Minggu, 17 Maret 2013

Bupati sebut, katakanlah yang benar memang benar dan salah itu salah



Bagansiapiapi,KABARROHIL- Di era Reformasi ini menjadi pemimpin harus berani di kritik untuk membangun daerahnya. Namun diharapkan kepada pengkritik dapat memberikan petunjuk jalan keluar untuk memperbaikinya dengan duduk bersama-sama dalam satu meja. Demikian ditegaskan oleh Bupati H.Annas Maamun kepada KABARROHIL ketika dihubungi, Senin (11/3/2013).

“Katakanlah yang benar jika memang benar dan katakanlah salah jikalau itu salah namun harus dikatakan juga yang mana benarnya,”tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa menjadi pemimpin semakin dikritik harus semakin lebih giat bekerja dengan sungguh-sungguh. Karena menurutnya didalam membangun daerah dengan tujuan baik semakin banyak warga mengkritik dan tidak senang.

“Kalau hanya lima orang yang tidak senang sedangkan masyarakat lainnya senang maka biarkan saja lima orang yang tidak senang tersebut karena hanya tahunya mengkritik saja tanpa memberikan penjelasan bagaimana seharusnya jalan keluar yang baik untuk membangun daerah itu,”ujarnya.(Agr)

Lakalantas di jalan Lintas Boutrem, pengendara sepeda motor tewas ditempat



Bagan batu,KABARROHIL- Telah terjadi lakalantas mobil Mitsubishi Coot diesel BK 8966 CD dan Sepeda motor Yamaha Scorpio BM 2770 PZ TKP (tempat kejadian Perkara) 20 Km dari jalan Lintas.  Tepatnya insiden tersebut pada tanggal 13 maret 2013 pada pukul 21.30 wib, bertempat di jalan lintas Boutrem Bagan batu, kampung Beto, Dusun Boutrem jaya,Desa Bagan sinembah Barat,Kecamatan Bagan sinembah Kabupaten Rohil.

Mendengar kejadian ini pihak dari LALULINTAS Bagan Sinembah turun lapangan untuk olah TKP (Tempat kejadian perkara). Di bawah pimpinan Kanit Lantas AKP Efendi,SH Dan Aipda.Ulung Tmbak. Di dampingi oleh Briptu. Denny.V.Nainggolan. Briptu.MARIADI.dan Briptu.Faisal Arief. Akibat kejadian tersebut pengendara sepeda motor Muhammad Ilham Santoso (17) yang merupakan pelajar itu tewas di tempat. Sedangkan supir Colt diesel dalam lidik. Atas kejadian lakalantas tersebut kanit lantas bagan sinembah AKP Efendi,SH menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dimanapun berada agar berhati-hati dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dimanapun berada supaya dapat mematuhi peraturan LALULINTAS demi tidak terjadinya korban yang sia-sia atau yang dapat merugikan pengendara yang lain.

Pengendara sepeda motor adalah warga kampung beto Dusun boutrem jaya desa bagan sinembah barat kecamatan bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir. Insiden merengut jawa itu ketika mobil colt diesel BK 8966 CD datang dari arah Boutrem menuju Baganbatu. Sesampai di TKP mobil itu parkir di badan jalan tanpa menghidupkan rambu-rambu parkir. Kemudian pada saat itu juga dari arah belakang mobil datang dengan kecepatan tinggi sepeda motor yang di kendarai Muhammad ilham Santoso. Pengendara sepeda motor tidak dapat mengelakkan mobil di depannya maka terjadi insiden tersebut. Pengendara sepeda motor tewas di tempat sedangkan sepeda motornya mengalami kerusakan. (Ikn)

Sengketa Lahan Sudirman mandai : Laporan ke Camat Tidak di Gubris, Lanjut Ke Pemkab Rohil



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sengketa tanah di kepenghuluan sei daun kecamatan pasir limau kapas rohil membuat sejumlah 13 kepala keluarga kehilangan lahan. Penerima Kuasa atas persoalan sengketa lahan  warga, Chairuddin mengatakan, telah mengumpulkan berkas dari para warga untuk melanjutkan kasus ini ke pemdakab rohil dan sekaligus laporan tersebut ditembuskan kepihak penegak hukum yang ada di waliyah rohil.

“Dalam waktu dekat ini kami akan laporkan kasus ini ke Bupati dan kepada beberapa  instansi yang ada di rokan hilir,” ujarnya kepada KABARROHIL, Selasa 13 maret  2013 di bagansiapiapi.


Upaya penyelesaian sengketa lahan masyarakat yang di ketuai bapak sudirman mandai alias buyung ini disebutnya akan disampaikan kepada Bupati Rokan Hilir maupun wakil bupati Rokan Hilir, DPRD Rohil dan Kepolisian Polres Rohil, kepala inspektorat, kejaksaan negeri rohil,dan LSM.

“Pelaporan ke sejumlah  lembaga pusat kabupaten  itu sebagai langkah upaya mencari penyelesaian persoalan yang sedang di hadapi masyarakat yang lahannya bersengketa. Di mana pihaknya sudah berupaya untuk mendapatkan penyelesaian melalui pihak desa dan kecamatan  pasir limau kapas, Namun sudah beberapa bulan  ini tanpa hasil,”ujarnya.

Dia menilai, dengan dibawanya kasus ini ke tingkat kabupaten akan semakin besar peluang para warga mendapatkan haknya kembali atas tanah yang masih bersengketa  itu.

“Ironis sekali hingga kini surat yang pernah di sampaikan tertanggal 18 januari 2013 kepihak pemerintah kecamatan pasir limau kapas perihal penyelesaian sengketa status kepemilikian lahan ini pihaknya belum menerima balasan," jelas Charuddin.

Dia menyebutkan, persoalan ini menjadi suatu pertanyaan yang sangat pantas dan mendasar untuk di ajukan karena kelompok keluarga sudirman mandai yang secara yuridis dan sesuai dengan fakta-fakta baik secara administrasi di mana bukti atas kepemilikan lahan tersebut ada dan nyata sebagai surat yang telah di keluarkan oleh kepala dusun (kadus) Saudar Efendi. M dan berikut denah,peta ,skema lokasinya.
“Koq bisa sampai hilang seperti raib di telan oleh kemunafikan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan berupaya untuk menarik keuntungan pribadi dengan cara di duga melawan hukum. Secara mata telanjang orang akan dapat melihat serta membaca tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap kelompok keluarga sudirman mandai “tuturnya


Dia mengharapkan sekali kepada pihak-pihak yang terkait dapat mencari solusi agar penderitaan yang di alami keluarga sudirman mandai ini bisa terselesaikan. Lanjutnya mengatakan, Bila mana hal ini kita berpijak pada kejujuran sesuai janji dan sumpah secara transparan kepada kedua belah pihak yang jika benar bersengketa dapat di dudukan bersama yang di mediasi oleh pihak pemerintah setempat dengan mempertunjukkan serta meneliti surat dasar yang di miliki oleh masing-masing pihak yang bersengketa. Jika hal ini tidak sama sekali di lakukan sampai kapanpun permasalahan ini tidak akan selesai, sebut Chairuddin.

“Apakah dalam hal ini ada unsur kesengajaan untuk tidak mau menyelesaikan permasalahan ini,setelah menilai tidak adanya keseriusan pihak yang berkompeten untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat kita ini,”pungkas Chairuddin menduga-duga. (Ags)

Kios diobrak-abrik, Janda anak satu alami kerugian Jutaan Rupiah



BAGANSIAPIAPI,KABARROHIL-Sungguh malang nasib Nur Azizah (43) Seorang janda penghuni salah satu kios Pujasera jalan Pulau Baru Bagansiapiapi. Dia hanya meratap nasib yang menimpa dirinya. Ibu memiliki satu orang anak yatim ini hanya bisa pasrah ketika kios yang di huninya berantakkan di rusak oleh sejumlah OTK, Jumat (15/3/2013) kemaren.

“Saya benar-benar kaget sepulang dari makam suami saya pagi jumat itu. Setibanya saya di kios yang juga sekaligus tempat tinggal kami sudah terlihat sejumlah warga masyarakat sedang merusak kios yang ada di pujasera,”kata Nur Azizah, sambil mengumpulkan barang-barang miliknya yang masih berserakan di kios yang di tempatinya.

“Saya benar-benar tidak tahu menahu puncak masalah yang menyebabkan warga sekitar pujasera marah dan merusak sejumlah kios (termasuk kios yang di huninya,red). Kemana kami hendak pindah sedangkan rumah kami tak punya. Sanak keluarga kami  tidak mampu,”ujar Azizah tampak raut wajah terlihat sedih memelas.

Setahu Azizah, sebelum terjadi perusakkan kios tersebut memang ada diketahuinya informasi terjadi keributan antara sesama pemilik kios yang ada di sekitar pujasera. Namun dia tidak habis fikir mengapa sasaran kemarahan warga tersebut malah merusak kios yang di tempatinya. Hal ini tentunya  sangat di sesalkan oleh Azizah. karena dirinya sama sekali tidak ada kaitannya dengan kejadian keributan tersebut.

