Rabu, 08 Februari 2012

Sugianto “Raja baut” bangga melihat kemajuan dan perkembangan daerah kampong halamannya


Kemajuan kota Bagansiapiapi membuat Sugianto dan alumnus wahidin 93 bangga terhadap kampong halamannya saat ini. Kedepan dirinya tertarik untuk berinvestasi di daerah Rohil dan akan mengajak rekan-rekan lainnya berinvestasi juga di daerah Rokan hilir.

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sekira seratus lebih para alumni SMA wahidin angkatan 1993 ikut dalam peninjauan museum Tionghoa, dan objek wisata di sepanjang pesisir sungai Rokan, Rabu (8/2). Mereka berbaur dengan bupati kabupaten Rokan Hilir, H.Annas Maamun. Hadir juga dalam rombongan tersebut “raja baut” kho kok ing (Sugianto) bersama isterinya Masni sekaligus makam bersama di tepian sungai Rokan.

Menjawab KABARROHIL, Bupati H.Annas Maamun menegaskan bahwa penemu untuk pertama sekali daratan ini sehingga disebut kota Bagansiapiapi merupakan orang warga Tiong Hoa. Oleh sebab itu sejarah datangnya dan peralatan warga Tiong hoa tempo dahulu tersimpan rapi di museum Tionghoa ini.

Pada kesempatan ini Para alumni SMA Wahidin tahun lulusan 1993 sekira 100 orang lebih ini diperlihatkan bahwa di kota kampong halamannya sudah memiliki museum TiongHoa. Dalam kunjungan ke kampong halamannya yaitu kota Bagansiapiapi ini di perlihatkan kemajuan dan perkembangan kota dari perkantoran “New City”, Museum hingga tempat objek wisata yang bakal dibangun patung dewi Kwan Im.

Hal ini, lanjut orang nomor satu di Rokan Hilir ini agar mereka juga dapat mempromosikan daerah kampong halamannya kepada rekan-rekannya yang lain. Dimana mereka yang bermodal tentunya dapat berinvestasi di daerah kampong halamannya. Disebut politisi Golkar Rohil ini bahwa pemdakab Rohil akan memprioritaskan kemudahan baik fasilitas perijinan maupun lahan untuk membangun gedung ataupun pertokoan di sepanjang pesisir sungai Rokan ini. Disebutnya saat ini sudah berdiri pertokoan di sepanjang pesisir sungai Rokan yang merupakan milik pengusaha dari local maupun Jakarta. Hal ini dijelaskan oleh orang nomor satu di Rohil para pengusaha tersebut sudah mendapatkan kemudahan perijinan oleh pemerintah daerah.

"Kita akan memberikan kemudahan perijinan jika ada yang berinvestasi dan berusaha di kampong halamannya ini,"katanya.

Sedangkan pengusaha baut dari Jakarta yang merupakan warga Tiong Hoa Rokan Hilir, Sugianto “Kho Kok Ing” membeberkan rasa kagum bahkan bangga atas kepemimpinan H.Annas Maamun di daerah Kabupaten Rokan Hilir. Dirinya menjelaskan bahwa selama setahun kota Bagansiapiapi sudah berkembang maju pesat. Hal ini dikatakannya ketika dirinya dating ke kota Bagansiapiapi setahun lalu kota Bagansiapiapi belum seperti dilihatnya saat ini.

Kemudian komitment Bupati H.Annas Maamun membangun patung Dewi Kwan Im di pesisir sungai Rokan, disebutnya mewakili warga Tiong Hoa tentunya sangat berterima kasih kepada Bupati Rokan Hilir. Dirinya sangat berterima kasih atas inisiatif H.Annas Maamun dapat membangun patung Dewi Kwan Im dan patung Naga. Hal ini tentunya sebagai daya tarik bagi warga Tiong Hoa di perantauan untuk kembali ke kampong halamannya kota Bagansiapiapi.


Melihat kemajuan dan perkembangan kota Bagansiapiapi,  dirinya akan memberitahukan kepada warga Tiong Hoa di perantauan bahwa saat ini kampong halaman yakni Bagansiapiapi bukan seperti dulu lagi. Karena Bagansiapiapi sekarang lebih maju daripada tempo dulu.  Melihat semua ini dirinya mengatakan bakal berinvestasi di Rokan Hilir. Namun terlebih dahulu disebutnya,  memikirkan investasi apa yang cocok untuk di kota Bagansiapiapi ini.

“Kedepan kemungkinan berinvestasi di rohil. Setelah melihat kondisi ini saya berminat dengan harapan bersama-sama membangun rohil,”pungkasnya. (andi krc)











Akbid  Tuti Rahayu mewisuda 19 mahasiswi angkatan kedua


Meskinpun diguyur hujan deras namun prosesi wisuda akademi kebidanan Tuti Rahayu yayasan H. Ujang Khadijah berlangsung hikmad dan lancer. Sebanyak 19 mahasiswi di wisuda pada angkatan kedua Akbid satu-satunya di kota bagansiapiapi ini.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL- Wisuda angkatan ke-2 (dua) Akademi Kebidanan (Akbid) Tuti Rahayu yayasan H.Ujang Khalijah digelar dihalaman Gedung Yayasan H Ujang Khalijah di jalan pelabuhan Hulu, Bagansiapiapi, Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (8/2). Acara wisuda tersebut diwarnai  guyuran hujan. Sebanyak 19 mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid), Tuti Rahayu, Yayasan H Ujang Khalijah, di Wisuda pada saat itu.

Prosesi acara wisuda  berjalan hikmad dan lancar. Kendati acara wisuda tersebut sempat terhenti beberapa menit akibat turunnya hujan lebat. Prosesi awal pemwisudaan sebanyak 19 mahasiswi ini di sahkan secara simbolis oleh Direktur dan Pembantu Direktur (Pudir) 1 Akbid Tuti Rahayu yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian prosesi acara lainnya dilokasi lantai yang telah digenangi air. 
             
Ketua Yayasan H Ujang Khalijah, H Bakhtiar ST menjelaskan, sejak berdirinya Yayasan, telah mencapai 90 orang mahasiswa. Sebagian diantaranya telah  menamatkan pendidikan bahkan ada yang telah bekerja. Disebutnya, saat ini Yayasan mewisud sebanyak 19 mahasiswa dari total 90 mahasiswi yang menuntut ilmu di Akademi Kebidanan ini.

 "Seluruh mahasiswa di Akbid Tuti Rahayu ini dibimbing oleh tenaga dosen yang propesional dan ahli dibidangnya,tuturnya.

Dana akademik di Akademi kebidanan Tuti Rahayu ini berasal dari para orang tua mahasiswa dan dana  Yayasan.  Disebutnya, kendati dengan dana seadanya namun hingga saat ini Akbid Tuti Rahayu Yayasan H.Ujang Khadijah  telah berhasil mewisuda dua angkatan dengan total mahasiswa di wisuda telah mencapai 31 mahasiswa. H. Bakhtiar,ST menjelaskan bahwa angkatan pertama Akbid Tuti Rahayu telah mewisuda 12 mahasiswa dan angkatan kedua tahun 2012 ini sebanyak 19 mahasiswa. Lanjutnya mengatakan dari ke 19 mahasiswa yang diwisuda tahun 2012 ini satu mahasiswa yakni bernama Sri Rahayu mencapai indek komulatif 3,78. Hal ini disebutnya merupakan prestasi yang membanggakan.


Dilain tempat, Sri rahayu ketika ditemui mengatakan sangat berterima kasih kepada pendiri Akbid Tuti Rahayu dalam naungan yayasan H. Ujang Khadijah yakni Bahtiar,ST. Hal ini disebutnya karena Akbid Tuti Rahayu merupakan Akademi kebidanan yang pertama di Bagansiapiapi dan merupakan satu-satunya akademi kebidanan di kota negeri seribu kubah ini.


"Saya sangat berterimakasih kepada pak Bahktiar yang telah mendirikan Akademi kebidanan satu-satunya di kota Bagansiapiapi ini," ujar Srirahayu..

Salah satu orang tua mahasiswa yang diwisuda, Samsir Lubis juga mengatakan hal yang sama. Dirinya merasa suka cita telah diwisudanya anaknya di Akbid Tuti Rahayu yayasan H.Ujang Khadijah ini. Dia merasa kagum dan salut atas kepiawaian pendiri dan pihak yayasan dalam mengelola Akbid tuti rahayu hingga telah dua angkatan mewisuda mahasiswanya .


"Kita sepantasnya mengacukan jempol  atas keberadaan yayasan ini. Terutama kepada Bakhtiar,ST yang bersunguh-sunguh berperan untuk  dunia pendidikan di Rohil dengan memajukan Akademi kebidanan ini. Semoga Yayasan ini selalu solid dan sukses. Sebagai orang tua dari mahasiswa mengucapkan terima kasih setingi-tinginya. Semoga mahasiswa yang telah diwisuda dapat menerapkan ilmu dan keahlian yang telah diperoleh dalam melayani kesehatan kepada masyarakat," pungkas Samsir Lubis. (andi krc)