Rabu, 16 Desember 2009

Dinsos Bantu 15 kaki palsu bagi penyandang cacat

BAGANSIAPIAPI,KR- Beberapa waktu lalu Dinas Sosial kabupaten Rokan Hilir telah menfasilitasikan 15 orang penyandang cacat kaki untuk mendapatkan berupa kaki palsu. Tiga orang peyandang cacat yang mendapatkan kaki palsu tersebut mengikuti pelatihan di hotel Mahera Bagansiapiapi kemaren.

Demikian dikatakan Firdaus,SE Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Rohil kepada wartawan ketika dijumpai saat pelatihan tersebut, Kamis (16/12). Dikatakannya untuk pengukuran kaki palsu itu sengaja Dinsos Rohil mendatangkan ahli Balai Besar Rehabilitas Sosial Bina Daksa (BBRSBD), Prof.Dr.Soeharso Surakarta yang mendatangi dari rumah ke rumah para penyandang cacat yang mendapat kaki palsu itu. Lanjutnya menjelaskan bahwa proses pembuatan kaki palsu memakan waktu antara satu hingga satu setengah bulan setelah diukur bentuk kakinya terlebih dahulu.

"Para penyandang cacat itu dari keluarga miskin yang tidak mampu. Bantuan kaki palsu bagi penyandang cacat tersebut bagi mereka yang menjalani masa trauma antara 5 tahun hingga 15 tahun dan dalam usia produktif berkisar umur 15 hingga 30 tahun,"tuturnya.

Dikatakannya Firdaus,SE bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan amanah Bupati Rohil H.Annas Maamun yang menginginkan agar para penyandang cacat dari keluarga tidak mampu dapat diberikan perhatian dan pelatihan.

"Kepedulian Bupati H.Annas Maamun terhadap masyarakat miskin begitu besar, apalagi terhadap penyandang cacat yang berasal dari keluarga yang tidak mampu,"ujarnya.

Dimasa mendatang, lanjutnya kabid Rehabilitasi sosial Dinas sosial Rohil ini mengatakan bahwa Dinas sosial Rohil akan menfasilitasi para penyandang cacat yang telah mendapatkan pelatihan dan bantuan kaki palsu tersebut untuk bertemu Bupati Rohil H.Annas maamun.

Selain itu Dinsos Rohil juga akan membentuk organisasi bagi penyandang cacat sehingga mereka tersebut dengan mudah mendapatkan informasi dan kegiatan-kegiatan ditingkat kabupaten Rohil, provinsi Riau bahkan tingkat Nasional. (Gun).

Dinsos Rohil : Taja pelatihan bagi penyandang cacat

BAGANSIAPIAPI,KR-Sejak minggu hingga Sabtu lalu (13-19/12) Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hilir (Dinsos Rohil) menggelar kegiatan pelatihan bagi penyandang cacat dan trauma. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Mahera jalan Utama Bagansiapiapi dengan peserta sebanyak 40 orang dari pelbagai kecamatan di Rohil. Kegiatan dibawah koordinasi Kabid Rehabilitasi sosial Dinsos Rohil, Firdaus,SE tersebut dibuka langsung oleh Kadis sosial Rohil Syafri,SH. Tampak dalam acara pembukaan tersebut Sekretaris Disperindag Adnan Musa dan Ketua Bordir sulaman Ibu Rohani.

Keempat puluh peserta tersebut terdiri dari 25 orang peserta perempuan cacat dan 15 orang peserta laki-laki cacat yang datang dari 11 kecamatan di Kabupaten Rohil sedangkan 2 kec tidak ada mengikuti, yakni kec Batu hampar dan kec Rimba Melintang. 40 peserta tersebut kemudian dibagi dua kelompok pelatihan kerja. Kelompok penjahit, bordir dan sulaman diikuti sebanyak 30 peserta sedangkan sisanya 10 orang mengikuti pelatihan di kelompok pertukangan las.

Menurut Firdaus,SE Kabid Rehabilitasi sosial Dinsos Rohil bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama dilaksanakan bagi penyandang cacat sejak dinsos rohil dibentuk. Hal ini agar penyandang cacat dapat menyalurkan minat bakatnya sehingga dapat mandiri layaknya sebagai manusia biasa.

"Para penyandang cacat ini kita data dari seluruh kecamatan di Rohil. Kemudian kita latih sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga nantinya dapat mandiri dan mampu menjalani kehidupan layaknya sebagai manusia biasa,"terangnya Firdaus.

Dikatakannya lagi bahwa peserta kelompok menjahit, bordir dan sulaman tersebut setelah menjalani pelatihan diberikan bantuan oleh Dinsos Rohil berupa mesin jahit bordir sebanyak 1 unit per orang peserta. Sementara di kelompok lainnya kelompok pertukangan las menyusul pada anggaran 2010.

"Keterbatasan dana APBD 2009 akhirnya bantuan modal untuk kelompok pertukangan las baru dianggarkan pada APBD 2010,"terangnya Firdaus,SE.

Ruslan (29) salah satu peserta penyandang cacat kaki dari kecamatan Bagan Sinembah yang ikut pelatihan kelompok pertukangan las kepada KABARROHIL menyatakan dengan ditajanya pelatihan keterampilan oleh Dinsos Rohil bagi penyandang cacat seperti dirinya membuat dirinya bisa mandiri. Ia merasa senang dan bermanfaat bagi dirinya untuk dipergunakan sebagai pekerjaan untuk mencari nafkah. Dikatakannya bahwa dirinya telah bisa membuat terali jendela selama tiga hari yang sebelumnya tidak tahu sama sekali tentang cara mengelas.

Sementara peserta yang lainnya, Amaddukhon (45) peserta penyandang cacat akibat kecelakaan yang berasal dari kecamatan Kubu menyatakan berterima kasih kepada Dinsos yang telah mengembalikan rasa percaya dirinya sebagai tukang las. Ia mengatakan kepada KABARROHIL bahwa dirinya sebelum cacat kaki memang sudah mempunyai keahlian dibidang las namun karena kecelakaan yang menimpa dirinya akhirnya banyak bengkel yang tidak mau menerima dirinya bekerja lagi. Namun berkat adanya pelatihan ini dirinya merasa percaya diri dan terdorong untuk berusaha sendiri. Itupun bila modal usaha dapat diberikan kepada dirinya untuk membuka usaha sendiri. (Gun).

PT SKB Rohil Investasi Rp 8 milyar

Investasi Rp 8 Milyar PT SKB Rohil : Limbah Pelepah Sawit Terbuang Menjadi Papan Partikel

BAGANSIAPIAPI,KR-Niat Komisaris PT Sumber Karya Bangko (PT SKB) Rohil menginvestasikan sebesar Rp 8 Milyar untuk mendirikan pabrik papan partikel (particle board) dari bahan-bahan limbah pelepah kelapa sawit yang dibuang mendapat tanggapan positif dari Bupati Rohil H.Annas Maamun. Demikian dikatakan Jaka Abdillah humas PT SKB Rohil kepada KABARROHIL,Selasa (14/12) kemaren disaat mengikuti sosialisasi gelar kesadaran pengawasan dan good governance 2009 di gedung serbaguna jalan utama Bagansiapiapi.

Dikatakannya bahwa orang nomor satu di Rohil sangat mendukung pendirian pabrik tersebut oleh perusahaan PT SKB Rohil. Oleh sebab itu perusahaan mempersiapkan segala persyaratan untuk mendirikan pabrik menurut aturan yang berlaku sehingga eksistensi pabrik itu secepatnya terealisasi.

"Karena potensi bahan baku yang ada di Rohil bahkan melimpah, menyelamatkan lingkungan dari limbah pelepah sawit yang terbuang tidak digunakan menjadi berdayaguna, membuka kesempatan lapangan pekerjaan dan semangat ekonomi kerakyatan dapat meningkatkan PAD Rohil,"terangnya Jaka Abdillah.

Lanjutnya mengatakan PT SKB Rohil telah mengundang beberapa kepala dinas, camat dan penghulu untuk survey langsung melihat proses pengolahan batang dan pelepah kelapa sawit dalam sekala laboratorium di laboratorium penelitian kayu Dephut RI di Bogor sejak tanggal 7-11/12 lalu.

Terangnya menjelaskan bahwa yang ikut dalam kunjungan singkat tersebut antara lain Kadisperindag Rohil Drs H.Wan Achmad Syaiful,Msi, Kadisbun Rohil H.M.Rusli Syarief,S.sos, KaBapedal Rohil Drs.H.Sukma Alfalah,Msi, Ka Badan Penanaman Modal Drs H.Syafruddin Masri,Msi, camat Bangko Pusako H.Samzami dan Penghulu Desa Pematang Ibul Sudirman.

"Selain mengunjungi laboratorium juga melihat langsung proses papan partikel yang dirakit menjadi furniture di pabrik milik anak perusahaan furniture Olympic,"tutur Jaka Abdillah.

Dikatakan Humas PT SKB Rohil ini bahwa PT SKB Rohil menanamkan investasinya sebesar Rp 8 Milyar untuk mendirikan pabrik papan partikel itu yang berlokasi di desa pematang ibul kecamatan Bangko Pusako.

"Selain kekuatan papan partikel terjamin pabrik papan partikel ini tidak memiliki limbah karena sisa pengolahan batang dan pelepah kelapa sawit dapat digunakan lagi untuk menjadi papan partikel. Juga tidak menggunakan bahan kimia formalin sehingga benar-benar ramah lingkungan. Hasil uji laboratorium Puslit Pengembangan pemukiman Dep PU RI Bandung dengan standarisasi ASTM telah mengeluarkan rekomendasi atas ketahanan dan kekuatan papan partikel yang akan dihasilkan oleh pabrik papan partikel PT SKB Rohil,"tuturnya Jaka.

Diharapkan oleh Humas PT SKB Rohil ini dengan hasil kunjungan kelapangan lalu Pemdakab Rohil dapat memberikan kemudahan dalam perizinan mendirikan pabrik tersebut.

"Diharapkan Pemdakab Rohil mendukung pendirian pabrik papan partikel dengan mempermudah perizinan dan pengurusannya,"tuturnya.

Informasi yang dihimpun, bahan baku untuk menjadi papan partikel mudah didapat di Kabupaten Rohil karena lahan perkebunan sawit yang luas milik masyarakat dan perusahaan yang mencapai 80.399 hektar yang tersebar di 13 kecamatan di kabupaten Rohil. (Gun).

Dishub Rohil anggarkan terminal type B pada APBD tahun 2010

BAGANSIAPPIAPI,KR-Dinas perhubungan kabupaten Rohil berencana membangun terminal bertype B didaerah Baganbatu. Mengingat daerah tersebut merupakan tempat salah satu kepadatan kenderaan yang berlonjak pesat. Daerah tersebut merupakan daerah lintas sumatera yang setiap detik kenderaan antar provinsi lalu-lalang sehingga merupakan sumber PAD yang dapat diperhitungkan.

Demikian dikatakan Plt Kadis Perhubungan H.Muchtar Lutvie kepada KABAR ROHIL saat menghadiri sosialisasi kepada masyarakat tentang hubungan eksekutif dan legislatif ruang pertemuan lantai V hotel Lion jalan mawar Bagansiapiapi, Senin (14/12) kemaren.

Dikatakannya bahwa lahan seluas 6 hektar untuk pembangunan terminal type B itu telah disiapkan yang berlokasi di pinggir jalan lintas didekat perbatasan antara sumatera utara dengan Rohil. Hal tersebut dianggarkan oleh dinas perhubungan untuk APBD Rohil tahun 2010 ini.

"Alhamdullillah pihak provinsi juga mendukung pembangunan terminal type B di Rohil ini,"ujarnya.

Diterangkannya bahwa kewenangan membuat terminal berType B tersebut dari AKDP (angkutan kota dalam provinsi) Provinsi Riau, tergantung dariluas areanya setelah disurvey terlebih dahulu.

"Pengajuann pembangunan terminal type B ini untuk yang kedua kalinya setelah ditunda dahulu pada tahun lalu,"katanya.

Informasi yang terangkum bahwa lahan seluas 2 ha keatas merupakan terminal bertype C sedangkan area lahannya mencapai diatas 4 ha adalah merupakan terminal bertype B.
(Gun)

ITDA Rohil Sosialisasi Gelar Kesadaran Pengawasan dan Good Governance

Inspektorat Rohil Gelar Kesadaran Pengawasan dan good governance

BAGANSIAPIAPI,(RIAU)-Inspektorat Daerah (ITDA) Rohil menggelar acara kesadaran pengawasan dan good governance bertema mewujudkan misi pembangunan kab Rohil dalam menciptakan tata pemerintahan yang baik melalui koordinasi monitoring dan evaluasi hasil pengawasan dan inpres nomor 5 tahun 2004 di gedung serbaguna jalan utama bagansiapiapi, Selasa (15/12) kemaren. Sebanyak 150 peserta dari unsur dilingkungan pemdakab Rohil mengikuti acara ini.

Nara sumber prof.Dr Syahruddin Rasul,SH mengatakan bahwa dirinya sudah tiga kali ini mengunjungi Rohil. Dalam sambutannya Ia mengatakan kabupaten Rohil telah melakukan usaha-usaha untuk membiasakan diri kejujuran terhadap anak didik disekolah dengan melaksanakan warung kejujuran di sekolah.

"Insya Allah dengan usaha dini kita disekolah maka Rohil dapat bersih dari tindakan korupsi,"tuturnya Syahrudin Rasul.

Dikatakannnya bahwa di Negara Indonesia masih tergolong negara terkorupsi di asia meskinpun telah ada perubahan dengan usaha-usaha untuk mengatasinya. Dikatakannya bahwa korupsi adalah sebuah kekuasaan akuntabel.

"Kalau kita berbicara korupsi itu adalah power of accounbitility. Korupsi itu merupakan serakah karena bila ada kesempatan dan tidak diambil tindakan yang tegas maka disitulah mengambil kesempatan itu. Untuk itu harus dibiasakan dari sekolah, oleh sebab itu kepada orang tua diharapkan memberitahukan anaknya agar jangan biasakan diri untuk menyontek. Karena menyontek itu perbuatan yang dapat merugikan orang lain sehingga hal ini merupakan korupsi kecil-kecilan. Kalau dari sekolah sudah terbiasa merugikan orang lain maka sudah besar akan terbiasa merugikan negara,"tutur Syahrudin Rasul.

Sementara Bupati Rohil mengatakan kepada peserta yang merupakan lingkungan pemdakab Rohil bahwa senantiasa kita selalu diawasi oleh inspektorat daerah, BPKP dan juga aparat penegak hukum seperti kejari, kejati dan polisi. Oleh sebab itu diharapkan kepada kepala dinas, kantor dan badan jua ikut mengawasi dini terhadap bawahannya.

"Korupsi bukan hanya berbentuk uang tetapi juga pekerjaan dan kehadirannya,"ujarnya orang nomor satu di Rohil ini.

Selanjutnya dikatakannya juga menjadi permasalahan sekarang dalam pengelolaan penawaran proyek di pelbagai dinas. Disebutkan bahwa yang bisa menang adalah yang penawaran rendah wajar namun yang rendah wajar tersebut belum diperjelas sehingga banyak yang penawarannya rendah merasa menang.

"Padahal jika penawar rendah dimenangkan akhirnya pelaksanaan proyek menjadi tidak bagus bahkan terbengkalai namun jika terjadi permasalahan panitia yang disalahkan,"ujarnya.

Ia sangat merasa janggal terhadap implementasi penafsiran penawaran rendah wajar tersebut karena terjadi penafsiran yang berbeda antara pengusaha dan panitia. Namun demikian dirinya tetap mewujudkan yang terbaik dari yang baik dengan saling berkoordinasi dengan pelbagai pihak.

"Kami sudah sedemikian rupa untuk mewujudkan yang baik dengan saling berkoordinasi dengan pelbagai pihak,"tandasnya. (Gun).