Rabu, 20 Juni 2012

Pendidikan satu Atap Yayasan Al-Ittidiyah Pasir Limau Kapas mewisuda 98 siswa, Bakal menjadi Pesantren Teknologi Terpadu


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sebanyak 98 orang siswa TK islam, PDT,SD Islam dan SMP Islam di wisuda pada saat resepsi Haflatul Wada’ dan Milad ke-XX yayasan Pendidikan Al-Ittihadiyah yang di gelar di gedung pertemuan Teluk pulai Kecamatan Pasir Limau kapas pada Senin (18/6) kemaren. Hadir saat itu Kepala UPTD Bina pengelolaan Sekolah Kecamatan Pasir Limau kapas Syahrum,Spd, Sekretaris camat Pasir Limau Kapas M.Sidik,Sag, Penghulu Teluk Pulai Sutarno, Pembina Yayasan Pendidikan Al-Ittihadiyah H.Abdul Muhaimin, ketua Yayasan Pendidikan Al-Ittidiyah Murkan Muhammad,Spdl, kepala sekolah, majelis guru, wali murid dan undangan.

Kepada KABARROHIL ketika ditemui di kantor AMPG jalan kelenteng Bagansiapiapi, ketua Yayasan pendidikan Al-Ittidiyah Pasir Limau Kapas yang juga sekretaris AMPG Rokan Hilir, Murkan Muhammad,Spdl berpesan kepada siswa yang telah berhasil menyelesaikan proses belajar agar dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki. Hal ini tentunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kalaupun tidak bisa melanjutkan, lanjutnya menegaskan belajar dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja asal ada kemauan untuk belajar.

“Hal ini menyongsong berdirinya pesantren teknologi Terpadu Al-Ittihadiyah dalam rangka mewujudkan Pendidikan Berbasis Akhlaqul karimah di Kecamatan Pasir Limau Kapas,”tutur Murkan Muhammad,Spdl ketika ditemui  di ruang kerjanya di jalan Kelenteng Bagansiapiapi, Rabu (20/6).

Sekretaris AMPG Rokan Hilir ini juga menyatakankan sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayai yayasan pendidikan Al-Ittidiyah sebagai tempat menimba ilmu bagi anak-anaknya. Karena disebutnya diusia 20 tahun ini telah banyak meluluskan siswa-siswa. Bahkan disebutnya pada tahun lalu salah siswa SMP Islam Al-Ittidiyah lulus mencapai nilai tertinggi di daerah Rokan Hilir.

Lebih lanjut Dia menegaskan persoalan akhlaqul karimah, persoalan moral dan kepribadian yang perlu ditingkatkan pada saat ini agar jangan ditinggalkan akibat kemajuan zaman. Oleh sebab itu Pendidikan pesantren teknologi terpadu yayasan Al-Ittidiyah bertujuan untuk memupuk dan mewujudkannya didalam wadah pendidikan pesantren. Ditambahkannya bupati H.Annas Maamun mendukung hal tersebut. Oleh sebab itu pada tahun ini dibangun tiga RKB untuk pondok pesantren ini. Selanjutnya dikatakannya pada tahun mendatang diharap juga untuk pembangunan asrama para santri.

“Saya percaya pancasila adalah benteng Negara Kesatuan republic Indonesia. Tapi saya lebih percaya bahwa akhlaqul karimah, moral dan kepribadian para pengawal Pancasila adalah yang utama,”ujarnya.

Dijelaskannya, dunia telah dilanda dekadensi moral. Menurutnya Moral generasi muda khususnya daerah telah lama kronis. Disebutnya, moral generasi muda saat ini mudah rapuh mulai dari atap langit sampai akar bumi negeri ini.

“Pendidikan dan pelajaran di pesantren tidak hanya sebatas memperdalam ritual atau ibadah semata. Pandangan pendidikan Islam di pesantren hanya mempelajari sebatas sholat, zakat, puasa dan haji adalah sangat keliru besar. Karena Islam mengatur seluruh dimensi kehidupan umat manusia. Seperti dituturkan oleh guru saya, Islam adalah Aqidah, ibadah, negeri, kebangsaan, organisasi politik, perkumpulan olahraga, serikat perekonomian, kitab suci, cinta dan pemerintahan,”pungkasnya. (andi krc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar