Rabu, 08 Agustus 2012

Pemkab Rohil temu ramah dengan para veteran, warakuri dan weredatama di rumdis bupati


BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Acara temu ramah sekaligus buka bersama antara pemdakab Rokan Hilir dengan para Veteran, warakuri dan wredatama di gelar di rumah dinas bupati Rokan Hilir jalan Perwira Bagansiapiapi, Selasa (7/8). Acara trsebut dibarengi dengan santapan ceramah bulan ramadhan Ustadz Zulkikar dari pekanbaru. Hadir saat itu sejumlah kepala dinas dilingkungan pemdakab Rohil, ibu-ibu PKK, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan dan wakil ketua DPRD Rohil M.Ridwan.

Dalam sambutannya, ketua Veteran Rokan Hilir yang diwakili oleh veteran Selamat mengungkapkan bahwa kemerdekaan Negara republic Indonesia bukanlah dengan perjanjian dan pemberian oleh Negara lain tetapi melainkan karena perjuangan yang gigih oleh para pejuang diiringi oleh ridho Allah SWT.

“Kita tempo dulu berjuang tanpa pamrih agar Negara Indonesia Merdeka,”tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut para veteran ini mengulangi kembali kisah perjuangan mereka terutama di pesisir sungai Rokan di daerah Rokan Hilir. Hal tersebut, disebutnya merupakan perjuangan mereka hingga meninggalkan keluarga demi Negara.

Dikisahkannya, pada pertengahan Januari tahun 1949 kota Bagansiapiapi diduduki oleh Militer Belanda. Akhirnya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) kecamatan bangko pindah ke Bangko Kanan.


“Yang menjadi kepala pemerintahan sekaligus menjadi komandan militer, camat militer kecamatan Bangko pertama adalah Abdullah Sukub sedangkan wakil camat Militer adalah Maamun (Maamun OK Lawi, orang tua bupati Rohil H.Annas Maamun, red). Kedua-duanya berpangkat Letnan I Tetuler,”tutur Selamat.



Dijelaskannya, tempo itu pemuda dan  pejuang tergabung menjadi anggota komando pangkalan gerilya (KPG) sebanyak 101 orang dan staff Markas sebanyak 31 orang. Kemudian itu Abdullah Sukub pindah ke Dumai.


“Tugas camat militer kemudian dijabat oleh Maamun,”jelasnya.


Lanjutnya mengatakan pada awal pebruari 1949 militer Belanda menyerang Bangko Kanan. Akhirnya terjadi kontak senjata pertama. Karena persenjataan KPG yang tidak seimbang akhirnya pasukan KPG mundur. Militer Belanda kemudian langsung berangkat ke Tanah Putih dan dapat didudukinya.


“Penyerangan Militer Belanda ke dua terjadi pada bulan April tahun 1949,”terangnya.


Disebutnya, pemerintah darurat RI kecamatan Bangko pada saat itu sudah berpindah-pindah tempat ke Pematang Ibul, pematang Semut, bahkan hingga ke Pematang di Hulu Sungai Bangko. Dijelaskannya, Militer Belanda senantiasa mencari Camat militer Maamun.


“Karena yang dicari tidak ditemukan maka Mahara isterinya Maamun beserta anak-anaknya ditawan,”ujar veteran Selamat.


Dikatakannya, kemudian mereka dibawa ke Tanah Putih selanjutnya Militer Belanda menuju Hulu Sungai Rokan. Disebut Selamat kampong Sedinginan tidak disinggahi karena mereka terus menuju Rantau Kopar. Dijelaskannya Gudang P3 (Pusat Perbekalan Pejuang) saat itu sudah dibumi hangus.


“Pertempuran terus berlangsung kapal RP Belanda tidak bisa mendarat, mereka  berputar-putar sambil menembak membabi buta ke darat. Pasukan KPG tetap bertahan di parit-parit sebagai benteng pertahanan. Sekali-kali membalas tembakan. Pertempuran berlangsung hingga sore, akhirnya kapal RP Belanda meninggalkan rantau kopar. Mereka tidak berhasil mendarat,”tandasnya.


Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini para veteran ini mengusulkan kepada bupati kabupaten Rokan Hilir beserta DPRD Rokan Hilir mencanangkan dan mewujudkan program “taman bahagia” sebagai tempat pemakaman dan jasad para pejuang tempo dulu di Bangko Pusako. Hal ini disebutnya sebagai dasar bukti perjuangan mereka membela tanah air terhadap Belanda hingga Desember 1949 lampau. Hal ini juga, lanjutnya mengatakan sebagai bukti sejarah bahwa perjuangan para pejuang di daerah Rokan Hilir ini. Selanjutnya dia mengemukakan rasa terima kasih kepada pemerintah kabupaten Rokan Hilir terhadap para veteran/warakuri dan weredatama.

“Seluruh anggota legion veteran mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemdakab yang telah memberikan dana kehormatan,”ujarnya.

Sedangkan orang nomor satu di Rokan Hilir ini mengatakan bahwa perjuangan dari para pejuangan tempo dulu tidak kenal lelah bahkan dengan pengorbanan air mata. Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini, disebutnya bukan karena hadiah ataupun perjanjian, namun karena perjuangan para pejuang kita.

Dalam sambutannya, H.Annas Maamun membenarkan apa yang disampaikan para veteran tersebut. Dia menegaskan bahwa dirinya tempo itu masih kelas dua SR. Dijelaskannya orang tuanya merupakan camat militer.

“Bahkan D.I Panjaitan pernah tidur di rumah kami. Waktu itu makan dirumah kami sagu dengan ubi sedangkan nasi hanya dalan tiga hari sekali,”tuturnya.

Dikatakannya, kendati hanya makan sagu namun perjuangan kemerdekaan tempo dulu tidak luntur. Politisi Golkar Rohil ini juga menceritakan bahwa dirinya tempo dulu merupakan suruhan yang membawa barang-barang ke hutan. Bahkan candupun pernah dibawanya kehutan.

“Saya dulu dulu disuruh membawa candu ke hutan,”kenangnya.

Disebutnya waktu itu dirinya masih tiga beradik yakni dirinya, kemudian Buyung dan harnah. Diwaktu penggeledahan dirumahnya dirinya masih di ladang sehingga tidak ikut ditangkap belanda. Dikatakannya Buyung, harnah dan ibunya Mahara dibawa Belanda.

Dia menegaskan semangat juang tempo dulu patut dicontoh dan di tauladani oleh generasi sekarang. Namun perjuangan sekarang bukan perjuangan melawan Belanda lagi namun perjuangan bagaimana mengisi kemerdekaan tersebut sehingga Negara, khususnya wilayah Rokan Hilir ini lebih maju dan berkembang.

 “Tentang usulan para veteran untuk dibangunkan Taman Bahagia di Bangko Pusako akan kita fikirkan bersama DPRD Rohil. Lahan didekat stadium seluas 1,5 hektar sudah disiapkan,"ujarnya.

Orang nomor satu di Rohil ini menegaskan sejak dirinya memimpin daerah Rokan Hilir  hingga masa mendatang harus komitmen dan membuat program bagaimana mengangkat harkat dan martabat warga masyarakat miskin itu. Dia juga mengatakan bagaimana mengangkat akhlaq warga masyarakat sehingga tidak mau meninggalkan sholat.

“Ini adalah tugas kita selaku alim ulama, tokoh masyarakat, lurah, camat, kepala dinas dan termasuk saya sebagai bupatinya. Perjuangan melawan penjajah agar Negara merdeka sudah dilaksanakan oleh pejuang tempo dulu sekarang perjuangan kita mengisi kemerdekaan ini, Coba setelah lebaran ini SKPD buat program pembangunan didaerah-daerah kantong-kantong kemiskinan di daerah Rokan Hilir”pungkasnya. (andi krc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar