Jumat, 10 Agustus 2012

Upacara di gelar di halaman kantor bupati, Nasrudin Hasan Irup pada HUT Provinsi Riau yang ke 55 di Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pemdakab Rokan Hilir melaksanakan upacara peringatan HUT provinsi Riau yang ke 55. Acara tersebut di gelar di halaman kantor bupati jalan Merdeka Bagansiapiapi, Kamis (9/8). Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan selaku inspektur Upacara saat itu. Tampak hadir sejumlah kepala dinas dilingkungan pemdakab Rokan Hilir serta PNS di lingkungan Pemdakab Rohil.

Dalam sambutan gubri yang dibacakan oleh Nasrudin Hasan mengatakan bahwa provinsi Riau berdiri pada tanggal 9 Agus tus 1957 silam. Disebutnya pada kesempatan ini gubri mengajak dan mengingat kembali amal bhakti dan jasa jasa para syuhada dan pendiri provinsi Riau ini.

“Mudah-mudahan usia ke-55 ini membawa provinsi meraih kemajuan di pelbagai bidang terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan visi Riau 2020,”ujarnya.

Disebutnya, kemajuan yang sangat mendasar dapat dirasakan dalam kesejahteraan masyarakat, peningkatan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia yang diandalkan sebagai pelaku pembangunan provinsi riau.

“Di usia yang ke-55 ini provinsi riau tumbuh sebagai provinsi yang memiliki PDRB tertinggi di sumatera. Bahkan melampau sumatera utara dan sumatera selatan,”kata Nasrudin Hasan membacakan sambutan gubri.

Gubri dalam sambutannya menyebut bahwa kesejahteraan masyarakat dan SDM yang berkualitas merupakan dua hal pokok yang harus dipacu sebagai modal utama membangun provinsi Riau lebih jaya di masa mendatang.

“Tekad kita utuk mewujudkan visi Riau 2020 sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan melayu dalam lingkungan masyarakat agamis, sejahtera lahir dan bathin di Asia tenggara pada 2020,”pungkasnya. (andi krc)   

Membangun lima mesjid, Pemkab Rohil rancang kampong muslim percontohan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Untuk membentuk masyarakat yang taat melakukan ibadah sholat dan menjadikan daerah yang agamis maka Pemdakab Rokan Hilir berencana membangun sebanyak lima mesjid lagi di daerah-daerah kantong kemiskinan. Hal ini setelah meninjau langsung didaerah-daerah di kecamatan Bangko beberapa waktu lalu. Demikian ditegaskan oleh bupati Rokan Hilir, H.Annas Maamun kepada KABARROHIL ketika ditemui seusai menghadiri Nuzul Qur’an di Mesjid Al-Kautsar jalan Kecamatan Bagansiapiapi, Rabu Malam (8/8) kemaren. Hadir saat acara tersebut ketua PGRI Rohil Syahdan, sejumlah kepala dinas , tokoh agama, dan warga masyarakat. Selaku penceramah Buya Hamka Riau pengasuh pondok pesantran di Duri yang asalnya dai Bagan Punak.

“Pemdakab Rokan Hilir membuat program membangun lima mesjid lagi di daerah kecamatan Bangko,”ujarnya.

Lima mesjid tersebut dibangun di Bagan Punak Meranti, di jalan Sungai Sialang, di Bagan Punak Pesisir, di Bagan Punak dan di Bagan Barat. Hal ini disebut oleh orang nomor satu di Rokan Hilir ini agar mengulangi kembali sejarah lalu dimana di daerah yang sekarang menjadi kantong kemiskinan tersebut merupakan daerah asalnya para tokoh agama, dan fokih yang selalu menyiarkan agama islam. Dimana masyarakatnya selalu beribadah, berpuasa dan berdoa serta tidak meninggalkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Disebutnya tempo dulu fokih tersebut di hormati dan di panuti sehingga masyarakatnya selalu rajin melaksanakan ibadah sholat.

Dikatakan oleh Politisi Golkar Rohil ini, untuk membentuk dan mewujudkan hal tersebut merupakan tanggung-jawab bersama yakni para tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua RT, lurah dan penghulu, warga masyarakat dan pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah membuat program membangun Mesjid dan sekaligus sekolah kutab (mengaji,red). Ditambahkannya, pada tahun ini pemdakab Rohil juga melakukan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan para da’i.

Dibeberkan oleh H.Annas Maamun bahwa daerah Bagan Punak tempo dulu dikenal dengan fokih Naim, fokih Dahaman, fokih Bakir, dan Fokih Salih yang selalu rutin mengajarkan syariat agama kepada masyarakat. Mereka tersebut, disebut Annas Maamun senantiasa menuntun dan mengajar mengaji, mengajar sholat jenasah dan mengajar lafaz Al-Qur’an yang benar di sekolah kutab.

“Hal inilah dibangkitkan kembali dengan menanamkan semangat agama pada diri warga masyarakat sehingga selalu melaksanakan sholat dan doa. Wilayah Bagan Punak sebagai asal para Fokih di tempo dulu di bangkitkan kembali agar daerah tersebut menjadi daerah kampong muslim percontohan,”tandasnya. (andi krc)