Rabu, 25 Mei 2011

Setelah mendapat laporan, Taufik langsung terjun kelokasi 7 RLH untuk warga tionghoa miskin.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Setelah diberikan pengertian oleh penghulu Bagan jawa Pesisir Taufik Basiroen maka sekira tujuh rumah layak huni (RLH) bagi umat tionghoa miskin yang "diserobot" untuk dihuni bukan peruntukannya dapat di atasi. Permasalahan tersebut atas laporan masyarakat dimana rumah layak huni bagi umat tionghoa miskin jalan Teladan kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir kecamatan Bangko Bagansiapiapi telah di tempati oleh keluarga selain warga umat tionghoa.

"Begitu dapat laporan saya langsung kelokasi dan memang rumah sudah dihuni. Padahal mereka bukan pemilik yang berhak menempatinya,"ujar Taufik kepada KABARROHiL ketika ditemui di kantor sementara kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir Jalan Durian Bagansiapiapi,Rabu (25/5).

Dia menjelaskan setelah diberikan pengertian dengan penjelasan bahwa rumah layak huni tersebut merupakan rumah layak huni untuk warga tianghoa miskin, akhirnya warga yang telah menghuni rumah tersebut meninggalkan lokasi.

Untuk mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang lagi menempati rumah layak huni secara illegal (main serobot,red) maka Penghulu Bagan Jawa Pesisir Taufik Basiroen memasang papan plang dengan penjelasan sanksi hukum KUHP bila menguasai dan atau menempati rumah layak huni tersebut secara illegal.

"Kita koordinasi dengan camat dan atasan saya soal rumah bantuan itu,"tandasnya. (andi wrc)

SD-SMP satu atap dan SMA Negeri 1 Sinaboi di benahi





SINABOI,KABARROHIL-Pemdakab Rokan Hilir (Rohil) melakukan Pembenahan dan penambahan sarana dan prasarana di sector pendidikan salah satunya pada SD-SMP satu atap kepenghuluan Raja Bejamu kecamatan Sinaboi jalan lintas Sinaboi. Rencana Dana dikucurkan sedikitnya 5 milyar untuk pembangunan sarana dan prasarana SD-SMP satu atap Raja Bejamu tersebut. Demikian diungkap oleh H.Annas Maamun Bupati Kabupaten Rohil kepada KABARROHIL ketika mengunjungi lokasi pendidikan itu, Selasa (24/5).

“Mengingat SD-SMP satu atap ini banyak yang perlu dibenahi maka pemdakab Rohil memenuhi kekurangan sarana dan prasarananya agar pendidikan Rohil bertambah maju,”ujar H.Annas Maamun.

Dijelaskannya jumlah siswa SD-SMP satu atap yang telah melebihi lima ratus siswa tersebut maka perlu dibangun ruang laboratorium, semenisasi lapangan upacara, penambahan kekurangan local (RKB) dan WC. Orang nomor satu di Rohil ini juga menyediakan kurang lebih 1 M untuk pembangunan MDA Al-ikhlas sekaligus pembanguan mesjid Al-Ikhlas yang berdampingan dengan SD-SMP satu atap raja Bejamu.

Selain itu, SMA Negeri 1 Sinaboi yang saat ini sebanyak 338 siswa dengan tersedia sebanyak 9 (Sembilan) ruang termasuk kantor juga mendapat penambahan local lagi. Hal tersebut di sebut politisi Golkar ini disaat mengunjungi sekolah SMA negeri 1 Sinaboi. Dia menjelaskan bahwa gedung baru SMA Negeri 1 Sinaboi ini dibangun bertingkat sebanyak keseluruhan delapan local berlokasi di depan gedung sekolah lama.

“Kita bangun sekolah ini bertingkat didepan bangunan lama kemudian dibangun juga satu ruang laboratorium,”tandasnya. (andi wrc)

Sebagai kawasan pelabuhan, Sinaboi bakal berkembang


SINABOI,KABARROHIL-Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H.Annas Maamun memaparkan perencanaan pembangunan pasca kebakaran Sinaboi disaat berkunjung ke lokasi purna kebakaran, Selasa (24/5). Ikut dalam rombonan kunjungan itu kadis sosial M.Said zen, Kadis bina marga ibus kasri,ST dan konsultan pembangunan Taufik,ST. Dihadapan masyarakat Sinaboi dan camat Basri, Ia menerangkan pembangunan yang dilakukan pemdakab Rohil termasuk jalan lintas sinaboi dumai dan jembatan sinaboi. Namun jika masyarakat sinaboi kompak bersama pemerintah membangun Sinaboi maka sinaboi bakal menjadi kawasan pelabuhan yang bakal berkembang maju mengulangi sejarah sinaboi tempo dulu.

“Masyarakat Sinaboi jangan mudah dihasut oleh oknum diluar Sinaboi karena Sinaboi ini harus kita sendiri yang membangunnya,”tutur orang nomor wahid di Rohil ini.

Selanjutnya Dia mengatakan bagi masyarakat yang mengalami musibah kebakaran jika surat jati dirinya ikut hangus oleh sijago merah maka dirinya akan menanggung biaya pengurusan surat seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Bagi yang mengalami musibah kebakaran supaya didata kemudian pada biaya perijinan mendirikan bangunan dibebaskan sedangkan dalam pengurusan KK dan KTP biayanya saya yang tanggung. Tidak ada yang namanya KTP atau KK gratis,”tandasnya.

Kemudian itu jika masyarakat yang mengalami musibah kebakaran tersebut mau dipindahkan maka pemerintah akan menyediakan lahan ditempat lain untuk pembangunan ruko. Kemudian pemerintah juga akan membangun bak besar sebagai penampung air dengan pompa kebakaran dan juga sumur bor.

“Jalan lintas utama menuju ke Sinaboi ini dibangun dua jalur selebar kurang lebih 22 meter sedangkan di kota diperlebar hingga 7 meter,”tandasnya. (andi wrc)

Puskesmas Rawat Inap Bakal ada di Sinaboi


SINABOI,KABARROHIL-Kendala yang dialami selama dalam penanganan dan pelayanan masyarakat di posko kesehatan pasca kebakaran Sinaboi hanya pada kekurangan tenaga petugas. Hal tersebut diungkap oleh Dr Sarman ketika ditemui KABARROHIL di lokasi posko kesehatan di kelenteng Vihara Tri Dharma Samudra Dharma, Selasa (24/5) kemaren.

Menjawab KABARROHIL tentang persediaan obat-obatan, Dia mengatakan tidak ada kendala karena semua obat yang dibutuhkan di supply oleh Dinas Kesehatan kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Sedangkan penyakit yang sering diderita oleh masyarakat Sinaboi pasca musibah kebakaran hanya luka-luka ringan dan inspeksi saluran pernapasan (ISPA). Dijelaskannya dalam menangani pasien pasca kebakaran petugas melakukan pelayanan kesehatan dan obat-obatan secara gratis.

“Hari pertama kita melayani masyarakat sekira 200 pasien namun keadaan sekarang sudah menurun hingga hari ini mencapai sekitar 40 orang saja,”tuturnya.

Dia mengatakan sejak hari pertama musibah kebakaran dokter jaga dikerahkan satu orang per-ship jaga dengan dibantu dua perawat dan dua bidan hingga 24 jam. Namun sekarang pelayanan kesehatan terhadap masyarakat hingga 2 ship saja. Hal tersebut karena tenaga dokter di kecamatan sinaboi hanya 2 orang dengan tenaga bidan 2 orang dan perawat sebanyak 8 orang.

Sementara itu H.Annas Maamun mengatakan bahwa di Sinaboi pada sector kesehatan akan dibangun Puskesmas rawat inap. Puskesmas ini dapat menampung pasien yang memerlukan rawat tinggal. Dia menjelaskan puskesmas rawat inap dipenuhi dengan ruangan biasa dan ruangan VIP serta ruang laboratorium dan medis.

“Kita akan pusatkan pembangunan puskesmas rawat inap di Sinaboi dengan ruang sal, ruang medis dan laboratorium serta 7 ruang rawat diantaranya lima ruang biasa dan 2 ruang VIP,”terang Annas. (andi wrc)