Kamis, 08 November 2012

Rasmali sebut Masih terfokus penyambutan ARB dan pelantikan H.Annas menjadi ketua DPD I Partai Golkar Riau



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Pasca terpilih secara aklamasi H.Annas Maamun menjadi ketua DPD I Partai Golkar Riau, para kader Partai Golkar di DPD II Partai Golkar belum membicarakan tentang siapa yang bakal menggantikan posisi H.Annas Maamun. Sebelum dilantik maka H.Annas Maamun masih sebagai ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hilir. demikian hal ini diungkap oleh H.Rasmali,SH ketua bidang hukum dan HAM di DPD II Partai Golkar Rohil ini kepada KABARROHIL ketika ditemui di kantor DPD II Golkar Rohil yang bakal diresmikan Abu Rizal Bakrie (ARB,red) di jalan kecamatan Bagansiapiapi,Kamis (8/11),

Dia menegaskan sebelum adanya musdalub maka sebagai ketua DPD Golkar masih dipimpin H.Annas Maamun. Dikatakannya mekanisme partai Golkar memang menegaskan demikian. Pergantian ketua DPD II yang telah menjadi ketua DPD I harus melalui mekanisme musdalub. Kemudian dalam musdalub dipilih beberapa calon ketua yang selanjutnya memilih ketua dengan suara  terbanyak. Musdalub tersebut juga atas usulan dari pimpinan kecamatan partai golkar. Dikatakannya siapapun kader Golkar bisa mencalonkan diri sebagai ketua. Oleh sebab itu peluang  terbuka bagi siapa saja kader golkar.

Disebut Rasmali, Jika sudah menjadi pengurus provinsi tidak bisa kans menjadi calon ketua di tingkat kabupaten. Oleh sebab itu, Dijelaskannya semua kader Golkar memiliki potensi yang sama untuk dicalonkan maupun menjadi ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hilir.

Lanjutnya mengatakan karena disetiap kader memiliki bobot yang sama. Diulangi oleh Rasmali lagi bahwa pemilihan ketua harus melalui musdalub.

"Hingga sampai hari ini belum membicarakan siapa yang bakal diorbitkan menjadi ketua. Karena saat ini masih menghadapi penyambutan ARB di Rokan Hilir dan pelantikan H.Annas Maamun sebagai ketua DPD II Partai Golkar Riau,"ujar rasmali.

Dikatakan Rasmali bahwa semua kader akan mentaati hasil keputusan musdalub nanti.

"Harus dihormati siapapun yang dipilih menjadi calon ketua maupun terpilih menjadi ketuanya kader harus menghormati keputusan musdalub,"pungkasnya. (krc 01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar