Sabtu, 21 Juli 2012

Satpol PP galakkan razia selama bulan ramadhan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Selama bulan ramadhan mendatang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bakal melakukan razia rutin terhadap salon yang masih menyediakan tempat hiburan karaoke. Demikian diungkap kakan Satpol PP Rokan Hilir (Rohil)  Suryadi.SE kepada KABARROHIL ketika ditemui di lantai IV Kantor Bupati jalan Merdeka Bagansiapiapi, Sabtu (21/7) akhir pekan ini.

“Masih ditemukan salon yang melakukan tempat hiburan karaoke hingga larut malam dalam razia lalu. Oleh sebab itu kemaren diberikan tindakan persuasive jika membuka lagi akan dilakukan tindakan. Wartawan boleh ikut dalam razia rutin mendatang,”ujarnya.

Kakan Satpol PP Rohil ini menegaskan pada razia mendatang jikalau salon tanpa memiliki ijin sebagai tempat hiburan tersebut kedapatan masih melakukannya maka Satpol PP melakukan tindakan tegas.

Menjawab KABARROHIL, tindakan yang diberikan atau dilakukan terhadap salon yang masih menyediakan hiburan karaoke yang masih membandel adalah dengan mengambil peralatannya secara paksa.

“Saat ini merupakan bulan ramadhan. Oleh sebab itu hormatilah sesame umat beragama. Diharapkan pemilik menghormati umat islam yang sedang melakukan ibadah puasa ini,”tandasnya. (andi krc) 

Wabup H.Suyatno dan direktur IPDN Rokan Hilir Ir.H.Dwi Agus Sumarno,MM serah terima praja praktek lapangan di lantai IV kantor bupati


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Penyerahan kembali praja yang telah melaksanakan praktek lapangan III di Pemdakab Rokan Hilir ke IPDN sekaligus menerima Praja praktek lapangan I dari IPDN kampus Riau di Rokan Hilir di gelar di lantai IV kantor bupati jalan Merdeka Bagansiapiapi, Sabtu (21/7). Tampak hadir saat itu wabup H.Suyatno, direktur IPDN Kampus Riau di Rokan Hilir Ir.H.Dwi Agus Sumarno,MM, Asisten III bidang Kesra Pemdakab Rohil Jon Syafrindow, Kasatlatkar IPDN Kampus Riau di Rohil Drs H.Suripto,Msi, sejumlah kepala dinas di lingkungan pemdakab Rokan Hilir, camat Bangko Pusako Zulfahmi, camat tanah putih Nasri Somad, camat rimba melintang Zamsami, camat Bangko H.Nur Hidayat,SH serta 100 orang para praja Nindya dan 100 orang praja muda IPDN Kampus Riau di Rokan Hilir. Dalam serah terima para praja tersebut ditandai dengan menanda-tangani surat perjanjian dan juga saling serah terima plakat.  Hal ini dilakukan oleh Wabup H.Suyatno bersama direktur IPDN Kampus Riau di Rokan Hilir Ir.Dwi Agus Sumarno,MM.  seratus para praja muda IPDN kampus Riau di Rokan Hilir melakukan praktek lapangan I disebarkan di empat kecamatan diantaranya, di kecamatan bangko, di kecamatan bangko Pusako, di kecamatan Tanah putih Sedinginan dan di kecamatan rimba Melintang.

Sebanyak lima orang dari 100 para praja muda yang melakukan praktek lapangan I merupakan berasal dari daerah Rokan Hilir yakni diantaranya satu praja merupakan asal dari kecamatan Kubu, satu praja merupakan asal dari kecamatan Tanah Putih, dua praja merupakan asal dari kecamatan Bangko dan satu praja merupakan asal dari kecamatan Bangko Pusako.

Dalam sambutannya, Kasatlatkar Drs H.Suripto,Msi menegaskan bahwa sebanyak 100 praja nindya dan 100 praja muda yang hadir dalam acara ini. Disebutnya dalam kesempatan ini mudah-mudahan dapat menjalankan ibadah puasa hingga sebulan. Dia menjelaskan bahwa sebanyak 100 para praja nindya telah melakukan praktek lapangan III. Hal ini dilakukan sejak tanggal 21 Juni lalu hingga tanggal 21 Juli 2012 saat ini. Disebutnya, tentunya banyak pengalaman yang diperoleh oleh praja Nindya selama melakukan praktek lapangan III selama sebulan di masing-masing SKPD dilingkungan pemdakab Rokan Hilir.

“Memang selama ini para praja nindya hanya berdasarkan teori namun setelah melakukan praktek lapangan tentunya dapat pengalaman praktisi yang nantinya setelah lulus dapat diterapkan,”ujar Suripto.

Kemudian itu, Kasatlatkar IPDN kampus Riau di Rokan Hilir ini juga merasa bangga dan bahagia setelah selama tiga hari lalu melakukan ujian praktek lapangan III terhadap para praja dengan hasil yang cukup bagus.Hal ini, lanjutanya mengatakan karena berkat binaan dari staff maupun kepala SKPD dilingkungan pemdakab Rokan Hilir.

“Terima kasih kepada staff maupun kepala SKPD yang ikut mencurahkan ilmu dan pengalamannya kepada anak praja yang melakukan praktek lapangan sehingga anak praja tersebut nantinya tidak canggung dalam menerapkan kerja dan kinerja setelah para praja ini lulus,”ujarnya.

Dia menyebut laporan individu dan laporan kelompok yang dibuat oleh para praja merupakan bahan lulus akhir D4 di IPDN dan juga bahan skripsi menuju jenjang S1.

“Paling tidak harus mengumpulkan 30 persen laporannya,”tutur Suripto.

Dia juga mengatakan ucapan terima kasih kepada pemdakab Rokan Hilir terutama kepada SKPD yang telah melakukan binaan terhadap para praja IPDN. Dalam kesempatan tersebut, ditambahkannya merupakan penerapan teori sekaligus praktek dilapangan yang merupakan modal sangat penting artinya bagi para praja.

Kemudian untuk para praja praktek lapangan I merupakan para praja baru menjalani pendidikan dua semester. Hal ini, disebutnya sedikitnya baru 20 persen materi yang diberikan kepada praja ini. Oleh sebab itu, masih banyak pengalaman yang perlu mereka terima dan peroleh karena para praja praktek lapangan I ini baru pertama sekali menerapkannya di lapangan.

“Bekal mereka masih baru, bekal umum begitu juga dan bekal praktis didapat setelah mereka melakukan praktek lapangan I ini,”ujarnya.

Untuk itu, Suripto mengucapkan terima kasih kepada para penghulu yang bersedia untuk menerima para praja dalam melakukan praktek lapangan I ini. Disebutnya jikalau ada penyimpangan diharapkan para praja ini diingatkan sehingga tidak terjadi kesalahan fatal terhadap para praja. Karena, lanjutnya mengatakan para praja mengikuti praktek lapangan I ini merupakan dalam taraf usia remaja yang dalam ilmu sosiologi disebutnya para praja ini masih mencari jati diri yang perlu pengawasan.

Sedangkan Wabup H.Suyatno dalam kesempatan ini mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadhan. Pada kesempatan ini disebut H.Suyatno atas nama Pemdakab Rokan Hilir meminta maaf. Karena menurut informasi yang diterimanya para praja Nindya yang telah melakukan praktek lapangan III pada tanggal 9 Agustus bakal kembali ke Jatinangor.

“Pada saat ini kesempatan kami selaku Pemdakab Rokan Hilir meminta maaf atas segala tindakan yang diterapkan selama para praja melakukan praktek dilapangan. Saya bangga menjadi praja IPDN namun tidak menurun ke anak karena anak saya tidak lulus. Biarlah cukup bapaknya saja dari IPDN,”tutur wabup H.Suyatno yang juga merupakan alumni IPDN.

Dia menegaskan, pada kesempatan ini hanya dapat mengatakan selamat jalan bagi para praja yang telah melakukan praktek lapangan III. Kemudian itu, selamat datang bagi para praja praktek lapangan I di pemerintahan kabupaten Rokan Hilir ini.

Wabup Suyatno mengatakan agar para praja praktek lapangan I dapat menjaga nama baik almamater IPDn selama melakukan praktek lapangan. Disebutnya, jikalau tidak tahu diharapkan kepada praja bertanya.

“Atas nama pemerintah kabupaten Rokan Hilir, kami berdoa agar dapat melaksanakan praktek lapangan dengan baik dan dengan hasil bagus. Kemudian itu kepada induk semang agar mengawasi para praja muda yang melakukan praktek lapangan I. Selanjutnya kepada para penghulu yang ditempati para praja muda melakukan praktek lapangan I diharapkan selalu membawa para praja di segala kegiatan di kepenghuluan,”pungkasnya. (andi krc) 

Jumat, 20 Juli 2012

Sesepuh Partai PPP Rohil wafat, Ratusan Pelayat menghantar jenasah H.Hasan Basri


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Ratusan pentakziah dan palayat menghantar jenasah sesepuh Partai Persatuan Pembangunan Rokan Hilir, H.Hasan Basri ke pemakaman umum jalan Pusara Hilir Bagansiapiapi, jumat (20/7). Beliau menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Eka hospital Pekanbaru, kamis malam (19/7) setelah sepuluh hari koma. Pada malam jumat itu juga jenasah di bawa ke Bagansiapiapi. Tampak hadir dalam sesi pemakaman tersebut tokoh masyarakat Riau di Pekan Baru Hang Temong,dan masyarakat Rokan Hilir lainnya. Namun tidak satupun anggota DPRD Rohil dari partai PPP yang tampak dalam prosesi menghantarkan jenasah H.Hasan Basri ini.

Dalam pelepasan Jenasah, H..Bachdir Johan Hs selaku dari pihak keluarga mengucapkan rasa terima kasih atas layatan di rumah duka jalan Satria Tangko ini. Dalam kesempatan ini juga dia menjelaskan bahwa Almarhun H.Hasan Basri menghembuskan nafas terakhir di Eka Hospital setelah melalui perawatan karena sakit. Beliau almarhum H.Hasan Basri disebutnya wafat berusia 85 tahun.

“Pada kesempatan ini kami mohon segala kesalahan maupun kekhilafan Almarhum ayah kami H.Hasan Basri selama bergaul dengan masyarakat di maafkan,”ujarnya.

Sedangkan tokoh masyarakat Suprapto menegaskan bahwa selama hidupnya Almarhum H.Hasan basri merupakan orang yang patut di hormati. Karena disebutnya, H.Hasan Basri merupakan pencetus berdirinya mushalla al – amin di jalan Satria Tangko. Lanjutnya mengatakan juga bahwa H.Hasan basri juga sebagai tokoh untuk diambil saran dan kritiknya di dalam bermasyarakat.

“Selama masa hidup beliau selalu diminta saran dalam memajukan kampung ini,”tandasnya.

Dari rumah duka jenasah H.Hasan Basri di sembahyangkan di mushalla Al-Amin. Kemudian jenasah diantar kepemakaman umum jalan pusara hilir bagansiapiapi. Ratusan pelayat dan pentakziah menghantarkan jemasah ketempat pemakaman umum tersebut. (andi krc) 

BUPATI ANNAS "COFFEE MORNING"

Tampak Bupati Rokan Hilir H.Annas Maamun, Kadis Cipta Karya dan tata Ruang Syfruddin alias Iput, Kadis Kebersihan,Pasat, dan Pertamanan Suwandi.Sos dan ketua KPUD Rohil H.Azhar Syakban singgah ngopi di warung jalan Sumatera Bagansiapiapi,Jumat pagi (20/7)

Satpol PP gelar razia rutin, masih lakukan tindakan persuasif


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dalam memasuki awal ramadhan petugas Satpol PP melakukan razia rutin. Hal ini dilakukan untuk melakukan tindakan persuasif terhadap wisma, tempat hiburan, salon dan pedagang kaki lima. Demikian diungkap oleh kepala Satpol PP Suryadi,SE didampingi ka Ops Safaruddin,SH kepada KABARROHIL ketika ditemui di sela acara syukuran di rumdis bupati jalan perwira Bagansiapiapi,Kamis malam (19/7).

"Usai acara syukuran ini kita melakukan razia di salon dan pedagang kaki lima,"ujarnya.

Dia menegaskan bahwa razia ini sebagai kelanjutan razia lalu. Dimana, lanjutnya mengatakan masih ada salon yang tidak memiliki surat ijin tempat usaha (SITU) dan juga SITU yang masih diragukan keabsahannya. Dia mengatakan bahwa razia kali ini memantau salon pada razia lalu belum memiliki SITU dan diberikan kelonggaran untuk mengurusnya.

"Jika kedapatan lagi salon belum memiliki SITU namun masih membuka usahanya maka kita berikan peringatan terakhir,"tuturnya.

Kepala satpol PP ini menegaskan jikalau kesempatan waktu untuk mengurus SITU masih belum juga dipergunakan maka disebutnya diberikan peringatan terakhir. Ditambahnya, setelah melakukan tindakan persuasif tidak diindahkan maka jikalau razia mendatang masih belum ada SITU juga maka  salon tersebut dilakukan tindakan tegas tutup secara paksa.

"Kita lakukan razia  terhadap tempat hiburan dan salon serta pedagang kaki lima. Jika masih ada juga salon belum memiliki SITU pada malam ini dilakukan tindakan persuasive. Selanjutnya pada razia mendatang jika masih mengindahkannya juga maka dilakukan tutup secara paksa,"tandasnya. (andi krc)

Sambut bulan Ramadhan, Bupati Annas gelar syukuran bersama masyarakat



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Menyambut datangnya bulan ramadhan Rumah dinas Bupati kabupaten Rokan Hilir jalan Perwira Bagansiapiapi  dipenuhi warga, Kamis malam (19/7). Tampak hadir wabup H.Suyatno, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, tokoh masyarakat, jemaah mesjid, serta kepala dinas, badan dan kantor di lingkungan pemdakab Rohi.

Acara tersebut dilakukan di teras halaman rumah dinas bupati dengan melakukan acara duduk lesehan secara bersama-sama. Bupati kabupaten Rokan Hilir H.Annas Maamun ikut berbaur duduk lesehan bersama masyarakat lainnya.

“Seperti biasa menyambut datangnya bulan ramadhan melakukan acara syukuran,”ujar wabup H.Suyatno kepada KABARROHIL ketika ditemui.

Dikatakan oleh orang nomor dua di pemerintahan Rokan Hilir ini bahwa seperti masyarakat lainnya untuk menyambut datangnya bulan ramadhan melakukan acara syukuran. Dalam acara ini sekaligus melakukan silaturahmi saling memaafkan.

Disebutnya dalam acara ini di lakukan pembacaan surat yasin, tahtim dan doa menyambut bulan ramadhan. Dia dalam kesempatan ini juga mengucapkan kepada tokoh masyarakat maupun jemaah mesjid yang dapat hadir dalam acara ini.

“Kami mengucapkan selamat dating kepada masyarakat yang telah sudi meringankan langkah untuk menghadiri acara syukuran ini,”pungkasnya. (andi krc) 

Kamis, 19 Juli 2012

Rabu, 18 Juli 2012

Wabup Supiori Drs Yan Imbab beserta rombongan menyusuri bangliau pulau halang


PULAU HALANG,KABARROHIL-Selama 15 menit Rombongan Pemdakab Supiori dan pemdakab Rohil dengan menggunaan dua kapal boat peikanan Rokan Hilir tiba di Pulau Halang. Mereka langsung disambut masyarakat Pulau Halang yang rata-rata warga Tiongoa. Satu persatu wabup Supiori Drs Yan Imbab dan rombongan menyusuri bangliau tempat pengol;ahan dan penjemuran ikan serta terasi.

Memiliki potensi yang sama dengan daerah Rokan Hilir khususnya Bagansiapiapi yang sudah terkenal membuat pemerintah Supiori melakukan Kunjungan Kerja sekaligus melihat dan mempelajari cara membuat ikan asin dan terasi kualitas ekport secara langsung. Karena ilmu dipelajari disini untuk diterapkan juga di daerah kabupaten Supiori provinsi Papua. Demikian ditegaskan wakil bupati Supiori Drs Yan Imbab disela kunjungannya ke bangliau (tempat proses dan penyemuran ikan, red) di pulau halang, Rabu (18/7).

"Kabupaten Supiori memiliki potensi disektor perikanan dan kelautan yang perlu dikembangkan. Oleh sebab itu potensi yang sama dengan Rokan Hilir itu perlu dikembangkan di daerah Supiori dengan melihat langsung kesini. Kabupaten Supiori memiliki sejumlah ikan-ikan yang bernilai ekonomis tinggi jika potensi tersebut dikelola dengan bagus maka dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Di daerah Supiori tidak ada seperti ini (bangliau,red) yang menjadi tempat kegiatan proses pembuatan dan pengolahan ikan asin maupun terasi,"ujarnya.

Disebutnya, Dia bersama rombongan telah meninjau langsung dengan membawa beberapa para nelayan daerahnya kesini. Hal ini untuk dipelajari ilmu pembuatan dan pengolahan ikan asin dan terasi. Dikatakannya pemerintah Supiori juga ingin melakukan kerjasama dengan pemerintah Rokan Hilir didalam pengiriman tanaga ahli didalam pembuatan dan pengolahan ikan asin dan terasi agar bisa diterapkan langsung di Supiori.

"Kalau perlu kita bikin kontrak dan perjanjian untuk mengirimkan tenaga dari Rohil didalam melakukan bimbingan dan pelatihan kepada masyarakat Supiori. Tidak perlu takut ke Supiori karena Supiori aman-aman saja,"pungkasya.

Dalam kunjungan ke Pulau Halang tersebut ikut serta mendampingi rombongan Supiori yakni diantaranya kabappeda Rohil M.Job Kurniawan, Kadisdik Drs H.Surya Arfan,Msi, kadiskanlut Ir H.Amrizal, kakansatpol PP Suryadi,SE, serta sejumlah kadis dilingkungan pemdakab Rokan Hilir. (andi krc)

Bupati Annas sebut penyuluh harus mengerti permasalahan di wilayah pertaniannya dan diharapkan bekerja keras dengan hati yang tulus


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kerja keras dan niat hati yang tulus sangat diperlukan untuk meningkatkan usaha dibidang pertanian. Dengan usaha tersebut tentunya terjadi peningkatan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Demikian dikatakan bupati H.Annas Maamun ketika membuka kegiatan peningkatan kapasitas, penyuluh pertanian perkebunan di lantai IV Hotel Lion jalan Mawar Bagansiapiapi,Rabu (18/7). Hadir saat itu kadis pertanian dan peternakan Rohil Ir Muslim, Bakorluh Riau, Hizral MS, Ika Purwati, Balai pengkajian teknik pertanian Riau, kepala UPTD BPP, kepala UPTD cabang dinas se Rohil, penyuluh PNS,honorer dan swadaya.

"Penyuluh pertanian harus mengetahui permasalahan di wilayahnya sehingga program pertanian berjalan dengan baik,"ujar orang nomor satu di Rohil ini.

Annas mengharapkan agar para penyuluh melakukan sistim kunjung dan sistem latihan kerja dilapangan. Hal ini seorang penyuluh harus memahami permasalahan pertanian di wilayah penyuluhannya baik kondisi wilayah, musim maupun alam.

"Saya dapat laporan ada kilang padi di kecamatan Kubu merugi terus. Harusnya persoalan ini dapat dipecahkan bersama dinas pertanian sehingga permasalahan dapat diatasi,"katanya.

Disebutnya seorang penyuluh harus memberi contoh tauladan yang bagus diwilayahnya dengan menerapkan program yang bermanfaat bagi perkembangan petani.

Sebelumnya, kadistanak Rohil Ir Muslim ketika ditemui sebelum acara pembukaan dimulai menjelaskan bahwa pertemuan ini di gelar sebagai forum pertemuan teknis penyuluhan ke arah peningkatan produksi pertanian. Disebutnya, para penyuluh dalam hal ini dapat saling bertukar informasi dan pengalaman untuk dikembangkan dan diterapkan di wiliyahnya masing-masing.

Dirinya menjelaskan bahwa keberhasilan pengembangan usaha pertanian daerah merupakan menjadi indikator peningkatan produksi beras nasional. Dikatakannya produksi beras kabupaten Rokan Hilir di tahun 2012 terjadi peningkatan naik sebesar 5 persen. 

"Sharing informasi dan penelitian dapat menjembatani petani dalam usaha peningkatan hasil pertanian. Dalam pertemuan ini akan disampaikan bagaimana pola penyuluhan yang baik, pengembangan teknologi yang sudah diterapkan dengan hasil yang didapat dan dijelaskan manfaatnya,"pungkasnya. (andi krc)

DPRD dan Pemkab Supiori membawa nelayannya untuk datang belajar ke Rokan Hilir

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pertemuan diantara dua kabupaten masing-masing kabupaten Rokan Hilir dan kabupaten Supiori Provinsi Papua Barat di gelar di lantai IV Kantor Bupati Rokan Hilir jalan Merdeka Bagansiapiapi, Selasa malam (17/7). Sebelumnya tamu dari rombongan kabupaten Supiori tersebut di jamu makan malam di rumah dinas Bupati H.Annas Maamun jalan Perwira Bagansiapiapi. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di lantai IV tersebut, orang nomor satu di Rohil memaparkan kondisi wilayah dan potensi daerah Rokan Hilir. Sebaliknya dari kabupaten Supiori juga meng ekpose daerahnya oleh wabup Supriori Drs Yan Imbab dan juga ketua DPRD Supiori DR.Dra.Hulda Ida Imbiri,MM. Dalam kesempatan tersebut kedua pemerintah memberikan cinderamata dan begitu juga kedua ketua DPRD juga saling memberikan cenderamata.  

Bupati Rokan Hilir (Rohil) H.Annas Maamun mengharapkan kenyamanan di daerah Rohil ini dapat dipromosikan hingga ke daerah Papua oleh rombongan kabupaten Supiori yang merupakan kabupaten di daratan Papua yang pertama mengunjungi daerah Rokan Hilir. Dikatakanya, sesuai jadwal rencana maka besok (Rabu 18/7,red) rombongan berkunjung ke daerah Pulau Halang. Disebutnya Pulau Halang merupakan sebuah pulau yang terdiri dari dua kepenghuluan yakni Pulau Halang Hulu dan Pulau Halang Belakang. Dijelaskan oleh politisi Golkar Rohil ini bahwa penghidupan warga di  Pulau Halang  80 persen rata-rata merupakan nelayan Tionghoa sedangkan 20 persen lagi merupakan tenaga kerja nelayan dari jawa. Disebutnya bahwa luas daerah kabupaten Rokan Hilir mencapai seluas 8.881.59 km2 dengan  penduduk kurang lebih 700.000 jiwa lebih.

“Warga Pulau Halang rata-rata merupakan penghidupan dari hasil laut,”tuturnya.

Sedangkan wabup Supiori Drs Yan Imbab dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih dalam sambutan oleh pemdakab Rokan Hilir dengan jajarannya. Disebutnya, kabupaten Supiori merupakan wilayah ujung Timur yang berkunjung ke ujung Barat tepatnya di Kabupaten Rokan Hilir. Hal ini, disebutnya merasa terhormat karena disambut dengan baik.

Dalam kesempatan ini disebutnya salam dari bupati Supiori Fredrik Manufandu,SH,MH,MM yang tidak dapat hadir. Hal ini karena kebetulan Sekjend Mendagri berada di Papua. Oleh sebab itu bupati Supiori ada acara di Papua. Dijelaskannya lagi bahwa besok (Rabu 18/7,red) Bupati Supiori juga ke Jakarta untuk menghadiri undangan dari kemendagri. Sekali lagi dituturkannya bahwa rombongan dari Kabupaten Supiori sangat berterimakasih atas sambutan yang diberikan. Karena dikatakannya sejak pagi hingga sore disambut dengan baik oleh Bupati H.Annas Maamun dan jajarannya.

"Terima-kasih dengan tulus atas sambutannya,"ujarnya.

Dijelaskannya bahwa kabupaten Supiori memiliki wilayah dengan penduduk sebanyak 22 ribu jiwa.

“Mungkin Kabupaten Supiori merupakan kabupaten mempunyai penduduk yang terkecil di Indonesia bahkan dunia,”ujar wabup Supriori ini.

Dikatakannya, wilayah Supiori yakni jikalau dipeta atau atlas terletak di wilayah kepala burung cenderawasih Papua. Kabupaten Supiori merupakan pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor. Disebutnya Kabupaten Supiori terdiri dari lima Distrik (kecamatan,red) yakni, Distrik Supiori Utara dengan ibukota Yenggarbun, Distrik Supiori Timur dengan ibukota Sorendiweri, Distrik Supiori Barat dengan ibukota Sabarmiokre, Distrik Supiori Selatan dengan ibukota Korido dan Distrik Kepulauan Aruri dengan ibukota Sowek. Kabupaten Supiori, disebutnya  memiliki 168 gugusan pulau. Kabupaten Supiori juga memiliki pulau terluar yakni pulau Mapia dimana jarak tempuh dari Supiori ke pulau Mapia kurang lebih selama 15 jam. Dijelaskannya bahwa Supiori utara berbatasan dengan negara Palau. Dikatakannya dari Negara Palau lautan teduh ke pulau Mapia ditempuh hanya memakan waktu tempuh dua jam saja. Karena Bagansiapiapi terkenal dengan kehidupan nelayan maka rombongan Supiori ada juga nelayan yang ingin belajar di kabupaten Rokan Hilir ini.

"Kami harapkan 10 orang nelayan kami ikut ke Pulau Halang untuk bertukar pengalaman sebagai nelayan. Dimana Kabupaten Supiori akan mengembangkan ikan asin,"tuturnya.

Disebut wabup Supiori, kunjungan kerja ke daerah Rokan Hilir ingin dapat melihat secara langsung cara membuat ikan asin yang baik.

