Selasa, 29 Mei 2012

Kadisdik rohil sebut Upaya minimalisir telah dilakukan


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Upaya minimalisir corat-coret seragam sekolah dan kebut-kebutan atau berkonvoi pada tahun ini dianggap berjalan sukses. Meskinpun ada juga beberapa siswa dari dampak pengumuman hasil kelulusan UN SMA/MA/SMK tersebut yang masih melakukannya. Demikian ditegaskan oleh kadisdik Rokan Hilir Drs Surya Arfan,Msi kepada KABARROHIL minggu (27/5) kemaren.

“Alhamdulillah berkat kerjasama pelbagai pihak seperti dari pihak kepolisian, Satpol PP dan Dishub sehingga antisipasi terhadap gejolak pasca melihat hasil kelulusan dapat ditertibkan,”ujarnya.

Dikatakan Kadisdik ini, hal ini tidak terlepas dari beredarnya surat edaran bupati kabupaten Rokan Hilir H.Annas Maamun tentang larangan corat-coret pakaian seragam dan konvoi apalagi kebut-kebutan. Dilanjutkannya, surat edaran bupati tersebut ditujukan kepada UPTD dan pihak sekolah dengan tembusan kepada Kapolres Rokan Hilir dan Kasatpol PP serta Kadishubkominfo RokanHilir.

Kadisdik Rokan Hilir ini juga mengucapkan terima kasih atas nama pemdakab Rokan Hilir kepada pihak kepolisian, Satpol PP, Dishubkominfo dan teman jurnalis serta semua pihak yang telah membantu upaya pemdakab Rokan Hilir dalam menimalisir kebiasaan siswa dalam kegiatan corat-coret baju dan konvoi ketika melihat hasil kelulusannya. Ditambahkannya terutama kepada jurnalis yang ikut mensosialisasikannya kepada khalayak public.

“Karena tradisi itu hamper tidak ada manfaatnya. Malah lebih banyak mudhoratnya. Pakaian yang dicorat-coret tersebut merupakan tindakan mubazir oleh sebab itu alangkah baiknya disumbangkan kepada siswa adik kelas yang masih membutuhkannya. Sedangkan tindakan konvoi dan kebut-kebutan cenderung menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain serta mengganggu ketertiban umum,”tuturnya.

Dikatakan Surya Arfan, lebih baik melakukan tindakan yang bermanfaat misalnya berdoa atau sholat atau sujud syukur secara bersama-sama ketika melihat dan mendengar kelulusan UN. Bahkan jikalau perlu tindakan iyang bermanfaat ini dijadikan tradisi.  

“Meskinpun semulanya ada pihak yang merasa pesimis terhadap upaya ini akan berhasil, namun berkat kerjasama pelbagai pihak Alhamdulillah ternyata bia amenimalisirnya,”sebut kadisdik Rohil ini.

Sementara informasi  dihimpun dan hasil dilapangan masih ada juga siswa yang berkonvoi dan kebut-kebutkan serta mencorat-coret pakaian. Namun tindakan ini hanya dilakukan beberapa siswa saja. Hasil dilapangan ada sejumlah siswa mengekspresikan kelulusannya dengan mencorat-coret pakaian yang dipakainya di depan kantor bupati Rokan Hilir jalan Merdeka Bagansiapiapi.

Sedangkan di perguruan wahidin jalan Pahlawa Bagansiapiapi tidak ada siswa yang melihat hasil pengumuman di sekolah dengan menggunakan pakai. Karena menurut sumber yang dapat dipercaya hasil pengumuman bagi siswa SMA perguruan wahidin dengan membagikan hasil kelulusan di rumah para siswa. Oleh sebab itu siswa hanya menunggu di rumah lembaran hasil kelulusannya. Alhasil siswa yang rata-rata warga tionghoa ini hamper tidak ada yang melakukan corat-coret atau konvoi di jalan raya.

“Hal ini agar dapat menimalisir siswa untuk kumpul-kumpul dengan berpakaian seragam sekolah sehingga timbul untuk berkonvoi, corat-coret pakaian serta kebut-kebutan,”ujar Syamsul kepada KABARROHIL. (andi krc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar