Selasa, 11 Oktober 2011

Ketua DPRD Rohil dukung Diskanlut lakukan pengawasan terhadap illegal fishing


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasrudin Hasan sangat mendukung tindakan kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir, Ir. Amrizal dalam melakukan pengawasan terhadap perbuatan “illegal fishing” dan illegal alat tangkap dalam arti penangkapan ikan yang dilarang oleh  peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tindakan aksi menindak tegas para pelaku yang melanggarnya. Hal ini agar kelestarian habitat laut di zone perairan Kabupaten Rokan Hilir tersebut terjaga dengan baik. Demikian ditegaskannya kepada KABARROHIL ketika bertemu di jalan Utama bagansiapiapi, Selasa (11/10).

“Kita mendukung sepenuhnya tindakan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Rokan Hilir dalam menertibkan terhadap illegal fishing dan nelayan yang menangkap ikan dengan peralatan trowl di zone wilayah perairan kabupaten Rokan Hilir yang dilarang oleh undang-undang  yang berlaku,”ujarnya.

Dia mengatakan bahwa laut wilayah perairan Kabupaten Rokan Hilir sangat kaya hasil yang terkandung didalamnya. Oleh sebab itu harus dijaga kelestariannya terhadap penangkap-penangkap ikan yang menggunakan peralatan penangkap yang dilarang oleh perundang-undangan yang berlaku. Karena menurutnya penggunaan alat “trowl” dilarang oleh UU karena dapat menghabiskan habitat laut hingga keterumbu karang sehingga jika dibiarkan maka hasil laut di wilayah kabupaten Rokan Hilir tidak akan bertahan dengan hasil yang bagus dalam jangka waktu lama. Disebut Nasrudin Hasan menambahkan, tindakan menangkap ikan dengan alat trowl juga membawa dampak terhadap penghasilan nelayan tempatan yang hanya menggunakan alat tangkap secara tradisional.

“Nelayan menangkap ikan dengan towl mengejar ikan hingga kedasar laut yang dapat merusak kelestarian habitat laut sedangkan nelayan tempatan hanya menunggu ikan dengan menyebarkan jaring. Oleh sebab itu kelestarian hasil laut di wilayah perairan kabupaten Rokan Hilir harus selalu dijaga dengan pengawasan yang baik serta dengan tindakan tegas,”tuturnya.

Dikatakannya, wilayah perairan Laut kabupaten Rokan Hilir  sangat luas. Ditambahkannya wilayah laut itu juga  terbuka baik dari kabupaten atau provinsi tetangga maupun  negara tetangga, di sisi lain lanjutnya mengatakan kemampuan pengawasan khususnya armada pengawasan  (kapal pengawas,red) masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan untuk mengawasi daerah rawan.

“Luasnya wilayah laut perairan kabupaten Rokan Hilir dengan  kenyataan masih sangat terbuka karena berbatasan dengan laut negara tetangga  telah menjadi magnet penarik masuknya kapal-kapal ikan asing maupun lokal untuk melakukan illegal fishing,”pungkasnya.

Sedangkan kepala dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Rokan Hilir, Ir.Amrizal ketika dihubungi pada hari yang sama (selasa 11/10,red) mengatakan bahwa pengawasan terhadap “Illegal Fishing” maupun terhadap nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan alat penangkap ikan yang dilarang oleh UU terus secara rutin dilakukan. Meskinpun, lanjutnya menambahkan dengan armada kapal pengawasan yang sangat terbatas.

“Kita secara rutin melakukan pengawasan di laut perairan Rokan Hilir,”tandasnya.

Informasi yang didapat dan dihimpun oleh KABARROHIL, Petugas Dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Rokan Hilir dalam melakukan pengawasan di wilayah laut perairan zone Rokan Hilir hanya menggunakan speed boat kecil, sehingga  jika keadaan cuaca laut berombak dan angin kencang menjadi hambatan dalam malakukan pengawasan. (andi wrc)

       

Jumat, 07 Oktober 2011

Puskesmas rawat inap Rimba melintang diresmikan, Tenaga dokter masih dibutuhkan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pemakaian puskesmas rawat inap kecamatan Rimba melintang sekaligus puskesmas sedinginan kecamatan tanah putih diresmikan oleh bupati kabupaten Rokan Hilir dalam hal ini wakil Bupati Rokan Hilir, H.Suyatno, Jumat (7/10).

“Kita bersyukur pada hari ini telah diresmikan puskesmas rawat inap Rimba Melintang sekaligus puskesmas rawat inap sedinginan. Kedepan akan kita resmikan lagi puskesmas rawat inap di kecamatan lainnya. Dalam hal ini kita mengutamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di bidang kesehatan. Meskinpun masih ada peralatan kesehatan kecil lainnya yang harus di tambahkan pada puskesmas ini namun peralatan sekarang sudah memenuhi syarat untuk pasien menginap,”kata H.Suyatno ketika ditemui KABARROHIL, Jumat (7/10).

Dia menambahkan bahwa di setiap puskesmas kecamatan juga di fasilitasi dengan mobil ambulan serta mobil dinas operasional puskesmas. Pelayanan dibidang kesehatan kepada masyarakat terus di pacu oleh pemerintah daerah Rokan Hilir.

“Sarana dan peralatan puskesmas terus dipacu untuk dilengkapi terkhusus puskesmas rawat inap terus dilengkapi dengan tenaga medis seperti dokter gigi, dokter umum, dokter kebidanan dan dokter anak,”pungkas H.Suyatno.

Ketika ditemui pada waktu yang sama Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir, Dr Junaidi Saleh membenarkan bahwa di daerah kabupaten Rokan Hilir masih kekurangan tenaga dokter. Tenaga dokter tersebut akan ditempatkan di puskesmas disetiap kecamatan di daerah kabupaten Rokan hilir.

“Jelasnya dokter gigi sedikitnya kita memerlukan sebanyak 10 dokter untuk ditempatkan didaerah kecamatan,”tandasnya. (andi wrc)

Untuk ketiga kalinya menjabat camat, H.Syamzani,SH dilantik menjabat camat Rimba melintang.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sudah untuk ketiga kalinya dirinya menjabat jabatan  camat. Mutasi dari camat ke dinas kemudian ke camat lagi sudah biasa bagi dirinya. Pertama sekali menjadi camat Bangko Pusako, kemudian ke Dinas lalu menjabat lagi camat Pujud. Kemudian menjabat sebagai kabag Humas ke Satpol PP lalu menjabat lagi sekarang ini sebagai camat Rimba melintang. Demikian dituturkan oleh H.Syamzani,SH kepada KABARROHIL ketika ditemui seusai dilantik oleh wakil bupati Kabupaten Rokan Hilir, H.Suyatno menjabat camat rimba melintang, Jumat (7/10).

“Ditempatkan dimana saja kita selalu siap. Program awal kita siap melakukan penghijauan daerah Kecamatan Rimba Melintang dengan menanam pohon terembesi seperti apa yang diamanatkan oleh wabup H.Suyatno tadi,”ujar H.Syamzani,SH.

Dikatakannya dirinya akan berkoordinasi dengan Dandim untuk bekerja sama dalam penyediaan bibit  pohon terembesi untuk ditanam di median jalan, khususnya jalur dua di lintas Ujung tanjung ke Bagansiapiapi. Tindakan awal yang diamanatkan oleh wabup tersebut dikerjalan bersama masyarakat setempat secara bergotong-royong.


“Untuk bibit kita kerjasama dengan Danramil. Langkah awal dilakukan dengan melakukan cros cek kondisi penduduk tempatan, kemudian dengan pendataan yang lengkap terhadap mata pencaharian penduduk Rimba melintang. Jelasnya program tidak lama lagi bersama-sama tokoh masyarakt kita melakukan pemberangkatan JCH ke kota bagansiapiapi,”pungkasnya. (andi wrc)

Wabup H.Suyatno lantik camat , lurah dan sekcam Rimba Melintang

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Peresmian kelurahan beserta kantor Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir dilaksanakan sekaligus melantik H.Abdul Rahman,Sp sebagai lurah Rimba melintang digelar di halaman kantor Puskesmas rawat inap Rimba melintang, Jumat (7/10). Hal ini menindak lanjuti peraturan daerah kabupaten Rokan Hilir nomor 11 tahun 2009 tentang pembentukan kelurahan Rimba melintang kabupaten Rokan Hilir.


Dalam kesempatan ini juga H.Syamzani,SH dilantik menjadi camat Rimba melintang. H.Syamzani,SH sebelumnya menjabat sebagai Kakan Satpol PP Rokan Hilir. Kemudian Amrizal,SE  dilantik menjadi sekretaris camat Rimba melintang. Pada saat yang bersamaan juga puskesmas rawat inap Rimba melintang dan puskesmas rawat inap sedinginan kecamatan Tanah Putih di resmikan. Ketiga pejabat tersebut secara resmi dilantik oleh wabup H.Suyatno. Tampak hadir juga ketua DPRD Rokan Hilir, Nasrudin Hasan, kepala dinas, badan dan kantor dilingkungan pemdakab Rokan Hilir. Seusai acara pelantikan Wabup dinobatkan menyerahkan 5 (lima) ambulan dan 12 mobil dinas untuk operasional.

Wabup H.Suyatno ketika ditemui KABARROHIL seusai melantik mengatakan bahwa tanpa adanya penetapan dari anggota DPRD Rokan Hilir keinginan masyarakat Rimba Melintang untuk menjadi kelurahan tidak akan tergapai. Hal ini katena Anggota DPRD Rokan Hilir menerima aspirasi dari masyarakat yang berkembang. Kemajuan daerah Rimba Melintang ini, sebut wabup H.Suyatno sudah semakin berkembang. Hal ini dengan adanya para pengusaha-pengusaha luar berinvestasi di Rimba melintang meskinpun hanya dengan membuka Rumah toko (ruko,red), namun dengan demikian perekonomian di Rimba Melintang sudah semakin pesat.

“Diharapkan kepada camat yang baru agar selalu stanby di daerahnya untuk memberikan pelayanan yang baik, bagus dan cepat kepada masyarakat. Kemudian kepada camat yang lama kita ucapkan terima kasih atas pengabdiannya sebagai camat di Rimba melintang ini. Tugas bagi camat baru untuk melanjutkan semangat kesatuan dan persatuan masyarakat dalam membangun daerah,”tutur H.Suyatno.

Dikatakannya solidaritas dan kekompakan masyarakat Rimba Melintang terhadap perkembangan pembangunan daerah sudah meningkat, meskinpun disebut wabup Suyatno dalam Pilkada kemaren tidak Oke. Dikatakan wabup yang lalu biarkanlah berlalu karena politik adalah kepentingan sesaat, diharapkan kepada camat yang baru dapat melanjutkan perkembangan pembangunan di daerah Rimba melintang secara bersama masyarakat. Terutama sekali agar bersama masyarakat bergotong royong menanam pohon di median jalan dua jalur.

“Kepada sesepuh, tokoh masyarakat Rimba Melintang saya titipkan camat yang baru ini agar dapat melanjutkan perkembangan pembangunan daerah Rimba Melintang,”pungkas Suyatno. (andi wrc)



Daftar yang terima Mobil Ambulan:
1.Puskesmas bangko kanan kecamatan bangko Pusako.
2.Puskesmas bantayan kecamatan batu hampar.
3.Puskesmas balai Jaya kecamatan bagan Sinembah.
4.Puskesmas Rantau Kopar kecamatan rantau kopar.
5.Klinik IPDN Ujung Tanjung                       


Daftar yang terima mobil dinas operasional:
1.Kepala Puskesmas Bangko kanan kecamatan bangko Pusako.
2.Kepala Puskesmas bantayan kecamatan Batu hampar.
3.Kepala Puskesmas Rantau Kopar Kecamatan rantau Kopar.
4.Kepala Puskesmas balai jaya kecamatan bagan Sinembah.
5.Kepala Puskesmas Rimba melintang kecamatan Rimba melintang.
6.Kepala Puskesmas Sedinginan kecamatan Tanah Putih.
7.Kepala Puskesmas Pujud kecamatan Pujud.
8.Kepala Puskesmas Rantau panjang Kiri kecamatan Kubu.
9.Kepala Puskesmas Simpang kanan kecamatan Simpang kanan.
10. Kepala Puskesmas bagansiapiapi kecamatan bangko.
11.Kepala Puskesmas tanah Putih tanjung melawan kecamatan tanah Putih tanjung melawan.
12. Kepala Puskesmas bangko jaya kecamatan Bangko Pusako.

Kamis, 06 Oktober 2011

Bupati harap pihak terkait terjun langsung melihat kawasan hutan pulau barkey


BAGANSIAPIAPi,KABARROHIL-Dahulunya Pulau Barkey itu kecil dan jauh dari daratan bagansiapiapi. Namun lama kelamaan karena sedimentasi maka pulau tersebut meluas. Demikian ditegaskan oleh Bupati kabupaten Rokan Hilir kepada KABARROHIL ketika ditemui seusai rapat pembahasan trayek batas kawasan hutan cagar alam pulau Barkey di lantai IV kantor Bupati Rokan Hilir jalan Merdeka bagansiapiapi, Kamis (6/10). 


Sebagai  nara sumber dalam rapat pembahasan tersebut dari kementerian kehutanan direktorat jenderal planologi kehutanan balai pemantapan kawasan hutan wilayah XII tanjung pinang. Hadir juga dalam rapat itu ketua DPRD Rohil, Nasrudin Hasan serta kepala dinas, badan dan kantor dilingkungan pemdakab Rohil.

“Kita ingin departemen kehutanan kelapangan langsung ke pulau Barkey karena menurut informasi hutan di pulau tersebut banyak kayunya di tebang,”tutur orang nomor satu di Rohil ini.

Ditambahkannya, banyaknya orang luar menebang kayu di pulau tersebut dan membawanya di waktu malam hari yang lolos dari pandangan membuat pulau tersebut sudah dijamah oleh tangan manusia. Padahal pulau tersebut dahulunya banyak margasatwa terutama burung dan kera sebagai penghuni hutan tersebut.

“Mengingat hal yang demikian kita menawarkan jika diperbolehkan sebelah selatan pulau barkey atau muara selat menuju ke bagansiapiapi sebahagiannya kita buat sebagai kawasan wisata. Hal ini  untuk mempermudah pengawasan terhadap kawasan hutan pulau tersebut. Karena luas pulau barkey yang dahulunya hanya 559,60 hektar itu telah meluas menjadi kurang lebih 8.279,9 hektar dan perlu pengawasan,”ujar bupati Rokan Hilir, H.Annas maamun.

Informasi yang dihimpun, pembahasan trayek batas kawasan hutan cagar alam (CA) Pulau Barkey Kabupaten Rokan Hilir tersebut berdasarkan, pertama  keputusan menteri pertanian no.Kep.13/3/1968 tanggal 16 maret tentang penetapan wilayah hutan sebagai suaka alam daerah provinsi riau, kedua berdasarkan keputusan menteri kehutanan no.173/Kpts-II/1986 tanggal 6 Juli 1986 penunjukan areal hutan di provinsi Riau sebagai kawasan hutan, ketiga surat kepala BBKSDA Riau no S.2448/IV-17/T2/2010 tanggal 15 desember 2010 perihal penataan batas ulang Cagar Alam Pulau barkey dan keempat surat Dirkuh no S.172/KUH-1/2011 tanggal 28 pebruari 2011 hal penataan batas ulang cagar alam pulau Barkey.  (andi wrc)