Kamis, 21 Juni 2012

Mewakili bupati H.Annas Maamun, Setdakab Rohil terima para praja Nindya IPDN melakukan praktek lapangan di lingkungan pemdakab Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sebanyak 100 praja Nindya IPDN kampus regional Rohil dibidang pemerintahan, pembangunan dan pemasyarakatan diserahkan ke pemdakab Rohil untuk mengikuti praktek lapangan di lingkungan satuan kerja pemdakab Rokan Hilir. Namun tentunya juga mengikuti sesuai bidang dimana praja ditempatkan. Demikian diungkap oleh Setdakab Rokan Hilir Drs Wan Amir Firdaus,Msi kepada KABARROHIL ketika ditemui di lantai IV kantor Bupati Rohil jalan merdeka Bagansiapiapi. Kamis (21/6)

Dalam kesempatan ini Setdakab Rohil mengatakan atas nama bupati Rokan Hilir H.Annas Maamun mengucapkan selamat datang kepada para praja yang sekaligus menerima para peserta nindya praja tersebut. Karena disebutnya dalam acara ini bupati H.Annas Maamun tidak dapat menghadirinya karena ada acara di Pekanbaru untuk menerima menteri dalam negeri.

"Insya Allah pada bulan juli juga menerima untuk para praja muda yang melakukan praktek lapangan dimana ditempatkan di kantor kelurahan dan kantor camat,"katanya.

Dijelaskannya, pada hari ini (Kamis 21/6,red) merupakan tahun kedua Praktek Lapangan para praja IPDN kampus regional Rokan Hilir. Hal ini, disebut Wan Amir Firdaus tentunya sudah berpengalaman dan tahun ini akan lebih baik dari tahun kemaren.

"Praktek lapangan para praja Nindya IPDN Rohil hingga Juli dan para praja muda IPDN Rohil dari Juli hingga Agustus,"terang Setdakab Rohil

Disebut Wan Amir, biasanya kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir di kampus IPDN Rohil yang setelah itu kembali kekampus IPDN Jatinangor. Tentunya, lanjutnya mengatakan bahwa hal ini merupakan kesematan kepada para praja nindya untuk menempatkan waktu yang singkat agar di pergunakan didalam mempraktekkan teori di lapangan terutama pada sesi administrasi.

"Hampir seluruh ditempatkan disatuan kerja dimana setiap satker ada dua dan tiga praja. Tempatkanlah diri pada kesempatan yang baik ini untuk melakukan silaturahmi dengan birokrat,"kata alumni IPDN ini.

Ditegaskan Setda bahwa laboratorium yang canggih adalah penerapan langsung dilapangan dengan langsung menjalankannya dengan baik. Dia menyarankan kepada para praja IPDN agar dapat merasakan pekerjaan lapangan itu dengan baik. Karena bagaimanapun hebatnya akademis dalam teori tidak akan bagus jika tidak dapat pengalaman dilapangan langsung. Hal ini dijelaskan oleh setda sebagai alumni IPDN yang mengalami dan mempraktekkan dilapangan langsung kariernya dimulai dari eselon V hingga menjadi setda di Rohil. Dikatakan setda hal ini merupakan bentuk pengabdian dan pengalaman di birokrasi setelah teori di IPDN. Oleh sebab itu dikatakan setda agar praja dapat menggunakan waktu tersebut.

Kemudian, Para praja ditempatkan di rumah pegawai sebagai induk semang. "Bersyukur induk semangnya semuanya sebagai kepala satker di lingkungan pemdakab Rohil sehingga mendapatkan ilmu,"kata setda.

Dikatakan Setda, eksperience atau pengalaman diambil yang positifnya. Dikatakannya  dia berpesan pertama,  seluruh satker yang ditempatkan oleh praja dalam praktek lapangan sekiranya dapat memberikan pembinaan yang terbaik. Disebutnya, baik dalam memantau, dan memberikan  pengarahan sehingga jangan sampai ada imej yang tidak bagus di satker tersebut. Dijelaskannya  seperti kedisiplinan pegawai, kerja dan kinerja pegawai serta tata administrasi. Hendaknya disebut setda terus berkelanjutan seterusnya.

"Diharapkan dapat memberikan pembinaan yang baik kepada para praja,"katanya.

Disebut setda, seperti dikatakan bupati H.Annas Maamun para praja dianggap saja sebagai anak, adik, dan anak asuh untuk di didik dengan baik dimana para praja berlatar belakang yang berbeda.

"Saling memahami dan saling mengerti merupakan khasanah budaya kita,"tutur setdakab.

Kemudian itu, kepada adik praja setelah melakukan praktek lapangan ini dan nantinya langsung ke kampus IPDN jatinangor untuk mengakhiri akademik dapat menyelesaikan akademik dengan baik. Diharapkannya setelah tiba di IPDN Jatinangor dapat merupakan sebagai duta Rohil. Ditambahkannya, begitu juga ketika kembali ke daerah masing-masing dan memiliki pengalaman di Rohil agar dapat menceritakan geliat pembangunan daerah Rohil.

"Bagi Rohil sangat berbangga keberadaan IPDN di Rohil karena sebelumnya Rohil yang kurang dikenal akhirnya daerah Rohil jadi dikenal di seantero nusantara ini,"pungkasnya.

Lebih jauh dikatakan Setdakab Rohil ini, selain itu IPDN di Rohil disebut setda juga merupakan motivasi orang tua agar anaknya berlomba untuk ikut masuk IPDN. Hal ini melihat adanya peningkatan daya minat untuk masuk IPDN.

"Kami berharap pada tahun lalu yang mendaftar sebanyak 60 orang yang diterima di IPDN sebanyak 13 orang dan pada tahun ini yang mendaftar sebanyak 90 orang tentunya diharapkan dapat diterima 20 orang,"katanya.

Disebut Setdakab Rohil, SDM di daerah Rokan Hilir di bidang ilmu pemerintahan sangat minim. Oleh sebab itu dengan berdirinya kampus IPDN di Rohil diharapkan pada lima tahun mendatang sudah masuk 100 pamong praja putra asal Rohil untuk menerapkan ilmunya di daerah Rohil. Meskinpun Pamong harus siap ditempatkan dimana saja. Para praja harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Tunjukkan kepada pegawai kita adalah pamong yang profesional yang tahu tugas, disiplin kerja. Tunjukkan kita beda dan bisa tampil lebih baik lagi. Pamong juga siap apa saja, dimana saja dan kapan saja,"tandasnya. (andi krc)

Pendidikan dan latihan Dalmas Satpol PP di buka Aisten II Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pembukaan Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rokan Hilir (Satpol PP Rohik) tahun anggaran 2012 berlangsung hikmat di gelar di lapangan bakar tongkang jalan Perniagaan Bagansiapiapi,Kamis(21/6). Acara tersebut dibuka oleh Asisten II pemdakab Rohil Azhar,SH. upacara tersebut diikuti oleh Peserta Satpol PP Rohil. tampak juga kasatpol PP Suryadi.

Dalam sambutan bupati yang dibacakan Asisten II pemkab Rohil, Azhar,SH mengatakan tupoksi satpol pp sebagai penegak perda dan melaksanakan kebijakan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat di daerah. Satpol pp juga melaksanakan kebijakan perlindungan masyarakat dan melaksanakan tugas lainnya seperti mengikuti proses penyusunan peraturan perundang undangan serta kegiatan pembinaan dan penyebar luasan produk hukum daerah.

"Dalam pasal 148 undang undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah dinyatakan untuk membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum, penegakan peraturan daerah maka dibentuk satuan polisi pamong praja sebagai perangkat pemerintah daerah,"ujarnya.

Oleh sebab itu satpol pp harus mampu tampil kedepan sebagai ujung tombak pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat berdasarkan ketentuan dan pedoman yang berlaku. Disebutnya, dalam melaksanakan tugasnya maka satpol pp harus kerjasama dengan instansi dan khususnya kepolisian negara agar terkoordinasi dan sinergis. Tugas ketertiban, ketenteraman dan keamananan bukan semata merupakan tugas dan tanggung jawab kepala daerah dan kepolisian semata. Namun sangat diperlukan juga peran serta masyarakat ikut dalam memelihara keamanan dan ketertiban dan ketenteraman masyarakat itu sendiri.

"tantangan tugas yang semakin komplek diperlukan upaya meningkatkan profesionalisme satpol pp. Oleh sebab itu pendidikan dan pelatihan ini sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan latihan. Selama tiga hari saudara anggota satpol pp rohil mengikuti pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan. Setelah mengikuti latihan ini diharapkan mampu melakukan tindakan pengamanan, ketertiban dan ketenteraman wilayah rohil sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang berlaku dengan tetap berpedoman kepada falsafah polisi pamong praja,"ujarnya.

Dengan kegiatan ini diharapkan juga kepada peserta dapat meningkatkan sikap mental dan disiplin serta kesamaptaan fisik dalam melaksanakan latihan maupun tugas dilapangan. Kemudian kendalikan diri dan hindari tindakan yang dapat mengakibatkan tercelanya organisasi dan korp polisi pamong praja dan diharapkan menjaga kesehatan sehingga dapat mengikuti arahan dan petunjuk dari instruktur dan pelatih.

"terima kasih kepada polres rohil, danramil bangko dan instansi terkait atas kerjasamanya dalam mewujudkan terselenggaranya pendidikan dan pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan. Semoga kerjasama yang baik dapat dibina dan ditingkatkan secara berlanjut untuk masa-masa mendatang,"pungkasnya.

Kepala Satpol PP Suryadi.SH ketika ditemui KABARROHIL mengatakan bahwa kegiatan Dalmas ini dalam dua gelombang yakni gelombang I tanggal 21 juni hingga tanggal 23 Juni dan gelombang II dilaksanakan dari tanggal 25 Juni hingga tanggal 27 Juni. Dikatakannya dalam setiap gelombang diikuti 50 peser
a satpol PP.

Diharapkan Kakansatpol PP ini agar alat yang ada dapat dipergunakan sesuai fungsinya dan diterapkan dalam kegiatan simulasi. Sehingga selama ini Petugas Satpol PP hanya diidentikkan sebagai penjaga rumah Dinas Bupati, wabup dan Setda harus ditunjukkan sebagai penegak perda dengan personil 148 orang, dan tentu pasti bisa. Kemudian kedepan disebut kakansatpol PP Rohil ini akan direngrut lagi dua peleton petugas Satpol PP yakni sebanyak 65 orang. Disebutnya saat ini fasilitas  Satpol PP Rohil sudah mendapatkan dua kenderaan operasional dan dua mobil Satpol.


"Kegiatan ini dilakukan agar ada kecintaan terhadap corp dengan pembinaan dan pelatihan dasar. Kegiatan kedua juga akan dilaksanakan selama dua minggu. Kegiatan kedua sebagai penyegaran anggota di batu enam. Kegiatan kedua ini dilakukan pembekalan pbb masalah hukum, perda, lantas, lantikum yang didatangkan dari polres. Kami minta ketua DPRD Rohil sebagai nara sumber. Peserta  di inapkan di kampus unri,"tandasnya. (andi krc)

Rabu, 20 Juni 2012

Seratus Praja Nindya IPDN kampus Rohil diserahkan melakukan PKL selama 30 hari di pemkab Rohil

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kamis (21/6) besok sebanyak Seratus Praja tingkat III IPDN kampus Rokan Hilir (Rohil) jurusan Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat diserahkan langsung oleh Direktur IPDN Rohil kampus regional Rohil ir.H.Dwi Agus Sumarno.MM kepada pemdakab Rokan Hilir untuk melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di seluruh satuan kerja (Satker) di lingkungan pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Acara serah terima praja dalam melakukan PKL tersebut di gelar di halaman kantor Bupati Rokan Hilir jalan Merdeka Bagansiapiapi. Acara dimulai jam 07.30 wib sekaligus pembukaan pelatihan Dalmas Satpol PP. Demikian dikatakan oleh Kabag Protokol Pemdakab Rokan Hilir Dedi kepada KABARROHIL, ketika ditemui Rabu (20/6).

“Besok kamis  acara penerimaan praja IPDN sesuai rencana oleh Setdakab Rohil Drs Wan Amir Firdaus,Msi,”ujarnya.

Direktur IPDN kampus Regional Rohil Ir.H.Dwi Agus Sumarno.MM membenarkan hal tersebut. Kepada KABARROHIL dia menjelaskan Praja Nindya putra sebanyak 66 orang dan praja Nindya putri sebanyak 34 orang diserahkan ke pihak pemdakab Rohil untuk melaksanakan PKL di satuan kerja di lingkungan pemdakab Rohil.  Disebutnya pembekalan PKL bagi praja IPDN kampus Rohil ini merupakan untuk kedua kalinya pada tahun kedua. Sebelumnya pada tahun lalu peserta sebanyak 296 orang.

“PKL praja kita tahun ini untuk kedua kalinya. Sama halnya seperti pada tahun lalu. Kita harapkan para praja dapat melaksanakan ilmu di kampus untuk diterapkan di lapangan. Tahun ini seratus praja tingkat III untuk ditempatkan di satuan kerja di ingkungan pemdakab Rokan Hilir selama 30 hari kedepan,”tuturnya.

Dia berharap para praja dapat mencerminkan perilaku yang baik selama dilapangan karena hal ini ada penilaian oleh masing-masing kepala satker. Disebutnya dirinya sudah menekankan kepada praja untuk memberikan perlaku yang terbaik selama PKL.

“IPDN didirikan untuk mencetak generasi bangsa yang tangguh,”pungkasnya. (andi krc)

Sempena HGK ke-40, TP PKK Rokan Hilir gelar Sunat massal


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sebanyak 50 anak diwilayah kecamatan Bangko mengikuti kegiatan sunat massal. Kegiatan sempena memeriahkan Hari Gerak Kesatuan (HGK) PKK ke-40 ini atas kerjasama Tim Penggerak (TP)  PKK Rokan Hilir (Rohil) dengan pihak kecamatan Bangko, Koordinator kesehatan keluarga Sejahtera (K3S) dan Puskesmas Bagansiapiapi. Kegiatan di gelar di aula kantor Camat bangko jalan Utama Bagansiapiapi, Rabu (20/6).

“Kegiatan ini merupaka agenda rutin dilaksanakan setiap tahun. Hal ini salah satu kepedulian dalam membantu masyarakat dari kalangan yang kurang mampu,”ujar wakil ketua TP PKK rohil Hj Wan Mardiana Suyatno kepada KABARROHIL di sela kegiatan berlangsung.

Dikatakan Hj Wan Mardiana suyatno kegiatan sunat massal ini merupakan agenda rutin TP PKK. Pelaksanaan kegiatan ini berpindah tempat kecamatan di wilayah Rokan Hilir. Disebutnya, pernah dilaksanakan di kecamatan batu hampar, kecamatan bagan Sinembah dan kecamatan lainnya. Namun pada tahun ini di laksanakan di kecamatan Bangko.  

Sementara, Miswan salah anggota keluarga peserta sunat massal menyambut baik kegiatan yang di laksanakan TP PKK Rohil. Hal ini disebutnya sangat membantu keluarga kurang mampu untuk menyunatkan anaknya.

“Semoga kegiatan ini berkelanjutan karena sangat membantu dari keluarga kurang mampu. Apalagi disaat sekarang ini ekonomi sangat sulit,”pungkasnya. (andi krc)

Tumor di pipi kanan Nova Andriani semakin membesar, Siswi kelas tiga SD mengharap bantuan pengobatan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dengan kaki cacat akibat jatuh dari truk angkutan buah, Trimo (42) berjalan bertatih dari jalan raya menuju kantor Bupati kabupaten Rokan Hilir jalan Merdeka Bagansiapiapi, Rabu (20/6). Dia mengatakan dirinya turun dari  ojek bersama anak pertama perempuannya Nova Andriani (9). Nova Andriani mengalami tumor urat di pipi kanannya hingga membesar. Nova masih sekolah kelas tiga SD Karya Mulyo Sari. Disebabkan oleh tumor yang dideranya siswa ini tidak masuk kesekolah. Namun akhirnya atas kebijakan sekolah nova ikut ujian semester di rumah.

“Sudah tidak sekolah selama tiga bulan,”tutur Trimo.

Perjuangan hendak mengobati anaknya tersebut agar lekas sembuh maka Trimo akhirnya  mengharap bantuan dari pemdakab Rokan Hilir. Hal ini karena  pengobatan anaknya yang harus mengeluarkan biaya tidak sedikit. Disebutnya dirinya menyewa dua ojek dari Pekaitan dengan modal seratus ribu rupiah. Bersama anaknya tersebut tampak raut wajahnya yang lusuh duduk di pelataran gedung kesra kantor bupati Rohil.

Kepada KABARROHIL Trimo mengakui memiliki anak dua dari isterinya bernama Juniah (31). Dia mengatakan dirinya warga RT 03/RW 01 Dusun Karang Tulus kepenghuluan Karya Mulyo sari kecamatan Pekaitan. Disebutnya dirinya bersama isteri dan anak-anaknya saat ini tinggal di tanah pemerintah di bekas kantor transmigrasi Desa Karya Mulyo Sari. Pekerjan serabutan, apa saja dilakoni, sebutnya membuat dia tidak dapat membiayai pengobatan penyakit yang didera anaknya.

“Untuk makan sehari-hari saja kita kerja apa yang bisa mendapatkan uang. Yang penting halal,”sebutnya.

Awalnya penyakit didera Nova, dikatakannya hanya benjolan sebesar kelereng. Dikatakannya di cek ke puskesmas penyakit tersebut hanya penyakit biasa. Lanjutnya mengatakan namun benjolan tersebut membesar hingga sebesar telor. Akhirnya dengan bantuan swadaya masyarakat setempat sebesar 1 juta setengah rupiah dirinya ke RSU daerah Dr Pratomo Bagansiapiapi.

“Seminggu kemudian dirujuk ke rumah sakit Dr Arifin Achmad Pekanbaru. Dilakukan operasi yang katanya tumor urat,”terangnya.

Dikatakan Trimo, setelah operasi dengan diagnosis Rhobdomyo Sarkoma biaya melalui jamkesda namun dirinya tidak mampu untuk membeli obat  Actinomycin empat botol lebih kurang 3 juta rupiah setiap bulan dengan perawatan 18 bulan diluar jamkesda. Dua bulan ini setelah operasi kondisi anaknya sakit di leher dan telinga bahkan pipinya semakin membesar. Bahkan lima kali lebih besar dari semula dalam jangka dua bulan ini. Oleh sebab itu dirinya mendatangi kantor bupati Rokan Hilir agar dapat secepatnya ditanggulangi penyakit anaknya itu. Bagi dermawan yang ingin membantu penyakit Nova agar lekas sembuh bias menghubungi langsung Trimo di HP nomor 085356448195.


“Saya datang mengharapkan bantuan bupati agar dapat bantuan pengobatan Nova yang telah tiga bulan tidak sekolah. Karena biaya yang tinggi berkisar 54 juta rupiah untuk membeli obat itu ,"pungkasnya. (andi krc)

Pendidikan satu Atap Yayasan Al-Ittidiyah Pasir Limau Kapas mewisuda 98 siswa, Bakal menjadi Pesantren Teknologi Terpadu


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sebanyak 98 orang siswa TK islam, PDT,SD Islam dan SMP Islam di wisuda pada saat resepsi Haflatul Wada’ dan Milad ke-XX yayasan Pendidikan Al-Ittihadiyah yang di gelar di gedung pertemuan Teluk pulai Kecamatan Pasir Limau kapas pada Senin (18/6) kemaren. Hadir saat itu Kepala UPTD Bina pengelolaan Sekolah Kecamatan Pasir Limau kapas Syahrum,Spd, Sekretaris camat Pasir Limau Kapas M.Sidik,Sag, Penghulu Teluk Pulai Sutarno, Pembina Yayasan Pendidikan Al-Ittihadiyah H.Abdul Muhaimin, ketua Yayasan Pendidikan Al-Ittidiyah Murkan Muhammad,Spdl, kepala sekolah, majelis guru, wali murid dan undangan.

Kepada KABARROHIL ketika ditemui di kantor AMPG jalan kelenteng Bagansiapiapi, ketua Yayasan pendidikan Al-Ittidiyah Pasir Limau Kapas yang juga sekretaris AMPG Rokan Hilir, Murkan Muhammad,Spdl berpesan kepada siswa yang telah berhasil menyelesaikan proses belajar agar dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki. Hal ini tentunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kalaupun tidak bisa melanjutkan, lanjutnya menegaskan belajar dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja asal ada kemauan untuk belajar.

“Hal ini menyongsong berdirinya pesantren teknologi Terpadu Al-Ittihadiyah dalam rangka mewujudkan Pendidikan Berbasis Akhlaqul karimah di Kecamatan Pasir Limau Kapas,”tutur Murkan Muhammad,Spdl ketika ditemui  di ruang kerjanya di jalan Kelenteng Bagansiapiapi, Rabu (20/6).

Sekretaris AMPG Rokan Hilir ini juga menyatakankan sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayai yayasan pendidikan Al-Ittidiyah sebagai tempat menimba ilmu bagi anak-anaknya. Karena disebutnya diusia 20 tahun ini telah banyak meluluskan siswa-siswa. Bahkan disebutnya pada tahun lalu salah siswa SMP Islam Al-Ittidiyah lulus mencapai nilai tertinggi di daerah Rokan Hilir.

Lebih lanjut Dia menegaskan persoalan akhlaqul karimah, persoalan moral dan kepribadian yang perlu ditingkatkan pada saat ini agar jangan ditinggalkan akibat kemajuan zaman. Oleh sebab itu Pendidikan pesantren teknologi terpadu yayasan Al-Ittidiyah bertujuan untuk memupuk dan mewujudkannya didalam wadah pendidikan pesantren. Ditambahkannya bupati H.Annas Maamun mendukung hal tersebut. Oleh sebab itu pada tahun ini dibangun tiga RKB untuk pondok pesantren ini. Selanjutnya dikatakannya pada tahun mendatang diharap juga untuk pembangunan asrama para santri.

“Saya percaya pancasila adalah benteng Negara Kesatuan republic Indonesia. Tapi saya lebih percaya bahwa akhlaqul karimah, moral dan kepribadian para pengawal Pancasila adalah yang utama,”ujarnya.

Dijelaskannya, dunia telah dilanda dekadensi moral. Menurutnya Moral generasi muda khususnya daerah telah lama kronis. Disebutnya, moral generasi muda saat ini mudah rapuh mulai dari atap langit sampai akar bumi negeri ini.

“Pendidikan dan pelajaran di pesantren tidak hanya sebatas memperdalam ritual atau ibadah semata. Pandangan pendidikan Islam di pesantren hanya mempelajari sebatas sholat, zakat, puasa dan haji adalah sangat keliru besar. Karena Islam mengatur seluruh dimensi kehidupan umat manusia. Seperti dituturkan oleh guru saya, Islam adalah Aqidah, ibadah, negeri, kebangsaan, organisasi politik, perkumpulan olahraga, serikat perekonomian, kitab suci, cinta dan pemerintahan,”pungkasnya. (andi krc)

Jumat, 15 Juni 2012

Saat Beroperasi Menangkap ikan di perairan Rohil, Dua Kapal Ikan Trawl Malaysia ditangkap Diskanlut


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Kapal ikan Trawl berbendera Malaysia ditangkap saat beroperasi menangkap ikan di zone ekonomi ekslusif (ZEE) Indonesia di wilayah perairan laut kabupaten Rokan Hilir provinsi Riau. Keberhasilan operasi gabungan di laut tersebut berkat informasi para nelayan. Operasi Bersama tersebut melibatkan diantaranya Diskanlut Rokan Hilir, Corp Polisi Militer (CPM), anggota Koramil, Himpinan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, dan ketua kelompok Nelayan Rohil. Operasi di laut akhirnya membuahkan hasil dengan tertangkap basah dua kapal ikan milik warga Malaysia yang sedang beroperasi. Demikian diungkap Kepala dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Rokan Hilir (Kadis Kanlut Rohil) Ir.Amrizal kepada KABARROHIL ketika ditemui di tempat tambatan atau dermaga kapal nelayan jalan Nelayan Bagansiapiapi, Jumat (15/6).

“Kita beroperasi di laut menggunakan kapal pengawas Diskanlut Km Pulau Jemur,’terang Ir.Amrizal.

Disebut Kadiskanlut Rohil ini, Didampingi oleh CPM Ibrahim, tiga anggota koramil, ketua HNSI Rohil Ramli Khulal, ketua kelompok Nelayan Rohil dan staff Diskanlut, Dia menjelaskan operasi tersebut atas informasi nelayan yang sering kapalnya ditabrak oleh kapal nelayan luar ketika sedang menangkap ikan bersama di perairan Rokan Hilir.
ketua HNSI Rohil Ramli Khulal mengangkat BB ikan tangkapan kapal Malaisia

“Atas informasi dari nelayan kita berangkat ke laut saat jam 00.55 wib dini hari Jumat (15/6,red),”tutur Kadiskanlut Rohil.

Disebutnya berangkat dengan menggunakan kapal pengawas Diskanlut Km Pulau jemur bersama CPM Ibrahim, tiga anggota koramil, ketua HNSI Rohil, ketua kelompok nelayan Rohil dan nelayan serta lima staff Diskanlut Rohil.

Dijelaskannya, disaat jam 06.15 wib diperairan sebelah dalam pulau Tukong yakni posisi wilayah laut 02 derajat 40 menit 353 detik Lintang Utara dan 100 derajat 40 menit 531 detik Bujur Timur mereka dengan kapal patroli pengawas Diskanlut Rohil Km Pulau jemur menemukan kapal sedang beroperasi menangkap ikan dengan trawl. Disebut kadiskanlut kapal tersebut akhirnya mereka dekati dan kapal tersebut berlambung kapal PKFB 1267. Setelah ditempatkan petugas di kapal tersebut selanjutnya mereka juga menemukan kapal saat beroperasi menangkap ikan yakni kapal bernomor lambung PKFA 7945.

“Nakhoda kedua kapal tersebut Warga Negara Malaysia,”ujar Ir Amrizal.

Menurut Amrizal kecepatan kapal tersebut jika tidak menarik kurang lebih 20 knot dengan GT kurang lebih seratus ton. Dijelaskan oleh Kadiskanlut ini kapal yang ditangkap pertama yakni nomor lambung kapal PKFB 1267 dengan nakhoda mengaku bernama A Ha dan empat orang ABK warga Myanmar ber Identity Card (IC) Malaysia memuat muatan ikan hasil tangkap kurang lebih seberat 1(satu) ton. Sedangkan kapal yang ditangkap kedua yakni nomor lambung kapal PKFA 7945 dengan nakhoda mengaku bernama A Hoe beserta empat warga Myanmar ber IC Malaysia juga memuat ikan hasil tangkap kurang lebih seberat 750 ton.

“Mereka mengaku berasal dari wilayah Perak Malaysia,”ujarnya.

Disebut Ir Amrizal mereka ditangkap saat beroperasi masih dikawasan perairan territorial Indonesia. Dikatakannya, setelah kedua kapal tersebut disandingkan maka saat jam 08.00 mereka di bawa ke Bagansiapiapi. Namun dikatakannya, sempat kandas di muara masuk ke Bagansiapiapi hingga menunggu pasang sekira waktu tiga jam lebih. Setelah pasang mereka melanjutkan lagi pelayaran hingga tambat di dermaga sekira jam waktu menunjukkan pukul 14.00 wib.

Kedua kapal sebagai Barang bukti  diamankan petugas Diskanlut sedangkan barang bukti berupa ikan hasil tangkapan kedua kapal tersebut, disebut Kadiskanlut direncanakan dilelang. Namun dikatakannya, hari ini hari Jumat dilakukan terlebih dahulu kelengkapan administrasinya. Kalau waktu tidak memungkinkan maka mau tidak mau jika ikan tersebut sudah membusuk tentunya di musnahkan. Menurut Amrizal kedua nakhoda tersebut diproses penyidikan yang tentunya bekerjasama dengan pihak terkait di Negara mereka. Karena hal ini menyangkut antar Negara.
A Ha dan A Hoe nakhoda kapal ikan Malaysia

“Dua nakhoda berikut menjadi KKM di masing masing kapal menjadi tersangka karena menangkap ikan di perairan indonesia dengan menggunakan pukat trawl yang dilarang oleh undang-undang perikanan,”tandas ir Amrizal.

Sedangkan nakhoda kapal bernomor lambung kapal PKFB 1267 bernama A Ha melalui penterjemah bahasa Tiongho Malaysia mengatakan  bahwa A Ha sebagai nakhoda sudah lima hari beroperasi di perairan Indonesia khususnya di perairan Rokan Hilir. Dia mengaku baru dua kali sejak januari hingga juni menangkap ikan di Indonesia. Sedangkan A Hoe nakhoda kapal berlambung kapal PKFA 7945 sudah enam hari di perairan Rokan Hilir, Riau Indonesia.

Informasi yang dihimpun dan didapat KABARROHIL, Kapal yang pertama no seri buku H 001702 menurut lesen vesel dan peralatan menangkap ikan yang dikeluarkan dibawah peruntukan akta perikanan 1985 ditanda tangani timbalan pegawai perikanan Daerah Hilir Perak, PANG CHOO TIONG. Tertera di buku tersebut nomor tetap vesel  PKFB 1267 nama KP dan alamat empunya vesel KEE CHENG HOE alamat KP : 601009-08-5519 no 46 Bagan Parit H,36300 Sungai Sumun Perak dan nama KP dan alamat nakhoda vesel KEE CHING HA KP : 760327-08-5483 No.KG,BG.PRT 4,36300 Sungai Sumun. Ukuran  kapal panjang 17.97 meter, lebar 6.33 meter dalam 2.31 meter, GRT 74.36. Mesin kapal bermerk Cummin model KTA 19M, kekuatan  500 HP dengan nomor mesin 37161800. Tertera dibuku itu peralatan menangkap ikan utama pukat tunda (trawl net) dengan pangkalan utama Bagan Hutan Melintang.

Sedangkan kapal kedua nomor seri buku H 000851 lesen vesel dan peralatan menangkap ikan yang dikeluarkan dibawah peruntukan akta perikanan 1985 ditanda tangani timbalan pegawai perikanan Daerah Hilir Perak PANG CHOO TIONG.  Tertera dibuku tersebut nomor tetap vesel PKFA 7947 dengan nama k/p dan alamat empunya KEE CHIN WOOI KP: 720320-08-5791 no 47, Bagan Parit 4,36300 Sungai Sumun. Tertera juga nama k/p dan alamat nakhoda usaha sendiri. Ukuran panjang kapal 19,35 Meter, lebar 6,59 Meter, dalam 2,47 meter dan GRT 89,14. Mesin kapal merk Cummins KT 19M, kekuatan 450 Hp nomor daftar enjin 37158832.  Tertera dibuku itu peralatan menangkap ikan utama pukat tunda (trawl net) dengan pangkalan Bagan Hutan Melintang. (andi krc)