Selasa, 08 November 2011

Malang bagi Rojiah, Pergi kerja untuk bersih-bersih kota tak disadari rumah sudah menjadi rata

BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Seorang ibu berseragam orange menatap puing-puing bara yang sudah menjadi hitam legam. Hanya tinggal tiang-tiang batu dengan asap disana-sini. Dirinya dengan wajah lesu terus menatap puing-puing itu yang telah rata diatas tanah. Kemudian dibalik-balikkannya kayu yang sudah menjadi bara itu sepertinya mencari sesuatu.
Janda tua Rojiah saat mengamati puing-puing rumahnya

Kejadian tersebut dilihat dan dipantau oleh KABARROHIL ketika mendatangi musibah kebakaran sebuah rumah layak huni di jalan Pelabuhan Hulu Ujung perkampungan baru di Kampung Poning Lalek (KPL) yang berangus habis ditelan sijago merah dalam sekejab waktu, Selasa (8/11)..

“Habis sudah tidak ada yang tertinggal satupun, hanya pakaian dibadan ini yang tersisa,”suara  keluar dari bibir sosok ibu yang sudah lebih setengah abad itu sambil menunjukkan baju yang dipakainya.

Sosok ibu yang berpakaian orange itu mengaku  bernama Rojiah. Dia menjelaskan bahwa dirinya seorang janda umurnya sudah mencapai 62 tahun. Ketika kejadian kebakaran dikatakan dirinya tidak berada ditempat karena saat itu dirinya lagi meneruskan jam kerja  di naungan Dinas Pasar kabupaten Rokan Hilir. Dijelaskannya,  Dia menutup rumah dengan gembok sekitar jam 11.00 wib setelah  makan siang bersama Dinda (10) seorang anak yatim bersama dirinya. Kemudian Dia keluar rumah untuk melanjutkan kerja sebagai honorarium petugas kebersihan di Dinas Pasar kabupaten Rokan Hilir. Sedangkan Dinda, disebutnya ditinggalkan bermain bersama teman-teman sebayanya.

“Dirumah ini hanya saya dan Dinda. Ketika kebakaran saya tidak berada dirumah karena sedang kerja. Begitu juga Dinda tidak berada dirumah karena rumah saya gembok,”ujarnya.

Dia menerangkan bahwa diketahui olehnya berita terjadi kebakaran karena masyarakat menginformasikan kepada dirinya disaat kerja. Mulanya dirinya tidak percaya musibah tersebut namun dalam keraguan itu  akhirnya  memutuskan secepatnya pulang kerumah dan ditemui hanya puing-puing balok sudah menjadi bara hitam yang tersisa.

Ketika saat menjelaskan kejadian kepada KABARROHIL, Seketika itu juga sosok bernama Dinda (10) berlari menghampiri Rojiah dan langsung menangis sejadi-jadinya. Dirinya meraung  dipelukan sosok ibu janda tua tersebut. Mata Rojiah pun akhirnya berlinang setelah mendengar tangis Dinda. 
Janda tua Rojiah (62) dan anak asuhnya seorang anak yatim, Dinda (10)

“Tidak ada yang bisa diselamatkan bang,”tuturnya sambil mengusap kepala Dinda yang masih berada dipelukannya.

Informasi yang dihimpun dan didapat KABARROHIL, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Menurut keterangan warga bahwa kejadian kebakaran kuat dugaan disebabkan oleh bara api dapur yang sehari-hari memasak mungkin masih belum padam. Akhirnya ketika ditiup angin api menjadi menyala dan membesar sehingga meluluh-lantakkan dan tidak dapat diselamatkan lagi rumah layak huni tahun 2002 ini.

Pemilik rumah sederhana yang didapat dari bantuan pemdakab Rohil itu merupakan seorang janda tua, Rojiah ibu tua tersebut saat ini bekerja sebagai petugas kebersihan di dinas pasar kabupaten Rokan Hilir dan sudah mencapai lima tahun. Dirinya tinggal bersama Dinda (10) seorang anak yatim yang diambilnya dan masih sekolah di Panti Arqam. Atas kejadian tersebut sekretaris Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan Rohil, Iwan Kurnia,SE  langsung terjun ketempat lokasi kebakaran.

Sementara itu kepala sekolah Panti Arqam, Barian,Spd ketika dihubungi mengatakan bahwa besok dirinya akan mengecek anak didik yang bernama Dinda tersebut. Ditambahkannya jika memang dari sekolah panti Arqam maka dirinya akan mengkoordinir para guru dan siswa agar menyumbang kepada anak didik yang rumahnya terkena musibah itu.

“Kita akan koordinir guru dan murid lainnya agar dapat memberikan bantuan kepada Dinda yang mengalami musibah rumahnya kebakaran itu,’pungkas Barian. (andi wrc) 
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar