Sabtu, 25 Agustus 2012

Acara penutupan kegiatan suluk 40 hari para jemaah Tarekat Na’sabandiyah Teluk Pulau dihadiri Bupat H.Annas Maamun


TELUK PULAU, KABARROHIL-Acara penutupan kegiatan suluk 40 hari para jemaah Tarekat Na’sabandiyah di Teluk Pulau Hulu kecamatan Rimba Melintang dihadiri oleh Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H.Annas Maamun, Sabtu sore (25/8). Hadir saat itu juga ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, camat Rimba Melintang H.Samzami, pejabat eselon II dan eselon III dilingkungan Pemdakab Rohil, para penghulu se kecamatan Rimba Melintang, para jemaah suluk, Tokoh masyarakat (toma,red), dan masyarakat kecamatan Rimba Melintang.

Camat Rimba Melintang H.Samzami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kehadiran bupati H.Annas Maamun dalam acara penutupan kegiatan suluk 40 hari Tarekat Na’sabandiyah ini. Dia mengatakan dengan kehadiran bupati H.Annas Maamun akan menjadi penawar dan penyejuk dengan memberikan arahan, pembinaan kepada masyarakat di kecamatan Rimba Melintang.

Dalam sambutannya orang nomor satu di Rohil ini mengenang eksistensi masyarakat daerah Teluk Pulau Hilir tempo dulu dan membandingkannya dengan eksistensi masyarakat Teluk Pulau sekarang. Dikatakannya bahwa Teluk Pulau tempo dulu masyarakatnya sangat ingin daerahnya maju dan selalu kompak. Disebutnya dimana Teluk Pulau tempo dulu sebagai pusat dan tempat perdagangan terbesar setelah kota Bagansiapiapi. Namun sekarang ini, dikatakan oleh politisi Golkar Rohil ini, masyarakatnya banyak berpolitik sehingga akibat berpolitik tersebut akhirnya merugikan masyarakat lainnya bahkan menghambat pembangunan daerah Teluk Pulau sendiri.

“Masyarakatnya mudah terhasut oleh politik sehingga masyarakatnya mudah terpecah belah.”tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga bupati H.Annas Maamun menginginkan masyarakatnya jangan sekali-kali meninggalkan sholat, puasa dan membaca Al-Quran. Dia memberi contoh banyak negeri makmur karena masyarakatnya kompak menjaga rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan serta taat menjalankan ibadah agama. Orang nomor satu di Rohil ini memberikan contoh negeri makmur seperti di daerah Sumbar dan Brunei Darusallam dimana masyarakatnya selalu manut terhadap pemimpinnya.

Lebih jauh bupati H.Annas Maamun mengungkapkan akan menghidupkan kembali tradisi tempo dulu dengan menghidupkan kembali sekolah kutab (agama,red). Dimana generasi muda diajarkan tentang ibadah, akhlaq dan muamallah. Hal ini disebut orang nomor satu di Rohil ini agar generasi usia sekolah dapat belajar sekaligus taat menjalankan syariat agama yang tentunya menjalankan ibadah sholat hingga usia tua.

Bupati H.Annas Maamun mengajak masyarakat untuk memancang tonggak agar merubah sifat dengan membuang jauh-jauh sikap yang tidak baik yang dapat merugikan perkembangan pembangunan daerah.

“Masyarakat harus kompak menjaga persatuan, kesatuan dan kebersamaan serta taat beribadah. Masyarakat jangan mau di iming-iming oleh orang luar yang tidak bertanggung-jawab. Karena tidak ada orang lain yang membangun negeri ini kecuali kita selaku anak negeri berasal dari daerahnya sendiri. Mari kita satukan tekad untuk membangun daerah Rokan Hilir kedepan agar lebih baik,”tandasnya.

Sementara itu, tuan guru suluk jemaah Tarekat Na’sabandiyah dalam kesempatan itu mendoakan agar bupati Rokan Hilir H.Annas Maamun diberikan kesehatan, dan kekuatan didalam memimpin daerah Rokan Hilir. Dia juga mendoakan seandainya bupati H.Annas Maamun mencalonkan diri sebagai cagubri maka seluruh jamaah Na’sabandiyah mendoakan dan mendukung sepenuhnya agar dapat memimpin daerah Riau.

“Karena pengalaman dan kemampuan H.Annas Maamun telah teruji dalam memimpin daerah,”pungkasnya. (andi krc).      

Debet air meningkat, Kadiskes sebut Hindari DBD dengan Berlatih Pola Hidup Bersih dan Sehat


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Debet air meningkat lantaran curah hujan berlebihan maka diharapkan kepada masyarakat berlatih pola hidup bersih dan sehat agar terhindari dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).  Salah satu faktor agar hidup sehat ditopang dengan lingkungan bersih. Sehat dan bersih bagai dua sisi mata uang logam,  analoginya sehat harus bersih dan mau bersih akan sehat. Demikian ditegaskan oleh kadiskes dr Junaidi Saleh ketika menemui KABARROHIL di kantor humas pemdakab Rohil jalan merdeka Bagansiapiapi,Sabtu,(25/8).

"Diharapkan masyarakat mulai sekarang berlatih pola hidup bersih dan sehat," tutur Kadiskes Rokan Hilir (Rohil) dr Junaidi Saleh.

Dipaparkannya, ada sebelas indikator perilaku yang digunakan dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) diantaranya tidak merokok, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eklusif, imunisasi, balita ditimbang, sarapan pagi, makan buah dan sayur, cuci tangan, gosok gigi, dan rajin olahraga.

Lanjutnya menjelaskan dari aspek lingkungan PHBS harus memenuhi tujuh indikator yakni tersedianya jamban, air bersih, bebas jentik, pemilahan sampah, sistem pembuangan air limbah (SPAL), ventilasi, lantai dan kepadatan rumah.

"Banyak manfaat jika menerapkan PHBS diantaranya dapat menjauhkan masyarakat dari penyakit seperti demam berdarah. Mengingat banyak air yang tergenang akibat debit air yang meningkat lantaran hujan,”pungkasnya. (andi krc)