Kamis, 05 Januari 2012

Masyarakat bukan menjadi penonton di daerahnya sendiri


“Atas ungkapan juru bicara pansus IV DPRD Rohil dalam siding paripurna desember 2011 lalu terhadap bupati kabupaten Rokan hilir, H.Annas Maamun akhirnya elemen masyarakat juga ikut bersuara karena mereka tidak ingin menjadi penonton didaerahnya sendiri”

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Selaku bagian dari elemen unsure masyarakat Rokan Hilir (Rohil) harus menapik ungkapan yang dilantunkan oleh Anggota DPRD Rohil pansus IV dalam siding paripurna Desember 2011 lalu terhadap bupati kabupaten Rokan Hilir, H.Annas Maamun. Karena Bupati kabupaten Rokan Hilir adalah merupakan pilihan rakyat begitu juga anggota DPRD Rohil adalah juga pilihan rakyat. Hal ini karena anggota DPRD Rohil harus intropeksi terhadap lingkungannya sendiri terlebih dahulu barulah intropeksi orang lain. Tugas anggota DPRD Rohil adalah sebagai pengawasan yang segala tindak tanduknya juga diawasi oleh rakyat. Demikian ditegaskan oleh Darwin Murin wakil ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Rohil kepada KABARROHIL, Kamis (5/1) yang disebutnya baru saja mengikuti Munas VIII PPM di Medan.
wakil ketua PPM Rohil Darwin Murin (kiri)

“Selaku anggota DPRD Rohil harus melakukan tupoksinya sebagai pengawas dan legislasi. Lagipula harus intropeksi lingkungan sendiri terlebih dahulu barulah ngomong untuk intropeksi orang lain. Anggota Dewan jangan asal bicara karena bukan rahasia umum lagi, masyarakat juga punya catatan hitam buat oknum anggota DPRD Rohil yang kerjanya bermain proyek pembangunan. Lihat internal DPRD Rohil dulu apakah memang sudah bersih? Yang jelas DPRD Rohil tidak ada lagi kepentingan perjuangan untuk masyarakatnya apalagi menyikapi aspirasi masyarakat,”ujar Darwin.

Disebut Darwin, sejatinya anggota DPRD Rohil harus punya ide kreatif atau inisiatif. Lanjutnya mengatakan selaku anggota Dewan yang terhormat dan tidak kalah pentingnya control atau fungsi pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan yang terkendala di wilayah Rohil ini.

“Bagaimana bisa mengoptimalkan sector pengawasan pembangunan daerah jika ada oknum DPRD Rohil juga ikut andil bermain dalam pengerjaan proyek pembangunan daerah,”ungkap Darwin.

Dijelaskannya lagi, sesuai hasil observasi dan investigasinya dilapangan tidak sedikit proyek pembangunan yang terbengkalai dan tidak selesai dikerjakan. Bahkan proyek pembangunan tersebut diambang kehancuran sehingga disebutnya berapa banyak dana yang terserap pada proyek tersebut tidak dapat difungsikan dengan baik.

“Bukan rahasia umum lagi proyek di jalan bintang dan jalan kecamatan yang dikerjakan anggota dewan tidak dapat difungsikan. Bukan malah mencecar bupati seenaknya saja, karena bupati H.Annas Maamun tidak sedikit jasa dan penghargaannya bagi daerah Rokan Hilir bahkan bangsa dan Negara seperti bintang kehormatan lencana veteran pejuang kemerdekaan RI. Juru bicara Pansus IV anggota DPRD Rohil  jangan asal bicara dan melontarkan kata catatan hitam tanpa intropeksi kedalam. Diharapkan Dewan kehormatan DPRD Rohil mengusut dibalik semua ini dan mengklarifikasi apa yang dirumuskan oleh Pansus IV tersebut karena hal ini menyangkut moralitas,”tegas Darwin.

Hal senada juga diungkap oleh Edi Mukhtar, Dia mengatakan bahwa secara tidak langsung H.Annas Maamun yang dulunya ketua DPRD Rohil itu telah membesarkan anak harimau. Disebutnya  masyarakat sudah tahu track rcord oknum anggota DPRD Rohil sebelumnya yang tidak punya nama yang kemudian dibesarkan oleh Bupati H.Annas Maamun  baik melalui institusi partai, maupun didunia usaha.

“Jelasnya masyarakat tidak diam dan tidak ingin menjadi penonton di negerinya sendiri,”pungkas Edi Mukhtar. (andi krc)

SKPD di harapkan bekerja optimal untuk menggali potensi PAD


Pada zaman Otonomi daerah saat ini SKPD dituntut untuk menggali potensi pendapatan daerah selain migas. Oleh sebab itu anggota DPRD Rohil Rasmali,SH menekankan agar SKPD lebih giat bekerja untuk menggali potensi tersebut sehingga dapat meningkatkan PAD Rohil selain migas

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Anggota DPRD Rohil menegaskan agar satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dapat menggali potensi daerah dalam meningkatkan Pendapatan Daerah baik dalam sector retribusi maupun dalam sector pajak selain migas. Hal ini dikatakan oleh Rasmali,SH ketika ditemui KABARROHIL di ruang kerjanya di gedung DPRD Rohil jalan Merdeka bagansiapiapi, Kamis (5/1).

“Banyak potensi pendapatan daerah yang dapat digali didaerah Rokan Hilir ini disektor selain migas,”tuturnya.

Oleh sebab itu diharapkan oleh ketua Fraksi Golkar Plus di DPRD Rohil ini, seluruh SKPD selalu giat bekerja dalam meningkatkan PAD Rohil. Dikatakannya, otonomi daerah dalam era reformasi dan globalisasi ini didaerah Rokan Hilir jangan hanya mengandalkan potensi alam migas saja. Lanjutnya mengatakan masih banyak potensi yang harus digali di daerah Rohil ini. Disebutnya seperti di sector pariwisata, dan disektor perikanan perlu dikembangkan untuk menghasilkan pendapatan daerah.

“Satker harus bekerja dengan giat agar dapat menggali potensi tersebut sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah selain migas,”pungkasnya. (andi krc)

Rabu, 04 Januari 2012

Ketua DPC AWI Rohil sangat menyayangkan permasalahan pribadi mengkaitkan organisasi AWI Rohil


“Ketua Aliansi Wartawan Indonesia Rokan Hilir beserta sejumlah pengurus dan anggota  sangat berang dan menanggapi pemberitaan yang mengatas-namakan AWI Rohil tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan”

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Terkait pemberitaan catatan Jf di salah satu surat kabar umum terbitan Pekanbaru  edisi 30 tahun II tertanggal 15 Desember 2011 pada halaman 2 mengkaitkan nama AWI Rohil kedalam permasalahan pribadi  maka wadah organisasi profesi AWI Rohil  menyayangkan sekali. Kepada KABARROHIL ketika ditemui di jalan Perniagaan Bagansiapiapi, Rabu (4/1)  Sutrisno mengatakan Selaku ketua organisasi profesi Dewan Pimpinan cabang Aliansi Wartawan Indonesia Rokan Hilir (DPC AWI Rohil), Dia  sangat menyayangkan surat dari DPC AWI Rohil tersebut di publikasikan.  Karena surat itu ditembuskan kepada asosiasi profesi wartawan hanya untuk sekedar mengetahuinya saja. Sedangkan Jf ditegaskan oleh Sutrisno bukan anggota DPC AWI Rohil. Bahkan menurut sutrisno bahwa Jf pernah mengharap agar surat itu dipublikasikan beberapa bulan lalu dan selaku ketua DPC AWI Rohil, Sutrisno mengatakan tidak mengijinkan hal ini untuk di publikasikan.

Atas hal tersebut selanjutnya Sutrisno menuding Jf telah melanggar kode etik. Disebutnya  karena dirinya sudah melarang untuk dipublikasikan namun Jf mempublikasikan dimedia.  Atas hal tersebut tentunya dalam waktu dekat ini  AWI Rohil melakukan rapat untuk mengambil keputusan dari pendapat para anggota.

“Seharusnya sebelum mempublikasikan terlebih dahulu memberitahukan ke AWI Rohil baik secara tertulis atau lisan dan bertatap muka dan tidak melalui HP. Karena hal ini merupakan atas nama organisasi profesi DPC AWI di Rohil. Pernah disampaikan Jf pada tiga bulan yang lalu namun tidak mendapat persetujuan kita. Selaku jurnalis yang profesional jelasnya tidak etis menaikkan berita atas nama AWI Rohil tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi untuk mendapat persetujuan DPC AWI Rohil. Itu sudah melanggar kode etik selaku insan pers, tahu ngak UU pers tentang pemberitaan dan publikasi ke media kalau ngak jelas tanya dan pelajari UU tersebut. Jangan arogansi membuat berita tanpa persetujuan terlebih dahulu,"tandas Sutrisno.

Sedangkan sekretaris DPC AWI Rohil, Chandra pada hari yang sama ketika dihubungi juga menegaskan bahwa pemberitaan menyangkut nama AWI Rohil seharusnya memberitahukan terlebih dahulu karena organisasi profesi DPC AWI Rohil menurut Chandra jika mengatasnamakan wadah organisasi DPC AWI Rohil harus mendapat persetujuan dari pengurus maupun anggota yang ada.

“Jika mengatasnamakan AWI Rohil maka pengurus dan anggota terlebih dahulu bermufakat untuk mendapatkan suara terbanyak. Tetapi  lain halnya jika atas nama pribadi,”ujar Chandra.

Begitu juga Hendri anggota DPC AWI Rohil mengatakan bahwa seorang jurnalis seharusnya bertindak professional dengan memilahkan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan lainnya. Disebut Hendri bahwa permasalahan pribadi akhirnya mengkaitkan organisasi wartawan lain hal itu sama dengan mendapat keuntungan dengan berlindung dari organisasi profesi lain. 

“Sangat disayangkan permasalahan pribadi di kaitkan dengan permasalahan AWI Rohil. Mengapa tidak dengan organisasi yang dinaunginya,”pungkas Hendri. (andi krc)

Senin, 02 Januari 2012

Anggota Legislatif Bakal Ajukan Bentuk Pansus Tentang Pertanahan ke Ketua DPRD Rohil


Untuk mengatasi permasalahan lahan dan hutan di kabupaten Rokan Hilir  termasuk peninjauan tentang ijin HPH maka anggota legislatif bakal mengajukan pembentukan Pansus ke ketua DPRD Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Anggota akan mengajukan ke ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan untuk membentuk pansus tentang pertanahan. Hal ini untuk meninjau langsung tentang ijin HPH di daerah Rokan Hilir dan tentang perselisihan serta perambahan hutan di daerah Rokan Hilir.  Demikian diungkapkan oleh anggota DPRD Rohil, Rasmali,SH ketika ditemui KABARROHIL, Senin (2/1).

“Anggota DPRD akan mengajukan  pembentukan pansus yang berkenaan dengan tanah kepada ketua DPRD Rokan Hilir. Hal ini untuk mengatasi persoalan tanah dan hutan di daerah kabupaten Rokan Hilir sehingga pansus dapat meninjau langsung kelapangan dan memberikan laporan berdasarkan kajian dan kondisi real,”ujar Rasmali.

Disebutnya, pansus ini juga akan melihat kondisi realta di lapangan tentang kondisi  perusahaan yang memiliki ijin HPH di daerah Rokan Hilir.   Dia menambahkan termasuk juga meninjau kondisi wilayah yang mencakup tentang lahan yang bermasalah, begitu juga  hutan, termasuk hutan cagar alam, hutan konvensi, dan hutan produksi.

Dia mengatakan bahwa Pansus ini akan meninjau kondisi ramah hutan yang berkenaan ijin HPH dan hutan  konversi. Ditambahkannya, termasuk  ijin HPH dari pusat akan ditinjau kembali apakah ijin tersebut  sesuai dengan kondisi realita sekarang yang sebenarnya. Karena, lanjutnya mengatakan yang akhirnya berbenturan dengan RT-RW dimana areal lahannya itu termasuk  pada areal lahan milik masyarakat.

“Pansus ini akan meninjau terhadap PT Najatim tentang plasma, RUJ masalah lahan PT Diamon tentang jalan sinaboi ke Dumai. Begitu juga mengecek  apakan sesuai dengan ijin yang lama, atau penambahan ijin perluasan lahan. Hal inilah yang harus di evaluasi,”pungkasnya. (andi krc)

Minggu, 01 Januari 2012

Menyambut Tahun baru 2012 Warga lebih padat, taman kota dan batu enam di serbu warga


Minimnya sarana dan prasarana tempat hiburan di ibukota Bagansiapiapi akhirnya warga masyarakat menyerbu tiga tempat yang menyediakan arena permainan anak-anak yakni di taman kota, batu enam sepanjang pesisir sungai Rokan dan pasar pelita arena permainan e zone.

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pada tahun baru 2012 di ibukota kabupaten Rokan Hilir Bagansiapiapi dipenuhi  warga masyarakat  yang berpusat di daerah batu enam sepanjang pesisir batu enam bBgansiapiapi, Minggu (1/1). Permainan anak-anak seperti mobil tenaga baterai, dan permainan memancing ikan-ikanan banyak diminatai oleh anak-anak.

Penjaja makanan juga tidak luput dari daya beli masyarakat yang menikmati rekreasi dan refresing di sepanjang pesisir sungai Rokan tersebut. Bahkan juru parkirpun meraih rezeki pada awal tahun 2012 ini.

"Kita mengajak anak-anak bermain di lokasi sepanjang pesisir sungai Rokan sambil menikmati pemandangan pulau Pedamaran dan laut,’tutur Ros (43) salah satu pengunjung ketika ditemui KABARROHIL.

Dia mengatakan dari pada tahun baru 2011 lalu, pada tahun ini (2012,red) sangat ramai pengunjung. Dia menerangkan pada malam menyambut tahun baru 2012 juga di kota Bagansiapiapi sangat padat oleh warga. Dia mengatakan bahwa keramaian warga di taman kota sehingga membuat macet jalan.

“Tadi malam menyambut tahun 2012 lebih ramai lagi di taman kota. Tepat jam 00.00 wib mercon mengudara menghiasi udara di kota Bagansiapiapi,”tandasnya.

Hasil pantauan, di pasar pelita lantai II jalan perniagaan bagansiapiapi di arena permainan anak e zone juga di padati oleh warga masyarakat. baik dari kota Bagansiapiapi maupun dari luar kota. hal ini di lihat dari areal parkir yang membludak tidak seperti biasanya. bahkan mobil juga ikut parkir di areal parkir  tersebut. Areal Parki sepeda motor yang hanya biasa di pinggir jalan akhirnya membuka areal hingga ke halaman kantor bea dan cukai. (andi krc)  

Jumat, 30 Desember 2011

Kampung Aman Banjir, sedikitnya 162 rumah terendam


SUNGAI BAKAU,KABARROHIL-Sedikitnya 162 KK rumahnya terendam air di desa kampong Aman kepenghuluan Sungai bakau kecamatan Sinaboi. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris desa kampong Aman Muhammad Yusuf kepada KABARROHIL, Jumat (30/12).

Dijelaskannya bahwa kampong Aman dilanda banjir sehingga merendam 162 KK yang diperkirakan sebanyak 532 jiwa. Disebutnya banjir di daerah kampong Aman disebabkan debet curah air hujan yang berlebihan dalam tiga hari ini.

“Banjir melanda 162 KK atau sebanyak 532 jiwa di kampong Aman, tuturnya.

Sedangkan anggota DPRD Rohil, Rasmali,SH ketika ditemui KABARROHIL mengatakan bahwa banjir di kampong Aman kepenghuluan Sungai Bakau kecamatan Sinaboi merupakan banjir musiman yang melanda hampir di seluruh daerah Rohil bahkan di Riau jika dating musim penghujan. Oleh sebab itu diharakan masyarakat lebih waspada  sebagai antisipasi meningkatnya debet air.

Dia mengatakan setelah habis musim penghujan ini tentunya akan mengajukan program untuk membuka tali air untuk mengantisipasi banjir di tahun berikutnya.

“Banjir ini merupakan banjir musiman yang tentunya masyarakat harus lebih waspada. Selanjutnya kita akan mengusulkan program membuka tali air agar air mengalir dengan bagus,’pungkasnya. (andi krc)

Warga jangan takut melaporkan kontraktor mengerjakan program pembangunan tidak beres

SUNGAI BAKAU,KABARROHIL-Anggota DPRD Rokan Hilir dari Komisi bidang pembangunan Rasmali,SH menyatakan agar warga masyarakat jangan takut melaporkan para kontraktor mengerjakan kegiatan pembangunan tidak beres kepada dirinya ataupun kepada anggota DPRD lainnya di komisi bidang pembangunan DPRD Rokan Hilir. Hal ini ditegaskan oleh ketua fraksi Golkar plus ini dalam reses di Sungai bakau, kamis (29/12) kemaren.

Dikatakan Rasmali, bahwa masyarakat berhak untuk melaporkan segala kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan bistek kepada anggota DPRD Rohil. Karena dengan adanya laporan tersebut maka anggota DPRD Rohil akan melakukan peninjauan dan menegur para kontraktor. Disebut Rasmali, seperti pembangunan gang Jangi rt 09, gang sumo rt 10, kata rasmali.

Di jelaskan oleh Rasmali agar masyarakat jangan takut untuk mengawasi pembanguan di daerahnya karena pembangunan tersebut merupakan uang dari rakyat yang dipergunakan untuk kepentingan rakyat oleh sebab itu rakyat berhak utk mengawasi pembangunan daerahnya.

"Rakyat jangan takut untuk mengatakan dan menegur kontraktor jika pembangunan tidak sesuai bistek. Kemudian jika digertak kontraktor akan rugi jika ditegur karena tidak dibangun dan mengalihkan pembangunan kedaerah lain, hal itu adalah tidak benar karena mengalihkan pembangunan harus dengan persetujuan anggota DPRD Rohil. Melainkan merekalah yang akan rugi jika tidak membangun sesuai dengan bistek dan  dilaporkan oleh masyarakat ke DPRD,"tegasnya.

Di sebut rasmali masyarakat sinaboi memang dikategorikan rakyat bertaraf miskin oleh sebab itu didaerah sinaboi ini di prioritaskan untuk dibangun agar masyarakat sinaboi menjadi lebih makmur paling tidaknya setara dengan wilayah lainnya dalam pemerataan pembanguan. Kemudian itu, ditambah Rasmali bahwa bupati Rohil H.Annas Maaun sangat komitmen dan mengutamakan pembanguanan infrastruktur jalan agar tidak terisolir karena dapat menjadi penghubung mengangkut hasil petani agar lebih cepat, dan hasil petani tetap segar dengan harga jual tinggi.

Disebut Rasmali, bercocok tanam di daerah Sinaboi untuk menjadi lumbung padi sangat didukung. Oleh sebab itu diharapkan masyarakat mempertahankan jiwa pertanian tersebut sehingga lebih menghasilkan lagi.

Kemudian itu dikatakan Rasmali, tentang perikanan bagi penghidupan nalayan akan ditingkatkan dengan menyediakan kapal patroli agar mengawasi terhadap illegal fishing. Sehingga, ditambahkan Rasmali masyarakat tempatan dapat leluasa menangkap ikan dengan tradisional untuk menambah hasil dan pendapatannya.

“jelasnya masyarakat harus kompak menjaga kesatuan dan persatuan sehingga perkembangan didaerahnya menjadi semakin lebih maju,”pungkas Rasmali. (andi krc)

Warga Sungai Bakau harap program kegiatan Pencucian Parit

SUNGAI BAKAU,KABARROHIL-Masyarakat Sungai bakau mengharapkan adanya pembukaan tali air dalam arti pencucian parit poros agar jalan air menjadi lancer. Hal ini sebagai antisipasi membludaknya debet air di musin penghujan. Demikian disampaikan  warga dalam Reses anggota DPRD Rohil, Rasmali,SH di sungai Bakau, Kamis (29/12) kemaren.

Salah satu warga, M. Simamora dari RT 01/RW 01 dalam pertemuan reses itu mengusulkan pencucian parit di jalan poros di wilayah Sungai bakau terutama di sepanjang jalan poros sinaboi ke Bagansiapiapi. Dia  menyatakan bahwa pintu air tersebut diutamakan agar dapat di bersihkan karena merupakan jalan utama air yang dating dari segala pelosok. Dikatakannya hal ini diusulkan kepada anggota Dewan sebagai penyambung aspirasi masyarakat karena pembersihan parit itu untuk kepentingan masyarakat banyak. Disebutnya bahwa parit sepanjang jalan poros sinaboi ke Bagansiapiapi itu merupakan parit utama sepanjnag 10 kilometer. Daitambahkannya, sementara ini telah ada aksi swadaya masyarakat yang hanya dapat dibersihkan sepanjang 850 meter saja. Dijelaskannya dengan besarnya parit utama tersebut maka dikatakannya dapat untuk mengatasi masalah banjir. Hal ini disebutnya karena air dapat mengalir dengan lancar.

Sementara itu warga lainnya, Widarya warga dari RT 08 Kuala Sei kecil mengharapkan pembangunan lanjutan semenisasi jalan.  Hal ini, disebutnya sangat diperlukan masyarakat tempatan untuk akses penghubung.  Kemudian itu Dia juga mengusulkan pengadaan sumur bor didaerah mereka. Hal yang sama juga disampaikan oleh Subiyanto warga RT 05. Dia juga mengharapkan didaerahnya ada sumur bor untuk kepentingan air minum dan MCK (mandi cuci dan kakus,red).

Kemudian jalan utama dari jalan poros sinaboi ke Bagansiapiapi menuju ke pelabuhan Sungai Bakau diminta juga diminta warga kepada Rasmali agar di perlebar sehingga dapat perselisihan mobil. Dijelaskannya jalan tersebut sepanjang 1,5 Km. Sedangkan yang ada saat ini selebar tiga meter. Sementara itu disebutnya  warga siap lahan untuk pelebaran jalan itu.

Sementara itu, Anggota DPRD Rohil, Rasmali,SH menegaskan akan menyimpulkan aspirasi masyarakat tersebut yang selanjutnya akan di bahas dalam pengusulan ABPD Rohil mendatang. Dia mengatakan aspirasi tersebut disampaikan kepada Pemerintah daerah untuk direalisasikan, namun disebutnya hal itu tergantung dari sekala prioritas yang diajukan.

“Segala aspirasi kita rangkum untuk nantinya kita sampaikan kepada pemerintah daerah,”pungkasnya. (andi krc)

Kamis, 29 Desember 2011

Anggota DPRD Rohil, Rasmali,SH reses ke sungai bakau sinaboi


SINABOI,KABARROHIL-Anggota DPRD Rokan Hilir (Rohil), Rasmali,SH melaksanakan kegiatan reses triwulan III (ketiga) tahun 2011.  Anggota DPRD dari komisi III itu ke kepenghuluan Sungai Bakau Kecamatan Sinaboi. Hadir saat itu Maswardi penghulu Sungai Bakau,  13 ketua RT dan masyarakat Sungai Bakau. Sekira puluhan masyarakat ikut dalam pertemuan  digelar di salah satu rumah warga jalan Utama Sungai Bakau, Kamis (29/12).

Dalam pertemuan itu,  Rasmali,SH mengatakan bahwa dirinya datang untuk  malakukan kegiatan reses di kepenghuluan Sungai Bakau. Disebut Rasmali bahwa anggota wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) 1 sebanyak 8 orang. Ditambahkannya kedelapan anggota wakil rakyat itu yang seharusnya melakukan reses. Dikatakannya reses itu yakni pulang kampung dalam arti kembali ke daerah pemilihananya dimana diakui bahwa dirinya Dapil sini. Undang-undang menegaskan dan mengatur agar setiap anggota DPRD melakukan reses di setiap daerah pemilihannya. Reses ini dilakukan untuk menerima dan menampung aspirasi dari masyarakat.

"Kami hanya bisa menganggarkan kepada pemkab atas aspirasi masyarakat. Itupun harus menurut urutan prioritasnya,"ujar Rasmali.

Dikatakan anggota DPRD yang juga ketua Fraksi Golkar Plus ini, bahwa  kedatangan anggota dewan seharusnya di pergunakan masyarakat dengan sebaik-baiknya agar menyalurkan aspirasinya kepada anggota DPRD.

“Bayangkan saja jika anggota dewan tidak melaksanakan reses kedaerah saudara maka kepada siapa aspirasi saudara untuk membangun desa saudara agar lebih maju dan berkembang,"katanya.

Disebut Rasmali, kesempatan bertemu langsung dengan anggota dewan  secara tidak langsung dapat saling kenal dan saling tatap muka. Dikatakannya secara keseluruhan masyarakat lebih tinggi dari anggota dewan karena anggota dewan merupakan wakil rakyat. Hanya, ditambahkannya anggota dewan berdasi yang dapat menyalurkan aspirasi masyarakat.

"Kesinergian kita dengan pemerintah daerah  harusnya kita bina seiring-sekata sehingga saling memberi dan menerima aspirasi dalam mengembangkan pembangunan daerah,"pungkasnya.(andi krc)

Rabu, 28 Desember 2011

Komitmen memajukan dunia pendidikan daerah, Bupati H.Annas Maamun dan Wabup H.Suyatno terima pin pena emas dari PGRI Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Bupati Rokan Hilir H.Annas Maamun dan wakil bupati Rokan Hilir H.Suyatno di nobatkan oleh PGRI Rohil menerima pin pena emas beserta piagam penghargaan disaat gelar Upacara HUT PGRI ke-66 dan Hari Guru Nasional (HGN) di Bagansiapiapi. Penyematan Pin tersebut dilakukan di Taman budaya Bagansiapiapi jalan kecamatan komplek perkantoran batu enam Bagansiapiapi, Rabu (28/12). Pelaksanaan penyematan tersebut di lakukan oleh Ketua PGRI Rohil, H.Syahdan dengan disaksikan oleh ribuan PNS setelah mengucapkan sumpah  PNS beserta masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda.

Menjawab KABARROHIL, ketua PGRI Rohil H.Syahdan mengatakan sepantasnyalah bupati Rokan Hilir dan wakil bupati Rokan Hilir (Rohil) diberi penghargaan dan disematkan pin pena emas disaat memperingati HUT PGRI ke-66 dan Hari Guru Nasional di Rokan Hilir. Karena disebutnya, selama kepemimpinan masa periode pertama dan saat ini masa periode kedua berjalan, kedua pasang pimpinan daerah kabupaten Rokan Hilir yakni Bupati H.Annas Maamun dan wabup H.Suyatno berkomitmen dengan serius serta sangat peduli sekali terhadap dunia pendidikan di daerah Kabupaten Rohil.

“Dimasa kepemimpinan Bupati H.Annas Maamun dan wabup H.Suyatno hingga kini, di daerah Rokan Hilir berkali-kali mengingatkan para guru agar pendidikan daerah Rohil harus lebih bagus, bahkan untuk komitment itu telah menyekolahkan para guru sehingga menyandang sarjana tanpa pilih kasih baik guru negeri maupun guru swasta,’tutur H.Syahdan.

Dia menjelaskan bahwa Bupati H.Annas Maamun dan H.Suyatno dalam meningkatkan tenaga pengajar atau guru telah menyekolahkan guru agar menyandang sarjana. Dikatakannya mereka tanpa pilih kasih dalam menyekolahkan guru, baik guru swasta maupun guru negeri. Begitu juga, ditambahkannya untuk memberikan gaji honor guru baik swasta maupun negeri mendapatkan sama honor dari daerah. Bahkan komitmen membangun pendidikan dengan membangun sekolah yang bermutu  seperti komitmen nantinya membangun sekolah percontohan dalam satu kelas hanya dua puluh murid.

“Bahkan daerah Rokan Hilir telah dibangun Gedung Guru yang mungkin tidak ada di daerah lain,”pungkasnya.

Informasi yang dihimpun dan didapat KABARROHIL bahwa pin yang disematkan di dada Bupati kabupaten Rokan hilir H.Annas maamun dan wakil bupati Rokan hilir H.Suyatno tersebut berupa Pin bergambar mata pena yang terbuat dari emas 24 karat. (andi krc)