Rabu, 23 November 2011

Bupati Annas Lepas Kafilah ikuti MTQ Riau di Rengat

BAGANSIAPIAPI.KABARROHIL-Bupati Kabupaten Rokan Hilir, H.Annas Maamun melepaskan kontingen   MTQ Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Para khafilah berangkat ke Rengat dengan menggunakan bus yang telah disediakan Panitia. Acara pelepasan keberangkatan para khafilah tersebut digelar di halaman Kantor Bupati kabupaten Rohil jalan Merdeka Bagansiapiapi, Rabu (23/11). Tampak sejumlah kepala dinas, badan dan kantor di lingkungan pemdakab rohil ikut hadir dalam acara pelepasan tersebut.

“Saya harapkan para khalifah dapat menjaga kesehatan di ajang MTQ Riau di Rengat,”ujar orang nomor satu di Rohil tersebut dalam arahannya.

Dia menegaskan agar kontingen Khafilah MTQ dapat mengharumkan nama baik daerah Rokan Hilir di ajang Provinsi Riau ini. Ia mengharapkan lakukan hal yang dapat mengangkat nama daerah sebagai yang terbaik.

“Kita harapkan dalam MTQ prov Riau ini para Khafilah dapat menunjukkan prestasi yang maksimal sehingga dapat mengharumkan nama Daerah rokan Hilir,”pungkasnya. (andi krc)

Gerindra Rohil Kembangkan Sayap, Gelar Rakorcab


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Rapat koordinasi cabang (Rakorcab) Partai Gerinda Kabupaten Rokan Hilir di gelar di aula pertemuan Napangga lantai II Hotel Lion Jalan Mawar Bagansiapiapi, Selasa (22/11) kemaren. Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh seluruh pengurus teras DPAC Partai Gerinda se kabupaten Rokan Hilir. Rakorcab Partai Gerindra ini dibuka langsung oleh ketua DPC Gerindra Rohil, Tarsim didampingi oleh ketua gerakan rakyat dukung Prabowo (Gardu Prabowo), H.Azhari. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris DPC partai Gerindra Rokan Hilir (Rohil) Abdul Kosim yang biasa akrab di panggi Akos ketika ditemui KABARROHIL di hotel Lion Bagansiapiapi.

“Kita sedang melakukan Rapat Koordinasi cabang Partai Gerindra,”ujar mantan aktivis Mahasiswa yang telah mendapatkan pin Militan kader Partai Gerindra se Indonesia di Jawa beberapa waktu lalu .

Dikatakannya Rakorcab Gerindra kabupaten Rohil ini untuk pertama sekali dilakukan sejak kepengurusan baru. Dalam rakorcab ini ikut serta semua pengurus teras partai Gerindra se kabupaten Rokan Hilir. Disebutnya di Rakorcab ini selain melakukan silaturahmi antara kader partai Gerindra juga untuk melakukan koordinasi langkah partai Gerindra Rokan Hilir kedepan.

“DPC Partai Gerindra Rokan Hilir siap mengepakkan sayapnya untuk pilkada maupun pilpres mendatang. Gerindra Rohil dan Gardu Prabowo melakukan koordinasi untuk meluaskan kader hingga ranting bahkan sampai tingkat RT di wilayah kabupaten Rohil ini. Target kita dalam waktu dekat ini telah membentuk kepengurusan hingga tingkat wilayah terkecil tersebut. Partai gerindra juga menerima kader tidak asal cakup saja melainkan dengan administrasi yang lengkap seperti jelas para kadernya dengan identitas KTP serta kepengurusannya harus jelas kantor dan alamatnya ,”pungkas Akos. (andi krc)

Pendayagunaan 12 penyandang cacat Dinsos Rohil, Memberi bantuan berupa kaki atau tangan palsu


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pemerintah kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas sosial telah memberdayakan para penyandang cacat sehingga mereka tersebut seperti manusia biasa yang sempurna meskinpun hal tersebut hanya palsu. Dua belas orang penyandang cacat dikirim ke solo untuk menempah kaki palsu dan tangan palsu mereka. Demikian dikatakan oleh kepala Dinas Sosial Rokan Hilir H.Said Zein didampingi  Zuraini ketua rombongan tersebut kepada KABARROHIL ketika ditemui di ruang kerjanya kantor social jalan perdagangan Bagansiapiapi, Selasa (22/11) kemaren.

“Kegiatan pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma Dinas Sosial kabupaten Rokan Hilir tahun anggaran 2011 telah mengirim sebanyak 12 orang ke pabrik pembuatan prothese dan othese di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD,red) di Solo. Sabtu kemaren mereka sudah berada di Bagansiapiapi lagi,”ujarnya.

Dikatakannya mereka selama dalam perjalanan hingga kembali lagi memakan waktu lebih kurang selama lima hari. Program ini melanjutkan program lalu yang telah di informasikan keseluruh camat untuk mendata penyandang cacat. Kemudian mereka dengan surat tidak mampu memohon kepada Bupati  kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Sosial.

“Tahun ini ada beberapa penyandang cacat yang memohon namun setelah diseleksi dengan sesuai dana APBD di Dinas Sosial  yang tersedia maka 12 orang di berangkatkan setelah mereka terlebih dahulu di perksa kesehatan dan diukur bentuk dan ukuran kaki maupun tangan mereka,”ujar H.Said Zein.

Dikatakannya diutamakan penyandang cacat uyang usia produktif , kaki dan tangan putus serta mereka tersebut tidak mampu dan layak dibantu. “Mereka berangkat dari Bagansiapiapi pada hari Senin ( 14/11) dan tiba lagi pada hari Sabtu (19/11) kemaren,”tuturnya.

Dijelaskan oleh Kadis Sosial ini bahwa Mereka tersebut cacat dari pelbagai sebab seperti  cacat karena pisau pemotong rumput, cacat karena penyakit kencing manis, dan ada juga cacat karena dari lahir. Disebutnya, mereka berangkat didampingi oleh petugas Dinas Sosial Rohil. Sesampainya mereka di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa di Solo tersebut mereka di pasangkan kaki maupun tangan yang selanjutnya di latih.

“Saat ini mereka sudah kembali di rumahnya masing-masing dengan kaki dan tangan palsu tersebut,”pungkasnya.

Peserta kegiatan pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma Dinas Sosial kabupaten Rokan Hilir sebanyak 12 orang yakni Fitri Laila (17) cacat kaki kanan dari Parit Aman kec bangko, Syamsuar (40) cacat kaki kanan dari bagan punak pesisir kec bangko, Abdul Rahib (47) cacat kaki kanan dari Bagan Timur kec. Bangko, Titin Efriani (17) cacat kaki kanan dari Jumrah kec.Rimba melintang, Zardani (34) cacat tangan kanan dari Jumrah kec.Rimba melintang, Bahrum.A (56) cacat kaki kiri dari Jumrah Kec. Rimba melintang, syahrul (21) cacat kaki kiri dari Sintong pusako kec.Tanah Putih, Asmara cacat kaki kanan dari menggala sakti kec. Tanah putih, Mr. Suparman (21) cacat kaki kanan dari Ujung tanjung kec. Tanah putih, Wan Suryadi (50) cacat kaki kanan dari Bantayan baru kec. Batu hampar, Agus Salim (38) cacat kaki kiri dari Teluk Pulai kec. Pasir limau kapas dan Amran (62) cacat kaki kanan dari sungai menasip kec.Bangko Pusako.  Mereka didampingi oleh petugas dinas social dimana selaku ketua rombongan adalah Zuraimi,Sag. (andi krc)

Abdul Rahib : Terima Kasih Ongah Annas, Kaki saya sudah terpasang


BAGANSIAPIAPi,KABARROHIL-Lelaki setengah baya  Abdul Rahib (49) sedang duduk menikmati kopi pahitnya.  Lelaki sudah berambut putih ini dengan mengenakan kaos putih duduk melonjorkan kakinya di tanah. Didampingi isterinya Darmiaty (44) duduk dikedai kopi miliknya. Kedai kopi sederhana diatas parit disimpang jalan Selamat Bagansiapiapi kedua insane ini mencari nafkah. Abdul Rahib dua tahun lampau kaki kanannya diamputasi karena penyakit diabetes.  Dirinya sebelumnya merupakan seorang nelayan. Namun akhirnya selama dua tahun hidupnya hanya bergantung pada tongkat yang menyanggah dikapit pangkal kedua lengannya karena kaki kanannya harus dipotong hingga hamper lutut. Sebelumnya terlebih dahulu jarinya dipotong karena penyakit diabetes yang dialaminya. Namun sekarang dirinya sudah bisa berjalan dengan kedua kakinya meskinpun kaki kanannya adalah kaki palsu.

“Usaha untuk mendapatkan kaki palsu memang sudah ada sejak setahun lalu. Ada yang menawarkan kaki palsu ke saya. Namun karena tidak ada uang sejuta rupiah seperti yang ditawarkannya akhirnya lenyaplah kaki palsu itu,”terang Abdul Rahib ketika ditemui KABARROHIL, Selasa (22/11).

Dikatakannya setelah mencari informasi yang Ia dapat dari tetangga satu jalan bernama Budi.S, maka dirinyapun merasa lega, akhirnya mengurus surat miskin lalu membuat permohonan kepada Bupati Rokan Hilir melalui Dinas sosial. Dalam jaangka waktu seminggu kemudian dirinya diperiksa kesehatan dan diukur bentuk kaki yang diperuntukkan, paparnya.

“Alhamdulillah kaki palsu yang saya dambakan akhirnya terwujud. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bupati kabupaten Rokan Hilir , Kadis Sosial, Said Zen, pak Budi, dan pak Zuraini yang telah membantu sehingga saya mendapatkan kaki palsu ini. Terima kasih Ongah Annas, kaki saya sudah terpasang,”ujarnya dengan mata berlinang.

Dia tak menyangka juga ketika  akhirnya  bersama rekan-rekan senasib penyandang cacat yang mengalami kaki dan tangan putus mendapat perhatian dari Pemkab Rohil. Akhirnya dia dan rekan-rekan didampingi dari dinas sosial Rokan Hilir , Sugianto, Safikurrahmat, Alfizarman dan Zuraini sebagai ketua rombongan berangkat ke Solo.

“Saya seumur-umur baru kali ini menaiki pesawat udara. Pertamanya sih gamang juga ketika naik pesawat  dari Pekanbaru ke Jakarta. Namun akhirnya saya tahan-tahankan. Di Bandara Jakarta kami disambut dengan dipanggul menuju kursi roda yang telah ada, lalu langsung dari Jakarta ke solo. Kami sangat diperhatikan sekali,’jelasnya.

Dia sangat berterima kasih kepada Dinas sosial Rohil dimana dalam perjalanan mereka diservis dengan baik. Mereka tidak dibeda-bedakan baik menginap, makan dan lainnya antara pendamping dengan penyandang cacat. “Kami sangat bangga sekali. Terima kasih atas servis dan pelayanan yang memuaskan terhadap kami penyandang cacat ini. Kami bersyukur terhadap pelayanan dari dinas sosial Rokan Hilir yang menempatkan kami di hotel Trio Solo. Pulangpun kami naik pesawat yang membanggakan bagi kami sebagai penyandang cacat,”ujar Abdul Rahib yang tinggal di RT 16/RW 03 jalan Selamat Bagansiapiapi ini.

Setibanya di Balai Besar Rehabilitasi Sosial  Solo Bina Daksa (BBRSBD,red) tersebut, Ia dan rekan-rakan kemudian dipasangkan kaki palsu yang kemudian dilatih untuk menggunakannya dan berjalan. “Sesuai tutor mengatakan untuk pertamanya masih menggunakan tongkat dua. Selanjutnya memakai tongkat satu dan akhirnya dibiasakan dengan tidak memakai tongkat. Alhamdulillah saat ini baru empat hari di Bagansiapiapi sudah bisa mengguhit becak. Saking bahagianya dalam satu hari ini saya berkelilig kota mengguhit becak,”tandas Abdul Rahib yang telah mempunyai anak enam ini.

Dalam rasa berterima kasihnya kepada pemdakab Rohil, Dia pun mengharapkan adanya bantuan sebuah becak Honda untuk menghidupi keluarganya. Karena Dia juga ingin seperti manusia biasa yang bertanggung jawab kepada anak dan isteri. Lanjutnya,  menerangkan sudah tiga tahun dia mengganggur karena hanya mengharapkan sandaran di tongkat, tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya duduk dikedai kopi usaha kecil-kecilan isterinya. Itupun, disebutnya karena ada yang merasa prihatin terhadap dirinya dengan memberikan usaha kedai kopi kepada isterinya untuk berusaha.  Namun setelah ada kaki palsu kali ini dia optimis jika memiliki becak honda dapat menghidupi tiga orang anaknya yang sekarang masih sekolah SMA, SMP dan SD.

“Mudah-mudahan harapan untuk bisa memiliki becak Honda terwujud agar dapat menghidupi anak dan isteri,”pungkasnya berharap. (andi krc)

Bulan Oktober 2011, pasien DBD diRohil menurun


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pasien Demam berdarah Denggue (DBD) yang disebabkan penularan oleh nyamuk aides agepty di kabupaten Rokan Hilir (Rohil) pada bulan Oktober ini sudah mengalami penurunan. Hal ini berdasarkan laporan dari puskesmas-puskesmas di Rohil, namun demikian kita harus selalu waspada. Demikian ditegaskan oleh Kadis Kesehatan Rohil dr Junaedi Saleh ketika ditemui KABARROHIL di aula pertemuan lantai VI Hotel Kusuma jalan Riau Bagansiapiapi, Selasa (22/11).

“Kita tetap selalu mendata dan dalam pengawasan apakah meningkat atau menurun,”ujarnya.

Dijelaskannya menurut data yang diterima pada bulan oktober  sebanyak 45 pasien. Sedangkan pada bulan November ini masih belum diketahui. Namun dilaporkan sudah meninggal 6 (enam) orang tetapi keenam pasien tersebut belum dipastikan mengidap penyakit DBD.

“Belum dipastikan orang tersebut  tersangka atau positif DBD jadi akan dilakukan peninjauan kembali,”katanya.

Lanjutnya mengatakan bahwa pada prinsipnya  akan melakukan tujuan untuk memutuskan tali rantai pengembangbiakkan nyamuk aides agepty tersebut dengan melakukan fogging, abate dan penyuluhan terhadap kebersihan lingkungan di masyarakat.

“Pada prinsipnya memutus mata rantai penularan penyakit DBD,’pungkasnya. (andi krc)

4 Desember Razia praktek prostitusi di perbatasan Rohil-Sumut


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dalam rangka menyambut Hari Aids sedunia maka KPA Rohil pada tanggal 4 Desember mendatang menggelar tinjauan di lokalisasi di daerah perbatasan bagan Sinembah. Demikian dikatakan wabup H.Suyatno ketika ditemui KABARROHIL di bagansiapiapi, Selasa (22/11).

“Kita tetap berupaya agar di jalanlintas Timur   dihapuskan dari segala tempat praktek prostitusi,”ujarnya.

Dikatakannya razia terhadap lokalisasi dan tempat-tempat praktek prostitusi dalam waktu dekat akan dilaksanakan oleh KPA, dinas kesehatan, dan muspida setempat. Dia menegaskan hal ini agar sepanjang jalan lintas Timur di wilayah kabupaten Rokan Hilir  tidak ada tempat praktek prostitusi. Lanjutnya mengatakan setelah melakukan razia maka dilakukan tes kesehatan terhadap terjangkitnya penyakit Aids/Hiv. Selanjutnya dikatakan wabup diberikan bimbingan terhadap mereka.

“Dilakukan pemulihan juga dengan dilakukan pemeriksaan kesehatan mereka,”tandas wabup. (andi krc).

Terkait penjualan lahan, Pemkab sudah membentuk Tim


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Wabup mengharapkan kepada masyarakat atau wartawan atau tokoh masyarakat agar memberikan informasi terhadap orang, pengusaha, atau penghulu bahkan camat yang menjual lahan. Hal ini sangat berguna bagi pemerintah agar menindak lanjuti terhadap penjual lahan tersebut. Demikian ditegaskan oleh Wabup H.Suyatno ketika ditemui KABARROHIL di lantai V Hotel Lion jalan Mawar bagansiapiapi, Selasa (22/11).

“Saya minta informasi terhadap penjualan lahan  di berikan ke kita,”ujar orang nomor dua di pemkab Rohil ini.

Siapapun orang nya yang menjual lahan diharapkan wabup segera dilaporkan ke pemkab Rohil. Disebut wabup intinya membuka hutan dijadikan lahan sangat di larang, apalagi membuka lahan untuk diperjual-belikan. Karena dikatakannya jika hutan habis maka  akan  mengakibatkan banjir. Karena tidak ada lagi pohon yang menghambat jalannya air tersebut. Dalam hal ini Pemdakab Rohil sudah membentuk Tim untuk mengatasi tentang ini.

“Kita sudah membentuk Tim. Nanti kita akan turun ke Siarang-Arang dan Teluk Mega,’tandas wabup. (andi krc)

Dispenda Rohil Gelar Bimtek PPh pasal 21, 25 dan 29 se Instansi Rohil


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Bimbingan tekhnik PPh pasal 21, pasal 25 dan pasal 29 pada instansi kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di gelar Dispenda Rohil di lantai VI Hotel kusuma jalan Riau Bagansiapiapi, Selasa (22/11). Hadir dalam acara itu sebanyak 70 peserta dari pelbagai instansi se Rokan hilir. Sebagai penyaji dalam bimbingan tekhnik ini Kanwil Dirjen Pajak Ferizal, KBP Pratama Dumai Saiful.A,Sip, Kantor Penyuluhan Pajak (KP2) Dirjen Pajak Bagansiapiapi Madong Rianto.S.

Kepala Dispenda Rokan Hilir, Drs H.Wan Saiful Ahmad,Msi ketika ditemui KABARROHIL mengatakan bahwa bimbingan tekhnik (Bimtek) ini dilakukan agar para peserta atau instansi yang mengelola keuangan di SKPD memahami aturan perpajakan khususnya PPh pasal 21, pasal 25 dan pasal 29.  Lanjutnya mengatakan pengelola SKPD supaya mengerti target 5,5 milyar ditahun 2011.

Objek pajak PPh pasal 21 menurut keputusan dirjen Pajak no kep-545/PJ/2000 tanggal 29 Desember 2000, yang dimaksud Objek pajak penghasilan pasal 21 adalah penghasilan yang dipotong oleh pemotong pajak untuk dikenakan Pajak penghasilan pasal 21. Sedangkan Penerimaan penghasilan subjek pajak yang dipotong pajak Penghasilan pasal 21 menurut keputusan Dirjen pajak nomor KEP-545/PJ/2000 adalah pejabat Negara, PNS, Pegawai, pegawai tetap, pegawai lepas, penerimaan pension, penerima honorarium, penerima upah dan orang pribadi lainnya yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan dari pemotong pajak. Serta orang pribadi lainnya yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa dan kegiatan dari pemotongan Pajak.

“Kita konsultasi dengan Dirjen pajak tahun 2011 DBH 15 milyar. Untuk itu SKPD harus mengerti dengan data. Memang saya harus bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten,”pungkasnya. (andi krc)