Selasa, 24 April 2012

Paripurna penyampaian LKPJ bupati dan wakil bupati Rohil T.A 2011 dan penutupan masa sidang I 2012.


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Dalam rapat dan sidang Paripurna DPRD dalam penyampaian laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Bupati dan wabup Rokan Hilir (Rohil) Tahun Anggagan (T.A) 2011 ini dihadiri oleh 34 anggota dari 40 anggota DPRD Rohil. Acara itu langsung dihadiri Bupati Rohil H.Annas Maamun, wabup H.Suyatno, Kejari Rohil Muh Zainuddin,SH, ketua PN Wuryanta,SH, ketua Pengadilan Agama dan sejumlah kepala dinas dilingkungan Pemdakab Rokan Hilir. Sidang paripurna DPRD Rohil tersebut langsung dipimpin ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan didampingi oleh  wakil ketua DPRD 1 M.Ridwan dan, wakil ketua DPRD 2 Drs Jamiluddin.

Disebut ketua DPRD Rohil bahwa mendengar daftar hadir yang disampaikan oleh Sekwan Syamsuri maka disebut ketua DPRD bahwa kuorum sudah terpenuhi. Dikatakannya tepat pukul 15,00 wib secara resmi Sidang paripurna dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum. Dijelaskan oleh ketua DPRD Rohil bahwa  rapat pada kali ini adalah acara penyampaian laporan keterangan pertanggung jawaban Bupati dan Wabup tahun anggaran 2011. Dikatakannya sesuai aturan bupati menyampaikan LKPJ kepada DPRD Rohil untuk menjelaskan arah kebijakan umum dari pemdakab Rohil.

"Penyampaian ini merupakan tanggung jawab bupati kepada DPRD Rohil. DPRD hanya memberikan saran terhadap LKPJ Bupati ini,”tutur Nasrudin Hasan.

Bupati H.Annas Maamun dalam LKPJ nya mengatakan bahwa kondisi sosial politik secara nasional beberapa waktu lalu  sangat berpengaruh terhadap kondisi daerah.  Namun demikian,  dikatakannya pembangunan  daerah Rokan Hilir tetap berjalan terus tanpa kendala. Hal ini disebut bupati disebabkan karena program pembangunan daerah didukung oleh DPRD dan masyarakat didaerah.

"Otonomi daerah sangat banyak menguntungkan bagi daerah. Daerah kita termasuk daerah penghasil minyak. Pada tahun 2013 ada sebahagian wilayah kerja Chevron berakhir masa kontrak kerjanya.  Namun hal ini tergantung dari DPRD Rohil  untuk memperpanjang lagi kontrak kerja dengan PT Chevron atau tidak,"tandas Annas Maamun.

Dijelaskan oleh orang nomor satu di Rohil ini, diperkirakannya jika pengeboran minyak batang di Rantau Bais berjalan maka dalam masa mendatang daerah Rohil bisa menjadi daerah penghasil minyak terbesar di Riau bahkan mungkin nomor dua di Indonesia setelah Kutai.

Sedangkan masalah Perkebunan, disebut Bupati Annas terkendala karena banyak daerah perkebunan di plot oleh pemerintah pusat sebagai kawasan hutan. Sampai saat ini dijelaskan oleh orang nomor satu di Rohil masalah RTRW belum ditanda-tanganinya.

"Sampai sekarang saya belum menanda-tangani RTRW karena kantor camat Rimba Melintang dan Kawasan kampung masyarakat bahkan bangunan sekolah untuk masyarakat disebut sebagai kawasan hutan,"jelasnya.

Disebut Annas Maamun bahwa potensi sumber daya alam juga kadangkala dapat merusak lingkungan. Oleh sebab itu dikatakannya dirinya harus serba hati-hati untuk memberikan perijinan, baik itu perijinan PKS maupun untuk pengeboran minyak. Dijelaskan oleh orang nomor satu di Rohil bahwa rencana pembangunan jangka menengah pada akhir tahun 2011 sudah berakhir.

Dalam kesempatan ini bupati H.Annas Maamun juga menerangkan beberapa waktu lalu ada kunjungan anggota DPR RI dari komisi IV membidangi kelautan, kehutanan dan pertanian. Dia menjelaskan atas kedatangan dan kunjungan anggota DPR RI terhadap pompanisasi di Jumrah itu maka kedepan bakal ditambah lagi pompanisasi untuk mencukupi areal pertanian.

"Kemaren daerah Rokan Hilir telah dikunjungi oleh anggota DPR RI komisi IV di wilayah Jumrah untuk melihat  pompanisasi pertanian,"terangnya.

Dikatakannya,  atas kunjungan DPR RI tersebut maka kedepan diprogramkan lanjutan pompanisasi pertanian untuk memenuhi areal pertanian di wilayah jumrah tersebut. Dikatakan orang nomor satu di Rohil ini sesuai dengan konsep angka-angka yang disebut dapat dibaca dalam konsep LKPJ ini. Namun disebutnya, perlu juga di ketahui oleh anggota DPRD Rohil tentang yang tidak bagusnya yang mungkin perlu diketahui.

“Kalau mengikuti konsep ini tentunya yang bagus saja.  Untuk itu saya juga sampaikan yang masih perlu dipikirkan oleh kita,”tutur H.Annas Maamun.

Bupati Rohil ini menegaskan seperti pasokan Listrik dan masalah air masih belum memadahi saat ini. Dikatakannya dibangun travo 8 Mega watt di simpang pedamaran belum selesai. Begitu juga kunjungan Dahlan Iskan diwaktu menjabat Direktur PLN menjanjikan bakal dibangun gardu Induk (GI) 30 Mega watt di baganbatu masih belum juga terealisasi.

Lebih jauh disebutnya, bahwa indikator sosial penduduk di Rohil per-April 2012 sudah mencapai 734 ribu jiwa. Dikatakannya, jumlah  kepadatan penduduk di wilayah Rokan Hilir sudah meningkat hingga rata-rata mencapai 150 jiwa perkilometer persegi. Disebutnya, persoalan kepadatan penduduk dan  angka pengangguran bakal meningkat setiap tahun merupakan persoalan yang perlu dipikirkan. Dijelaskannya upaya pemdakab Rohil untuk mendirikan perguruan tinggi dan akademi agar dapat menampung lulusan SMA di daerah sampai saat ini dikatakannya masih belum mendapatkan ijin.

"Pada tahun ini anak didik SMA jika lulus 100 persen 6958 siswa, akan dikemanakan anak kita ini. Kita sudah upayakan agar mendirikan sekolah tinggi namun hingga sekarang ijinnya belum dapat juga,"kata Bupati Annas.

Dijelaskannya pada sector ketenaga kerjaan, disebutnya yang memiliki kartu kuning sebanyak 4 ribu lebih yang telah didata. Jika ditambah lagi pada tahun ini lulusan SMA sebanyak 6958 orang maka bakal banyak angka pengangguran di daerah.

Dikatakannya juga bahwa sarana dan prasarana sekolah masih terus dibenahi. Disebutnya seperti jumlah sekolah di kecamatn Batu Hampar dan di kecamatan  Rantau Kopar yang perlu  tambahan sarana sekolah. Hal ini karena sarana sekolah  tidak sebanding dengan kepadatan penduduk mendiami wilayah tersebut.

"SDM kita dibidang pendidikan saat ini masih kurang. Hal ini kita akui, tetapi kita sudah tekankan Kadisdik Rohil agar menindak tegas kepada guru yang tidak disiplin. Oleh sebab itu kita akan pacu terus masalah pendidikan ini,"lugasnya. (andi krc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar