Kamis, 26 Juli 2012

Dedi Humadi sebut dilanjutkan kepemerintah daerah


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pertemuan hearing dengan sejumlah penduduk dan kelompok tani maju bersama (KTMB) desa Putat kecamatan tanah Putih tentang lahan 5000 hektar yang di mediasi oleh anggota DPRD Rokan Hilir kemaren telah terjadi dua kelompok yang tidak mau bersatu. Demikian ditegaskan oleh Dedi Humadi kepada KABARROHIL ketika di hubungi di Bagansiapiapi, Kamis (26/7).

“Terjadi dua kelompok yang tidak mau di satukan oleh anggota DPRD Rohil,”katanya.

Hal ini disebutnya karena mereka saling mempertahankan diri tentang argumentasi mereka sendiri. Bahkan disebutnya mereka tersebut saling membuka borok masing-masing. Oleh sebab itu, disebutnya hal ini akan di kembalikan kepada pemerintah daerah Rokan Hilir agar dapat segera menyelesaikannya.

“Ibarat kapal pecah dilaut ikan hiu yang kenyang,”ujarnya.


Oleh sebab itu dijelaskannya, jika ada yang melanggar dan bisa dituntut di ranah hukum maka diharapkan pemerintah dapat melanjutkannya. Karena masalah ini untuk diselesaikan dengan baik namun kedua kelompok tersebut tidak mau bersatu. 

“Jikalau ada yang jelas melanggar hukum dalam menjual tanah tersebut maka agar ditindak- lanjuti,”pungkasnya. (andi krc)

Foto Wabup H.Suyatno


Wabup H.Suyatno meninjau toko dan pasar di Bagansiapiapi.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Wakil bupati kabupaten Rokan Hilir H.Suyatno meninjau harga di pasar. Orang nomor dua di Rokan Hilir ini meninjau pelbagai toko kelontong, toko serabutan, toko kue di Pasar Pelita jalan Perniagaan bagansiapiapi, Kamis (26/7). Dalam melakukan peninjauan tersebut wabup didampingi oleh kabag umum Setdakab Rohil Muzakkar.

“Kita melihat kondisi dan lonjakan harga bahan makanan di kedai kue dan di pasar di bulan Ramadhan ini,”ujarnya kepada KABARROHIL ketika ditemui disela peninjauan di Pasar Pelita jalan Perniagaan Bagansiapiapi.

Dia mengatakan di bulan ramadhan ini, dirinya ingin mengetahui langsung kondisi harga bahan makanan dan bahan pokok di daerah kota Bagansiapiapi dan sekitarnya. Disebutnya, mengingat bulan ramadhan  telah memasuki hari ke enam ini maka dirinya ingin melihat secara langsung di toko dan di pasar.

Wakil bupati kabupaten Rokan Hilir H.Suyatno dengan penampilan sederhana mengenakan pakaian kemeja putih bawahan hitam dan berpeci itu menyusuri dengan berjalan kaki "door to door". Dia  meninjau toko-toko di jalan Merdeka hingga ke Pasar Pelita jalan perniagaan Bagansiapiapi.

“Hari ke enam bulan Ramadhan ini melihat kondisi harga di toko, dan di pasar,”tandasnya. (andi krc)

fhoto ANNAS MAAMUN

Bupati Rohil H.Annas Maamun, Kadisdik Drs Surya Afan,Msi dan Kadiskanlut Ir Amrizal di batu enam
Bupati Annas, Kapolda Riau, Kadisbudpora Tarmizi Madjied dan sejumlah PNS Rohil
Bupati Annas bersama cucu di taman budaya Bagansiapiapi

Rabu, 25 Juli 2012

DPRD Rohil kembali hearing dengan KTMB dan Masyarakat Putat


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Saling tuding menjual lahan terkuak di saat rapat hearing yang dilakukan oleh DPRD Rohil dengan kelompok tani maju bersama (KTMB) dan masyarakat Desa Putat kecamatan Tanah Putih. Rapat yang digelar oleh DPRD Rohil tersebut di gelar di ruang lantai III Kantor DPRD Rokan Hilir (Rohil) jalan Merdeka Bagansiapiapi, Rabu (25/7). Hadir saat itu Soedarmadji,dan  Harjun Dede yang mengaku selaku sekretaris KTMB, serta beberapa anggota legislative (Aleg) diantaranya Dedi Humadi, H. Akib, Amansyah, H.Rasmali.SH, Syarifuddin, Syahrial Putra dan anggota DPRD lainnya. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Dedi Humadi.

Menurut anggota DPRD Rohil Dedi Humadi kepada KABARROHIL, Rapat tersebut digelar untuk mengambil kesimpulan terhadap permasalahan lahan diperkirakan seluas 5000 hektar untuk mencari dan mendapat kejelasan yang sebenarnya modus sejarah terbentuknya KTMB yang selanjutnya memiliki lahan 5000 hektar tersebut diserahkan kepada PT Andika. Karena disebutnya, ada dua blok yang berada di KTMB dan masyarakat tersebut dimana ada yang berpihak kepada perusahaan dan ada juga yang berpihak kepada KTMB.

“Hari ini kami ingin meminta keterangan kepada masyarakat dan KTMB secara jelas menurut data dan fakta tanpa mengada-ada,”ujarnya.

Disebutnya hal ini merupakan kelanjutan permasalahan lahan diperkirakan seluas 5000 hektar di Desa Putat. Dimana lanjutnya mengatakan anggota legislative Rokan Hilir meninjau kelapangan pada tanggal 17 kemaren untuk menjumpai pihak PT Andika. Tetapi malah di bentengi oleh “preman bayaran” dari flores. Dirinya merasa kecewa terhadap kejadian tersebut.

“Khan lucu anggota DPRD Rohil  diacungkan parang. Tidak punya hak KTMB maupun datuk penghulu menyerahkan lahan seluas itu kepada pihak perusahaan. Perusahaan juga harus memiliki ijin untuk berinvestasi di Rokan Hilir,”tegasnya.

Dalam rapat tersebut terjadi “hujan” intruksi untuk saling bertanya kejelasan lahan tersebut. Pihak Harjun Dede memberikan keterangan dengan memberikan document sejarah terbentuknya KTMB yang selanjutnya disebutnya dari hasil kesepakatan musyawarah mencari pihak investor dengan perjanjian MuO di notaries Nurhayati,SH di Pekanbaru.

Tak kalah juga pihak masyarakat Soedarmadji yang mengakui bahwa selaku ketua KTMB pertama yang diperjelas dengan akta notaries dimana kopinya diberikannya juga kepada aleg Rohil. Dalam rapat tersebut saling tuding menjual lahan dimana Soedarmadji menuduh ada masyarakat di KTMB yang menjual lahan sedangkan sekretaris KTMB juga menuduh Soedarmadji menjual lahan. Soedarmadji masih mengakui dirinya ketua KTMB karena berdasarkan AD/ART di notaries musyawarah tanpa ¾ anggota maka yang hadir dalam pembentukan KTMB yang baru tidak sah. Sedangkan menurutnya tidak pernah melakukan musyawarah tersebut.

Rapat tersebut belum membuahkan hasil keputusan karena bahan keterangan dan document tersebut masih dipelajari terlebih dahulu oleh anggota DPRD Rohil. Hal ini juga karena pihak PT Andika tidak hadir dalam rapat hearing tersebut.

“Bahan dan hasil keterangan yang diperoleh dalam rapat akan dipelajari terlebih dahulu. Jelasnya perusahaan yang ingin berinvestasi di daerah Rokan Hilir harus memiliki ijin terlebih dahulu,”tandas Dedi Humadi. (andi krc)

Kecamatan Bagansinembah populasi sapi terbanyak dan Palika terkecil.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Populasi sapi yang pailing banyak terdapat di wilayah kecamatan Bagansinembah yaitu sebanyak 5538 ekor sapi terdiri dari 1449 ekor sapi jantan dan  4089 ekor sapi betina. Kemudian disusul oleh kecamatan Simpang Kanan dengan jumlah populasi sebanyak 2311 ekor, yakni 523 ekor sapi jantan dan 1788 ekor sapi betina. Selanjutnya di kecamatan Pujud sebanyak 1538 ekor yakni 68 ekor sapi jantan dan 1470 ekor sapi betina. Hal ini menurut data populasi ternak sapi dan kambing  Dinas Pertanian dan Peternakan Rokan Hilir (Distannak Rohil). Demikian ditegaskan oleh Kadistannak Rohil Ir Muslim kepada KABARROHIL ketika ditemui di Bagansiapiapi, Rabu (25/7).

"Kecamatan Bagansinembah memiliki populasi sapi yang terbanyak per bulan Juli 2012 ini,"katanya.

Sedangkan populasi sapi yang terkecil berada di kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) yang hanya memiliki populasi sapi sebanyak 15 ekor saja. Itupun, lanjutnya hanya dua ekor sapi jantan dan 13 ekor sapi betina. Sedangkan di Kecamatan Rantau Kopar memiliki populasi sapi jantan sebanyak 22 ekor dan sapi betina 20 ekor dengan jumlah total keseluruhan sebanyak 42 ekor sapi. Sedangkan kecamatan Bangko memiliki populasi sapi jantan sebanyak 18 ekor dan sapi betina 29 ekor dengan total keseluruhan berjumlah 47 ekor sapi.

Sementara untuk populasi kambing wilayah kecamatan Rimba Melintang menduduki populasi terbanyak yakni sebanyak 2771 ekor diantaranya 1033 ekor kambing jantan dan 1738 ekor kambing betina.

"Sedangkan populasi kambing per juli di kecamatan Rantau Kopar paling sedikit yakni dengan jumlah total populasi kambing sebanyak 37 ekor,"katanya.

Dijelaskannya, jumlah populasi sapi di kabupaten Rokan Hilir yakni 2518 ekor sapi jantan dan 8939 ekor sapi betina sehingga total keseluruhan populasi sapi di kabupaten Rokan Hilir berjumlah total sebanyak 11457 ekor. Sedangkan untuk populasi kambing 3851 ekor kambing jantan dan 8237 ekor kambing betina dengan jumlah secara total keseluruhan sebanyak 12088 ekor kambing.

"Data populasi sapi dan kambing di Rokan Hilir ini per bulan Juli 2012,"pungkasnya. (andi krc)

Selasa, 24 Juli 2012

Ratusan peserta budaya Rohil bakal tampil pada iven pawai budaya di Pekanbaru


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Senin lalu telah dilakukan rapat persiapan dalam rangka pengiriman peserta festival budaya melayu serumpun atau pawai budaya se-provinsi Riau tahun 2012. Demikian ditegaskan oleh Kadisparbudpora Rokan Hilir Tarmizi Madjied,SH kepada KABARROHIL ketika ditemui di Bagansiapiapi, Selasa (24/7).

“Kita telah mengadakan rapat pada senin lalu (16/7,red) untuk melakukan segala persiapan dalam rangka ikut serta dalam festifal budaya melayu serumpun atau pawai budaya se Provinsi Riau tahun 2012,”ujarnya.

Dia mengatakan daerah Rokan Hilir akan menampilkan pelbagai tampilan budaya dalam pawai budaya tersebut. Lanjutnya mengatakan, tentunya tentang adat budaya yang ada di daerah kabupaten Rokan Hilir. Ditambahkannya, penampilan budaya yang bakal di ikut sertakan dalam pawai budaya di Pekanbaru tersebut hamper sama pada tahun lalu. Namun dikatakannya penampilannya akan lebih ditingkatkan lagi.

Dia menjelaskan budaya yang bakal ditampilkan dalam ajang budaya melayu serumpun tersebut sesuai perencanaan diantaranya, budaya semah laut, budaya bakar tongkang, pasukan barong say, barisan hasil daerah Rokan Hilir, barisan atib togak, rabana, barisan tepak, barisan balai-balai, barisan dulang penganten, bardah dan silat.

“Sesua rencana ratusan peserta budaya daerah Rokan Hilir ikut dalam pawai budaya tersebut,”tandasnya. (andi krc)    

E-KTP Rohil per 25 Juli sisa 45 persen lagi


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dari total 500 ribu jiwa yang bakal mengurus e-KTP di beberapa kecamatan daerah Rokan Hilir, sekitar sepuluh persen diantaranya sudah pindah domisili bahkan ada yang sudah meninggal namun masih ada didata kependudukan dan catatan sipil. Demikian dikatakan oleh kadisdukcapil Rokan Hilir Amiruddin ketika ditemui KABARROHIL di Bagansiapiapi, Selasa (24/7).

“Kalau memang orangnya sudah tidak ada maka dihapuskan dari daftar data di disdukcapil,”ujarnya.

Menurut Kadisdukcapil Rohil ini diperkirakan per tanggal 25 Juli 2012 sisa  empat puluh lima persen  lagi. Hal tersebut disebutnya, karena masyarakat masih ada yang belum mau datang untuk foto pada tempat pembuatan e-KTP tersebut. Oleh sebab itu diharapkan kepada masyarakat yang telah memiliki surat panggilan untuk mengurus e-KTP agar segera datang pada waktunya.

Ditambahkannya, jikalau ada KK baru maka bisa juga langsung mendatangi petugas e-KTP agar di foto dan diambil semple data penduduknya. Dijelaskannya lagi bahwa pengurusan e-KTP ini tidak dipungut biaya. Jadi disebutnya masyarakat jangan menduga bahwa pengurusan e-KTP ini memerlukan biaya.

“Setelah selesai maka datanya dikirim ke Jakarta dan setelah hasil dari Jakarta di dapat maka nanti KTP lama diminta untuk diganti dengan e-KTP,”pungkasnya. (andi krc)