Minggu, 17 Maret 2013

Kios diobrak-abrik, Janda anak satu alami kerugian Jutaan Rupiah



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sungguh malang nasib Nur Azizah (43) Seorang janda penghuni salah satu kios Pujasera jalan Pulau Baru Bagansiapiapi. Dia hanya meratap nasib yang menimpa dirinya. Ibu memiliki satu orang anak yatim ini hanya bisa pasrah ketika kios yang di huninya berantakkan di rusak oleh sejumlah OTK, Jumat (15/3/2013) kemaren.

“Saya benar-benar kaget sepulang dari makam suami saya pagi jumat itu. Setibanya saya di kios yang juga sekaligus tempat tinggal kami sudah terlihat sejumlah warga masyarakat sedang merusak kios yang ada di pujasera,”kata Nur Azizah, sambil mengumpulkan barang-barang miliknya yang masih berserakan di kios yang di tempatinya.

“Saya benar-benar tidak tahu menahu puncak masalah yang menyebabkan warga sekitar pujasera marah dan merusak sejumlah kios (termasuk kios yang di huninya,red). Kemana kami hendak pindah sedangkan rumah kami tak punya. Sanak keluarga kami  tidak mampu,”ujar Azizah tampak raut wajah terlihat sedih memelas.

Setahu Azizah, sebelum terjadi perusakkan kios tersebut memang ada diketahuinya informasi terjadi keributan antara sesama pemilik kios yang ada di sekitar pujasera. Namun dia tidak habis fikir mengapa sasaran kemarahan warga tersebut malah merusak kios yang di tempatinya. Hal ini tentunya  sangat di sesalkan oleh Azizah. karena dirinya sama sekali tidak ada kaitannya dengan kejadian keributan tersebut.

“Mengapa warga malah tega merusak kios dan barang-barang milik saya,”ujar Azizah dengan nada turun sangat mengesalkan sekali keputusan yang di lakukan warga tersebut.


“Saya tetap bertahan menempati kios karena tidak memiliki rumah semenjak di tinggal sang suami. Andres anak saya berumur sembilan tahun sudah tidak memiliki ayah dan saya titipkan di rumah saudara. Saya berharap, jika tidak dibenarkan lagi menempati kios ini untuk tempat tinggal dan tempat usaha ,saya mohon kepada pemerintah dapat memperhatikan dan bantuan kepada  kami yang susah ini,”harap Azizah. (AGs)

Hamka Riau : Namanya ANNAS MAAMUN bukan ANAS MAKMUN



Bagansiapiapi,KABARROHIL-Dalam catatan riwayat hidupnya tertulis lahirnya di Bagansiapiapi, pada tanggal 17 April  1940. Negeri asalnya kampung Bangko, khususnya Bangko Kanan. Dia putera dari  MAAMUN. Maamun ayahnya, ketika dia dilahirkan belum menjabat sebagai Penghulu  Bangko Kanan. Baru kemudian ditahun 1946 Maamun diangkat menjadi Penghulu  sampai dengan tahun 1960.

“Nama ayahnya MAAMUN, bukan MAKMUN,”jelas Buya Hamka Riau kepada KABARROHIL, belum lama ini.

Menurut  kebiasaan siapa saja yang bernama serupa dapat dipastikan tertulis MAKMUN. Tapi tidak demikian ayah Annas, dia menulis namanya dengan MAAMUN, dobel huruf A. Mungkin karena terpengaruh dengan nama ayahnya memiliki huruf ganda, Annas tidak mau kalah, dia tulis pula namanya dengan menggandakan huruf N, tidak seperti kebiasaan orang yang bernama sama dengan menulis namanya biasa saja ANAS. Sehingga kemudian namanya menjadi ANNAS MAAMUN, dengan memakai 2 huruf ganda dalam namanya.

“Agaknya, menurut fa-al nama, karena memiliki 2 huruf ganda di dalam namanya itu, menjadikan dia tahan banting, bergulat dan bergelut dalam kancah kehidupan dan perjuangannya sampai kini,”tuturnya.

Dari sisi telaahan sebuah nama selalu menunjukkan jati diri dan kepribadian seseorang. Tidak kalah pentingnya, nama cerminan dari sikap seseorang. Banyak yang bernama Anas –tapi tidak Annas-, biasa-biasa saja, meskipun ada juga Anas yang berkedudukan mulia sebagai shahabat Rasulullah saw, yakni Anas bin Malik.

Annas Maamun, anak asli Bangko. Sebuah kampung yang dibelah oleh sebuah anak sungai dari sungai Rokan dan diberi nama Sungai Bangko. Sungai Bangko airnya hitam, tapi bening. Dulu, dikenal banyak ikannya, dan ikan-ikan Bangko dikenal pula enak berbeda dengan ikan-ikan yang berada di sungai Rokan. Mungkin karena pengaruh airnya yang hitam bening dan dingin. Sungai Bangko kemudian menjadikan kampung Bangko menjadi dua, yakni Bangko Kanan dan Bangko Kiri. Kalau kita menghilir atau memudik di sungai Rokan ketika kita masuk kedalam sungai Bangko, sebelah kanan kita adalah Bangko Kanan, dan sebelah kiri kita Bangko kiri. Meskipun kampung Bangko ini dibelah oleh sungai sehingga menjadinya terpisah, tapi masyarakatnya tidak pernah merasa dipisahkan. Kedua kampung amat rukun dalam segala hal. Sepanjang sungai Bangko mulai dari kuala yang terletak di Sungai Rokan, berjejer rumah penduduk. Namun sekitar tahun 60-an setelah terjadinya penggalian terusan yang memotong sungai Rokan agar lebih cepat menuju Bangko, terjadi abrasi tebing yang luar biasa. Akibat dari abrasi itu banyak penduduk yang harus membongkar rumahnya takut roboh ke sungai dan memindahkannya jauh ke arah darat.

“Dari sinilah penduduk Bangko membuat komunitas baru yang sekarang dikenal dengan PEMATANG IBUL. Apatah lagi setelah jalan lintas yang dibangun PT. CPI telah pula dibuat. Dan  sekarang Bangko Kanan dan Kiri sudah menjadi sebuah Kecamatan bernama KECAMATAN BANGKO PUSAKO. Seakan-akan penamaan ini menjadi penyatu dari 2 Bangko. Itu terjadi di zaman Annas Maamun menjadi Ketua DPRD Rokan Hilir,”pungkas Buya Hamka Riau. ()

Sabtu, 16 Maret 2013

Wartawan Diculik, diancam dibakar hidup-hidup



MANGGALA JONSON,KABARROHIL- Wartawan Harian Metro Riau,  Jonathan Surbakti menjelaskan dirinya di culik oleh OTK (orang tak kenal,red) dengan menggunakan senpi, Kamis dini hari (14/3/2013). Dirinya bahkan diteror dan diancam akan dibakar hidup-hidup disebuah gubuk. Digubuk tersebut dia tidak berdaya oleh OTK. Karena dirinya saat itu keadaan kaki dan tangan diikat dan muka ditutup sebo yang dililit dengan menggunakan lakban.



“Kaki dan tangan saya diikat. Muka ditutup sebo yang dililit menggunakan lakban,”ujarnya Kepada KABARROHIL, Jumat (15/3/2013).


Sekira pukul 23.30 Wib, sejumlah wartawan ikut bersama seluruh anggota Yon B Brimob  pada pelatihan di Sedinginan. Pada saat waktu menunjukkan pukul 00.30 Wib, wartawan harian Metro Riau, Jonathan Surbakti dibawa oleh supir Danyon B Brimob,Yonni untuk mencari angin sambil mencari makanan ringan. Namun Jonathan tidak mau dengan alasan  sudah larut malam. Tetapi ada salah satu anggota Yon B Brimob memberitahukan kepada Jonathan bahwa mobil miliknya yang ditinggalkan dihalaman Markas Yon B Brimob mesti diatur parkirnya terlebih dahulu sebelum beranjak tidur.


Dengan mengendarai sepedamotor, dia berdua menuju ke Markras Brimob sambil mengecek dan mengatur posisi mobilnya. Setelah selesai maka mereka berdua kembali ke tempat tenda semula. Namun, ditengah perjalanan  persis  disimpang tiga sebelum tempat latihan,  dua orang yang tidak dikenalnya menghentikan laju sepedamotornya dan menodongkan dengan senpi, selanjutnya tangan di ikat dan dinaikkan ke sepeda motor, kemudian dilarikan ketengah hutan sembari dirinya diteror akan dibunuh dan meninggalkan mayatnya di tengah hutan. Sedangkan rekannya entah lari kemana.

Dirinya meronta-ronta minta tolong namun suara tidak kedengaran karena mulutnya sudah di tutup pakai lakban, dan tidak bisa sedikitpun bisa melakukan perlawanan.

“'Kau wartawan yang memberitakan keluarga ku, kau juga yang memberitakan pondok kresek,” kata dua orang ini sembari menodongkan senjata api seperti dituturkan oleh Jonathan.

Dia menjelaskan, setelah diputar-putarkan kehutan selanjutnya mulutnya di Lakban terus tangannya diikat pakai tali dan dibawa kerumah kebun kosong milik warga setempat.

“Mendapat serangan yang tidak terduga tersebut tentunya langsung gemetar ( Down,red ).Didalam gubuk tersebut tetap diteror dengan ucapan, bakar penggal leher. Pada saat itu Saya hanya berdoa kepada Allah Swt, agar saya bisa dilepaskan dari penculikan tersebut dan hanya terpikir oleh saya kapan saya di eksekusi dan kemana mayat saya akan dibuang,” tutur Jonathan.

Rekan Jonathan yang berhasil kabur tadi melaporkan kepada Komandan Yon detasemen B Pelopor manggala junction, kompol Budi Satria Wiguna,Sik. Mendapat khabar itu, tepatnya, sekira waktu menunjukkan pukul 02.00 Wib, Kompol Budi langsung melepaskan tembakan ke udara sebagai tanda  kondisi bahaya. Mendengar suara perintah dari atasan diiringi suara letusan senapan, seluruh anggota yang lagi tertidur pulas langsung bangun dan menyusun barisan

“Ada anggota kita di rampok, termasuk satu wartawan. Sekarang wartawan itu diculik,”teriak Kompol Budi.

“Wartawan ini sudah dari tadi ikut kita (latihan,red), kita harus cari,”lanjutnya.


Mendapat perintah, seluruh anggota ikut melakukan penyisiran untuk mencari Jonathan. Lebih kurang setengah jam kemudian Jonathan pun ditemukan dengan dua penculik yang diperankan oleh anggota Yon B Pelopor.

Atas kejadian tersebut, Jonathan yang merasa selamat dari tawanan langsung menangis dengan histeris sembari memeluk erat Kompol Budi dan tak mau melepaskannya.

"Astagafirullah Alazim Astagafirullah Alazim, Astagafiullah Alazim," kata Jonatan meraung-raung menangis secara sporadis.


"Tenang-tenang ini hanya sirmulasi dari latihan," ujar Kompol Budi menenangkan Jonathan.

Selanjutnya Jonathan dibawa oleh anggota Yon B Brimob ke tenda yang cukup jauh dari TKP tempat ia di tawan. Sesampainya di tenda Jonathan terus menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Seumur hidup baru kali ini saya mengalami seperti ini," katanya.


Hal seperti ini, lanjut Jonathan, persis dengan kejadian yang pernah ia lihat di televisi dan layar lebar. "Saya menangis tadi, karena saya memang terbawa arus, dan disaat saya menjadi tawanan banyak yang saya ingatkan," ucap Jonathan yang berencana melangsungkan pernikahan pada bulan Mei  mendatang.


Yang paling diingat  oleh Jonathan, ketika dirinya dimasukan didalam karung. "Saya berpikir, setelah saya di gorok maka tubuh saya dimasukan dalam karung," tutur Jonathan yang ingat anak perempuan yang ditinggalkan sama pembantunya dirumah.

"Alhamdulillah, rupanya ini cuma sirmulasi dari pelatihan yang dilakukan Brimob, dan saya juga ikut senang, sebab ini menambah wawasan saya dan merupakan kenangan manis buat saya, dan kedepanya kita doakan Brimob semakin Exis dan bertambah maju," tambah Jonathan yang mulai lega.


Sementara Dayon B Brimob, Kompol Budi Satria Wiguna SIK mengatakan, sirmulasi ini sudah dirancang sebelum waktu magrib tiba. "Kita sengaja mengambil dari wartawan, sebab kalau anggota sudah biasa dengan hal demikian, dan ini merupakan sebagai kesiapan anggota kita dalam menghadapi persoalan dalam bentuk apapun dan saling membantu satu sama lain," tandas Kompol Budi Satria Wiguna. (Agr)


Kamis, 14 Maret 2013

Kadisdik Surya buka Sosialisasi jelang UN, Bersama tingkatkan kualitas dan kuantitas



Bagansiapiapi,KABARROHIL-Kegiatan hari ini (Kamis,14/3/2013,red) adalah kegiatan sosialisasi dimana diundang semua kepsek,pengawas,uptd dan kelompok belajar. Dalam hal ini sebagai nara sumber tim sosialisasi disdik provinsi riau dan tim pemantau. Demikian ditegaskan oleh kadisdik Rokan Hilir drs Surya Arfan,Msi kepada KABARROHIL ketika ditemui seusai membuka acara tersebut di GOR jalan pasca MTQ komplek perkantoran batu enam Bagansiapiapi.

“Hari ini kita melaksanakan sosialisasi untuk menghadapi ujian nasional tidak lama lagi,”tuturnya.

Ditekankan kepada kepsek agar mempergunakan sisa waktu yang tersisa. Kadisdik Rohil ini ingin agar kepsek dapat merumuskan evaluasi try out dimana titik lemahnya. Lanjutnya, Surya Arfan menegaskan kepada orang tua atau wali murid agar jangan sepenuhnya melepaskan anak didik kepada pihak sekolah.

“Oleh sebab itu agar kepsek mengundang orang tua atau wali murid siswa agar dapat bersama-sama meningkatkan niat belajar siswa dalam menghadapi UN,”katanya.

Disebutnya, tentang tekhnik akan dipaparkan oleh tim provinsi beserta pengawas UN. Sedangkan kepsek diharapkan menfokuskan siswa agar terus belajar untuk menghadapi UN tidak lama lagi.

“Karena masih ada sisa waktu,”ujarnya.

Dalam hal ini kadisdik rokan Hilir menghimbau kepada orang tua agar dapat langsung hadir tanpa diwakilkan oleh orang lain dalam membahas secara bersama-sama untuk memikirkan para siswa sebagai anak didik agar berhasil menghadapi UN.

“Hal ini karena UN yang dihadapi kedepan sanga berat,”pungkasnya.

Sedangkan kepala kemenag Rohil, Agustiar,Sag mendukung hal yang dilakukan oleh kadisdik melakukan sosialisasi sebelum menghadapi UN. Hal ini, disebutnya merupakan langkah dalam persiapan un.

“Karena tahun 2013 ini sangat berbeda. Karena keberhasilan menghadapi un keberhasilan semua. Oleh sebab itu semua harus berperan. Apa keinginan kita bersama yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas sangat diharapkan,”tandasnya. (Agr).