“Mengapa warga malah tega merusak kios dan barang-barang milik saya,”ujar Azizah dengan nada turun sangat mengesalkan sekali keputusan yang di lakukan warga tersebut.


“Saya tetap bertahan menempati kios karena tidak memiliki rumah semenjak di tinggal sang suami. Andres anak saya berumur sembilan tahun sudah tidak memiliki ayah dan saya titipkan di rumah saudara. Saya berharap, jika tidak dibenarkan lagi menempati kios ini untuk tempat tinggal dan tempat usaha ,saya mohon kepada pemerintah dapat memperhatikan dan bantuan kepada  kami yang susah ini,”harap Azizah. (AGs)

Hamka Riau : Namanya ANNAS MAAMUN bukan ANAS MAKMUN



Bagansiapiapi,KABARROHIL-Dalam catatan riwayat hidupnya tertulis lahirnya di Bagansiapiapi, pada tanggal 17 April  1940. Negeri asalnya kampung Bangko, khususnya Bangko Kanan. Dia putera dari  MAAMUN. Maamun ayahnya, ketika dia dilahirkan belum menjabat sebagai Penghulu  Bangko Kanan. Baru kemudian ditahun 1946 Maamun diangkat menjadi Penghulu  sampai dengan tahun 1960.

“Nama ayahnya MAAMUN, bukan MAKMUN,”jelas Buya Hamka Riau kepada KABARROHIL, belum lama ini.

Menurut  kebiasaan siapa saja yang bernama serupa dapat dipastikan tertulis MAKMUN. Tapi tidak demikian ayah Annas, dia menulis namanya dengan MAAMUN, dobel huruf A. Mungkin karena terpengaruh dengan nama ayahnya memiliki huruf ganda, Annas tidak mau kalah, dia tulis pula namanya dengan menggandakan huruf N, tidak seperti kebiasaan orang yang bernama sama dengan menulis namanya biasa saja ANAS. Sehingga kemudian namanya menjadi ANNAS MAAMUN, dengan memakai 2 huruf ganda dalam namanya.

“Agaknya, menurut fa-al nama, karena memiliki 2 huruf ganda di dalam namanya itu, menjadikan dia tahan banting, bergulat dan bergelut dalam kancah kehidupan dan perjuangannya sampai kini,”tuturnya.

Dari sisi telaahan sebuah nama selalu menunjukkan jati diri dan kepribadian seseorang. Tidak kalah pentingnya, nama cerminan dari sikap seseorang. Banyak yang bernama Anas –tapi tidak Annas-, biasa-biasa saja, meskipun ada juga Anas yang berkedudukan mulia sebagai shahabat Rasulullah saw, yakni Anas bin Malik.

Annas Maamun, anak asli Bangko. Sebuah kampung yang dibelah oleh sebuah anak sungai dari sungai Rokan dan diberi nama Sungai Bangko. Sungai Bangko airnya hitam, tapi bening. Dulu, dikenal banyak ikannya, dan ikan-ikan Bangko dikenal pula enak berbeda dengan ikan-ikan yang berada di sungai Rokan. Mungkin karena pengaruh airnya yang hitam bening dan dingin. Sungai Bangko kemudian menjadikan kampung Bangko menjadi dua, yakni Bangko Kanan dan Bangko Kiri. Kalau kita menghilir atau memudik di sungai Rokan ketika kita masuk kedalam sungai Bangko, sebelah kanan kita adalah Bangko Kanan, dan sebelah kiri kita Bangko kiri. Meskipun kampung Bangko ini dibelah oleh sungai sehingga menjadinya terpisah, tapi masyarakatnya tidak pernah merasa dipisahkan. Kedua kampung amat rukun dalam segala hal. Sepanjang sungai Bangko mulai dari kuala yang terletak di Sungai Rokan, berjejer rumah penduduk. Namun sekitar tahun 60-an setelah terjadinya penggalian terusan yang memotong sungai Rokan agar lebih cepat menuju Bangko, terjadi abrasi tebing yang luar biasa. Akibat dari abrasi itu banyak penduduk yang harus membongkar rumahnya takut roboh ke sungai dan memindahkannya jauh ke arah darat.

“Dari sinilah penduduk Bangko membuat komunitas baru yang sekarang dikenal dengan PEMATANG IBUL. Apatah lagi setelah jalan lintas yang dibangun PT. CPI telah pula dibuat. Dan  sekarang Bangko Kanan dan Kiri sudah menjadi sebuah Kecamatan bernama KECAMATAN BANGKO PUSAKO. Seakan-akan penamaan ini menjadi penyatu dari 2 Bangko. Itu terjadi di zaman Annas Maamun menjadi Ketua DPRD Rokan Hilir,”pungkas Buya Hamka Riau. ()