Selasa, 06 September 2011

Annas harapkan data-data profile desa terperinci


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Bupati kabupaten Rokan Hilir membuka latihan penyusunan dan pendayagunaan data profil desa/ kelurahan kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang digelar oleh Badan pemberdayaan masyarakat (Bapemas) rohil di lantai 6 hotel Kusuma jalan Riau Bagansiapiapi, Selasa (6/9). Puluhan peserta  hadir yang merupakan perangkat desa/kelurahan kecamatan bangko. Dalam kesempatan itu juga bupati kabupaten Rokan Hilir menyerahkan trophy pemenang lomba desa terbaik sekabupaten Rokan Hilir beberapa waktu lalu yakni juara satu diperoleh oleh kepenghuluan Sapta Permai kecamatan bagan Sinembah, juara dua diperoleh oleh kepenghuluan Jojol kecamatan kubu dan juara ketiga diperoleh oleh kepenghuluan Bangko Sempurna kecamatan Bangko Pusako.

 
“Diharapkan data-data dan profile desa secara terperinci ada dan tersimpan dengan baik di setiap kantor desa dan kelurahan, jika perlu dibuatkan sebuah bukunya . Karena sebagai bupati  sangat membutuhkan data tersebut untuk mengikuti perkembangan pembangunan desa. Kita akan tahu apa yang perlu didahulukan untuk dibangun disuatu desa,”ujarnya.

Ditambahkan bupati data-data tersebut berupa luas wilayah desa, perbatasannya, hasil masyarakatnya, berapa jumlah penduduk miskin dan apa mata pencaharian masyarakatnya, juga  data penghulu berikut perangkat desanya. Karena sebut orang nomor satu di Rokan Hilir ini menegaskan ada didengarnya disuatu desa dimana perangkat desanya adalah anak penghulu yang masih kuliah di jawa.

“Bagaimana bisa bekerja jika perangkat desanya tidak ada di tempat bahkan masih kuliah di jawa sana,”ujarnya.

 
Orang nomor satu di Rohil ini juga menegaskan agar pelaksanaan pelatihan ini sesuai jadwal dan diperbanyak harinya sehingga dapat betul-betul diserap oleh  peserta pelatihan. Seperti pelatihan saat ini agar para peserta dapat diberikan contoh mengisi blangko profile desa yang bagus dan baik.

“Ada kadangkala dalam laporan pembukaan acara pelaksanaan pelatihan selama seminggu namun dalam pelaksanaannya hanya dua hari. Bagaimana bisa bagus jikalau hanya pelatihan selama dua hari. Hal ini tidak boleh terjadi. Coba kita rencanakan pelatihan seminggu dan sesuai jadwal sehingga dapat diserap oleh para peserta dengan baik dan bagus untuk menerapkannya di lapangan. Kita ingin dengan adanya pelatihan dapat dimengerti untuk diterapkan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada  masyarakat,”pungkasnya. (andi wrc)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar