Minggu, 18 Desember 2011

Suyatno : Jauhi dan Katakan Tidak Pada Narkoba. Belajar Yes, narkoba no !!!


BAGANBATU,KABARROHIL-Seminar dan talk show "sex bebas dan narkoba dikalangan remaja dari sudut pandang kesehatan dan agama digelar oleh akademi kebidanan UMI jalan jenderal sudirman no 642/99  baganbatu Rohil., sabtu (17/12). Dalam seminar tersebut dihadiri sekaligus dibuka oleh wabup H.Suyatno. Hadir juga saat itu sekretaris KPA Rohil dr Tribuana Tunggal Dewi, kepala perberdayaan perempuan provinsi riau Hj Rosmawati, kapolsek baganbatu dan siswa sma se kecamatan bagan sinembah serta siswa akademi UMI Baganbatu.

Pada kesempatan ini, ketua panitia Tarmizi Nasution mengatakan dirinya mewakili ketua yayasan  H.Mahmud Nasution. Dikatakan dalam sambutannya bahwa angka aborsi di Indonesia kurang lebih 3 juta pertahun oleh sebab sex bebas yang mengakibatkan banyak terindikasi penyakit aids/hiv. Dia menegaskan kegiatan ini dapat menambah wawasan luas kepada peserta yang dapat menyampaikannya kepada teman-teman.  Diharapkan juga para peserta seminar dapat menjadi bangsa yang berakhlag mulia dan berbudi pekerti yang luhur.

“Jadilah bangsa yang berakhlaq mulia dan berbudi pekerti luhur,”ujarnya.

Sedangkan wabup H.Suyatno mengatakan dalam sambutan membuka seminar ini bahwa mesinpun diterpa hujan rintik namun antusias para siswa tidak memudarkan untuk mengikuti seminar ini. Diungkap oleh wabup bahwa di provinsi Riau kasus aids/HIV di Rohil merupakan rangking keempat terbanyak kasus. Disebutnya kasus aids/Hiv dan Narkoba di kecamatan Bagan sinembah merupakan nomor satu kasus aids/Hiv dan narkoba di Kabupaten  Rohil. Dijelaskannya dari 58 kasus aids/Hiv di Rohil 38 kasus diantaranya merupakan kasus hiv/aids dari kecamatan Bagansinembah.

"Hal ini jika kita biarkan sangat membahayakan bagi daerah kita sendiri,"ujar wabup.

Dikatakan wabup H.Suyatno, siapa lagi yang menjaga daerah kalau bukan kita sendiri. Begitu juga, disebut orang nomor dua di pemerintahan Rohil ini masalah narkoba di Bagan sinembah. Wabup menjelaskan dirinya baru saja memberikan penyuluhan dan pembinaan di “wallet” baganbatu.

"Tadi saya menuju kunjungan saudara kita di lokasi “wallet” perbatasan. Walet masih dari pantauan KPA Rohil agar tidak terjangkit penyebaran virus aids/Hiv maupun Narkoba. Mereka di kunjungi petugas kesehatan sebulan sekali.  Namun hal yang kita khawatirkan di sepanjang jalan lintas timur yang masih berkeliaran. Hal ini yang tidak dapat terjangkau oleh pantauan KPA Rohil dan BNK Rohil. Oleh sebab itu diharapkan masyarakat dapat memberikan informasi kepada kita,”tutur H.Suyatno yang juga ketua KPA dan BNK Rohil ini.

Sedangkan kepada peserta seminar merupakan generasi penerus bangsa, diharap wabup Suyatno dapat belajar dengan baus, baik dan berlomba untuk mencapai nilai tertinggi. Karena disebut wabup orang tua sangat mengharapkan sukses anaknya dalam meraih cita-cita.

"Belajar adalah prioritas pertama. Saya minta para peserta giat belajar. Karena anda adalah harapan orang tua. Karena orangtua ingin mensukseskan anaknya dalam mengembangkan ilmu apalagi di akademi ini yang selalu membantu masyarakat,"katanya.

Wabup mengatakan bahwa dirinya sudah lama tidak ke Baganbatu. Diakui wabup perkembangan Baganbatu cukup pesat. Hal ini disebut wabup jelas karena perkembangan ekonomi masyarakat Bagan batu.  Dalam kesempatan ini wabup mengharapkan masyarakat selalu kompak menjaga kesatuan, persatuan dan kebersamaan diantara masyarakat dengan  pemkab Rohil didalam menjalankan roda pembangunan daerah Rokan Hilir.

Diharapkan kepada anak  remaja jangan terlibat di dalam pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Karena disebut wabup seperti diketahui sendiri bahwa di Kecamatan Bagan Sinembah ini merupakan kasus terbanyak pada kasus HIV/AIDS dan Narkoba di wilayah Rohil.

"Mari kita perangi penyalahgunaan narkoba. Belajar yes narkoba no. Hari ini juga jika siswa tahu cukong dan bandar narkoba saya akan beri uang lima juta rupiah. Coba informasikan kesaya,"tantang wabup H.Suyatno kepada siswa.

Sementara itu salah seorang siswa M.ibrahim Rahman pada kesempatan seminar ini mengharapkan agar wabup H.Suyatno memajukan pendidikan di Rohil salah-satunya mengharapkan uang sekolah gratis.

“Kami harap wabup H.Suyatno dapat memajukan pendidikan di Rohil salah satunya kami inginkan beaya sekolah gratis,”pungkasnya.

Dalam hal ini wabup H.Suyatno mengatakan akan menyampaikan hal ini kepada Bupati kabupaten Rokan Hilir H.Annas Maamun agar bersama-sama anggota DPRD Rohil merumuskan  hal tersebut. Dalam kesempatan itu juga wabup dinobatkan untuk menyumbangkan sebuah lagu untuk kaula remaja. Orang nomor dua di Rohil ini pun mendendangkan lagu kelompok Naff.

“Jauhi dan katakan tidak pada narkoba. Belajar Yes, Narkoba no,”pungkasnya diakhir lagu. (andi krc)

Polisi sahabat dengan rakyat, perayaan malam natal oikumene di mapolres Rohil ribuan peserta


UJUNG TANJUNG,KABARROHIL-Perayaan natal oikumene di Mapolres Rohil mengangkat thema bangsa yang berjalan didalam kegelapan telah melihat terang yang besar  dan sub tema semangat natal memperkuat komitmen polri dalam membangun kemitraan dengan masyarakat menuju polri yang profesional dan dicintai masyarakat. Pelaksanaan tersebut berlangsung hikmat meskinpun sempat diguyur oleh hujan, Sabtu malam (17/12).

Dalam kesempatan sambutannya ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan menegaskan pemkab tidak henti-hentinya membangun daerah namun jika tanpa kebersamaan dan persatuan serta kesatuan niscaya hal itu dapat tercapai dengan baik dan sebagus daerah Rokan Hilir saat ini.

Begitu juga dalam membangun umat beragama di daerah Rokan Hilir ini. Dalam perayaan-perayaan seperti ini tentunya perhatian pemkab dibidang perayaan keagamaan perlu ditingkatkan lagi. Diharapkan dengan kebersamaan selama ini tentunya kedepan lebih baik.

“Saya hanya berpesan jika seandainya menghadapi natal ini pulang ke kampung diceritakan yang baiknya sedangkan yang buruknya ditinggalkan. Biarkan susahnya ke saya,"ujarnya.

Dalam kesempatan  ini diharapkan kepada para pemudik atau pulang kampong berhati-hati dalam perjalanan. Disebutnya beribadah pertama, silaturahmi hal dua dan kebahagiaan hal yang ketiga.

Sedangkan tokoh masyarakat kristiani, Edison Napitupulu sangat menyambut baik dan apresiasi yang luar biasa karena perayaan malam natal oikumene dilaksanakan di Mapolres Rohil. Hal ini disebutnya, terjawab kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat dalam kehadiran masyarakat disini yang mencapai lebih kurang 4000 peserta.

"Saya menilai mala mini hal yang luar biasa hikmahnya dimana oknum polisi dapat menyelenggarakan item bersahabat dengan rakyat.  Kiranya kedepan lebih bagus lagi,"pungkas Edison Napitupulu. (andi krc)

Kasat Narkoba Polres Rohil AKP L.Simatupang : Jangan main-main terhadap narkoba, Rohil telah 60 kasus


BAGANBATU,KABARROHIL-Pertemuan penguatan sektor pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan narkoba di gelar di Hotel Bintang Mulia Lantai II baganbatu jalan jenderal Sudirman baganbatu kecamatan Bagansinembah kab. Rohil, Sabtu (17/12). Acara tersebut dibuka dan dihadiri Wabup Suyatno.  Tampak hadir Kasat Narkoba polres  Rohil AKP L. Simatupang, Badan Pemberdayaan Perempuan Prov Riau, Hj.Rosmawati, KPA prov Riau, Agus Libert, Kapolsek Bagansinembah Kompol R.A.Samosir, Danramil Bagansinembah Kapten H.Sitorus, para dokter, camat Drs Jasmuddin Rauf dan datuk penghulu se kecamatan bagansinembah. Acara tersebut dibuka dan dipimpin oleh wabup H.Suyatno. Pada kesempatan itu juga para peserta berkesimpulan menanda-tangani tujuh perjanjian.

KPA Provinsi Riau, Agus Libert menegaskan jika berkemungkinan membuat suatu perjanjian dalam pertemuan ini. Dijelaskannya  permasalahan di Indonesia yang fenomenal yakni hampir 3,1 juta pria membeli sex atau 2,20 persen dari pria dewasa. Sementara 230 000 wanita merupakan pekerja sex dengan 1,6 juta wanita menikah dengan pria berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS.

“Masalah bocah dua tahun terjangkit virus Aids/Hiv merupakan starting point bagi Rohil,”tuturnya.

Dilanjutnya mengatakan bahwa 6-7 persen terinfeksi melalui jarum suntik, Ibu menularkan ke bayi melalui asi (air susu ibu), dan sebagainya.

"Kita berharap penanganan komperehensif terhadap penanganan para pasien terjangkit hiv/aids,"ujarnya Agus.

Dikatakannya lagi kelompok umur 25 hingga 29 sebesar 206 kasus merupakan kasus tertinggi Hiv/Aids. Disusul kemudian kelompok umur 20-24 sebanyak 150 kasus. Kemudian berdasarkan pekerjaan pihak wiraswasta yang tertinggi  kasus Hiv?aids hingga mencapai 151 kasus disusul kemudian pihak pekerja  swasta. Diharapkan penanggulangan hiv/aids dan Narkoba di daerah mencapai dana daerah hingga 70 persen sedangkan 30 persen merupakan dana pusat dan provinsi.

Sedangkan Kasat Narkoba Polres Rohil, AKP L.Simatupang menegaskan pada tahun 2015 Rohil harus  bebas Aids/HIV dan Narkoba. Dikatakannya melihat strategis wilayah daerah Rohil maka narkoba dapat masuk dari negara tetangga  melalui pelabuhan-pelabuhan tikus. Disebutnya dinegara negara besar untuk mengatasi masalah ini telah mempergunakan alat diteksi narkoba.

Dia menerangkan bahwa resiko pengguna narkoba dapat melakukan tindakan criminal. Disebutnya pecandu narkoba ini akan mengusahakan dapatnya uang dengan pelbagai cara untuk kemudian berfoya-foya di daerah lokalisasi.  Untuk itulah orang bisa terjangkit dengan melakukan hubungan sex bebas yang secara tidak langsung bisa terjangkit virus hiv/aids. Virus mematikan kekebalan tubuh ini sampai saai ini masih belum ada obatnya. Selanjutnya Dia mengatakan dirinya tidak main-main menangkap terhadap penyalahgunaan narkoba. Siapapun tanpa pandang bulu  ditangkap karena melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba meskinpun seorang oknum aparat polisi.

"Sekarang di LP sudah lima polisi karena kasus narkoba. Itupun saya tidak puas.  Saya akan menangkap terus terhadap penyalahgunaan narkoba,"ujarnya,

Oleh sebab itu diminta peran serta para masyarakat dalam memberikan informasi. Disebutnya dari bagian narkoba Polres Rohil dalam menelusuri ke gembong narkoba dengan pelbagai macam cara bahkan berpakaian seperti orang gila.  Dikatakannya narkoba cenderung masuk ke daerah Bagan sinembah karena masalah harga tinggi di sini.

"Masalah narkoba, ilegal logging dan judi jangan main-main kata pimpinan kami. Saat ini di Rohil sudah 60 kasus. Saya tidak puas, karena kalau bisa lebih target saya lebih dari 100 kasus,"pungkasnya. (andi krc)

Wabup dan ketua DPRD Rohil hadiri perayaan natal oikumene di Mapolres Rohil


UJUNG TANJUNG-KABARROHIL-Malam perayaan natal oikumene di gelar di Mapolres Rokan Hilir (Rohil) dengan thema Bangsa yang berjalan didalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Sedangkan sub thema dalam perayaan ini menggunakan semangat natal memperkuat komitmen Polri dalam membangun kemitraan dengan masyarakat. Acara itu di gelar di halaman Mapolres Rohil jalan lintas Timur  banjar XII Ujung tanjung, sabtu malam (17/12) kemaren. Sekira empat ribuan masyarakat hadir berbaur dengan aparat kepolisian pada acara tersebut. Tampak ikut hadir dalam acara itu wabup H.Suyatno, Ketua DPRD Nasrudin Hasan, Kapolres Rohil AKBP Auliansyah,Sik,MH, Asisten III bidang Kesra Pemkab Rohil Achmad Hasni, Kepala Bapemas H.Ferry Hendra Parya, anggota DPRD Joel Pakpahan, Anggota DPRD Leonard dan sejumlah tokoh masyarakat seperti Edison Napitupulu serta masyarakat kristiani.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Auliansyah Lubis,Sik,MH mengatakan bahwa acara ini merupakan kemitraan kepolisian dengan masyarakat. Diharapkannya perayaan natal kali ini yang digelar di Mapolres Rohil merupakan satu kesatuan hubungan kemitraan yang terjalin sebagai bagian masyarakat Rohil untuk berkarya lagi.

“Selamat berkarya. Sekarang kita merupakan warga Rohil juga. Acara ini merupakan kemitraan kepolisian dengan masyarakat,”tuturnya.

Kemudian itu, dalam sambutannya  Wabup mengatakan bahwa kondisi Rohil sampai saat ini sangat kondusiif. Oleh sebab itu diharap orang nomor dua di Rohil ini agar dapat mempertahankan kondisi ini. Karena disebut wabup siapa lagi yang menjaga keamanan ini selain masyarakat dan aparat kepolisian. Dikatakan wabup kemitraan kepolisian dengan masyarakat telah ditanam pada saat acara ini. Lanjut wabup menegaskan menurut dirinya kemitraan masyarakat dengan kepolisian pada acara saat ini  merupakan sebuah pencerahan dan motivasi kepada masyarakat. Apalagi disebut wabup panitia pelaksana pada acara ini merupakan aparatur kepolisian. Wabup sangat memberikan apresiasi atas pelaksanaan ini.

"Mari kita bersama-sama menjaga keamanan daerah kita ini. Bapak ibu bukan lagi orang sumut atau daerah lain tetapi bapak dan ibu adalah orang daerah Rrohil. Dengan ini saya percaya bahwa para pendeta  dan tokoh agama umat kristiani dapat menjaga umat untuk bersama-sama menjaga keamanan,"tutur wabup.

Dijelaskan oleh wabup H.Suyatno bahwa saat ini di Rohil telah ada IKBAS yang merupakan ikatan keluarga bagian dari masyarakat untuk menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan  umat beragama. Disebut wabup kita harus menanamkan pepatah yang mengatakan Dimana bumi dipijak disana langit dijunjung.

“Dimana bumi dipijak disana bumi dijunjung  masih tertanam pada diri saudara saudara,”ujarnya.

Kemudian itu,  wabup menjelaskan bahwa tidak lama lagi datang tahun baru dan mudahan dengan pergantian tahun dapat mengintropeksi  diri.

“Mudah-mudahan dengan pergantian tahun mendatang bapak dan ibu dapat petunjuk yang baik,”tuturnya.

Pada kesempatan ini juga para pemuda dan remaja diharap wabup  agar dapat menyampaikan kepada rekan-rekannya tentang penanggulangan  AIDS/HIV dan Narkoba. Begitu juga kepada tokoh agama kepada umatnya dan juga  orang tua kepada anak-anaknya agar dapat bersama sama menjaga para remaja  penerus anak bangsa.

“Jikalau ada kasus yang diketahui oleh masyarakat  agar dapat menyampaikannya kepada kita,”tandas wabup. (andi krc)

Tujuh kesepakatan ditanda-tangani peserta dalam upaya tindak lanjut pencegahan dan penanggulangan aids/HIV dan narkoba di Rohil


BAGANBATU,KABARROHIL-Dalam pertemuan yang digelar di lantai II Hotel Bintang Mulia  diantara peserta telah menyimpulkan tujuh kesepakatan ditanda-tangani dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba. Demikian ditegaskan wabup H.Suyatno kepada KABARROHIL ketika ditemui seusai melakukan pertemuan di Hotel Bintang Mulia jalan Jenderal Sudirman Baganbatu kecamatan bagan Sinembah, Sabtu (17/12).

“Pertemuan telah menghasilkan tujuh poin yang akan kita tindak lanjuti bersama,”ujar orang nomor dua di Rohil ini.

Dijelaskannya bahwa kasus Aids/HIV maupun narkoba ada di 14 kecamatan di kabupaten Rohil yang terindikasi kasus tersebut namun yang terutama paling banyak di kecamatan Bagan sinembah, kecamatan Bangko Pusako, kecamatan Bangko, kecamatan pasir limau kapas dan disusul di kecamatan lainnya.

Harapan orang nomor satu di komisi penanggulangan aids/HIV dan Narkoba ini, mudah-mudahan tujuh kesepakatan yang ditanda-tangani bersama itu dapat ditindak lanjuti dan berjalan dengan lancer. Hal ini tentunya atas kerjasama dengan masyarakat sehingga kedepan kasus masalah aids/HIV maupun narkoba sudah tidak banyak lagi. Minimal disebut wabup posisi kasus tidak lagi pada rangking empat yang disandang saat ini se Riau. Dikatakannya pemkab Rohil, KPA dan BNK Rohil akan terus bahkan sering dalam upaya menanggulangi aids/HIV dan narkoba bersama-sama masyarakat.

Wabup mengatakan upaya tersebut seperti memberikan penyuluhan-penyuluhan diutamakan kepada remaja di sekolah-sekolah tentang bahaya ketergantungan penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Diharapkannya juga para juru tinta dapat juga berperan serta dengan memberikan informasi-informasi yang jelas, akurat dan terpercaya.

“Kita ada pelayanan masalah ini di kantor camat, kantor polsek dan kantor penghulu atau kelurahan. Mungkin jika diperlukan kita fikirkan juga kedepan dengan mendirikan pos terpadu,” Pungkasnya.

Sedangkan camat bagan Sinembah Drs Jasmuddin Rauf ketika ditemui pada waktu yang sama menegaskan akan langsung turun kelapangan dalam melakukan penyuluhan-penyuluhan. Ditambahnya terutama sekali di sekolah-sekolah. Dirinya juga akan menyampaikan materi-materi tentang penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba serta pergaulan bebas. Dikatakannya bahwa akibat dari pergaulan sex bebas dan dampak dari segi kesehatan maupun agama juga harus dipaparkan kepada para anak didik sebagai penerus bangsa. Selain itu juga dimotivasi para majelis taklim dan PKK agar bergerak dan berdialog tentang penyuluhan penanggulangan aids/HIV dan pencegahan terhadap ketergantungan narkoba.

“Kita juga akan sosialisasikan dengan cara penyebaran brosur dan pamplet. Meningkatnya kasus aids/HIV dan Narkoba di Bagansinembah barangkali karena kondisi perekonomian masyarakat disini yang sudah semakin meningkat dan juga Baganbatu merupakan kota dilalui oleh jalan lintas timur sumatera,”tandasnya. (andi krc) 

Wabup buka pertemuan penguatan sector pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Hiv/AIDS dan narkoba


BAGANBATU,KABARROHIL-Pertemuan penguatan sector pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan Narkoba di Bagansinembah Kabupaten Rokan Hilir digelar di lantai II hotel bintang mulia jalan jendereal Sudirman Baganbatu Bagansinembah, Sabtu (17/12). Dalam pertemuan itu dihadiri  oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Prov Riau, Hj.Rosmawati, KPA prov Riau, Agus Libert, Kapolsek Bagansinembah Kompol R.A.Samosir, Danramil Bagansinembah Kapten H.Sitorus, Kasat Narkoba Polres Rohil AKP L.Simatupang, para dokter, camat Bagan Sinembah Drs Jasmuddin Rauf dan datuk penghulu se kecamatan bagansinembah. Acara tersebut dibuka dan dipimpin oleh wabup H.Suyatno. Pada kesempatan itu juga para peserta berkesimpulan menanda-tangani tujuh perjanjian.

Wabup H.Suyatno sangat menyambut apresiasi atas antusias para peserta dalam pertemuan kali ini. Dia merasa sangat gembira atas undangan yang diberikan sehingga memadati ruangan pertemuan di lantai II Htel Bintang Mulia jalan Jenderal Sudirman baganbatu Bagansinebah.

“Saya sangat gembira dan apresiasi terhadap kehadiran para undangan pada pertemuan ini,”ujarnya.

Dikatakan H.Suyatno selaku ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) daerah Rokan Hilir (Rohil) dan ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Rohil menyambut baik atas kerjasama masyarakat, lurah dan datuk penghulu , camat serta pimpinan perusahaan di daerah Kecamatan Bagansinembah. Diharapkannya kedepan jika perlu juga akan dipanggil seluruh pimpinan perusahaan swasta maupun pemerintah agar dapat menyediakan waktu untuk menggelar sosialisasi penanggulangan HIV/aids dan narkoba kepada karyawannya. Terutama sekali di kecamatan bagansinembah ini.

“Kata pak camat waria juga banyak di kecamatan bagansinembah ini,”tutur wabup Suyatno.

Orang nomor dua di Rohil ini mengharap agar bapak dan ibu dapat juga bekerjasama dalam penanggulangan menyebarnya virus HIV/AIDS dan narkoba di lingkungannya masing-masing.

“Harapan kami dapat sekiranya informasi dari bapak dan ibu mengenai situasi dan kondisi terhadap lingkungannya terutama dalam penyebaran Narkoba. Karena jika di diamkan begitu saja akan merusak lingkungan. Selaku masyarakat yang mau tak mau bertanggung jawab terhadap lingkungannya  maka kita harus ikut berperan serta dalam mengatasi dan menekan angka kasus Hiv/Aids dan penyebaran narkoba di lingkungannya. Jangan segan memberikan informasi kepada KPA Rohil,’ujar wabup.

Orang nomor satu dalam penanggulangan aids dan narkoba di Rohil ini menegaskan mulai saat ini masyarakat, remaja, siswa dan pelajar,  pemerintah, KPA Rohil, BNK Rohil serta tokoh masyarakat maupun tokoh agama harus ikut berkomitmen dalam mengurangi angka kasus Aids/HIV dan Narkoba di kabupaten Rokan Hilir ini. Dalam masalah dana anggaran untuk penanggulangan HIV/Aids dan narkoba ini, disebut Wabup H.Suyatno akan melakukan rapat anggaran kepada pemerintah Rohil untuk mengusulkan dana anggaran komisi penanggulangan aids daerah Rohil agar dapat lebih ditingkatkan lagi. Kemudian itu dikatakannya bahwa dirinya juga sudah memasang “kaki” intelijen di daerah-daerah kepenghuluan/kelurahan dan SKPD pemerintah daerah untuk mengetahui terhadap pejabat yang mengkonsumsi Narkoba.

“Saya sudah pasang kaki untuk mengetahui terhadap pejabat yang mengkonsumsi narkoba. Saya berjanji akan bayar siapa yang memberikan informasi failed, jelas dan A satu,”pungkasnya.

Hasil pertemuan ini rencana ditindak lanjuti dengan kesepakatan para peserta  ditandai menanda-tangani pertemuan KPA Rohil ini.  Tujuh kesepakatan dan perjanjian yang dirumuskan dalam pertemuan ini yakni. 1. Pemkab Rohil wajib mengoptimalkan fungsi yang sudah ada dan menyediakan anggaran di APBD Rohil di setiap tahun. 2.Pemkab Rohil melibatkan pihak-pihak swasta dilingkungan perusahannya. 3. Sektor swasta melaksanakan program cerdas HIV/AIDS dan Narkoba bagi karyawan dan masyarakat sekitar bekerjasama dengan instansi, KPA Rohil, LSM Peduli AIDS dengan memanfaatkan dana  CSR perusahaan. 4.Dalam upaya upaya pengembangan program yang berfokus remaja disepakati sector pendidikansangat perlu dan strategis untuk penanggulangan pencegahan berbasis sekolah. 5. Dalam pengembangan program sosialisasi kepada organisasi wanita, PKK, Dharmawanita dan GOW organisasi keagamaan seperti wirid. 6. Perlu dilaksanakan pertemuan dan 7. Sepakat mengurangi stigma dan deskriminasi terhadap komunitas berisiko dari berdampak aids (ODHA).

“Kesepakatan ini agar dapat dilaksanakan semaksimal mungkin,”tandas wabup H.Suyatno. (andi krc)

Jumat, 16 Desember 2011

Bank Bagansiapiapi BRI nomor dua tertua di Indonesia, di Tahun 2012 tiga BRI unit dan dua teras BRI dibuka


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang tertua di Jogyakarta sedangkan BRI kedua tertua adalah BRI Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir ini. BRI Bagansiapiapi berdiri sejak tahun 1836. Demikian dikatakan oleh pemimpin cabang BRI Bagansiapiapi, Riaman Busro melalui Asisten Manager Bisnis Micro (AMBM) BRI Cabang bagansiapiapi, Prianto ketika ditemui di ruang kerjanya lantai II kantor BRI cabang bagansiapiapi jalan Merdeka Bagansiapiapi, Jumat (16/12).

Dikatakan Prianto bahwa ulang Tahun BRI yang ke- 116 puncaknya pada tanggal 16 Desember 2011  tadi dengan menggelar upacara biasa saja diantara sesame lingkungan karyawan BRI sendiri kemudian dilakukan pemotongan tumpeng. Lanjutnya menerangkan kegiatan ultah BRI ke 116 ini sebelumnya sudah di gelar pelbagai kegiatan diantaranya melakukan kegiatan  jalan santai, karaoke, lomba memasak, dan  pelbagai lomba bagi anak-anak.

Disebut asisten Manager bisnis micro ini bahwa BRI cabang Bagansiapiapi kedepan yakni di tahun 2012  melakukan pengembangannya dengan mendirikan 3 (tiga) BRI unit lagi  yaitu BRI unit di Simpang Tiga kecamatan Bagansinembah, BRI unit Manggala Sakti kecamatan tanah Putih Sedinginan, BRI unit  Langgadai  kecamatan Rimba Melintang, dan 2 (dua) Teras BRI yaitu Teras BRI Bangko Jaya dan Teras BRI Simpang Benar.  Disebut Prianto bahwa BRI bagansiapiapi juga membuat suatu program dengan memberikan pelbagai hadiah souvenir kepada nasabah baru.

Dijelaskannya bahwa jumlah nasabah kur Micro di Rohil  yakni berupa pinjaman hingga 20 juta rupiah kurang lebih mencapai 2200 nasabah sekitar 22,6 Milyar per November 2011. Dikatakannya nasabah kur Micro semua sector dilayani namun disebutnya saat ini kebanyakan para nasabah  sector  perdagangan dan pertanian. Dalam program pinjaman tersebut hingga saat ini tidak ada permasalahan yang signifikan.

"$elama ini masih lancar-lancar saja,"tuur Prianto.

Prianto mengharapkan dengan berdiri lagi 3 (tiga) BRI unit dan 2 (dua) Teras BRI dapat mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat terhadap perbankan di Rokan Hilir.  Sehingga disebutnya, dapat mengembangkan perekonomian masyarakat di daerah Rokan Hilir.

“Dengan berdirinya BRI tambahan diharapkan semua kegiatan ekonomi daerah dapat berkembang,”pungkasnya. (andi krc)

Realisasi pajak daerah per November 2011 mencapai 84.53 persen, sedangkan retribusi daerah mencapai 61.89 persen dari target 2010


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pencapaian realisasi pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD) di bulan November 2011 hampir mencapai target. Demikian diungkap kepala Dispenda kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Drs H.Wan Achmad Syaiful,Msi ketika dihubungi KABARROHIL, Jumat (16/12).

Dikatakannya , Dispenda melakukan rapat koordinasi untuk meng-optimalkan peningkatan pajak asli daerah di tahun 2012 ini yang berlangsung kemaren (kamis 15/12,red). Dia mengatakan pajak daerah per November 2011 telah mencapai Rp 7.397.566.675,_ atau sekitar 84.53% dari target tahun 2010 sebesar Rp 8.751.667.436,_ sehingga kekurangan hanya 15.47 persen. Sedangkan retribusi daerah mencapai Rp.1.913.626.980 atau sekira 61.89 persen dari target tahun 2010 sebesar Rp 3.092.000.000,_ sehingga kekurangannya sebesar 31.89 persen. 


Lebih lanjut diterangkannya target dan realisasi pajak daerah seperti pajak hotel realisasi mencapai 147 persen dari target, pajak restoran realisasinya 72 persen, pajak hiburan realisasi mencapai 124 persen, pajak reklame realisasinya mencapai 132 persen, pajak PPJ realisasi mencapai 103 persen, pajak mineral bukan logam dan batuan mencapai 162 persen, sdangkan pajak air tanah realisasinya mencapai hingga 356 persen, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar 32 persen. Sedangkan pajak parkir realisasinya  nol persen dari target Rp 500.000.000,_ begitu juga pajak sarang burung wallet realisasinya nol persen dari target Rp 500.000.000,_.

Sedangkan target dan realisasi retribusi daerah pelayanan kesehatan (Rumah sakit) realisasi 117,9 persen dari target Rp 300.000.000,_, retribusi persampahan/kebersihan (dinas pasar) realisasi mencapai 61.26 persen dari target Rp 150.000.000,_. Retribusi pengganti bea KTP dan akte Capil (disdukcapil) mencapai realisasi 77.22 persen dari target Rp 300.000.000,_, retribusi pelayanan parker di tepi jalan umum (Dishub) realisasi mencapai 282.7 persen dari target Rp 25.000.000,_, sedangkan retribusi pengguna kenderaan bermotor realisasi mencapai 119.6 persen dari target Rp 125.000.000,_. Sementara itu retribusi pelayanan pasar (Dispas) nol persen karena belum ada target dan realisasinya. Sedangkan retribusi pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan (Dishub) yang tidak mempunyai target berhasil realisasi sebesar Rp 20.000.000,’ begitu juga retribusi jasa umum (SPK,dok,dll) mencapai realisasi sebesar Rp 19.690.000,_.

Lebih jauh juga mengatakan bahwa Retribusi pemakaian kekayaan daerah realisasi mencapai 2.71 persen dari target Rp 500.000.000,_, retribusi pasar grosir/pertokoan (Dinas pasar) mencapai realisasi 34.54 persen yakni sebesar Rp 74.265.000,_, retribusi Terminal (Dishub) realisasi sebesar Rp 12.568.100,_ atau mencapai 50.27 persen dari target. Sedangkan retribusi pelayanan pelabuhan realisasi mencapai 54.40 persen dari target atau sebesar Rp 1.088.000,_. Sementara itu retribusi khusus parker (Dishub) dan retribusi rekreasi dan olahraga (dispora) yang masing-masing mempunyai target Rp 50.000.000,_ masih belum terealisasi. Namun retribusi rumah potong hewan (Distannak) yang tidak memiliki target berhasil realisasi sebesar Rp 12.930.000,_ dan retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) (dinas Cipta karya) mencapai realisasi sebesar 48.26 persen dari target sebesar Rp 500.000.000,_.

Kemudian retribusi izn tempat penjualan minuman berakohol nihil realisasi. Retribusi izin gangguan/keramaian (Bapedalda) mencapai realisasi 100.8 persen dari target sebesar Rp 600.000.000,_, retribusi izin Trayek (Dishub) mencapai realisasi 62.90 persen dari target. Sedangkan retribusi izin usaha perikanan (Dinas Perikanan) belum ada realisasi dar target sebesar Rp 75.000.000,_, retribusi izin Usaha kepariwisataan (Dispora) dan retribusi Perizinan bidang lingkungan Hidup masing-masing memiliki target sebesar Rp 50.000.000,_ belum realisasi. 

"Sementara waktu yang tersisa kurang lebih setengah bulan lagi,"ujarnya.(andi krc)


Di Tahun 2011 hingga saat ini telah 21 Perda dan 7 Ranperda disahkan DPRD Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sampai hari ini ditahun 2011,  anggota legislatif Rokan Hilir (aleg Rohil,red) telah mengesahkan 11 Peraturan Daerah (Perda) pajak dan 10 Perda retribusi sedangkan Ranperda yang disahkan menjadi Perda oleh DPRD Rohil ada sebanyak  7 (tujuh). Perda tersebut disahkan setelah melalui tahapan pembahasan Panitia Khusus (Pansus) anggota DPRD Rokan Hilir.  Demikian ditegaskan oleh ketua DPRD Rohil ketika ditemui KABARROHIL di ruang kerjanya di Gedung Wakil Rakyat jalan Merdeka Bagansiapiapi, Kamis (15/12) kemaren.

"Dari  Ranperda yang diajukan Pemkab Rohil sudah 28 disahkan DPRD Rokan Hilir,"tuturnya.

Dikatakannya perda pajak yang telah disahkan DPRD Rohil yakni Perda nomor 1 tahun 2011 tentang pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), Perda nomor 2 tahun 2011 tentang pajak air tanah, Perda nomor 6 tahun 2011 tentang pajak bumi dan bangunan (PBB P2), Perda nomor 7 tahun 2011 tentang pajak hotel, Perda nomor 8 tahun 2011 tentang pajak sarang burung walet, Perda nomor 9 tahun 2011 tentang pajak parkir, Perda nomor 10 tahun 2011 tentang pajak mineral bukan logam dan batuan, Perda nomor 11 tahun 2011 tentang pajak hiburan, Perda no 12 tahun 2011 tentang pajak reklame, Perda no 13 tahun 2011 tentang pajak restoran, dan Perda no 14 tahun 2011 tentang pajak penerangan jalan.

Sedangkan Perda retribusi yang disahkan DPRD Rohil diantaranya Perda no 15 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, Perda no 16 tahun 2011 tentang retribusi ijin trayek, Perda no 17 tahun 2011 tentang retribusi terminal, Perda no 18 tahun 2011 tentang retribusi pengujian kenderaan bermotor, Perda no 19 tahun 2011 tentang retribusi tempat khusus parkir, Perda no 20 tahun 2011 tentang retribusi izin gangguan, Perda no 21 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan pasar, Perda no 22 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, Perda no 23 tahun 2011 tentang penggantian biaya cetak KTP dan akta capil, dan Perda no 24 tahun 011 tentang retribusi izin mendirikan bangunan (IMB).

$ementara itu,7 (tujuh) Ranperda retribusi yang telah disahkan DPRD Rohil menjadi Perda (sidang paripurna 12/12,red) diantaranya  retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran, retribusi pelayanan tera/tera ulang, retribusi pelayanan pengendalian menara telekomunikasi, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pelayanan kepelabuhan, retribusi tempat rekreasi dan olahraga dan retribusi izin usaha perikanan.

Kemudian itu dikatakannya,  11 (sebelas) Ranperda retribusi menyusul disahkan yakni tentang retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat, retribusi penggantian biaya cetak peta, retribusi penyediaan dan /atau penyedotan kakus, retribusi pengolahan limbah cair, retribusi pasar grosir dan/atau pertokoan' retribusi pelayanan pendidikan, retribusi tempat pelelangan, retribusi tempat penginapan/pesangrahan/villa, retribusi rumah potong hewan, retribusi penyeberangan di air, dan retribusi penjualan produksi usaha daerah. (andi krc)