"Kami harapkan ada  masyarakat Rokan Hilir diikut sertakan sebagai tenaga ahli dalam membuat ikan asin. Di Supiori tidak usah takut karena disana aman-aman saja,"katanya

Disebut Drs Yan Imbab bahwa APBD Supiori kurang lebih 500 Milyar rupiah. Pemdakab Supiori memprogramkan biaya pendidikan gratis, kesehatan gratis. Lanjutnya mengatakan pemdakab Supiori juga membangun 324 unit rumah layak huni sehingga akhirnya seluruh penduduk Supiori dapat memiliki rumah layak huni.

"Kami tidak akan lupa acara sambutan diberikan oleh bupati Rohil. Melihat pembangunan daerah Rohil kita mendukung bupati H.Annas Maamun menuju Riau satu. Kami janji bila terpilih maka pada acara pelantikan kami akan menghadirinya. Program bupati Rokan Hilir perlu kita contoh dimanapun kita berada,”ujarnya.

Sedangkan ketua DPRD Supiori DR.Dra. Hulda Ida Imbiri,MM menegaskan bahwa Supiori boleh dikatakan paling cepat menjadi kabupaten.

"Ngak sampai satu tahun jadi Kabupaten Supiori dengan penduduk masih 14 ribu jiwa. Untuk merumus perda saja hanya satu malam langsung kelar. Aneh tapi nyata. Sedangkan tujuan kemari ingin belajar di Rohil. Kabupaten Supiori sangat jauh dan kecil sekali. Kami ingin belajar dengan sebaik-baiknya dimana Rohil terkenal dengan Bagansiapiapi sebagai penghasil ikan,”tandasnya.

Dijelaskan ketua DPRD Supiori yang juga politisi Golkar Supiori menegaskan bahwa Penduduk Supiori 100 persen beragama Kristen, dimana  mata pencarian rata-rata adalah nelayan dan petani. Di Supiori, sebutnya penuh dengan sumber mineral dan ada beberapa titik di laut pasifik merupakan minyak bumi, kemudian nikel, batu bara, emas putih dan emas. Lanjutnyanya buah-buahan sangat kurang namun buah-buahan alami sangat banyak seperti cempedak dan langsat.

"Sumber daya alam belum diserahkan sepenuhnya ke kabupaten Supiori. Kami bahagia karena kabupaeten di Papua yang pertama ke Rokan Hilir. Ini baru tahu aku bahwa Bagansiapiapi di Rohil. Aku kira di sumatera utara padahal di Riau. Kami salut kepada bupati Rokan Hilir yang mempunyai program kedepan. Kami juga bangga penduduk Rokan Hilir dari pelbagai agama tidak ada konflik, bahkan dengan negara tetangga. Kemudian itu kami minta tenaga pelatih untuk membimbing nelayan kami. Perjalanan jauh yang kami tempuh diharapkan dapat bermanfaat dan tidak sia-sia. Kami sudah siapkan para nelayan Supiori untuk belajar di pulau halang dengan melihat langsung pembuatan ikan asin. Saya juga bangga ketua DPRD dan bupati Rokan Hilir merupakan kader dari Golkar. Tentunya  saya harap masyarakat mendukung Annas Maamun menjadi Riau satu,”pungkasnya. (andi krc).


Selasa, 17 Juli 2012

Bupati Annas Sambut Wabup Drs Yan Imbab, ketua DPRD Supiori DR.Dra.Hulda Ida Imbiri,MM dan rombongan kunker ke Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kabupaten Supiori Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Rombongan disambut bupati Rokan Hilir H.Annas Maamun, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, Ketua TP PKK Hj Latifah Hanum Annas, ketua KPU Rohil H.Azhar Syakban serta sejumlah Asisten, kepala dinas, badan dan kantor dilingkungan Pemdakab Rokan Hilir. Rombongan langsung disambut dengan makan bersama di rumah makan pinggir sungai Rokan.   


Kabupaten Supiori merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Biak Numfor di tahun 2004 lalu. Kabupaten Supriori dipimpin oleh Bupati Fredrik Manufandu,SH,MH,MM dengan wakil Bupati  Drs Yan Imbab periode  2011-2016. Demikian dikatakan oleh Setdakab Supiori, Dairi Manulang ketika ditemui KABARROHIL di tepian sungai Rokan daerah Perkantoran jalan Kecamatan Bagansiapiapi, Selasa (17/7).


Rombongan sebanyak 30 orang tersebut diantaranya juga ikut para nelayan dari Distrik (kecamatan,red) Supiori Barat sebanyak 1 orang, Distrik Mapia Kepulauan sebanyak 1 orang, dan Distrik Kepulauan Aruri sebanyak 4 orang.


“Penghasilan rata-rata penduduk Supiori dibidang perikanan dan kelautan,”ujarnya.


Disebutnya, luas daerah Kabupaten Supiori 500 ribu meter persegi dengan penduduk berkisar 22.000 jiwa yang pada umumnya hidup sebagai nelayan. Dijelaskannya bahwa rombongan dari kabupaten Supiori yang berkunjung ke daerah Rokan Hilir adalah ketua DPRD Supiori DR.Dra.Hulda Ida Imbiri,MM, Wakil ketua DPRD Supiori Faka Fiar Wabup Supiori Drs Yan Imbab, Asisten II Supiori Madia Gasi, dirinya Dairi Manulang selaku Setdakab Supiori, kadisperindag dan koperasi Adrianur Kawer dan anggota DPRD Supiori Demi Kawer dan sejumlah Nelayan.


“Sedangkan Bupati Supiori Fredrik Manufandu,SH,MH,MM tidak bisa hadir karena ada tugas di Papua. Oleh sebab itu beliau diwakili oleh Wabup Drs Yan Imbab,”ujar Setdakab Supiori yang berasal dari Sumut yang mengakui baru 26 tahun tinggal di daerah Papua.


Dikatakannya, Pemdakab Supiori bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke daerah Rokan Hilir ini karena disebutnya ingin belajar secara langsung dimana masing-masing daerah memiliki potensi yang sama.


"Kita ingin bisa membuat ikan asin. Bahkan jikalau perlu dikontrak agar mau untuk mempraktekkannya langsung di daerah Kabupaten Supiori,”katanya.


Selain itu, ditambahkan oleh Setdakab Supiori ini, kabupaten Supiori juga memiliki potensi dibidang pariwisata alam. Karena kabupaten Supiori memiliki gugusan pulau kepulauan Mapia. Disebutnya, di pulau tersebut ada terumbu karang dan ikan. Oleh sebab itu saat ini potensi tersebut sedang dipromosikan. Kepulauan tersebut berlokasi kurang lebih 185 mil laut diutara kabupaten  Supiori.


Kemudian itu, ditambahkannya permasalahan iIlegal fishing hampir sama dengan daerah Rokan Hilir. Karena illegal fishing di kabupaten Supiori sangat tinggi. Dijelaskannya illegal fishing banyak dilakukan oleh para nelayan Taiwan dan Philipina, sebutnya.


“Kami kunker ke Rokan Hilir ingin tahu langsung  pengalaman dibidang perikanan,”ujarnya.


Disebutnya kalau potensi di bidang perikanan mungkin masih kalah Kabupaten Rokan Hilir. Namun hanya perlu pengelolaan yang bagus sehingga saat ini hasilnya masih belum diketahui.


Dijelaskannya, Kabupaten Rokan Hilir dengan kabupaten Supiori juga sama sama daerah perbatasan yakni masih ada pulau terdepan. Ditambahkannya daerah kabupaten Supiori memiliki tiga titik daerah perbatasan yakni diantaranya  berbatasan dengan lautan pasifik dan juga berbatasan dengan Palau. Namun disebutnya kabupaten Supiori belum punya kapal pengawas.


Dikatakannya APBD Kabupaten Supiori sebesar 500 Milyar rupiah . Sementara wilayah kabupaten Supiori dengan 5 (lima) Distrik (kecamatan,red) dengan sebanyak 38 kampung (kepenghuluan,red). Di Kabupaten Supiori sebanyak 420 suku dan bahasa namun sehari-hari berbahasa Indonesia. Dikatakan Setdakab Supiori ini Pemdakab Supiori mengkucurkan dana APBD sebesar 1 Milyar rupiah perkampung. Jikalau kampung tersebut berpenduduk banyak maka 2 Milyar rupiah perkampung, sebutnya. Kemudian itu, lanjutnya mengatakan bahwa beras miskin (Raskin) dibayar oleh Pemda. Sedangkan jika masyarakat tidak terjaring jamkesmas dimasukkan asuransi.


“Jikalau rujukan sakit dibiayai dengan dana sebesar 800 juta rupiah yang disebut dana rujukan,”pungkasnya. (andi krc)