysyah melalui neneknya Afrida sebesar sejuta rupiah. Padahal dalam minggu ini rumahnya baru saja di satroni maling.

“ini bantuan dari perusahaan kami sebagai peduli terhadap Keysyah penderita Hidrosefhalus,”ujar Noprisandi.

Tak pelak, Mata Afrida tampak berlinang sambil melihat cucunya Keysyah yang berbaring di depan lipatan kakinya. Dirinya menundukkan kepala sejenak begitu diterima bantuan tersebut. Kemudian diletakkannya uang itu di perut Keysyah. Balita yang masih polos itu mengambil selembar uang itu. Lalu dipegangnya sambil mengangkatnya ke atas. Matanya melirik ke wartawan yang ada didepannya.

“Terima kasih atas bantuan ini,”sebut Arfida.

Dia mengatakan sangat mengharapkan bantuan untuk biaya control maupun operasi cucunya Keysyah disaat berusia lima tahun nanti.

Dalam kesempatan ini, para jurnalis menyarankan agar membuat proposal bantuan kepada pemerintah kabupaten Rokan Hilir agar mendapatkan biaya dan perawatan dari pemerintah daerah.


“Ibu bikin saja proposal bantuan kepada pemerintah daerah. Kami siap membantu untuk menyerahkan proposal tersebut,”tutur Noprisandi.

Sang nenek yang lebih setengah abad itupun tampak matanya semakin berlinang. Sedangkan Keysyah yang terbaring didepannya mulai menangis. Air mata Keysyah bercucur di pelipis wajahnya. Dia mengerang sambil tangannya diangkat keatas. Arfida yang melihat hal tersebut hanya dapat mengusap kepala Keysyah. Namun Keysyah terus menangis mengeluarkan suaranya lebih besar. Afrida sang nenek kemudian melakukan untuk memiringkan kepala Keysyah menghadap kepada para Jurnalis. Seketika tangis Keysyah terhenti setelah kepala beserta badannya dimiringkan menghadap para wartawan.

“Rupanya Keysyah ingin melihat kalian,”jelas Afrida mengakhirinya. (AGR)

Minggu, 14 April 2013

Terbaring karena Hidrosefalus : Nikeysyah Mawaddah Saika nama yang tidak sebagus kehidupannya, Mununggu uluran dermawan



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL -Sosok setengah baya, Afrida keluar dari dapur. Dia menghampiri cucunya yang sedang terbaring di ruang tengah, Minggu (14/4/2013). Nikeysyah Mawaddah Saika (2,5) nama yang bagus di berikan untuk cucunya itu. Namun tidak sebagus kehidupan yang dijalaninya. Karena Keysyah, yang biasa dipanggil oleh neneknya itu hanya senantiasa terbaring saja. Kemanapun hendak berangsut (bergerak,red) dirinya selalu digendong. Namun Keysyah seakan tidak merasakan kesulitan yang dialami dirinya maupun keluarganya. Dirinya tampak menikmati layar televise di depannya.


Kepada wartawan, Afrida menjelaskan bahwa Keysyah pernah menjalani operasi. Saat itu Keysyah berumur satu tahun. Seingatnya, kepala Keysyah dipasang selang. Pasca operasi Keysyah terlihat sehat hingga sekarang. Namun disebutnya, kepala Keysyah tak kunjung mengecil dan juga tidak bertambah. Diameter kepala Keysyah tetap sebesar 75 cm.

“Rencananya, pada usia lima tahun nanti akan dioperasi lagi,”tutur Afrida.

Namun diri Afrida merasa gundah. Walaupun tenggang waktu masih 2,5 tahun lagi, tetapi dirinya dengan kondisi saat ini merasakan kesulitan untuk mendapatkan biaya operasi tersebut. Memang, diakuinya pada operasi pertama lalu biaya operasi sepenuhnya ditangulangi oleh Pemerintah daerah melalui puskesmas jalan Jambu Bagansiapiapi.

“Awakni bepike jugo, tengok dio ni. Lamo-lamo tegolek tu sodih jugo nengoknyo kan?. Kapan dio bejalan. Sehari-hari gikolah tegeletak. Nonton tivi, kalao nangis di kasih nenen. Kurang sehat jugo badannyo ni, ngak mau makan,”ujar Afrida kepada wartawan.(agr)

Rabu, 10 April 2013

Lima Rumah di Sungai Bakau Ludes Dilalap Sijago Merah



Sungai Bakau,KABARROHIL-Musibah kebakaran kembali terjadi di sungai bakau Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), persisnya di Jalan Utama RT 1, Kepenghuluan sungai, Rabu (10/4) sekitar pukul 01.30 WIB.


Akibatnya, lima unit bangunan di Kepenghuluan Sungai bakau musnah terbakar. Kendati tidak ditemukan adanya korban jiwa, namun musibah itu menimbulkan kerugian material yang mencapai sekitar Rp 2 miliar. Mendapat informasi tersebut tokoh masyarakat tiong hoa, Gui Sam Tong alias Anton Gutama pagi harinya langsung meninjau ke lokasi musibah,Rabu (10/4/2013).


Musibah kebakaran yang diduga akibat hubungan pendek arus listrik menjelang waktu dini ini, setidaknya telah membuat masyarakat di lokasi kejadian tersentak kaget.


Masyarakat berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan barang-barang berharga serta melakukan pemadaman sebisanya dengan di bantu sejumlah sarana pemadam kebakaran kepunyaan masyarakat sinaboi dan bagansiapiapi.


Lantaran minimnya sarana dan prasarana pemadaman, setidaknya telah membuat kobaran api yang menghanguskan di kawasan padat penduduk ini sulit terkendali.


Mengingat posisinya yang berada di pinggiran pantai serta adanya faktor angin dan konstruksi bangunan yang terbuat dari bahan kayu, membuat kobaran api terus membumbung tinggi.


Dalam waktu relatif singkat, kobaran api terus membesar dan menyambar di sejumlah bangunan terdekatnya.

‘’Darimana sumber apinya.dasarkan informasi dari sejumlah warga yang ada di tempat kejadian kebakaran api di duga dari salah satu bangunan Miss Kelenteng Hai Cu King yang ada di sungai"Kata warga yang enggan menyebutkan identitasnya.


Hal tersebut di akui oleh salah seorang ketua rukun tetangga (RT) 13 ACIN (42) perestiwa kebakaran ratusan warga masyarakat tadi malam turut membantu memadamkan kobaran api."Di setiap sudut lokasi kebakaran di jaga ketat oleh warga agar api tidak menyalar ke rumah penduduk yang ada di sekitar kebakaran,"jelas ACIN.


Kobaran api bisa dikendalikan warga agar api tidak menyambar ke bagian bangunan lain,beruntung sarana pemadam kebakaran berdatangan dari sinaboi dan bagansiapiapi untuk memadamkan api penyebab kebakaran lima pintu rumah yang terbakar. "Di antara kelima pintu rumah tersebut ditetapkan tiga pintu bangunan yang ikut terbakar adalah bangunan walet kepunyaan warga,"jelasnya.(sup)