Kamis, 06 Oktober 2011

Nelayan tradisional bangga, nelayan pukat diancam penjara


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dengan ditangkapnya kapal ikan menggunakan alat tangkap trowl mini oleh Dinas perikanan dan kelautan Rokan Hilir,  para nelayan Rokan Hilir yang menangkap ikan hanya dengan peralatan tradisional merasa senang. Karena selain dapat melestarikan habitat laut juga para nelayan tradisional dapat meningkatkan hasil tangkap mereka. Hal ini ditegaskan oleh Jumadi ketua kelompok “nelayan jaya” kelurahan bagan barat kepada KABARROHIL ketika ditemui, kamis (6/10).

“Sekarang hasil tangkap kami sudah berangsur membaik setelah giatnya dinas perikanan dan kelautan Rokan Hilir beroperasi untuk menangkap kapal ikan menggunakan trowl di perairan Rokan Hilir. Sebelum adanya operasi di laut dari dinas perikanan dan kelautan Rohil, untuk membayar hutang saja sangat sulit.  Sekali turun kita perlu biaya ongkos sekitar 5 juta rupiah sedangkan hasil kurang dari 5 juta rupiah. Kalau kami tidak menghasilkan sebanyak minimal 8 juta rupiah maka dianggap tidak menghasilkan. Setelah adanya operasi laut oleh dinas terkait hasil penangkapan kami sudah membaik,”tutur Jumadi.

Diterangkan Jumadi,  dirinya dan rekan-rekan nelayan menangkap ikan secara tradisional di perairan Rokan Hilir tentunya tersaingi oleh penangkap ikan dengan menggunakan trowl. Karena menangkap ikan dengan alat pukat itu  tambahnya, semua habitat laut diraup hingga keterumbu karang. Hal ini sebutnya, sudah berlangsung selama tiga tahun berjalan. Diterangkan oleh Jumadi bahwa dirinya menjadi nelayan sudah lima tahun berjalan. Diperkirakannya nelayan yang menggunakan alat pukat di perairan Rokan Hilir melebihi 150 unit kapal.

“Diharapkan kapal-kapal yang ditangkap dimusnahkan atau disita untuk negara sehingga membuat jera nelayan yang menangkap dengan alat pukat tersebut. Kapal PI warna orange juga pernah kita lihat beroperasi menangkap dengan pukat di malam hari di perairan Rokan Hilir,”tandasnya.

Sementara itu salah satu nakhoda dari 9 nakhoda yang ditahan, Hendri mengatakan bahwa dirinya bersama tiga orang anggota nelayan dari berombang sudah lima hari menangkap ikan di laut. Namun apes mereka pada saat hari seharusnya balik ke berombang tersebut diamankan oleh dinas perikanan dan kelautan Rohil.

“Sudah lima hari dilaut. Menangkap ikan di perairan wilayah kami sudah sulit karena banyak kapal PI besar-besar dari tanjung balai dan aceh beroperasi disana. Jika kami masih bersaing dengan PI kapal kami di langgarnya. Karena terjepit mencari ikan di wilayah kami maka kami menangkap di perairan Rokan Hilir,”pungkasnya.  (andi wrc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar