Tampilkan postingan dengan label sosial kemasyarakatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial kemasyarakatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Korban Musibah Kebakaran harap bantuan Pemerintah



Kubu,KABARROHIL-Korban kebakaran rumah Anwar (59) mengharapkan bantuan dana dari pemerintah daerah Rokan Hilir. Pensiunan penjaga sekolah SDN 004 Teluk merbau ini menjelaskan telah memberikan proposal bantuan kepada Kadis Sosial H.Ferry H.Parya beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan bahwa rumahnya mengalami musibah kebakaran disaat dirinya berpergian ke pekanbaru untuk melangsungkan pesta nikah anaknya (25/2/2013) lalu. Sementara itu di rumahnya ada mertuanya Tiamah (85) menunggu rumahnya. Namun disaat dirinya baru saja tiba di loket pekanbaru dirinya mendapat berita bahwa rumahnya telah terbakar.

“Mungkin karena obat anti nyamuk dikamarnya yang belum dimatikan,”tuturnya mereka-reka kepada KABARROHIL, Rabu (13/3/2013)..

Atas kejadian tersebut dia menyebut kerugian yang dialaminya mencapai 50 juta rupiah. Dia merasa berterima kasih kepada warga yang ikut membantu material kepada dirinya. Hal ini seperti Lurah teluk merbau, Yahya Khan yang juga memberi bantuan papan, begitu juga dana dari masyarakat yang terkumpulkan hingga 4 juta rupiah. Bahkan ada juga yang menyumbang beras dan pakaian, sebutnya.

Namun dengan semangatnya, Anwar yang mempunyai lima orang anak tersebut berusaha tabah atas insiden tersebut. Meskinpun dikatakannya, dirinya berjuang untuk mengkuliahkan anaknya Al Rahmad di pekanbaru dan AL Khumaidi yang masih di jenjang SMA. 

Dalam kesempatan ini, dia menginginkan adanya keringanan bagi PLN agar rumahnya dapat terpasang meteran segera sebagai penerangan rumah mereka.

“Diharapkan pihak PLN dapat memberikan keringanan didalam pemasangan meteran listrik,”tandasnya. (AH)

Budidaya Ikan dan kepiting di Sungai jermal memerlukan bapak asuh



Kubu,KABARROHIL-Datuk Penghulu Teluk Piyai Pesisir, Amat Yasin menghimbau kepada warganya agar ikut membudidaya kepiting, ikan dan Kerang di Sungai jermal. Penegsan ini disampaikannya ketika ditemui KABARROHIL,Senin (11/3/2013).

“Sekarang sudah jadi kolam percontohan disana yang dibikin masyarakat yang empunya modal sendiri,”kata Amat Yasin.

Disebutnya kolam ikan di sungai jermal tersebut sudah memasuki waktu enam bulan sehingga diperkirakan dalam waktu dekat memasuki masa panen. Dia menyebut direncanakan dalam panen tersebut mengundang pihak Dinas Kelautan dan perikanan Rokan Hilir yang sekaligus meninjau lokasi tambak kepiting, ikan yang ada di Sungai jermal tersebut.

“Diharapkan Dinas Perikanan dan kelautan dapat meninjau budidaya ikan dan kepiting di sengai jermal ini,”katanya.

Dikatakannya, untuk membina peternakan budidaya ikan dan kepiting ini tentunya memerlukan pihak yang berpengetahuan di bidang tersebut. Hal ini agar dapat meningkatkan omset hasil panen ikan maupun kepiting yang di budidayakan. Karena dengan bimbingan yang bagus maka para petani budidaya dapat meningkatkan perekonomiannya.

Namun dia mengatakan budidaya ikan dan kepiting di sungai jermal tersebut juga membuat resah warga yang membudidaya ikan. Hal tersebut karena banyaknya peracun udang yang menangkap udang di sungai jermal tersebut. Akhirnya, lanjutnya mengatakan banyak anak udang yang mati di sekitar laut kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir, khususnya di Sungai jermal.

“Bila terdapat pelaku yang melakukan merusak air sungai pantai ini dimohon agar ditindak dan diberi arahan sehingga tidak mengulangi perbuatannya lagi,”ujarnya.

Kemudian itu, dia juga mengharapkan bantuan pemerintah agar warga masyarakatnya yang membudidaya ikan dan kepiting ini dapat dilanjutkan dengan membuat program kegiatan budidaya di sungai jermal agar dapat meningkatkan taraf kehidupan para nelayan terutama budidaya ikan dan kepiting ini. Oleh sebab itu peninjauan dari pihak terkait terhadap kolam budidaya ikan di sungai Jermal ini dapat membuat solusi pengembangannya.

“Pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang selama ini dilakukan warga diharapkan mendapat bantuan dari pemerintah. Oleh sebab itu diharapkan pihak terkait dapat melakukan kunjungan ke lokasi,”tandasnya. (AH)


Keliling mencari petani, keliling hanya menggiling padi




BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Satu Mobil model tahun tua dibelakangnya membawa mesin Penggilingan padi. Mobil ini acap kali keliling mencari warga masyarakat yang memiliki padi untuk dijadikan beras. Mobil mesin penggilingan padi keliling ini sangat dibutuhkan oleh warga petani. Demikian hal ini sisebut oleh Sutarno kepada KABARROHIL, Jumat (15/3/2013).

“Mobil dengan membawa mesin giling padi ini sangat membantu  kami petani, "ujar Sutarno.

Dia menyebut, Adanya gilingan padi keliling ini lebih mempermudah petani dalam proses penggilingan padi. Dikatakannya jika dilakukan penggilingan ke kilang ada beberapa proses lagi yang dilakukan, terutama lanjutnya menjelaskan masalah transportasi pengangkatan padi. Dikatakannya, selain itu juga memakan waktu dan tenaga.

“Kalau menggunakan jasa pengilingan padi keliling, kita selaku petani bisa lebih gampang dan mudah dalam proses penggilingan. Karena pengilingan padi bisa langsung dilakukan di depan rumah kita sendiri. Untuk mendatangkan tukang pengilingan kita tinggal telpon saja"kata  Sutarno menjelaskan.

Pada saat yang sama menjawab kabarrohil, sipemilik mobil penggilingan padi keliling Harianto atau lebih akrab di panggili mas bagong menuturkan bahwa mobil dengan membawa mesin gilingan padi ini sudah dia lakukan sejak lima tahun belakangan ini. Memang, disebutnya usaha gilingan padi kelilingan ini mendapat protes dari pengusaha kilang gilingan padi yang hanya menunggu para petani membawa padinya. Tetapi karena mendapat dukungan dari para petani maka usahanya berjalan dengan lancar. Karena, disebutnyta dengan adanya mobil giling padi keliling ini para petani sangat terbantu.

“Usaha kita mendapat dukungan dari petani yang menjadi langganan sehingga usaha ini menjadi lancar. Untuk jasa penggilingan, kita hitung setiap 100 kilo gram  di potong 10 kilo gram,"jelas bagong.

“Dimana petani berada tetap kita layani. Lumayanlah mas, dalam satu hari bisa juga menghasilkan 20 hingga 30 kilo gram untuk masa panen. Seperti sekarang ini, kadang kita menolak juga untuk melayani penggilingan karena terkendali waktu yang selanjutnya di lanjutkan pada keesok harinya,”pungkasnya. (Ags)

Sengketa Lahan Sudirman mandai : Laporan ke Camat Tidak di Gubris, Lanjut Ke Pemkab Rohil



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sengketa tanah di kepenghuluan sei daun kecamatan pasir limau kapas rohil membuat sejumlah 13 kepala keluarga kehilangan lahan. Penerima Kuasa atas persoalan sengketa lahan  warga, Chairuddin mengatakan, telah mengumpulkan berkas dari para warga untuk melanjutkan kasus ini ke pemdakab rohil dan sekaligus laporan tersebut ditembuskan kepihak penegak hukum yang ada di waliyah rohil.

“Dalam waktu dekat ini kami akan laporkan kasus ini ke Bupati dan kepada beberapa  instansi yang ada di rokan hilir,” ujarnya kepada KABARROHIL, Selasa 13 maret  2013 di bagansiapiapi.


Upaya penyelesaian sengketa lahan masyarakat yang di ketuai bapak sudirman mandai alias buyung ini disebutnya akan disampaikan kepada Bupati Rokan Hilir maupun wakil bupati Rokan Hilir, DPRD Rohil dan Kepolisian Polres Rohil, kepala inspektorat, kejaksaan negeri rohil,dan LSM.

“Pelaporan ke sejumlah  lembaga pusat kabupaten  itu sebagai langkah upaya mencari penyelesaian persoalan yang sedang di hadapi masyarakat yang lahannya bersengketa. Di mana pihaknya sudah berupaya untuk mendapatkan penyelesaian melalui pihak desa dan kecamatan  pasir limau kapas, Namun sudah beberapa bulan  ini tanpa hasil,”ujarnya.

Dia menilai, dengan dibawanya kasus ini ke tingkat kabupaten akan semakin besar peluang para warga mendapatkan haknya kembali atas tanah yang masih bersengketa  itu.

“Ironis sekali hingga kini surat yang pernah di sampaikan tertanggal 18 januari 2013 kepihak pemerintah kecamatan pasir limau kapas perihal penyelesaian sengketa status kepemilikian lahan ini pihaknya belum menerima balasan," jelas Charuddin.

Dia menyebutkan, persoalan ini menjadi suatu pertanyaan yang sangat pantas dan mendasar untuk di ajukan karena kelompok keluarga sudirman mandai yang secara yuridis dan sesuai dengan fakta-fakta baik secara administrasi di mana bukti atas kepemilikan lahan tersebut ada dan nyata sebagai surat yang telah di keluarkan oleh kepala dusun (kadus) Saudar Efendi. M dan berikut denah,peta ,skema lokasinya.
“Koq bisa sampai hilang seperti raib di telan oleh kemunafikan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan berupaya untuk menarik keuntungan pribadi dengan cara di duga melawan hukum. Secara mata telanjang orang akan dapat melihat serta membaca tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap kelompok keluarga sudirman mandai “tuturnya


Dia mengharapkan sekali kepada pihak-pihak yang terkait dapat mencari solusi agar penderitaan yang di alami keluarga sudirman mandai ini bisa terselesaikan. Lanjutnya mengatakan, Bila mana hal ini kita berpijak pada kejujuran sesuai janji dan sumpah secara transparan kepada kedua belah pihak yang jika benar bersengketa dapat di dudukan bersama yang di mediasi oleh pihak pemerintah setempat dengan mempertunjukkan serta meneliti surat dasar yang di miliki oleh masing-masing pihak yang bersengketa. Jika hal ini tidak sama sekali di lakukan sampai kapanpun permasalahan ini tidak akan selesai, sebut Chairuddin.

“Apakah dalam hal ini ada unsur kesengajaan untuk tidak mau menyelesaikan permasalahan ini,setelah menilai tidak adanya keseriusan pihak yang berkompeten untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat kita ini,”pungkas Chairuddin menduga-duga. (Ags)

Kios diobrak-abrik, Janda anak satu alami kerugian Jutaan Rupiah



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sungguh malang nasib Nur Azizah (43) Seorang janda penghuni salah satu kios Pujasera jalan Pulau Baru Bagansiapiapi. Dia hanya meratap nasib yang menimpa dirinya. Ibu memiliki satu orang anak yatim ini hanya bisa pasrah ketika kios yang di huninya berantakkan di rusak oleh sejumlah OTK, Jumat (15/3/2013) kemaren.

“Saya benar-benar kaget sepulang dari makam suami saya pagi jumat itu. Setibanya saya di kios yang juga sekaligus tempat tinggal kami sudah terlihat sejumlah warga masyarakat sedang merusak kios yang ada di pujasera,”kata Nur Azizah, sambil mengumpulkan barang-barang miliknya yang masih berserakan di kios yang di tempatinya.

“Saya benar-benar tidak tahu menahu puncak masalah yang menyebabkan warga sekitar pujasera marah dan merusak sejumlah kios (termasuk kios yang di huninya,red). Kemana kami hendak pindah sedangkan rumah kami tak punya. Sanak keluarga kami  tidak mampu,”ujar Azizah tampak raut wajah terlihat sedih memelas.

Setahu Azizah, sebelum terjadi perusakkan kios tersebut memang ada diketahuinya informasi terjadi keributan antara sesama pemilik kios yang ada di sekitar pujasera. Namun dia tidak habis fikir mengapa sasaran kemarahan warga tersebut malah merusak kios yang di tempatinya. Hal ini tentunya  sangat di sesalkan oleh Azizah. karena dirinya sama sekali tidak ada kaitannya dengan kejadian keributan tersebut.

“Mengapa warga malah tega merusak kios dan barang-barang milik saya,”ujar Azizah dengan nada turun sangat mengesalkan sekali keputusan yang di lakukan warga tersebut.


“Saya tetap bertahan menempati kios karena tidak memiliki rumah semenjak di tinggal sang suami. Andres anak saya berumur sembilan tahun sudah tidak memiliki ayah dan saya titipkan di rumah saudara. Saya berharap, jika tidak dibenarkan lagi menempati kios ini untuk tempat tinggal dan tempat usaha ,saya mohon kepada pemerintah dapat memperhatikan dan bantuan kepada  kami yang susah ini,”harap Azizah. (AGs)