Kamis, 11 Oktober 2012

Bupati H.Annas Maamun membuka FKUB




BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Badan kesbangpolinmas Rokan Hilir (Rohil) menggelar acara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rokan Hilir (Rohil). Acara tersebut dihadiri oleh tokoh penganut agama dan kepercayaan yang ada di daerah Rokan Hilir. Acara tersebut di buka oleh bupati H.Annas Maamun yang di gelar di aula lantai VI Hotel Kesuma jalan Riau Bagansiapiapi, Kamis (11/10).

Menurut ketua pelaksana Gamal Abdul Naser,Msi,MH yang juga kabid Hubungan antar lembaga Bakesbangpolinmas Rohil menjelaskan sebagai nara sumber dalam hal ini Rudi Hendra Gunawan,MSi dari Bakesbangpolinmas Provinsi Riau, Drs H.Mucksin Asyari dari FKUB Provinsi Riau, Abdul Hamid Tanjung,MA dari Da’i  Islam provinsi Sumut., dan dari  kemenag Rohil. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 126 orang yang merupakan dari FKUB Kabupaten Rokan Hilir dan FKUB di setiap kecamatan. Acara ini disebutnya berlangsung selama  dua hari.

“Forum persaudaraan bangsa indonesia di gelar pada hari Sabtu mendatang yang bakal dihadiri oleh perwakilan semua suku bangsa di seluruh wilayah kecamatan Rokan Hilir,”tuturnya.

Bupati H. Annas Maamun mengatakan didalam pembinaan FKUB di wilayah Rokan Hilir harus dilakukan dengan tindakan aktif terjun langsung kelapangan. Orang nomor satu di Rokan Hilir ini menegaskan pembinaan FKUB jangan sekedar hanya mengisi ceramah dan pidato saja dengan tanpa memberikan contoh yang bagus. Karena menurutnya dengan terjun langsung ke lapangan membuat hati nurani mereka akan mengerti saling toleransi hidup bermasyarakat.

Politisi Golkar Rohil ini mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh dari pelbagai agama dalam pertemuan FKUB ini. Diharapkan hubungan dan toleransi antar agama ini terjalin dengan bagus dan baik. Dimana, lanjutnya mengatakan dewasa ini di daerah Rokan Hilir tidak ada pertentangan diantara sesama penganut umat beragama.

Ditambahkan bupati H.Annas Maamun bahwa pertentangan diantara agama tidak ada manfaatnya. Bahkan hal tersebut berakibat sangat buruk bagi daerahnya. Menurut bupati hampir rata-rata yang memancing keributan merupakan umat yang kurang pengetahuannya dibidang agama dan pengetahuan bertoleransi hidup berdampingan dengan agama lain.

“Selama saya memimpin di Rokan Hilir, Alhamdulillah di daerah Rokan Hilir tidak pernah terjadi konflik antar umat beragama. Mudah-mudahan jangan terjadi karena tidak ada gunanya. Kita juga tidak perlu ikut ikutan,"tambahya.

Dihimbau bupati agar jalin hubungan antar umat beragama. Bagaimana agar terjalin hubungan itu pelbagai cara. Disebut bupati seperti dengan menghadiri pesta tetangga meskinpun agama berlainan. Begitu juga jika tetangga dalam keadaan berduka maka yang beragama lain sebagai tetangga ikut menghadirinya untuk melepaskan rasa kekeluargaan sesama umat beragama.

Kemudian itu, orang nomor satu di Rohil ini menegaskan kepada para pemuka agama agar juga jangan salah kaprah dalam menafsirkan ayat-ayat di kitab suci sehingga bisa menyesatkan orang lain. Lanjutnya mengatakan agama jangan dipermainkan. Oleh sebab itu bedakan antara agama dengan politik. Disebutnya jangan dibawa ajaran agama ke ranah politik yang akan mengakibatkan salah tafsir. Disebutnya kerukunan umat beragama agar ditingkatkan sehingga kita galang persatuan dan kesatuan di daerah Rokan Hilir ini.

“Meyakinkan orang tidak semata hanya dengan mengisi ceramah ataupun pidato saja namun melainkan dengan dengan tindakan aktif sosiologi dengan mendekati dan terjun langsung kemasyarakat,”pungkasnya (krc 01).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar